Sunday, January 3, 2010

Hewan Platyhelminthes

Hewan Platyhelminthes

Merupakan binatang triploblastik aselomata, tubuh pipih seperti pita, hidup di air tawar, laut, tanah yang lembab atau sebagai parasit pada hewan/ tumbuhan. Cacing yang hidup parasit mempunyai lapisan kuticula, alat penghisap atau alat kait yang digunakan untuk menempel pada dinding sel inangnya.Saluran pencernakan belum sempurna, hanya mempunyai mulut tanpa anus, ususnya bercabang-cabang.      
                    
Bersifat hermaprodit.

Platyhelminthes dibedakan menjadi 3 kelas :
a. Turbellaria (cacing bulu getar)
          contoh : - Planaria, hidup di air  tawar  dan  mempunyai  daya  regenerasi yang tinggi.
b. Trematoda (cacing hisap)
          contoh :
      -  Fasciola hepatica (cacing hati)
      - Chlonorchis sinensis, hidup pada daging ikan air tawar (inang sementara)
      -  Schistosoma japonicom
      -  Schistosoma mansoni, hidup dalam darah
      -  Schistosoma haematobium 
      -  Fasciolopsis buski, hidup dalam usus
      - Paragonimus westermani, hidup dalam paru-paru
                   

Daur hidup Fasciola hepatica

Cacing dewasa yang hidup di ternak bersifat hermaprodit, berkembangbiak secara seksual dengan pembuahan silang atau pembuahan sendiri. Embrio berkembang dalam uterus, satu cacing dewasa dapat menghasilkan sekitar 500.000 larva, embrio keluar bersama feses dan pada tempat yang basah akan tumbuh menjadi larva bersilia (mirasidium). Mirasidium masuk ke tubuh siput Lymnea dan terbentuklah sporokis. Sporokis secara partenogenesis menghasilkan redia. Redia secara partenogenesis menjadi serkaria. Serkaria meninggalkan tubuh siput menjadi metaserkaria. Metaserkaria menempel pada tanaman/ rumput yang selanjutnya termakan oleh ternak, .................dan seterusnya.

c.   Cestoda (cacing pita)
Tubuh tertutup kutikula, terdiri atas segmen-segmen (proglotid) dan sudah dibedakan antara kepala (skolek) dantubuh (strobilus). Skolek dilengkapi dengan alat penghisap/alat kait. Setiap segmen mengandung alat perkembangbiakan.
Cacing ini bersifat hermaprodit dan sebuah proglotid merupakan satu individu.
Cestoda hidupnya parasit pada alat pencernakan hewan.
contoh :
- Taenea solium, cacing pita pada babi
- Taenea saginata, cacing pita pada sapi
- Diphyllobothrium latum
- Echinococcus granulosus, cacing pita pada anjing
- Hymenolephis, cacing pita kerdil 


PERANAN PLATIHELMINTES
- Bisa untuk mengobati penyakit tipes
- Pada umumnya Platyhelminthes merugikan, sebab parasit pada manusia maupun  hewan, kecuali Planaria. Planaria dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan.






0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot