Monday, May 31, 2010

Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT

Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT

Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan tipe pembelajaran yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan  akademik.  Menurut Lie (2003: 59) tipe ini dikembangkan oleh Spencer Kagan dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.  Ibrahim dalam Herdian (2009: 7) mengemukakan tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu : 

(1) hasil belajar akademik struktural,
(2) pengakuan adanya keragaman,
(3) pengembangan keterampilan sosial.

1.Hasil belajar akademik stuktural
Bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik.

2.Pengakuan adanya keragaman
Bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai latar belakang.  Tipe pembelajaran ini memberi peluang bagi sis-wa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan saling menghargai satu sama lain.

3.Pengembangan keterampilan sosial
Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan yang dimaksud antara lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pen-dapat orang lain, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam ke-lompok dan sebagainya.

Menurut Nurhadi (2004: 121) pembelajaran kooperatif tipe NHT dikembang-kan dengan melibatkan siswa dalam melihat kembali bahan yang tercakup da-lam suatu pelajaran dan mengecek atau memeriksa pemahaman mereka me-ngenai isi pelajaran tersebut.  Tahapan pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe NHT diungkapkan oleh Nurhadi (2004: 121) dalam empat langkah seba-gai berikut.

1.   Penomoran (Numbering)
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang berang-gotakan tiga hingga lima orang dan memberi mereka nomor sehingga tiap siswa dalam kelompok memiliki nomor yang berbeda.  Pemberian nomor pada siswa dalam satu kelompok disesuaikan dengan banyaknya siswa da-lam kelompok itu.

2.   Pengajuan Pertanyaan (Questioning)
Guru mengajukan pertanyaan kepada para siswa.  Pertanyaan dapat berva-riasi dari yang bersifat spesifik hingga yang bersifat umum.

3.   Berpikir Bersama (HeadsTogether)
Para siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bah-wa tiap orang mengetahui jawaban tersebut.

4.   Pemberian Jawaban (Answering)
Guru memanggil satu nomor tertentu kemudian siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas.

Dalam pembelajaran kooperatif tipe NHT siswa lebih bertanggungjawab ter-hadap tugas yang diberikan karena dalam tipe pembelajaran ini siswa dalam kelompok diberi nomor yang berbeda dan tiap anggota tahu bahwa hanya satu murid yang dipanggil untuk mempresentasikan jawaban. Setiap kelompok me-lakukan diskusi untuk berbagi informasi antar anggota sehingga tiap anggota mengetahui jawabannya.

Lungdren dalam Sahara (2007: 5) mengemukakan bahwa:
“Manfaat dari pembelajaran kooperatif  tipe NHT bagi siswa adalah :
1.    Penerimaan terhadap perbedaan individu lebih besar
2.    Perselisihan antar pribadi berkurang
3.    Sikap apatis berkurang
4.    Pemahaman lebih mendalam
5.    Motivasi lebih besar
6.    Hasil belajar lebih baik
7.    Meningkatkan budi pekerti, kepekaan dan toleransi”

Dari manfaat di atas diketahui bahwa siswa akan lebih percaya diri, menghargai individu, termotivasi, dan hasil belajar akan menjadi lebih baik.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot