Saturday, February 27, 2010

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Menurut Jumlah Pelakunya

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Menurut Jumlah Pelakunya

A.Interaksi antara Individu dan Individu

Individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan, atau stimulus kepada individu lainnya. Sebaliknya Individu terkena pengaruh itu akan memberikan reaksi, tanggapan atau respons. Wujud Interaksi bisa dalam bentuk berjabat tangan, saling menegur, bercakap-cakap atau mungkin bertengkar. Interaksi sosial bisa saja terjadi tanpa berbincang-bincang, misalnya orang yang sedang "marahan", jika bertemu malahan saling berdiam diri, atau orang yang memakai pakaian dengan mode mencolok , akan menarik perhatian banyak orang.


B.Interaksi Antara Individu dengan Kelompok.

Secara konkret bentuk interaksi sosial antara individu dengan kelompok misalnya di dalam ruang kelas, Seorang guru sedang mengajari siswa-siswanya, atau seorang orator yang sedang berpidato didepan orang banyak. Bentu interaksi semacam ini juga menunjukan bahwa kepentingan seorang individu berhadapan dengan kepentingan kelompok.


C.Interaksi antara Kelompok dan kelompok.

Bentuk interaksi seperti ini menunjukan bahwa kepentingan individu dalam kelompok merupakan satu kesatuan, berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain. Contohnya, satu kesebelasan sepak bola bertanding melawan kesebelasan lain.Walaupun setiap pemain memainkan perannya masing-masing. Pada dasarnya mereka bermain untuk kepentingan kesebelasan.

Contoh lain misalnya sidang umum perserikatan bangsa-bangsa yang dihadiri oleh kepala-kepala negara atau delegasi negara-negara. Setiap kepala negara atau ketua delegasi bertindak bukan untuk memenuhi kepentingan pribadinya masing-masing. Tetapi untuk kepentingan bangsa dan negaranya.


Interaksi Sosial yang terjadi di antara dua atau lebih orang atau kelompok memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1).Interaksi dapat berlangsung sebagai proses positif (asosiatif) maupun negatif (disosiatif), namun ada kecenderungan interaksi berlangsung positif.
2).Menghasilkan penyesuaian diri dari para pelakunya.
3).Berpedoman atau mengacu kepada kaidah-kaidah dan norma-norma yang berlaku.


Suatu interaksi sosial akan cenderung berlangsung positif dan berkesinambungan apabila:
1). Didasarkan pada kebutuhan yang nyata.
2). Memeperhatikan Efektifitas.
3). Mmemperhatikan Efisiensi.
4). Menyesuaikan diri kepada kebenaran dan kaidah-kaidah yang berlaku.
5). Tidak bersifat memaksa baik secara fisik maupun secara mental.


Referensi: Buku SMA Kelas 1: SOSIOLOGI.


0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot