Tuesday, April 27, 2010

Siklus Reproduksi Ikan


Siklus Reproduksi Ikan

 

Siklus reproduksi ikan berhubungan erat dengan perkembangan gonad, terutama ikan betina.  Secara umum tahap-tahap perkembangan gonad ikan jantan adalah spermatogonia, spermatosit primer, spermatosit sekunder spermatid, metamorfose dan spermatozoa.  Volume gonad ikan jantan bisa mencapai 5% dari bobot total tubuhnya.   Sedangkan tahap perkembangan ikan betina meliputi oogonia, oosit primer, oosit sekunder dan ova atau telur.
Karena siklus reproduksi terkait erat dengan perkembangan gonad ikan betina, maka pembahasan tentang siklus reproduksi lebih ditekankan pada kematangan gonad ikan betina dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

1.   Perkembangan gonad

Tang dan Affandi (2002) menyatakan bahwa proses perkembangan sel gamet melalui beberapa tahapan, yaitu:
  • Oogenesis
  • Perkembangan oosit
    • previtellogenesis
    • vitellogenesis
  • Pematangan akhir oosit
a)      Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembelahan sel-sel bakal telur secara mitosis sampai oosit primer atau fase pembentukan folikel.  Fase ini dapat dipercepat dengan rnengoptimalkan kondisi lingkungan misalnya suhu, periode cahaya dan atau penggunaan makanan berprotein tinggi yang ditambahkan dengan vitamin E, vitamin C atau asam lemak esensial (Lam, 1995 dalam Affandi dan Tang, 2002).
b).Perkembangan oosit
Perkembangan oosit terdiri dari dua tahap, yaitu previtellogenesis dan vitellogenesis (penimbunan kuning telur).
Previtellogenesis
Pada fase previtellogenesis oosit primer bertambah ukurannya tanpa akumulasi material yolk.  Kemudian terjadi pertumbuhan yang sama pada sitoplasma dan nukleus, pada bagian perifer oosit primer ditemukan nukleus besar yang berisi beberapa nukleus.   Selanjutnya dua lapisan sel berbeda nampak mengelilingi oosit membentuk folikel.  Lapisan terdalam adalah sel-sel kubus yang merupakan bagian granulosa dan teka.
Vitellogenesis
Vitellogenesis adalah proses induksi dan sintesis vitelogenin di hati oleh hormon estradiol-17b, serta penyerapan vitellogenin yang terbawa aliran darah ke dalam oosit.
c).Pematangan akhir (final maturation)
Prostaglandin berperan penting dalam menstimulasi ovulasi ikan teleostei pada tahap akhir.  Pada ikan Goldfish, penyuntikan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) akan menyebabkan sintesis indomethanin (prostaglandin inhibitor) terhambat.   Prostaglandin juga dapat mendorong ovulasi ikan trout pelangi dan Goldfish (Jalabert dan Szollosi, 1975 dalam Stacey, 1984).

Steroid berperan penting alam mendorong pematangan akhir oosit ikan rainbow trout, goldfish, perca dan salmon.  Steroid yang sangat berpengaruh dalam mendorong pematangan akhir adalah 17a-hydroxy-20b-dihydroxyprogesterone (17a-20b-OHP).  Tetapi pada ikan zebra (Brachydanio rerio), deoxycorcosterone memiliki peran lebih efektif dalam pematangan akhir daripada 17a-20b-OHP.

GtH yang berperan sebagai mediator yang bersifat lokal dalam proses ovulasi, sedangkan steroid pada ovarium berfungsi mengatur pelepasan GtH dari otak atau pituitary (ikatan steroid dapat dijumpai di pituitary) (Kim et al., 1978 dalam Stacey, 1984).  Peningkatan jumlah steroid akan menurunkan jumlah GtH dalam darah, sedangkan pemberian antiestrogen akan meningkatkan kadar GtH dalam darah dan merangsang ovulasi ikan teleostei. Menurut Stacey (1984), perubahan tingkat steroid dalam darah diduga merupakan respon fisiologis terhadap faktor eksternal tertentu.

1 comments:

  1. Menarik mas artikelnya, jadi inget jaman sma dulu

    ReplyDelete

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot