Monday, January 30, 2012

Pengertian Filsafat

Pengertian Filsafat
 
Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani Philosophia, yaitu dari kata Philein yang berarti mencintai, sedangkan philos berarti teman. Kemudian istilah sophos yang berarti kebijaksana, sopha berarti kebijaksanaan. Bila mengacu pada asal kata philen dan sophos maka artinya mencintai hal-hal yang bersifat kebijaksanaan. Jika filsafat mengacu pada asal kata philos dan sophia artinya adalah teman kebijaksanaan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Filsafat artinya adalah, 1). Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya; 2).Teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; 3).Ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi; 4). falsafah.

Secara teknis, filsafat didefinisikan sebagai "evaluasi kritis" terhadap semua fakta dari pengalaman.  

Mudhofir (1996: 1) menjabarkan bahwa pengertian filsafat adalah usaha untuk memahami atau mengerti dunia dalam hal makna dan nilai-nilainya. Filsafat berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang asal mula dan sifat dasar alam semesta tempat manusia hidup serta apa yang menjadi tujuan hidupnya.

Plato (427sm – 347sm) menjelaskan bahwa filsafat merupakan pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli).

Hal senada juga dikemukakan oleh Stephen R. Toulmin, bahwa filsafat adalah suatu cabang ilmu, filsafat ilmu mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbincangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, pra-anggapan-pra-anggapan metafisis, dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika

Filsafat, menurut Aristoteles (384 sm – 322sm) adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).

Harold H. Titus (1979 ) mengemukakan bahwa filsafat memiliki tiga makna yaitu, : (1) Filsafat merupakan sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafat merupakan suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat merupakan analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat merupakan kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.

Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. mengungkapkan Pengertian Filsafat sebagai usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati.

Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) menjelaskan bahwa filsafat adalah ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.

Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Fuad Hasan Menjabarkan filsafat sebagai suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.

Imanuel Kant ( 1724 – 1804 ) mengemukakan bahwa filsafat merupakan ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan. 1).Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika ), 2).Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika ), 3).Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama ), 4).Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi ).

Notonegoro berpendapat bahwa Filsafat adalah menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat.

Referensi dari Pengertian Filsafat, Buku "Filsafat Pendidikan", karangan Dr. H. Sudjarwo, M.S dan Dr. H. Basrowi, M.Pd, Penerbit: Yayasan Kampusina.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot