Thursday, June 23, 2011

Ciri Pembelajaran Matematika Realistik

Ciri Pembelajaran Matematika Realistik

Ciri pembelajaran matematika realistik  yaitu:
(1)    Materi pembelajaran berdasarkan / bertolak dari masalah kontekstual dalam hidup sehari-hari
(2)    Siswa menemukan konsep sendiri dari menyelesaikan masalah kontekstual dengan bantuan guru dan diskusi kelas.
(3)    Siswa bebas memilih cara menyelesaikan soal sesuai dengan perkembangan kognitifnya (enaktif, ekonik, simbolik)
(4)    Adanya interaksi dan negoisasi antar siswa dan guru tentang cara penyelesaian masalah / soal.

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan pendekatan-pendekatan yang lain. Treffers (dalam Zulkardi, www.pmri.or.id) mengemukakan lima karakteristik utama yang dijumpai pada pendekatan matematika realistik, yaitu:
(1)    Menggunakan masalah kontekstual (The use of contexts)
(2)    Menggunakan model sendiri (The use of models)
(3)    Menggunakan kontribusi siswa (Student contribution)
(4)    Interaktivitas (Interactivity)
(5)    Terintegrasi dengan topik pembelajaran yang lainnya (Interactivity)

Sedangkan Marpaung (dalam nurjaya.files.wordpress.com/). menjelaskan karakteristik pendekatan matematika realistik, yaitu:
(1)   Murid aktif, guru aktif (Matematika sebagai aktivitas manusia).
(2)   Pembelajaran sedapat mungkin dimulai dengan menyajikan masalah     kontekstual/realistik
(3)   Guru memberikan kesempatan pada siswa menyelesaikan masalah dengan cara sendiri.
(4)   Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.
(5)   Siswa dapat menyelesaikan masalah dalam kelompok (kecil atau besar).
(6)   Pembelajaran tidak selalu di dalam kelas (bisa diluar kelas, duduk di lantai, pergi ke luar sekolah untuk mengamati atau mengumpulkan data).
(7)   Guru mendorong terjadinya interaksi dan negosiasi.
(8)   Siswa bebas memilih modus representasi yang sesuai dengan struktur kognitifnya sewaktu menyelesaikan suatu masalah (Menggunakan   model).
(9)   Guru bertindak sebagai fasilitator (Tutwuri Handayani).
(10) Kalau siswa membuat kesalahan dalam menyelesaikan masalah jangan dimarahi tetapi dibantu melalui pertanyaan-pertanyaan (Motivasi).

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot