Sunday, April 24, 2011

Kemandirian Belajar

Kemandirian Belajar

Di dalam proses pembelajaran setiap siswa atau peserta didik selalu diarah-kan agar menjadi peserta didik yang mandiri, dan untuk menjadi mandiri se-seorang individu harus belajar, sehingga dapat dicapai suatu kemandirian belajar.  Didalam perkembangannya kemandirian muncul sebagai hasil proses belajar dan pengalaman itu sendiri dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah.

Menurut Benson (http://colaborative-learning.wordpress.com/2008/09/10/- babii) mendefinisikan keman-dirian siswa sebagai kemampuan untuk meng-awasi pembelajarannya sendiri.  Dengan demikian kemandirian siswa men-cerminkan kesadaran siswa dalam memenuhi kebutuhan belajarnya sendiri untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan tertentu..

Durkheim(http://www.sma-dwiwarna.net/website/data/artikel/kemandirian-.htm) berpendapat bahwa keman-dirian tumbuh dan berkembang karena dua faktor, yaitu:
1)    Disiplin yaitu adanya aturan bertindak dan otoritas
2)    Komitmen terhadap kelompok
Pendapat tersebut menyatakan bahwa kemandirian itu berkembang melalui proses keragaman manusia dalam kesamaan dan kebersamaan, bukan dalam kevakuman.

Keadaan mandiri akan muncul bila seseorang belajar, dan sebaliknya ke-mandirian tidak akan muncul dengan sendirinya bila seseorang tidak mau belajar.  Terlebih lagi kemandirian dalam belajar tidak akan muncul apabila siswa tidak dibekali dengan ilmu yang cukup.  Menurut Mujiman (http://-banjarnegarambs.word-press.com/2008/09/10/kemandirian-belajar-siswa) belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang dimiliki

Sehingga seorang anak dikatakan mandiri (http://banjarnegarambs.word-press.com/2008/09/10/kemandirian-belajar-siswa) apabila anak itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.    Dapat menemukan identitas dirinya,
2.    Memiliki inisiatif dalam setiap langkahnya,
3.    Membuat pertimbangan-pertimbangan dalam tindakannya,
4.    Bertanggung jawab atas tindakannya
5.    Dapat mencukupi kebutuhan-kebutuhanya sendiri.

Dalam pembelajaran guru hanya berfungsi sebagai fasilitator, yaitu guru hanya sebagai pembimbing, misalnya membantu siswa untuk memecahkan sesuatu masalah bila siswa tersebut menemui kesulitan dalam belajar.
Sesuai dengan pendapat Benson (http://colaborative-learning.wordpress-.com/2008/09/10/ babii), bahwa kemandirian siswa dapat ditingkatkan dalam beberapa prinsip yang mencakup:
1.    Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran
2.    Memberikan pilihan sumber pembelajaran
3.    Memberikan kesempatan untuk memilih dan memutuskan
4.    Memberikan semangat kepada siswa
5.    Mendorong siswa melakukan refleksi.

Burt Sisco (http://banjarnegarambs.word-press.com/2008/09/10/kemandirian-belajar-siswa) ada 6 langkah kegiatan untuk membantu individu menjadi lebih mandiri dalam belajar, yaitu:
1.    Pre-planning (aktivitas sebelum proses pembelajaran)
2.    Menciptakan lingkungan belajar yang positif
3.    Mengembangkan rencana pembelajaran
4.    Mengidentifikasi aktivitas pembelajaran yang sesuai
5.    Melaksanakan kegiatan pembelajaran dan monitoring
6.    Mengevaluasi hasil pembelajaran individu.

Jadi kemandirian belajar (self-direction in learning) dapat diartikan sebagai sifat dan sikap serta kemampuan yang dimiliki siswa untuk melakukan  ke-giatan belajar secara sendirian maupun dengan bantuan orang lain berdasar-kan motivasinya sendiri untuk menguasai suatu kompetensi tertentu sehingga dapat digunakannya untuk memecahkan masalah yang dijumpainya di dunia nyata. Dalam penelitian ini kemandirian belajar siswa yang akan diamati adalah: mempelajari materi yang akan dipelajari dengan sendirinya, bertanya kepada guru bila merasa kesulitan dan menjawab pertanyaan guru, berdiskusi dengan kelompok, mengerjakan LKK baik secara individu maupun kelompok, menanggapi dan bertanya saat presentasi.

Sumber:
Skripsi PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE  NHT (Numbered Heads Together) SEBAGAI UPAYA  MENINGKATKAN HASIL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Oleh : IMAS SITI LIAWATI (0543021020) UNIVERSITAS LAMPUNG


0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot