Thursday, April 22, 2010

Pola Kemitraan Perkebunan

Pola Kemitraan Perkebunan

Pola kemitraan di bidang perkebunan
telah dilakukan sebelum memasuki PJP I melalui kerjasama “Pengusaha” dengan “Petani” seperti yang dilakukan oleh pabrik rokok dengan petani tembakau virginia, perusahaan perkebunan dengan petani kapas atau petani tebu pada program Tebu Inti Rakyat (TIR). Dalam kebijakan pemerintah, pola PIR merupakan kelanjutan, peningkatan, perluasan, penataan dan pemantapan dari kerjasama kemitraan sebelumnya.

Sampai saat ini, telah dikenal pola kemitraan seperti pola PIR, BOT, KSO, KF dan DU. Dalam memilih pola kemitraan tentunya harus tetap sejalan dengan kebijaksanaan pembangunan perkebunan yang berkaitan dengan kesempatan kerja, pemasok bahan baku industri, peningkatan produktivitas, peningkatan pendapatan. Perlu pula diperhatikan kelemahan petani yang umumnya meliputi teknologi, modal, akses pasar, pengolahan hasil, SDM, kelembagaan dan produktivitas. Berdasarkan berbagai faktor tersebut maka dapat disarankan bahwa kemitraan pola PIR lebih tepat untuk terus dikembangkan pada pembangunan dibidang perkebunan. dengan demikian pendekatan sektor agribisnis dan agroindustri harus terus dapat dikembangkan.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot