Saturday, June 19, 2010

Sifat Fisik Air

Sifat Fisik  Air

Air dalam bentuk cair adalah tidak bewarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa dan merupakan senyawa yang sukar dimampatkan yang memiliki beberapa sifat yang khas. Salah satu sifatnya yang khas tersebut yaitu dalam mengalami pendinginan/pembekuan. Berlinan dengan sifat sebagian besar senyawa yang akan mengkerut bila mengalami pendinginan/pembekuan, volume air akan mengembang bila membeku.

Sifat khas lainnya dari air ialah mempunyai titik didih dan panas penguapan yang tinggi dibandingkan dengan hidrila yang mempunyai berat molekul yang hampir sama. Titik didih dan panas penguapan yang tinggi disebabkan oleh adanya tarikan/ikatan yang kuat antara molekul air. Untuk melepaskan sebuah molekul airdalam fase cair ke fase uap selain diperlukan enenrgi kinetik yang cukup besar juga diperlukan sejumlah energi panas untuk melemahkan ikatan antar molekul air. Demngan mempunyai titik didih dan panas pengaupan yang tinggi, penguapan air akan menimbulkan pengaruh pendinginan. Energi panas yang diperlukan bagi transpirasi yang diambil dari daun. Air mempunyai kemmpuan yang tingi untuk menghisap panas dengan kenaikan suhu yang rendah.

Dibandingkan dengan senyawa lain untuk menaikkan 1 gram air sebanyak 10C diperlukan panas yang lebih banyak. Jumlah panas tersebut, yaitu panas yang dibuthkan untuk meningkatkan 1 gram suatu senyawa sebanyak 10C pada 15 0C disebut panas jenis. Panas jenis air yang tinggi disebabkan oleh adanya daya tarik yang kuat antara molekul air. Sebagian dari panas yang diberikan untuk menaikkan suhu diperlukan untuk memutuskan ikatan hidrogen. Dengan demikian untuk menaikkan suhu air memerlukan jumlah panas yang relatif lebih besar.

Panas jenis air yang tinggi terbentuknya suhu tubuh tumbuhan yang relatf stabil. Dengan demikian air berperan sebagai penyangga, baik terhadap perubahan panas yang terjadi dalam atmosfer maupun terhadap panas yang terbentuk dari reaksi metabolisme dalam tubuhnya.

Kemampuan molekul air untuk saling mengikat dirinya pada fase cair yang disebut kohesi menyebabkan timulnya tegangan permukaan. Molekul air yang terdapat di permukaan, terikat lebih kuat pada molekul dalam cairan (di bawah permukaan) dari pada molekul air yang terdapat dalam udara di atas cairan. Karenanya batas permukaan fase cair dan gas bersifat seperti selaput elastik yang cendrung untuk mengkrut sehingga mempunyai luas yang minimum. Sifat cairan tersebut dikenal dengan istilah tegangan permukaan. Karena molekul air mempunyai gaya tarik yang besar antara satu yang lainnya, air mempunyai tegangan permukaan yang sangat tinggi, lebih tinggi bila dibandingkan dengan kebanyakan jenis cairannya.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot