Friday, April 30, 2010

Antropologi Masa Kini

Antropologi Masa Kini

Di Amerika Serikat ilmu antropologi telah memakai dan mengintegrasikan seluruh warisan bahan dan metode dari ilmu antropologi dalam fasenya yang pertama, kedua, dan ketiga, ditambah dengan berbagai spesialis yang telah dikembangkan. Sehingga Universitas-universitas di Amerika Serikat dimana fase keempatnya sudah berkembang seluas-liasnya.

Di Inggris pada fase ilmu yang ketiga masih dilakukan tetapi dengan hilangnya daerah-daerah jajahan Inggris maka sifat ilmu antropologinya juga berubah.Di Eropa Tengah sifat antropologi fase yang kedua masih dilakukan. Di eropa Utara ilmu antropologi bersifat akademikal. Di Uni Soviet ilmu antropologi tidak banyak dikenal karena Uni Soviet sekitar tahun 1960 memang seolah-olah mengisolasikan diri dari dunia lain.

Teori Belajar Humanistik

Teori Belajar Humanistik
 
Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambatlaun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya.
 
Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada proses belajar, ialah :
1.    Proses pemerolehan informasi baru,
2.    Personalia informasi ini pada individu.
 
Tokoh penting dalam teori belajar humanistik secara teoritik antara lain adalah: Arthur W.  

Combs, Abraham Maslow dan Carl Rogers.
a.    Arthur Combs (1912-1999)
Bersama dengan Donald Snygg (1904-1967) mereka mencurahkan banyak perhatian pada dunia pendidikan. Meaning (makna atau arti) adalah konsep dasar yang sering digunakan. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka. Anak tidak bisa matematika atau sejarah bukan karena bodoh tetapi karena mereka enggan dan terpaksa dan merasa sebenarnya tidak ada alasan penting mereka harus mempelajarinya. Perilaku buruk itu sebenarnya tak lain hanyalah dati ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya.

Untuk itu guru harus memahami perlaku siswa dengan mencoba memahami dunia persepsi siswa tersebut sehingga apabila ingin merubah perilakunya, guru harus berusaha merubah keyakinan atau pandangan siswa yang ada. Perilaku internal membedakan seseorang dari yang lain. Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila materi pelajarannya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Padahal arti tidaklah menyatu pada materi pelajaran itu. Sehingga yang penting ialah bagaimana membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya.
 
Combs memberikan lukisan persepsi dir dan dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat pada satu. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkungan besar (2) adalah persepsi dunia. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhnya terhadap perilakunya. Jadi, hal-hal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri, makin mudah hal itu terlupakan.

Maslow
Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal :
(1) suatu usaha yang positif untuk berkembang
(2) kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu.
Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis.
 
Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang, takut untuk mengambil kesempatan, takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya, tetapi di sisi lain seseorang juga memiliki dorongan untuk lebih maju ke arah keutuhan, keunikan diri, ke arah berfungsinya semua kemampuan, ke arah kepercayaan diri menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendiri(self).
 
Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama, seperti kebutuhan fisiologis, barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di atasnya, ialah kebutuhan mendapatkan ras aman dan seterusnya. Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperharikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar ini mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi.

Carl Rogers
Carl Rogers lahir 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinois Chicago, sebagai anak keempat dari enam bersaudara. Semula Rogers menekuni bidang agama tetapi akhirnya pindah ke bidang psikologi. Ia mempelajari psikologi klinis di Universitas Columbia dan mendapat gelar Ph.D pada tahun 1931, sebelumnya ia telah merintis kerja klinis di Rochester Society untuk mencegah kekerasan pada anak.
Gelar profesor diterima di Ohio State tahun 1960. Tahun 1942, ia menulis buku pertamanya, Counseling and Psychotherapy dan secara bertahap mengembangkan konsep Client-Centerd Therapy.
 
Rogers membedakan dua tipe belajar, yaitu:

1.    Kognitif (kebermaknaan)
2.    experiential ( pengalaman atau signifikansi)
 
Guru menghubungan pengetahuan akademik ke dalam pengetahuan terpakai seperti memperlajari mesin dengan tujuan untuk memperbaikai mobil. Experiential Learning menunjuk pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa. Kualitas belajar experiential learning mencakup : keterlibatan siswa secara personal, berinisiatif, evaluasi oleh siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada siswa.

Menurut Rogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
1. Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Siswa tidak harus belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya.
2. Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian bahan pelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa
3. Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
4. Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.
Dari bukunya Freedom To Learn, ia menunjukkan sejumlah prinsip-prinsip dasar humanistik yang penting diantaranya ialah :
a. Manusia itu mempunyai kemampuan belajar secara alami.
b. Belajar yang signifikan terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksud sendiri.
c. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri diangap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya.
d. Tugas-tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman-ancaman dari luar itu semakin kecil.
e. Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah, pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar.
f. Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.
g. Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggungjawab terhadap proses belajar itu.
h. Belajar inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya, baik perasaan maupun intelek, merupakan cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari.
i. Kepercayaan terhadap diri sendiri, kemerdekaan, kreativitas, lebih mudah dicapai terutama jika siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan cara kedua yang penting.
j. Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar, suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam diri sendiri mengenai proses perubahan itu.

Salah satu model pendidikan terbuka mencakuo konsep mengajar guru yang fasilitatif yang dikembangkan Rogers diteliti oleh Aspy dan Roebuck pada tahun 1975 mengenai kemampuan para guru untuk menciptakan kondidi yang mendukung yaitu empati, penghargaan dan umpan balik positif. 

Ciri-ciri guru yang fasilitatif adalah :
1.    Merespon perasaan siswa
2.    Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
3.    Berdialog dan berdiskusi dengan siswa
4.    Menghargai siswa
5.    Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan
6.    Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa)
7.    Tersenyum pada siswa
Dari penelitian itu diketahui guru yang fasilitatif mengurangi angka bolos siswa, meningkatkan angka konsep diri siswa, meningkatkan upaya untuk meraih prestasi akademik termasuk pelajaran bahasa dan matematika yang kurang disukai, mengurangi tingkat problem yang berkaitan dengan disiplin dan mengurangi perusakan pada peralatan sekolah, serta siswa menjadi lebih spontan dan menggunakan tingkat berpikir yang lebih tinggi.
Humanistik tertuju pada masalah bagaimana tiap individu dipengaruhi dan dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri.

Prinsip- prinsip belajar humanistik:
1. Manusia mempunyai belajar alami
2. Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu
3. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya
4. Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil
5. Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh caar
6. Belajar yang bermakna  diperolaeh jika siswa melakukannya
7. Belajar lancer jika siswa dilibatkan dalam proses belajar
8. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
9. Kepercayaan pada diri pada siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri
10. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar

Fase-fase Perkembangan Ilmu Antropologi

Fase-fase Perkembangan Ilmu Antropologi

Fase pertama (sebelum 1800)

Datangnya bangsa Eropa barat ke daratan Asia, Afrika, dan Amerika pada akhir abad ke-15 dan permulaan abad ke-16. Berbagai daerah di belahan bumi mulai terkena pengaruh Negara-negara Eropa Barat. Kemudian dalam pandangan orang Eropa timbul tiga macam sifat yang bertentangan terhadap bangsa-bangsa di Afrika, Asia, Oseania, dan orang-orang Indian di Amerika, yaitu :
1)    Sebagian orang Eropa memandang akan sifat keburukan dari bangsa-bangsa jauh tadi, dan mengatakan bahwa bangsa-bangsa itu bukan manusia sebenarnya; bahwa mereka manusia liar, turunan iblis dan sebagainya.
2)    Bangsa-bangsa tadi adalah murni, yang belum kemasukan kejahatan dan keburukan seperti yang ada dalam masyarakat bangsa-bangsa Eropa Barat pada saat itu.
3)    Orang-orang Eropa Barat mulai mengumpulkan benda-benda kebudayaan dari suku-suku bangsa di Afrika, Asia, dan Oseania dan Amerika pribumi. Kumpulan-kumpulan tadi dihimpun menjadi satu, supaya dapat dilihat umum dalam museum-museum.


Fase Kedua (Kira-kira Pertengahan Abad ke-19)

Yaitu timbul karangan-karangan yang menyusun barang etnografi tersebut berdasarkan cara berfikir evolusi masyarakat. Menurut bangsa Eropa semua bentuk dan masyarakat dan kebudayan dari bangsa-bangsa diluar Eropa disebut Primitif(tingkat kebudayan yang sangat rendah).

Fase ketiga(permulan abad ke-20) sebagian besar negara-negara penjajah di Eropa berhasil untuk mencapi kemantapan kekuasannya di daerah-daerah jajahan di luar Eropa, sehingga ilmu Antropologi di jadikan sebagai ilmu yang mempelajari bangsa-bangsa di luar Eropa atau dijadikan Bangsa Eropa sebagai penunjang guna kepentingan pemerintah colonial dan guna mendapatkan suatu pengertian tentang masyarakat masa kini yang kompleks.

Fase keempat(tahun 1930) timbullah sebuah perubahan yakni: timbulnya antipati terhadap kolonialisme sesudah perang dunia II, Cepat hilngnya bangsa-bangsa primitive  sudah mulai hilang.

Tuesday, April 27, 2010

Siklus Reproduksi Ikan


Siklus Reproduksi Ikan

 

Siklus reproduksi ikan berhubungan erat dengan perkembangan gonad, terutama ikan betina.  Secara umum tahap-tahap perkembangan gonad ikan jantan adalah spermatogonia, spermatosit primer, spermatosit sekunder spermatid, metamorfose dan spermatozoa.  Volume gonad ikan jantan bisa mencapai 5% dari bobot total tubuhnya.   Sedangkan tahap perkembangan ikan betina meliputi oogonia, oosit primer, oosit sekunder dan ova atau telur.
Karena siklus reproduksi terkait erat dengan perkembangan gonad ikan betina, maka pembahasan tentang siklus reproduksi lebih ditekankan pada kematangan gonad ikan betina dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

1.   Perkembangan gonad

Tang dan Affandi (2002) menyatakan bahwa proses perkembangan sel gamet melalui beberapa tahapan, yaitu:
  • Oogenesis
  • Perkembangan oosit
    • previtellogenesis
    • vitellogenesis
  • Pematangan akhir oosit
a)      Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembelahan sel-sel bakal telur secara mitosis sampai oosit primer atau fase pembentukan folikel.  Fase ini dapat dipercepat dengan rnengoptimalkan kondisi lingkungan misalnya suhu, periode cahaya dan atau penggunaan makanan berprotein tinggi yang ditambahkan dengan vitamin E, vitamin C atau asam lemak esensial (Lam, 1995 dalam Affandi dan Tang, 2002).
b).Perkembangan oosit
Perkembangan oosit terdiri dari dua tahap, yaitu previtellogenesis dan vitellogenesis (penimbunan kuning telur).
Previtellogenesis
Pada fase previtellogenesis oosit primer bertambah ukurannya tanpa akumulasi material yolk.  Kemudian terjadi pertumbuhan yang sama pada sitoplasma dan nukleus, pada bagian perifer oosit primer ditemukan nukleus besar yang berisi beberapa nukleus.   Selanjutnya dua lapisan sel berbeda nampak mengelilingi oosit membentuk folikel.  Lapisan terdalam adalah sel-sel kubus yang merupakan bagian granulosa dan teka.
Vitellogenesis
Vitellogenesis adalah proses induksi dan sintesis vitelogenin di hati oleh hormon estradiol-17b, serta penyerapan vitellogenin yang terbawa aliran darah ke dalam oosit.
c).Pematangan akhir (final maturation)
Prostaglandin berperan penting dalam menstimulasi ovulasi ikan teleostei pada tahap akhir.  Pada ikan Goldfish, penyuntikan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) akan menyebabkan sintesis indomethanin (prostaglandin inhibitor) terhambat.   Prostaglandin juga dapat mendorong ovulasi ikan trout pelangi dan Goldfish (Jalabert dan Szollosi, 1975 dalam Stacey, 1984).

Steroid berperan penting alam mendorong pematangan akhir oosit ikan rainbow trout, goldfish, perca dan salmon.  Steroid yang sangat berpengaruh dalam mendorong pematangan akhir adalah 17a-hydroxy-20b-dihydroxyprogesterone (17a-20b-OHP).  Tetapi pada ikan zebra (Brachydanio rerio), deoxycorcosterone memiliki peran lebih efektif dalam pematangan akhir daripada 17a-20b-OHP.

GtH yang berperan sebagai mediator yang bersifat lokal dalam proses ovulasi, sedangkan steroid pada ovarium berfungsi mengatur pelepasan GtH dari otak atau pituitary (ikatan steroid dapat dijumpai di pituitary) (Kim et al., 1978 dalam Stacey, 1984).  Peningkatan jumlah steroid akan menurunkan jumlah GtH dalam darah, sedangkan pemberian antiestrogen akan meningkatkan kadar GtH dalam darah dan merangsang ovulasi ikan teleostei. Menurut Stacey (1984), perubahan tingkat steroid dalam darah diduga merupakan respon fisiologis terhadap faktor eksternal tertentu.

Monday, April 26, 2010

Teknik dan Bentuk Evaluasi

Teknik dan Bentuk Evaluasi

 Secara keseluruhan, teknik dan bentuk evaluasi dapat digambarkan sebagai berikut :

A.  Tes
Tes adalah suatu teknik atau cara dalam rangka melaksanakan kegiatan evaluasi, yang didalamnya terdapat berbagai item atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh anak didik, kemudian pekerjaan dan jawaban itu menghasilkan nilai tentang perilaku anak didik tersebut.

Berdasarkan jumlah peserta, tes hasil belajar dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu tes kelompok dan tes perorangan. Dilihat dari sudut penyusunannya, tes hasil belajar dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu tes buatan guru (teacher-made test) dan tes yang distandardisasi (standardized test).

A.    Tes tertulis (written test), yaitu tes yang menuntut jawaban dari siswa secara tertulis. Tes tertulis diberikan kepada seorang atau sekelompok murid pada waktu, tempat, dan untuk soal tertentu.

a.    Tes uraian (essay test) adalah tes yang menuntut anak untuk menguraikan jawabannya secara tertulis dengan kata-kata sendiri dalam bentuk, teknik, dan gayanya sendiri. Tes uraian sering disebut juga tes subjektif. Tes uraian ada dua bentuk, yaitu uraian terbatas dan uraian bebas.

Contoh uraian terbatas :

1)      Jelaskan bagaimana masuknya Islam di Indonesia dilihat dari segi ekonomi dan politik.
2)      Sebutkan lima rukum Islam !

Contoh uraian bebas :
1)      Jelaskan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia !
2)      Bagaimana peranan pendidikan Islam dalam memecahkan masalah-masalah pokok pendidikan di Indonesia ?

Untuk mengoreksi tes uraian, ada tiga cara yang dapat digunakan, yaitu (1) whole method, yaitu metode per nomor, (2) separated method, yaitu metode per lembar, dan (3) cross method, yaitu metode bersilang. Dalam pelaksanaan pengoreksian, guru boleh memilih salah satu di antara ketiga metode tersebut, atau mungkin menggunakannya secara bervariasi. Hal ini harus disesuaikan dengan kebutuhan.

b. Tes objektif
Tes objektif (objective test) menuntut peserta didik untuk memilih jawaban yang benar diantara kemungkinan jawaban yang telah disediakan, memberikan jawaban singkat, dan melengkapi pertanyaan atau pernyataan yang belum sempurna. Tes objektif sangat cocok untuk menilai kemampuan peserta didik yang menuntut proses mental yang tidak begitu tinggi seperti kemampuan mengingat kembali, kemampuan mengenal kembali, pengertian, dan kemampuan mengaplikasikan prinsip-prinsip. Tes objektif terdiri atas beberapa bentuk, yaitu benar-salah, pilihan ganda, menjodohkan, dan melengkapi atau jawaban singkat.

1)  Bentuk Benar–Salah (true false) :
Contoh :
                 Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada huruf B jika jawabannya benar dan huruf S bila jawabannya salah.
a)       B – S  :  Waqaf  berarti menghentikan bacaan karena ada tanda waqaf.
b)      B – S  :  Yaumul hasyri artinya hari kebangkitan.
c)       B – S  :  Surat Al-Fatihah termasuk surat Makiyyah.
d)      B – S  :  Terbitnya matahari sebelah barat merupakan ciri besar hari kiamat.

Bentuk benar-salah yang lain adalah jawabannya telah disediakan, tetapi jawaban yanG disediakan itu bukan B – S, melainkan Ya – Tidak.
Contoh :
a)      Ya – Tidak  : Dajjal adalah seorang laki-laki dari kaum Yahudi.
b)      Ya – Tidak  : Dabbatul ardhi berarti keluarnya binatang bumi.
c)      Ya – Tidak  : Kematian manusia termasuk kiamat kubra.
d)     Ya – Tidak  : Rahasia hari kiamat dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Ikhlas.

Bentuk soal benar-salah dapat juga digunakan untuk mengukur kemampuan tentang sebab-akibat. Contoh :
a)      B – S : Sholat rawatib dilaksanakan dua rakaat SEBAB sholat rawatib merupakan sholat sunat.
b)      B – S : Nabi sangat mencela orang yang lalai membayar hutang SEBAB hutang harus segera dilunasi.
c)      B – S  :  Pada malam Idul Fitri umat Islam mengumandangkan kalimat takbir, tahlil dan tahmid SEBAB malam Idul Fitri adalah malam menjelang 1 Syawal.
d)     B – S : Puasa wajib dimulai tanggal 1 Ramadhan SEBAB puasa diakhiri tanggal 1 Syawal.
e)      B – S :   Nikmat yang diberikan Allah wajib disyukuri SEBAB nikmat Allah tak sama untuk setiap orang.

2)  Bentuk Pilihan-Ganda (multiple choice)

Soal tes bentuk pilihan-ganda dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang lebih kompleks dan berkenaan dengan aspek ingatan, pengertian, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Bentuk pilihan-ganda terdiri atas pembawa pokok persoalan dan pilihan jawaban. Pembawa pokok persoalan dapat dikemukakan dalam bentuk pertanyaan atau  pernyataan (statement) yang belum sempurna yang sering disebut stem. Sedangkan pilihan jawaban itu mungkin berbentuk perkataan, bilangan atau kalimat dan sering disebut option.

Ada beberapa jenis bentuk pilihan-ganda ini, antara lain:

a)    Distracters, yaitu option yang bukan merupakan jawaban yang benar. Contoh :

Salah satu tanda besar menjelang hari kiamat adalah :
a.       Semua urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya
b.       Munculnya Dajjal.
c.       Banyak terjadi pembunuhan dimana-mana
d.      Beratnya orang Islam untuk menjalankan syariat agamanya
e.       Minuman keras sudah dianggap biasa

b)      Analisis hubungan antar hal, yaitu untuk melihat kemampuan peserta didik dalam menganalisis hubungan antara pernyataan dengan alasan (sebab-akibat). Contoh :

Pada soal di bawah ini terdapat kalimat yang terdiri atas pernyataan (statement) dan alasan (reason).
Pilihan:
1. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan alasan merupakan sebab dari pernyataan.
      2. Jika pernyataan benar, alasan benar, tetapi alasan bukan merupakan sebab dari pernyataan.
3. Jika pernyataan benar, tetapi alasan salah
4. Jika pernyataan salah, tetapi alasan benar.
5. Jika pernyataan salah, dan alasan salah.

Soal:
Gubernur Jawa Barat tinggal di Bandung SEBAB  Bandung merupakan ibu kota provinsi Jawa Barat.
Penjelasan:
a. “Gubernur Jawa Barat tinggal di Bandung” merupakan pernyataan yang benar.
      b “Bandung merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat” merupakan alasan yang benar dan merupakan sebab dari pernyataan.
Jawaban : Jadi, jawaban yang betul adalah A.

b)    Variasi negatif, yaitu setiap pertanyaan atau pernyataan mempunyai beberapa kemungkinan jawaban dan disediakan satu kemungkinan jawaban yang salah. Tugas siswa adalah memilih jawaban yang salah tersebut.

Contoh :
Teladan yang bisa diambil dari kisah Nabi Musa a.s adalah, kecuali :
       a.       Menolong tanpa pamrih
       b.       Konsekwen terhadap janji
       c.       Berani menegakkan kebenaran
       d.      Sikap ragu-ragu.

c)    Variasi berganda, yaitu memilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang semuanya betul, tetapi ada satu jawaban yang paling betul. Tugas siswa adalah memilih jawaban yang paling  betul itu.

Contoh :
Para siswa hendaknya menghormati ...
      a.       sesama teman
      b.       guru-gurunya
      c.       orang tuanya
      d.      teman, guru, dan orang tuanya

d)    Variasi yang tidak lengkap, yaitu pertanyaan atau pernyataan yang memiliki beberapa kemungkinan jawaban yang belum lengkap. Tugas siswa adalah mencari satu kemungkinan jawaban yang tepat dan melengkapinya.

Contoh :
Surat Al-Fatiha disebut juga sab’ul matsani. Artinya ...
    a.    5 ayat yang dibaca  . . . . .
    b.    6 ayat yang dibaca  . . . . .
    c.    7 ayat yang dibaca  . . . . .
    d.   8 ayat yang dibaca  . . . . .


3)  Bentuk Menjodohkan (matching)

Soal tes bentuk menjodohkan sebenarnya masih merupakan pilihan ganda. Perbedaannya adalah pilihan ganda terdiri atas stem dan option, kemudian testi tinggal memilih salah satu option yang diberikan. Sedangkan bentuk menjodohkan terdiri atas kumpulan soal dan kumpulan jawaban yang keduanya disusun pada dua kolom yang berbeda. Kolom sebelah kiri menunjukkan kumpulan soal dan kolom sebelah kanan menunjukkan kumpulan jawaban. Jumlah alternatif jawaban harus dibuat lebih banyak dari jumlah soal.
Contoh 1 :
                  Petunjuk :  Di bawah ini terdapat dua daftar, yaitu daftar A dan daftar B. Tiap-tiap kata yang terdapat pada daftar A mempunyai pasangannya masing-masing pada daftar B. Anda harus mencari pasangan-pasangan itu. Tulislah nomor kata yang anda pilih itu di depan pasangannya masing-masing.
 Daftar A                              Daftar B
. . . . . . . . . . sunat                 1.   Halal                        
. . . . . . . . . . al-Ikhlas            2.   Sorga                       
. . . . . . . . . . Haram               3.   Idzhar                      
. . . . . . . . . . Neraka              4.   Wajib
. . . . . . . . . . Makhroj            5.   Ikhfa
                                            6.   Surat
                                            7.   Tajwid
Contoh 2 :
                  Petunjuk :  Berikut ini terdapat dua buah daftar nama. Sebelah kiri adalah pengertian, sedangkan sebelah kanan adalah istilah. Pilihlah pengertian tersebut sesuai dengan nama konsepnya dengan menuliskan  angka 1, 2, 3, dan seterusnya pada tempat yang telah disediakan.
  Pengertian :                                                   Istilah :
............: Ilmu membaca Al-Quran                  1. Hadits
............: Tempat keluarnya huruf                   2. Qana’ah
............: Perkataan Rasulullah                        3. Tajwid
............: Perbuatan Rasulullah                        4. Tasamuh
............: Sikap rela menerima                         5. Makhraj
                                                                        6. Sunah
                                                                        7. Qalqalah


4)      Bentuk Jawaban Singkat (short answer) dan Melengkapi (completion) :
Kedua bentuk tes ini masing-masing menghendaki jawaban dengan kalimat dan atau angka-angka yang hanya dapat dinilai benar atau salah. Soal bentuk jawaban singkat biasanya dikemukakan dalam bentuk pertanyaan.

Contoh :
a)       Siapakah malaikat yang menanyai di alam kubur ?
b)      Apa nama agamamu ?
c)       Siapa nama Tuhan-mu ?
d)      Apa nama kitab sucimu ?
e)       Apa nama kiblatmu ?

Sedangkan soal bentuk melengkapi (completion) dikemukakan dalam kalimat yang tidak lengkap.

Contoh :           
a)       Alam barzakh disebut juga alam .................
b)      Nabi Musa a.s lahir pada zaman raja .......... di negeri .............
c)       Hadis adalah ..... Rasulullah, sedangkan sunnah adalah ..... Rasulullah.
d)      Neraka jahannam diperuntukkan bagi orang-orang .............
e)       Hukum akikah adalah sunah ....................

Cara mengoreksi bentuk tes objektif :
Sesudah item disusun, kemudian diadakan tes, maka selanjutnya kita mengoreksi jawaban siswa dari tiap item yang diberikan. Untuk mengoreksi jawaban tersebut kita harus menggunakan kunci jawaban (scoring key) sebagai acuan dan patokan yang pokok. Jika kunci jawaban ini sudah disediakan, maka siapapun dapat mengoreksi jawaban tersebut secara cepat dan tepat.

1. Tes Lisan (oral test), yaitu suatu bentuk tes yang menuntut jawaban siswa dalam bentuk bahasa lisan. Peserta didik akan mengucapkan jawaban dengan kata-katanya sendiri sesuai dengan pertanyaan ataupun perintah yang diberikan.

2. Tes Perbuatan (performance test), yaitu bentuk tes yang menuntut jawaban siswa dalam bentuk perilaku, tindakan, atau perbuatan. Peserta didik bertindak sesuai dengan apa yang diperintahkan dan ditanyakan. Misalnya, coba praktikkan bagaimana cara melaksanakan sholat yang baik dan benar.

Sunday, April 25, 2010

Pengumuman Hasil Ujian Nasional (UN) 2010

Pengumuman Hasil Ujian Nasional (UN) 2010 - Tingkat SMA/SMK

Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet sesuai lewat google tentunya, dengan kata kunci yang Anda gunakan - Pengumuman Hasil Ujian Nasional (UN) 2010, Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Pengumuman Hasil Ujian Nasional (UN) 2010, Kata kunci yang mungkin terkait adalah: hasil un 2010, pengumuman un 2010, pengumuman hasil un 2010 sma/smk:


Pengumuman Hasil UN SMA 2010 26 April 2010

Pengumuman Hasil UN SMA 2010 26 April 2010. Hari Senin 26 April 2010, kamu bisa melihat pengumuman hasil kelulusan SMU, MA, SMK, STM, atau SLTA dan SMA sederajat lainnya yang serempak akan dikirimkan ke sekolah-sekolah seluruh tanah air.

Source: http://antilogin.blogspot.com/2010/04/pengumuman-hasil-un-sma-2010-26-april.html


Pengumuman UN SMA 2010

Ujian Nasional (UN) tahun 2010 untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dilaksanakan pada 22 – 26 Maret 2010, sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dilaksanakan pada 29 Maret – 1 April 2010. Sementara hasil pengumuman UN disebutkan akan keluar 8 minggu setelah UN selesai dilaksanakan.Dengan adanya informasi bahwa hasil pengumuman UN akan keluar setelah 8 minggu UNAS selesai dilaaksanakan maka dapat simpulkan, bahwa pengumuman itu sendiri akan keluar pada 15 Mei 2010 untuk UN SMA, dan untuk UN SMP akan keluar pengumumannya pada 21 Mei 2010.

Source: http://masih-berharap.blogspot.com/2010/03/pengumuman-un-sma-2010.html


Pengumuman Hasil UN tingkat SMA/SMK/MA tahun 2010 Di Beberapa Kota

“InsyaAllah pengumuman tetap hari senin tanggal 26 April 2010″ ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Drs Muslim Bidin menjawab sms yang ku kirim pada Sabtu petang (24/04) kemarin . Karena  hasil pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat telah keluar, Jumat (23/4).

Source:
http://imbalo.wordpress.com/2010/04/25/pengumuman-hasil-un-tingkat-smasmkma-tahun-2010-di-beberapa-kota/


Pengumuman UN (Ujian Nasional) 2010 SMA

Pengumuman UN (Ujian Nasional) 2010 – Semua siswa SMA tidak sabar menunggu hasil Ujian Nasional yang akan diumumkan serentak tanggal 26 April 2010 hari Senin mendatang. Dalam minggu ini, pemerintah akan menyelesaikan pengiriman hasil penilaian UN ke semua sekolah di Tanah Air. Seperti yang kita tahu UN SMA dilaksanakan pada tanggal 22 – 26 Maret 2010. Meski pemerintah sudah menetapkan akan mengumumkan UN tanggal 26 April mendatang, kewenangan mengumumkan kepada siswa tetap diserahkan pada kebijakan masing-masing sekolah. Saat ini pengumuman UN sudah bisa menggunakan media SMS dan situs internet biar lebih praktis.

Source: http://ndyteen.com/2010/04/pengumuman-un-ujian-nasional-2010-sma.html



Pengumuman Ujian Nasional SMA SMP SD 2010

Jadwal Pelaksanaan UN Ujian Nasional

Ujian Nasional alias UN tahun 2010 untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah terselenggara dengan baik pada tanggal 22 – 26 Maret 2010. Meskipun banyak kecurangan disana-sini. Ujian ulangan SMA dilaksanakan mulai tanggal 10 – 14 Mei 2010.

Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaksanakan mulai hari ini 29 Maret hingga 1 April 2010 kelak. Dan ujian ulangan SMP dilaksanakan nanti pada tanggal 7 20 Mei 2010. Sedangkan untuk tingkat SD/MI, Ujian Nasional dilaksanakan pada tanggal 4 – 6 Mei 2010.

Source: http://www.ingateros.com/2010/03/pengumuman-un-ujian-nasional-sma-smp-sd-2010.html


Info: Baca Juga Pengumuman Hasil SNMPTN 2010

Jenis-jenis Penilaian Portofolio

Jenis-jenis Penilaian Portofolio
 
Apabila dilihat dari jumlah peserta didik, maka penilaian portofolio dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu portofolio perorangan dan portofolio kelompok. Menurut Cole, Ryan, and Kick (1995) portofolio dapat dibagi dua jenis, yaitu “portofolio proses dan portofolio produk”.

1.Portofolio Proses

Portofolio proses yaitu jenis portofolio yang menunjukkan tahapan belajar dan menyajikan catatan perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu. Salah satu bentuk portofolio proses adalah portofolio kerja (working portfolio) yaitu bentuk yang digunakan untuk memantau kemajuan dan menilai peserta didik dalam mengelola kegiatan belajar mereka sendiri.  Adapun kriterianya antara lain :

a.      Adakah pembagian kerja diantara anggota kelompok ?
b.      Bagaimana masing-masing anggota bekerja telah sesuai dengan tugasnya ?
c.       Berapa besar kontribusi kerja para anggota kelompok terhadap hasil yang dicapai kelompok?
d.      Adakah bukti tanggung jawab bersama ?
e.       Bagaimana kelengkapan data yang diperoleh telah sesuai dengan tugas anggota kelompok masing-masing ?
f.        Apakah informasi yang diperoleh akurat?
g.       Apakah portofolio telah disusun dengan baik?

2. Portofolio Produk

Portofolio Produk yaitu jenis penilaian portofolio yang hanya menekankan pada penguasaan (masteri) dari tugas yang dituntut dalam standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator pencapaian hasil belajar, serta hanya menunjukkan evidence yang paling baik, tanpa memperhatikan bagaimana dan kapan evidence tersebut diperoleh. Contoh portofolio produk adalah portofolio tampilan (show portfolio) dan portofolio dokumentasi (documentary portfolio).

a. Portofolio Tampilan

Portofolio bentuk ini merupakan sekumpulan hasil karya peserta didik atau dokumen terseleksi yang dipersiapkan untuk ditampilkan kepada umum. Misalnya mempertanggungjawabkan suatu proyek, menyelenggarakan pameran, atau mempertahankan suatu konsep. Bentuk ini biasanya digunakan untuk tujuan pertanggungjawaban (accountability).

b. Portofolio Dokumen
Portofolio dokumen menyediakan informasi baik proses maupun produk yang dihasilkan oleh peserta didik. Model portofolio ini bermanfaat bagi peserta didik dan orang tua untuk mengetahui kemajuan hasil belajar, kelebihan dan kekurangan peserta didik dalam belajar secara perorangan. Berdasarkan dokumen ini, baik peserta didik maupun guru dapat melihat : proses apa yang telah diikuti ? kerja apa yang telah dilakukan ? dokumen apa yang telah dihasilkan ? apakah hal-hal pokok telah terdokumentasikan ? apakah dokumen disusun berdasarkan sumber-sumber data masing-masing ? apakah dokumen berkaitan dengan yang akan disajikan ? standar kompetensi mana yang telah dikuasai sampai pada pekerjaan terakhir?

Fungsi Evaluasi

Tujuan dan Fungsi Evaluasi

1. Secara umum, tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Secara khusus, tujuan evaluasi adalah untuk : (a) mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan, (b) mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dalam proses belajar, sehingga dapat dilakukan diagnosis dan kemungkinan memberikan remedial teaching, dan (c) mengetahui efisiensi dan efektifitas strategi pembelajaran yang digunakan guru, baik yang menyangkut metode, media maupun sumber-sumber belajar.

2. Depdiknas (2003 : 6) mengemukakan tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk (a) melihat produktivitas dan efektivitas kegiatan belajar-mengajar, (b) memperbaiki dan menyempurnakan kegiatan guru, (c) memperbaiki, menyempurnakan dan mengembangkan program belajar-mengajar, (d) mengetahui kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi oleh siswa selama   kegiatan belajar dan mencarikan jalan keluarnya, dan (e) menempatkan siswa dalam situasi belajar-mengajar yang tepat sesuai dengan kemampuannya.

3. Fungsi evaluasi adalah (a) secara psikologis, peserta didik perlu mengetahui prestasi belajarnya, sehingga ia merasakan kepuasan dan ketenangan, (b) secara sosiologis, untuk mengetahui apakah peserta didik sudah cukup mampu untuk terjun ke masyarakat. Mampu dalam arti dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan seluruh lapisan masyarakat dengan segala karakteristiknya, (c) secara didaktis-metodis, evaluasi berfungsi untuk membantu guru dalam menempatkan peserta didik pada kelompok tertentu  sesuai dengan kemampuan dan kecakapannya masing-masing, (d) untuk mengetahui kedudukan peserta didik diantara teman-temannya, apakah ia termasuk anak yang pandai, sedang atau kurang, (e) untuk mengetahui taraf kesiapan peserta didik dalam menempuh program pendidikannya, (f) untuk membantu guru dalam memberikan bimbingan dan seleksi, baik dalam rangka menentukan jenis pendidikan, jurusan maupun kenaikan tingkat/kelas, (g) secara administratif, evaluasi berfungsi untuk memberikan laporan tentang kemajuan peserta didik kepada pemerintah, pimpinan/kepala sekolah, guru/instruktur, termasuk peserta didik itu sendiri.

4.  Fungsi evaluasi dapat dilihat berdasarkan jenis evaluasi itu sendiri, yaitu : (a) formatif, yaitu memberikan feed back bagi guru/instruktur sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial bagi peserta didik yang belum menguasai sepenuhnya materi yang dipelajari, (b) sumatif, yaitu mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran, menentukan angka (nilai) sebagai bahan keputusan kenaikan kelas dan laporan perkembangan belajar, serta dapat meningkatkan motivasi belajar, (c) diagnostik, yaitu dapat mengetahui latar belakang peserta didik (psikologis, fisik, dan lingkungan) yang mengalami kesulitan belajar, (d) seleksi dan penempatan, yaitu hasil evaluasi dapat dijadikan dasar untuk menyeleksi dan menempatkan peserta didik sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Saturday, April 24, 2010

Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran

Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran

Sesuai dengan petunjuk pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif penilaian berbasis kelas adalah :

1. Penilaian kompetensi dasar mata pelajaran. 
Kompetensi dasar pada hakikatnya adalah pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan suatu aspek atau subjek mata pelajaran tertentu.

2. Penilaian Kompetensi Rumpun Pelajaran. 
Rumpun pelajaran merupakan kumpulan dari mata pelajaran atau disiplin ilmu yang lebih spesifik. Dengan demikian, kompetensi rumpun pelajaran pada hakikatnya merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfeksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang seharusnya dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan rumpun pelajaran tersebut.

3. Penilaian Kompetensi Lintas Kurikulum
Kompetensi lintas kurikulum merupakan kompetensi yang harus dicapai melalui seluruh rumpun pelajaran dalam kurikulum. Kompetensi lintas kurikulum pada hakikatnya merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan kecakapan hidup yang harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar secara berkesinambungan. Penilaian ketercapaian kompetensi lintas kurikulum ini dilakukan terhadap hasil belajar dari setiap rumpun pelajaran dalam kurikulum.

4. Penilaian Kompetensi Tamatan. 
Kompetensi tamatan merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan jenjang tertentu.

5. Penilaian Terhadap Pencapaian Keterampilan Hidup. 
Penguasaan berbagai kompetensi dasar, kompetensi lintas kurikulum, kompetensi rumpun pelajaran dan kompetensi tamatan melalui berbagai pengalaman belajar juga memberikan efek positif (nurturan effects) dalam bentuk kecakapan hidup (life skills). Kecakapan hidup yang dimiliki peserta didik melalui berbagai pengalaman belajar ini, juga perlu dinilai sejauhmana kesesuaiannya dengan kebutuhan mereka untuk dapat bertahan dan berkembang dalam kehidupannya di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Jenis-jenis kecakapan hidup yang perlu dinilai antara lain :

a. Keterampilan diri (keterampilan personal) : penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan YME, motivasi berprestasi, komitmen, percaya diri, dan mandiri.

b. Keterampilan berpikir rasional : berpikir kritis dan logis, berpikir sistematis, terampil menyusun rencana dan memecahkan masalah secara sistematis.

c. Keterampilan sosial : keterampilan berkomunikasi lisan dan tertulis; keterampilan bekerjasama, kolaborasi, lobi; keterampilan berpartisipasi; keterampilan mengelola konflik; keterampilan mempengaruhi orang lain.

d. Keterampilan akademik : keterampilan merancang, melaksanakan, dan melaporkan hasil penelitian ilmiah; keterampilan membuat karya tulis ilmiah; keterampilan mentransfer dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitian untuk memecahkan masalah, baik berupa proses maupun produk.

e. Keterampilan vokasional : keterampilan menemukan algoritma, model, prosedur untuk mengerjakan suatu tugas; keterampilan melaksanakan prosedur; keterampilan mencipta produk dengan menggunakan konsep, prinsip, bahan dan alat yang telah dipelajari.

Tahap-tahap Penilaian Portofolio

Tahap-tahap Penilaian Portofolio
 
Menurut Anthoni J. Nitko (1996 : 281), ada enam tahap untuk menggunakan sebuah sistem portofolio (six steps for crafting a portfolio system). Tahap pertama akan merupakan dasar bagi penentuan tahap selanjutnya. Oleh sebab itu, jawablah semua pertanyaan pada tahap pertama tersebut sebelum lanjut pada tahap berikutnya. Tahap-tahap tersebut adalah:

1.    Mengidentifikasi tujuan dan fokus portofolio

a.    Mengapa portofolio itu akan dilakukan ?
b.    Tujuan pembelajaran dan tujuan kurikulum (dalam hal ini kompetensi dasar)   apa yang akan dicapai ?
c.    Metoda penilaian yang bagaimana yang tepat untuk menilai tujuan tersebut ?
d.   Apakah portofolio akan difokuskan pada hasil pekerjaan yang baik,   pertumbuhan dan kemajuan belajar, atau keduanya ?
e.    Apakah portofolio itu akan digunakan untuk formatif, sumatif atau keduanya ?
f.     Siapa yang akan dilibatkan dalam menentukan tujuan, fokus, dan pengaturan  (organization) portofolio ?

2.       Mengidentifikasi isi materi umum yang akan dinilai.

3.       Mengidentifikasi pengorganisasian portofolio. Siapa yang akan terlibat dalam portofolio tersebut?

4.       Menggunakan portofolio dalam praktik.

5.       Evaluasi pelaksanaan portofolio.

6.       Evaluasi portofolio secara umum

Jenis-jenis Tes Hasil Belajar

Jenis-jenis Tes Hasil Belajar

a. Tes formatif
Tes formatif dimaksudkan untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar berlangsung, untuk memberikan balikan (feed back) bagi penyempurnaan program belajar-mengajar, serta untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang memerlukan perbaikan, sehingga hasil belajar-mengajar menjadi lebih baik. Soal-soal tes formatif ada yang mudah dan ada pula yang sukar, bergantung kepada tugas-tugas belajar (learning tasks) dalam program pengajaran yang akan dinilai. Tujuan utama tes formatif adalah untuk memperbaiki proses belajar, bukan untuk menentukan tingkat kemampuan anak. Tes formatif sesungguhnya merupakan criterion-referenced test. Tes formatif yang diberikan pada akhir satuan pelajaran sesungguhnya bukan sebagai tes formatif lagi, sebab data-data yang diperoleh akhirnya digunakan untuk menentukan tingkat hasil belajar siswa. Tes tersebut lebih tepat disebut sebagai subtes sumatif. Jika dimaksudkan untuk perbaikan proses belajar, maka maksud itu baru terlaksana pada jangka panjang, yaitu pada saat penyusunan program tahun berikutnya

b.Tes Sumatif
Tes sumatif diberikan saat satuan pengalaman belajar dianggap telah selesai. Tes sumatif diberikan dengan maksud untuk menetapkan apakah seorang siswa berhasil mencapai tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan atau tidak. Tujuan tes sumatif adalah untuk menentukan angka berdasarkan tingkatan hasil belajar siswa yang selanjutnya dipakai sebagai angka rapor. Ujian akhir dan ulangan umum pada akhir caturwulan atau semester termasuk ke dalam tes sumatif. Hasil tes sumatif jga dapat dimanfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran. Tes sumatif termasuk norm-referenced test. Cakupan materinya lebih luas dan soal-soalnya meliputi tingkat mudah, sedang, dan sulit.

c.Tes Penempatan (placement test)
Pada umunya tes penempatan dibuat sebagai prates (pretest). Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apakah peserta didik telah memiliki keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mengikuti suatu program belajar dan sampai di mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi dasar) sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mereka. Dalam hubungan dengan tujuan yang pertama masalahnya berkaitan dengan kesiapan siswa menghadapi program yang baru, sedangkan untuk yang kedua berkaitan dengan  kesesuaian program pembelajaran dengan siswa.

d.Tes Diagnostik
Tes diagnostik dimaksudkan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami peserta didik berdasarkan hasil tes formatif sebelumnya. Tes diagnostik memerlukan sejumlah soal untuk satu bidang yang diperkirakan merupakan kesulitan bagi peserta didik. Soal-soal tersebut bervariasi dan difokuskan pada kesulitan. Tes diagnostik biasanya dilaksanakan sebelum suatu pelajaran dimulai. Tes diagnostik diadakan untuk menjajaki pengetahuan dan keterampilan peserta didik yang telah dikuasai mereka, apakah peserta didik sudah mempunyai pengetahuan dan keterampilan tertentu yang diperlukan untuk dapat mengikuti suatu bahan pelajaran lain. Oleh karena itu, tes diagnostik semacam itu disebut juga test of entering behavior.

Friday, April 23, 2010

Prinsip-prinsip Penilaian Portofolio

Prinsip-prinsip Penilaian Portofolio

Dalam penilaian portofolio harus terjadi interaksi multi arah, yaitu dari guru ke siswa, dari siswa ke guru, dan dari siswa ke siswa. Direktorat PLP Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2003 : 124) mengemukakan pelaksanaan penilaian portofolio hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip “mutual trust, confidentiality, joint ownership, satisfaction, and relevance”.


1.  Mutual trust (saling mempercayai), artinya jangan ada saling mencurigai antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.

2. Confidentiality (kerahasiaan bersama), artinya semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada, baik perorangan maupun kelompok, harus dijaga kerahasiaannya, tidak boleh diberikan atau diperlihatkan kepada siapapun sebelum diadakan pameran. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik yang mempunyai kelemahan tidak merasa dipermalukan.


3. Joint Ownership (milik bersama), artinya semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada harus menjadi milik bersama antara guru dan peserta didik, karena itu harus dijaga bersama, baik penyimpanannya maupun penempatannya.

4. Satisfaction (kepuasan), artinya semua dokumen dalam rangka pencapaian standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator harus dapat memuaskan semua pihak, baik guru maupun peserta didik, karena dokumen tersebut merupakan bukti karya terbaik peserta didik sebagai hasil pembinaan guru.


5. Relevance (kesesuaian), artinya dokumen yang ada harus sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS)

Senyawa Acrylonitrile Butadiene Styrene  (ABS)

Acrylonitrile butadiene styrene (ABS) (rumus kimia (C 8 H 8) x · (C 4 H 6) y · (C 3 H 3 N) z) adalah sebuah Common termoplastik digunakan untuk membuat ringan, kaku, membentuk produk-produk seperti pipa (misalnya tekanan plastik sistem pipa), alat musik (terutama perekam dan plastik klarinet), klub golf kepala (digunakan untuk yang baik absorbansi shock), otomotif bagian tubuh, meliputi roda, lampiran, pelindung tutup kepala, penyangga tepi furniture dan pekerjaan tukang kayu panel, Thule kotak, airsoft BBs, dan mainan, termasuk Lego batu bata.  tanah plastik ABS ke diameter rata-rata kurang dari 1 mikrometer yang digunakan sebagai pewarna dalam beberapa tato tinta. Tinta tato yang menggunakan ABS sangat jelas. Vividness ini adalah indikator yang paling jelas bahwa tinta mengandung ABS.

Ini adalah copolymer dibuat oleh polimerisasi styrene dan acrylonitrile di hadapan polybutadiene. Proporsi dapat bervariasi 15-35% acrylonitrile, 5 hingga 30% butadiena dan 40 sampai 60% styrene. Hasilnya adalah rantai panjang polybutadiene silang-menyilang dengan rantai lebih pendek poli (styrene-co-acrylonitrile). The nitril kelompok dari rantai tetangga, karena kutub, menarik satu sama lain dan mengikat rantai bersama-sama, membuat lebih kuat daripada murni ABS plastik. The styrene memberikan plastik yang mengkilap, kedap air permukaan. The butadiena, sebuah karet substansi, memberikan ketahanan yang rendah bahkan pada temperatur. Untuk sebagian besar aplikasi, ABS dapat digunakan antara -25 dan 60 ° C sebagai sifat mekanik bervariasi dengan suhu. Properti diciptakan oleh ketangguhan karet, di mana partikel-partikel halus elastomer didistribusikan di seluruh matriks yang kaku.

Produksi dari 1 kg setara ABS memerlukan sekitar 2 kg minyak untuk bahan baku dan energi. Juga dapat didaur ulang.

Plastik ABS hitam pipa digunakan dalam basah ruang bawah tanah dari sebuah pabrik kertas, di Sault Ste. Marie, Ontario.

ABS berasal dari acrylonitrile, butadiene, dan styrene. Akrilonitril adalah monomer sintetis yang dihasilkan dari Propylene dan amonia; butadiene adalah minyak hidrokarbon yang diperoleh dari fraksi C4 uap cracking; styrene monomer dibuat oleh dehidrogenasi dari etil benzena - hidrokarbon yang diperoleh dalam reaksi etilen dan benzen.

Keuntungan dari ABS adalah bahwa bahan ini menggabungkan kekuatan dan kekakuan dari styrene acrylonitrile dan polimer dengan ketangguhan dari polybutadiene karet. Yang paling penting sifat-sifat mekanik ABS adalah dampak perlawanan dan ketangguhan. Berbagai modifikasi dapat dilakukan untuk meningkatkan resistensi dampak, ketangguhan, dan tahan panas. Dampak resistensi dapat diperkuat dengan meningkatkan proporsi polybutadiene dalam kaitannya dengan styrene dan juga acrylonitrile meskipun hal ini menyebabkan perubahan dalam sifat-sifat lainnya. Dampak perlawanan tidak jatuh dengan cepat pada suhu yang lebih rendah. Stabilitas di bawah beban baik dengan beban terbatas. Dengan demikian, mengubah proporsi dari komponen ABS dapat dibuat dalam berbagai kelas. Dua kategori utama untuk dapat ABS ekstrusi dan ABS untuk injection moulding, maka dampak menengah tinggi dan perlawanan. Pada umumnya ABS akan memiliki karakteristik sangat berguna dalam suhu berkisar dari -40 hingga 100 ° C.

Sifat final akan dipengaruhi sampai batas tertentu oleh kondisi di mana bahan diolah menjadi produk akhir misalnya, cetakan pada temperatur yang tinggi meningkatkan gloss dan tahan panas sedangkan produk dampak tertinggi perlawanan dan kekuatan yang diperoleh dengan molding pada temperatur rendah. Serat (biasanya kaca serat) dan aditif dapat dicampur dalam resin palet untuk membuat produk akhir yang kuat dan meningkatkan rentang operasi setinggi 80 ° C. Pigmen juga dapat ditambahkan sebagai bahan baku asli tembus warna putih gading. Penuaan karakteristik dari polimer sebagian besar dipengaruhi oleh konten polybutadiene, dan itu adalah normal untuk memasukkan antioksidan dalam komposisi. Faktor-faktor lain termasuk paparan radiasi Ultraviolet, yang aditif juga tersedia untuk melindungi.

Plastik ABS meskipun digunakan sebagian besar untuk tujuan mekanik, mereka juga mempunyai sifat-sifat listrik yang baik [tidak jelas] yang cukup konstan selama berbagai frekuensi. Properti ini sedikit dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban di atmosfer diterima rentang temperatur operasi.

ABS polimer berair tahan terhadap asam, alkali, terkonsentrasi klorida dan fosfat asam, alkohol dan hewan, tumbuhan dan mineral minyak, tetapi mereka bengkak oleh asam asetat glasial, karbon tetraklorida dan aromatik hidrokarbon dan diserang oleh terkonsentrasi sulfat dan nitrat asam. Mereka larut dalam ester, keton dan ethylene dichloride.

Sementara biaya produksi kira-kira dua kali ABS biaya produksi plastik, ABS dianggap lebih unggul karena kekerasan, gloss, ketangguhan, dan sifat insulasi listrik. Namun, hal itu akan rusak (melarutkan) [5] saat berhubungan dengan aseton. ABS yang mudah terbakar bila terkena suhu tinggi, seperti kayu api. Ini akan "mendidih", kemudian meledak spektakuler menjadi intens, panas api.
 

Persyaratan Pemimpin Pendidikan

Persyaratan Pemimpin Pendidikan
 
Banyak teori yang membahas tentang pemimpin, kepemimpinan, kekuasaan dan manajerial yang menyorot dari bermacam-macam sudut pandang, baik dari segi agama, politik, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Koran SINDO, Selasa, 12 Agustus 2008, halaman 05, mengemukakan ada 6 kompensasi kepala sekolah yang harus diperhatikan
1.        Kepemimpinan
2.        Kepribadian
3.        Sikap sosial
4.        Manajerial
5.        Supervisi
6.        Kewirausahaan

Seorang kepala sekolah disamping persyaratan pendidikan harus menguasai kepemimpinan secara teoritik dan praktik, mempunyai kepribadian yang lembut, tegas, visioner, adil dan berdisiplin, adil dan berdisiplin. Kepala sekolah memperhatikan kesejahteraan guru dan pegawai. Peduli kepada sekolah dan komponen-komponen sekolah lainnya. Sebagai orang nomor 1 di sekolah, seyogyanyalah kepada sekolah seorang yang mengerti manajemen, sehingga manaemen kinerjanya tertata secara baik, kepala sekolah sebagai pemimpin haruslah menerti tentang SWOT dan fungsi-fungsi manajemen seperti planning, organizating, budgeting, dst.

Kepala sekoah sebagai pemimpin harus melakukan supervise secara terprogram untuk mengetahui apakah program sekolah telah terimplementasi secara baik atau belum. Hasil supervise bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan sebuah program. Di era global sekarang seorang kepala sekolah harus mempunyai jiwa kewirausahaan, agar bisa mencari uang untuk kemajuan sekolah, baik untuk pembangunan fisik sekolah, kesejahteraan guru maupun untuk meningkatkan mutu akademik sekolah. Mencari uang itu bisa melalui :
(1)     Wali amanah
(2)     Dana dari orang yang peduli pendidikan
(3)     Usaha bisnis seperti membuka gerai internet, kantin, hotel dsb.
(4)     Dana dari bantuan asing melalui program jitu yang diimplementasikan seperti peningkatan berbahasa asing, dst.

Berdasarkan PERME DIKNAS No. 16 tahun 2007 tentang Standar Akademik Kepala Sekolah dan Madrasah adalah bahwa Kepala Sekolah harus memiliki 5 kompetensi :
1.        Kompetensi Kepribadian
2.        Kompetensi Manajerial
3.        Kompetensi Kewirausahaan
4.        Kompetensi Supervisi
5.        Kompetensi Sosial

Kemudian diikuti oleh PERMENDIKNAS No. 16 tahun 2007 tentang Standar Akademik Guru dan Standar Kompetensi paedagogik dan pembelajaran. Untuk guru sekarang harus bersantar S1 dan untuk Dosen berstanda S2.

Referensi: makalahkumakalahmu.wordpress.com

Thursday, April 22, 2010

Hukum Tata Negara

Hukum Tata Negara
 
J.H.A Logemann
Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur organisasi negara. Bagi Logemann, jabatan merupakan pengertian yuridis dari fungsi, sedangkan fungsi merupakan pengertian yang bersifat sosiologis. Oleh karena negara merupakan organisasi yang terdiri atas fungsi-fungsi dalam hubungannya satu dengan yang lain maupun dalam keseluruhannya maka dalam pengertian yuridis negara merupakan organisasi jabatan atau yang disebutnya ambtenorganisatie

Van Vollenhoven
Hukum Tata Negara Adalah Hukum Tata Negara yang mengatur semua masyarakat hukum atasan dan masyarakat Hukum bawahan menurut tingkatannya dan dari masing-masing itu menentukan wilayah lingkungan masyarakatnya .ai wewenang mengangkat duta besar.

Scholten 
Hukum Tata Negara Adalah hukum yang mengatur organisasi dari pada Negara.
Kesimpulan
Bahwa dalam organisasi negara itu telah dicakup bagaimana kedudukan organ-organ dalam negara itu, hubungan, hak dan kewajiban, serta tugasnya masing-masing.

Van der Pot
Hukum Tata Negara
Adalah peraturan-peraturan yang menentukan badan-badan yang diperlukan serta wewenang masing-masing, hubungannya satu dengan yang lain dan hubungan dengan individu yang lain.

Logemann

Hukum Tata Negara Adalah hukum yang mengatur organisasi negara.
Jabatan merupakan pengertian Yuridis sedangkan fungsi adalah pengertian yang bersifat sosiologis. Karena negar merupakan organisasi yang terdiri dari fungsi-fungsi dan hubungannya satu dengan yang lain.
Secara Yuridis Maka negara merupakan organisasi dari jabatan-jabatan.

Apeldoorn
Hukum Tata Negara
Dalam arti sempit yang sama artinya dengan istilah hukum tata negara dalam arti sempit, adalah untuk membedakannya dengan hukum negara dalam arti luas , yang meliputi hukum tata negara dan hukum administrasi negara itu sendiri.

Wade and Phillips
Hukum Tata Negara Adalah hukum yang mengatur alat-alat perlengkapan negara, tugasnya dan hubungan antara alat pelengkap negara itu.

Paton
Hukum Tata Negara Adalah hukum yang mengatur alat-alat perlengkapan negara, tugasnya ,wewenang dan hubungan antara alat pelengkap negara itu

A.V. Dicey
Hukum Tata Negara Adalah hukum yang terletak pada pembagian kekuasaan dalam negara dan pelaksanaan yang tertinggi dalam suatu negara.

Maurice Duverger
Hukum Tata Negara Adalah salah satu cabang dari hukum privat yang mengatur organisasi dan fungsi-fungsi politik suatu lembaga nagara

Kusumadi Pudjosewojo
Hukum Tata Negara Adalah hukum yang mengatur bentuk negara ( kesatuan atau federal ), dan bentuk pemerintahan ( kerajaan atau republik ), yang menunjukan masyarakat
Hukum yang atasan maupunyang bawahan, beserta tingkatan-tingkatannya (hierarchie), yang selanjutnya mengesahkan wilayah dan lingkungan rakyat dari masyarakat-masyarakat hukum itu dan akhirnya menunjukan alat-alat perlengkapan ( yang memegang kekuasaan penguasa ) dari masyarakat hukum itu,beserta susunan ( terdiri dari seorang atau sejumlah orang ), wewenang, tingkatan imbang dari dan antara alat perlengkapan itu.

Dari beberapa definisi Hukum Tata Negara (oleh para ahli) di atas dapat di tarik kesimpulan :
Hukum Tata Negara adalah sekumpulan peraturan yang mengatur organisasi dari pada negara, hubungan antara alat perlengkapan negara dalam garis vertikal dan horizontal serta kedudukan warga negara dan hak-hak azasinya.

Pola Kemitraan Perkebunan

Pola Kemitraan Perkebunan

Pola kemitraan di bidang perkebunan
telah dilakukan sebelum memasuki PJP I melalui kerjasama “Pengusaha” dengan “Petani” seperti yang dilakukan oleh pabrik rokok dengan petani tembakau virginia, perusahaan perkebunan dengan petani kapas atau petani tebu pada program Tebu Inti Rakyat (TIR). Dalam kebijakan pemerintah, pola PIR merupakan kelanjutan, peningkatan, perluasan, penataan dan pemantapan dari kerjasama kemitraan sebelumnya.

Sampai saat ini, telah dikenal pola kemitraan seperti pola PIR, BOT, KSO, KF dan DU. Dalam memilih pola kemitraan tentunya harus tetap sejalan dengan kebijaksanaan pembangunan perkebunan yang berkaitan dengan kesempatan kerja, pemasok bahan baku industri, peningkatan produktivitas, peningkatan pendapatan. Perlu pula diperhatikan kelemahan petani yang umumnya meliputi teknologi, modal, akses pasar, pengolahan hasil, SDM, kelembagaan dan produktivitas. Berdasarkan berbagai faktor tersebut maka dapat disarankan bahwa kemitraan pola PIR lebih tepat untuk terus dikembangkan pada pembangunan dibidang perkebunan. dengan demikian pendekatan sektor agribisnis dan agroindustri harus terus dapat dikembangkan.

Tujuan Dari Pendidikan

Tujuan Dari Pendidikan

Secara bahasa tujuan adalah arah, haluan, jurusan, maksud . Suatu contoh adalah ketika orangtua menyekolahkan anaknya agar menjadi cerdas dan berakhlaq, maka tujuan dia mendidik anaknya ke sekolah adalah untuk hal tersebut. Dalam skala yang lebih besar pendidikan diatur oleh pemerintah baik sistem maupun managemennya. Di indonesia berdasarkan undang-undang nomor 2 tahun 1989 disebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan mannusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan,kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Contoh lain tujuan pendidikan yang dipegang oleh negara adalah konsep tujuan pendidikan di Amerika yang di keluarkan pada tahun 1989 juga. Mereka menggunakan, konsep "clear, concise, target" untuk menyusun tujuan pendidikan mereka. Dalam konsep ini adalah bahwa tujuan pendidikan itu harus jelas, ada kontroling dalam pelaksanaannya serta hasil yang akan dicapai dalam waktu tertentu. Ide tentang hal ini sebelumnya sudah dikritik sekali oleh Ivan Illich, dengan ide “de-sekolah-isasi masyarakat”, karena pendidikan di Amerika telah mengharuskan sekolah menjadi satu-satunya tempat belajar dan hanya kebanyakan melahirkan output akademik dengan biaya yang sangat mahal. Dalam bertahan hidup seseorang harus belajar dimanapun dan kapanpun dan tidak harus dalam kerangkeng bangku sekolah. Karena itulah Illich mengusulkan untuk bebas dari sekolah formal.

Pendidikan dimanapun dan kapanpun pada esensinya adalah sama.Hal ini di ungkapakan oleh Robert Maynard Hutchins yaitu bahwa tujuan pendidikan adalah mengeluarkan unsur-unsur kemanusiaan yang sama dalam diri kita. Unsur unsur itu pada dasarnya tidak berbeda meski tempat dan waktunya berlain-lainan. Jadi, anggapan bahwa manusia harus dididik untuk hidup di tempat atau di zaman tertentu, menyesuaikan manusia dengan lingkungan tertentu, adalah gagasan asing dan tidak sesuai dengan konsepsi pendidikan sejati.

Pendidikan mengisyaratkan pengajaran. Pengajaran mengisyaratkan pengetahuan. pengetahuan adalah kebenaran. Kebenaran, dimanapun, kapanpun, sama saja .
Pendidikan dapat dikatakan berhasil jika sudah mempunyai tujuan-tujuan yang jelas dan ditempuh dengan tindakan-tindakan yang jelas pula. Kalau boleh bicara jujur, sebenarnya pendidikan di Indonesia ini masih dapat dikatakan belum berhasil. Terbukti dengan semakin tingginya angka pengangguran di setiap tahunnya . Pada Tahun 2005 BPS mennjukkan bahwa pengangguran lulusan Perguruan Tinggi adalah 385.418, yaitu posisi kedua setelah lulusan SMA . Pada survey bulan Agustus 2007 menunjukkan kenaikan menjadi 963.779 .
Bila kita kembali kepada hakekat pendidikan maka pendidikan pada esensinya juga bertujuan untuk membantu manusia menemukan hakekat kemanusiaannya. Proses humanisasi ini adalah –meminjam istilah Freire- pembebasan. Pembebasan manusia dari belenggu stuktur sosial, hegemoni kekasaan, cara pikir yang salah, doktrin tertentu dan sebagainya.

Wednesday, April 21, 2010

Perbedaan dan Persamaan Pendidikan, Pembelajaran, Pengajaran

Perbedaan dan Persamaan Pendidikan, Pembelajaran, Pengajaran

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar       dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.

Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa.

Pembelajaran adalah usaha membantu siswa atau anak didik mencapai perubahan struktur kognitif melalui pemahaman. Psikologi humanistik, pembelajaran adalah usaha guru untuk menciptakan suasana yang menyenangkan untuk belajar (enjoy learning), yang membuat siswa dipanggil untuk belajar

Persamaan antara pendidikan, pembelajaran dan pengajaran. Semuanya akan dapat mencapai tujuan jika pembelajaran bermakna dengan pengajaran yang tepat. Sebaliknya pendidikan tidak akan mencapi tujuan jika pembelajaran tidak bermakna dengan pengajaran yang tidak tepat.

Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Penerapan JIT

Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Penerapan JIT
 
1. Aliran Material yang lancar
Sederhanakan pola aliran material. Untuk itu dibutuhkan pengaturan total pada lini produksi. Ini juga membutuhkan akses langsung dengan dan dari bagian penerimaan dan pengiriman. Tujuannya adalah untuk mendapatkan aliran material yang tidak terputus dari bagian penerimaan dan kemudian antar tiap tingkat produksi yang saling berhubungan secara langsung, samapi pada bagian pengiriman. Apapun yang menghalangi aliran yang merupakan target yang haru diselidiki dan dieliminasi.

2. Pengurangan waktu set-up 
Sesuai dengan JIT, terdapat beberapa bagian produksi diskret yang memilki waktu set-up mesin yang kadang-kadang membutuhkan waktu beberapa jam. Hal ini tidak dapat ditoleransi dalam sistem JIT. Pengurangan waktu setup yang dramatis telah dapat dicapai oleh berbagai perusahaan, kadang dari 4-7 jam menjadi 3-7 menit. Ini membuat ukuran batch dapat dikurangi menjadi jumlah yang sangta kecil, yang mengijinkan perusahaan menjadi sangat fleksibel dan responsif dalam menghadapi perubahan permintaan konsumen.

3. Pengurangan lead time vendor
Sebagai pengganti dari pengiriman yang sangat besar dari komponen-komponen yang harus dibeli setiap 2/3 bulan, dengan sistem JIT kita ingin menerima komponen tepat pada saat operasi produksi membutuhkan. Untuk itu perusahaan kadang-kadang harus membuat kontrak jangka panjang dengan vendor untuk mendapatkan kondisi seperti ini.

4. Komponen zero defect
Sistem JIT tidak dapat mentolelir komponen yang cacat, baik itu yang diproduksi maupun yang dibeli. Untuk komponen yang diproduksi, teknis kontrol statistik harus digunakan untuk menjamin bahwa semua proses sedang memproses komponen dalam toleransi setiap waktu. Untuk komponen yang dibeli, vendor diminta untuk menjamin bahwa semua produk yang mereka sediakan telah diproduksi dalam sistem produksi yang diawasi secara satistik. Perusahaan kan selalu memiliki program sertifikasi vendor untuk menjamin terlaksananya hal ini.

5. Kontrol lantai produksi yang disiplin
Dalam system pengawasan lantai produksi tradisional, penekanan diberikan pada utilitas mesin, waktu produksi yang panjang yang dapat mengurangi biaya set up dan juga pengurangan waktu pekerja. Untuk itu, order produksi dikeluarkan dengan memperhatikan faktorfaktor ini. Dalam JIT, perhitungan performansi tradisional ini sangat jauh dari keinginan untuk membentuk persediaan yang rendah dan menghilangkan halhal yang menghalangi operasi yang responsif. Hal ini membuat waktu awal pelepasan order yang tepat harus dilakukan setiap saat. Ini juga berarti, kadangkadang mesin dan operator mesin dapat saja menganggur. Banyak manajer produksi yang telah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menjaga agar mesin dan tenaga kerja tetap sibuk, mendapat kesulitan membuat penyesuaian-penyesuaian yang dibutuhkan agar berhasil menggunakan operasi JIT. Perusahaan yang telah berhasil mengimplementasikan filosofi JIT akan mendapatkan manfaat yang besar.



Monday, April 19, 2010

Ciri-ciri Pidato yang Baik

Ciri-ciri  Pidato yang Baik

Ada sembilan hal yang mencirikan suatu pidato yang baik yakni, saklik, jelas, hidup, memiliki tujuan yang jelas,bergaya klimaks, dibatasi, mengejutkan, memiliki pengulangan dan mengandung humor.

1.Pidato yang Saklik
Pidato itu saklik apabila memiliki objektivitas dan unsur-unsur yang mengandung kebenaran. Saklik juga berarti bahwa ada hubungan yang serasi antara isi pidato dan formulasinya, sehingga indah kedengarannya, tetapi bukan berarti dihiasi dengan gaya bahasa yang berlebih-lebihan. Akhirnya saklik juga berarti ada hubungan yang jelas antara pembeberan masalah dengan fakta dan pendapat atau penilaian pribadi.

2.Pidato yang Jelas
Ketentuan sejak zaman kuno menyatakan bahwa pembicaraan harus mengungkapkan pikirannya sedemikian rupa, sehingga tidak hanya sedapat mungkin isinya dapat dimengerti. Oleh karena itu pembicara harus memilih ungkapan dan susunan kalimat yang tepat dan jelas untuk menghindari salah pengertian.

3.Pidato yang Hidup
Sebuah pidato yang baik harus hidup. Untuk menghidupkan pidato dapat dipergunakan gambar, cerita pendek atau kejadian-kejadian. Yang relevan sehingga memancing perhatian pendengar. Pidato yang hidup dan menarik umumnya diawali dengan ilustrasi, sesudah itu ditampilkan pengertian-pengertian abstrak atau definisi.

4.Pidato yang Memiliki Tujuan
Setiap pidato harus memiliki tujuan, yaitu apa yang mau dicapai. Tujuan ini harus dirumuskan dala satu dua pikiran pokok. Dalam membawakan pidato, tujuan ini hendaknya sering diulang dalam rumusan yang berbeda, supaya pendengar tidak kehilangan benang merah selama mendengarkan pidato. Kalimat-kalimat yang merupakan tujuan dan kalimat pada bagian penutup pidato harus dirumuskan secara singkat, jelas tapi padat. Dalam satu pidato tidak boleh disodorkan terlalu banyak tujuan dan pikiran pokok; lebih baik disodorkan satu pikiran dan tujuan yang jelas sehingga mudah diingat, daripada sepuluh pikiran yang  tidak jelas sehingga mudah dilupakan.

5.Pidato yang Memiliki Klimaks
Suatu pidato yang hanya membeberkan kejadian demi kejadian atau kenyataan demi kenyataan, akan sangat membosankan. Oleh karena itu sebaiknya kenyataan atau kejadian-kejadian itu dikemukakan dalam gaya bahasa klimaks. Berusahalah menciptakan titik-titik puncak dalam pidato untuk memperbesar ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar. Selama masa persiapan, titik-titik puncak harus dirumuskan sebaik dan sejelas mungkin.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa klimaks itu harus muncul secara organis dari dalam pidato itu sendiri dan bukan karena mengaharapkan tepukan tangan yang riuh dari para pendengar. Klimaks yang dirumuskan dan ditampilkan secara tepat akan memberikan  bobot kepada pidato. Usahakan supaya ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar diciptakan di antara pembukaan dan penutup pidato.

6.Pidato yang Memiliki Pengulangan
Pengulangan atau redundans itu penting,karena dapat memperkuat isi pidato dan memperjelas pengertian pendengar. Pengulangan itu juga menyebabkan pokok-pokok pidato itu segera dilupakan. Suatu pengulangan yang dirumuskan secara baik akan memberi efek  yang besar dalam ingatan para pendengar. Tetapi perlu diperhatikan bahwa yang dimaksudkan terutama adalah pengulangan isi pesan dan bukan rumusan. Ini berarti isi dan arti tetap sama, akan tetapi dirumuskan dengan mempergunakan bahasa yang berbeda. Masalahnya tetap sama, hanya diberi  pakaian yang baru dan menarik.

7.Pidato yang Berisi Hal-hal yang Mengejutkan
Sesuatu itu mengejutkan karena itu mungkin belum pernah ada dan terjadi sebelumnya atau karena meskipun masalahnya biasa dan terkenal, tetapi ditempatkan di dalam konteks atau relasi yang baru dan menarik. Memunculkan hal-hal yang mengejutkan dalam pidato berarti menciptakan hubungan yang baru dan menarik antara kenyataan-kenyataan yang dalam situasi biasa tidak dapat dilihat.Hal-hal yang mengejutkan itu dapat menimbulkan ketegangan yang menarik dan rasa ingin tahu yang besar, tetapi tidak dimaksudkan sebagai sensasi.

8.Pidato yang Dibatasi
Orang tidak boleh membeberkan segala soal atau masalah dalam satu pidato.Oleh karena itu pidato harus dibatasi pada satu atau dua soal yang tertentu saja. Pidato yang isinya terlalu luas akan menjadi dangkal.

9.Pidato yang Mengandung Humor
Humor dalam pidato itu perlu, hanya saja tidak boleh terlalu banyak, sehingga memberi kesan bahwa pembicaraan tidak bersungguh-sungguh. Humor itu dapat menghidupkan pidato dan memberi kesan yang tak terlupakan pada para pendengar. Humor dapat juga menyegarkan pikiran pendengar, sehingga mencurahkan perhatian yang lebih besar kepada pidato selanjutnya.

Referensi: Buku “Retorika” Halaman 19, Oleh Dra. Lisdwiana Kurniati, M.Pd., STKIP Muhammadiayah Pringsewu, Lampung.

NB: Baca Juga Tentang Contoh Pidato.

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot