Sunday, October 17, 2010

Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran Kooperatif

Menurut Lie (2003: 12) Pembelajaran Kooperatif adalah sistem pengajaran yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur.  Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas ke-lompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran.  

Di pihak lain menurut Slavin (dalam Solihatin, 2007: 5), pembelajaran koope-ratif atau Cooperative  learning  adalah  suatu  model  pembelajaran  dimana siswa belajar  dan  bekerja  dalam  kelompok-kelompok  kecil  secara kolabo-ratif  yang  anggotanya  terdiri  dari  4  sampai  6  orang, dengan  struktur  ke-lompok  yang  bersifat  heterogen.  Selanjutnya dikatakan  pula,  keberhasilan  belajar  dari  kelompok  tergantung pada  kemampuan  dan  aktivitas  anggota  kelompok,  baik  secara individual  maupun  kelompok.

Meskipun ciri khas pembelajaran kooperatif adalah terbentuknya kelompok belajar, namun tidak semua belajar kelompok dapat disebut sebagai pembe-lajaran kooperatif.  Pada Pembelajaran Kooperatif ada unsur-unsur yang harus dipenuhi.  

Hal ini seperti dikemukakan oleh Johnson dalam Lie (2003: 30) :
“Tidak semua kerja kelompok bisa dianggap Cooperative Learning.  Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur pembelajaran kooperatif harus di-terapkan, yaitu : (1) saling ketergantungan positif, (2) tanggung jawab perse-orangan, (3) tatap muka, (4) komunikasi antar anggota, dan (5) evaluasi proses kelompok”.

1.Saling ketergantungan positif
Keberhasilan kelompok sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya.  Kegagalan satu anggota kelompok saja berarti kegagalan kelompok.  Untuk menciptakan  kelompok kerja yang efektif, guru perlu menyusun tugas sede-mikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugas-nya sendiri.  Penilaian yang dilakukan adalah penilaian individu dan peni-laian kelompok.  Dengan demikian setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan sumbangan nilai pada kelompoknya.

2.Tanggung jawab perseorangan

Jika  tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik, sehingga masing–masing anggota kelompok akan melaksana-kan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok da-pat dilaksanakan.

3.Tatap muka
Setiap anggota kelompok diberikan kesempatan bertemu muka dan berdis-kusi.  Kegiatan interaksi ini akan membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota.  Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, meman-faatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing–masing.

4.Komunikasi antar anggota
Keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggota-nya untuk mengutarakan pendapat mereka.  Disinilah peranan guru untuk memotivasi siswanya agar berani mengutarakan pendapatnya.  Proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk mem-perkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emo-sional para siswa.

5.Evaluasi proses kelompok
Evaluasi proses kelompok bertujuan untuk mengevaluasi proses kerja ke-lompok dan hasil kerja mereka agar selanjutnya dapat bekerja sama dengan lebih baik.

Artikel tentang Pembelajaran Kooperatif ini semoga dapat bermanfaat buat teman-teman sekalian, harapannya, temen-temen bisa membuat pembelajaran kooperatif yang lebih baik. Terimakasih banyak.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot