Sunday, July 25, 2010

Cara Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa

Cara Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa

Dalam belajar sangat diperlukan adanya aktivitas.  Tanpa aktivitas, kegiat-an belajar tidak mungkin berlangsung dengan baik.  Sadirman (2004: 95) berpendapat bahwa ”belajar adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan.  Tidak ada belajar kalau tidak ada ak-tivitas”.

Senada dengan hal di atas, Gie (1985: 6) mengatakan bahwa:
“Keberhasilan siswa dalam belajar tergantung pada aktivitas yang dilakukannya selama proses pembelajaran. Aktivitas belajar ada-lah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas secara sadar yang di-lakukan seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya, berupa perubahan pengetahuan atau kemahiran yang sifatnya ter-gantung pada sedikit banyaknya perubahan.”


Aktivitas siswa dalam pembelajaran mempunyai peranan yang sangat pen-ting. Hal ini sesuai dengan pendapat Sadirman (2004: 99) bahwa:
“Dalam belajar sangat diperlukan adanya aktivitas, tanpa aktivitas belajar itu tidak mungkin akan berlangsung dengan baik.  Aktivitas dalam proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran, bertanya hal yang belum jelas, mencatat, mendengar, berfikir, membaca, dan se-gala kegiatan yang dilakukan yang dapat menunjang prestasi belajar.”

Dalam pembelajaran perlu diperhatikan bagaimana keterlibatan siswa da-lam pengorganisasian pengetahuan, apakah mereka aktif atau pasif.  Ba-nyak jenis aktivitas yang dapat dilakukan oleh siswa selama mengikuti pembelajaran.  Berkenaan dengan hal tersebut, Paul B. Dierich (dalam Sar-diman, 2004: 101) menggolongkan aktivitas siswa dalam pembelajaran an­tara lain sebagai berikut.
”1.Visual activities, yang termasuk di dalamnya misalnya, mem-baca, memperhatikan gambar, demonstrasi, percobaan, pekerja-an orang lain.
2.Oral activities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, dan memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wa-wancara, diskusi, interupsi.
3.Listening activities, sebagai contoh mendengarkan: uraian, per-cakapan, diskusi, musik, pidato.
4.Writing activities, seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin.
5.Drawing activities, misalnya: menggambar, membuat grafik, peta, diagram.
6.Motor activities, yang termasuk di dalamnya antara lain: me-lakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun, beternak.
7.Mental activities, sebagai contoh misalnya: menganggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, mengambil keputusan.
8.Emotional activities, seperti misalnya: menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, dan gugup”.

Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa adalah rang­­kaian kegiatan yang dilakukan siswa dalam mengikuti pembelajaran se­hingga menimbulkan perubahan perilaku belajar pada diri siswa, misal­nya dari tidak tahu menjadi tahu atau dari tidak mampu melakukan kegi­atan menjadi mampu melakukan kegiatan.

1 comments:

  1. Kalau boleh menambahkan keknya pendidikan mental dan percaya diri perlu mas, agar nantinya mental para siswa dimasa depan bagus dan juga percaya diri akan kemampuannya:)

    ReplyDelete

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot