Thursday, December 31, 2009

Echinodermata (hewan berkulit duri)

 Echinodermata (hewan berkulit duri)

Merupakan binatang  triploblastik selopmata, tubuh simetris radial yang terbagi menjadi 5 bagian, umumnya mempunyai duri, saluran pencernaan sempurna meski anus pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi, hidup di laut, gerakan lambat dengan kaki pembuluh (ambulakral) yang terjadi dengan mengubah tekanan air yang diatur oleh sistem pembuluh air yang berkembang dari selom. Jenis kelamin terpisah, larva mempunyai bentuk simetris bilateral yang dapat berenang secara bebas disebut bipinnaria.

Struktur larva Echonodermata mempunyai persamaan dengan struktur Chordata rendah dan dalam perkembangan embrio tahap awal, kedua phyllum di atas mempunyai persamaan. Jadi jika dilihat secara embriologis Echonodermata lebih dekat dengan Chordata daripada ke Annelida, Mollusca atau Arthropoda.
Echinodermata dapat dibedakan menjadi 5 kelas, yaitu  :
-  Asteroidea
-  Echinoidea
-  Ophiouroidea
-  Crinoidea
-  Holothuroidea
a. Asteroidea
Bentuk seperti bintang laut atau segi lima, permukaan bawah (oral) terdapat mulut,permukaan atas (adoral) terdapat anus.
Kaki pembuluh terdapat pada permukaan oral, pada permukaan adoral selain terdapat anus juga terdapat madreporit yaitu lobang yang mempunyai saringan yang menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lobang kelamin.
Contoh :
           Macam-macam bintang laut  
b.  Echinoidea
Bentuk hampir bulat atau gepeng, tidak mempunyai tangan, rangka tersusun dari keping-keping zat kapur dan umumnya berduri.
Contoh :
                Landak laut
c.   Opiuroidea
Tubuh mempunyai 5 tangan yang dapat digerakan. Mulut dan madreporit terdapat di daerah oral, tidak mempunyai anus.
Contoh :
           Bintang laiut atau bintang ular laut
d.  Crinoidea
Tubuh mempunyai 5 tangan yang bercabang , mulut dan anus di daerah oral, tidak mempunyai madreporit. 
Contoh :
                Lilia laut
e. Holothuroidea
Tubuh memanjang, sekitar mulut terdapat tentakel yang bercabang, bregerak dengan tiga garis kaki pembuluh.
Contoh :
           Teripang atau mentimun laut

Peranan Echinodermata dalam kehidupan  :
Menguntungkan  :
-    sebagai makanan, misal teripang dan telur bulu babi
-    sebagai pembersih karena memakan bangkai ataui sisa-sisa hewan yang terdapat di pantai
Merugikan  :
-    Bintang laut dapat merusak binatang karang (memakan)
-    Bintang laut juga dapat memakan janis-jenis tiram di antaranya kerang mutiara




Mollusca (hewan bertubuh lunak)

 Mollusca (hewan bertubuh lunak)

Tubuh lunak terbungkus oleh cangkang yang mengandung zat kapur atau tidak bercangkang. Bersifat triploblastik dan mempunyai matel yang berfungsi menutupi organ-organ viseral dan membuat rongga mantel.
Alat gerak berupa kaki yang berfungsi untuk merayap dan menangkap mangsanya. Sudah memiliki sistem pencernaan, syaraf, ekskresi, otot dan reproduksi.
Mollusca dibedakan menjadi 5 kelas, yaitu :
                -  Amphineura, paling primitif
                -  Gastropoda, kaki di perut
                -  Scaphopoda, kaki lancip
                -  Pelecypoda (Lamellibranchiata, Bivalvia), kaki
                   lancip insang berlapis-lapis
                -  Cephalopoda, kakai di depan

a.  Aphineura
Hidup di laut, kaki perutnya melekat pada batu-batuan,  pada rongga mantel terdapat insang. Permukaan dorsal ditutupi oleh spikula yang berlendir dengan delapan keping yang mengandung zat kapur.
 Contoh :
                   Chiton, dalam daur hidupnya mengalami fase trokopor (larva bersilia dan dapat bergerak bebas)

b.  Gastropoda
Hidup di aair tawar, laut dan darat. Umumnya mempunyai cangkok (rumah) berbentuk kerucut terpilin (spiral) sehingga bentuk tubuh menyesuaikan dengan bentuk cangkok, tetapi ada siput yang tidak mempunyai cangkang yang disebut siput telanjang.

Gerakan Gastropoda umumnya lambat karena kontraksi otot menyerupai gelombang yang dimulai dari belakang menjalar ke depan sehingga kaki dapat menjulur ke muka dan kaki bagian belakang terseret ke depan. Untuk memudahkan geseran kakinya dikeluarkan lendir.
Bersifat hermaprodit tetapi tidak pernah terjadi pembuahan sendiri dan pembuahan terjadi setelah adanya perkawinan. Ovovipar atau telur menetas di dalam tubuh/ uterus. Bernafas dengan paru-paru yang ada di darat dan dengan insang yang ada di air.

Peranan Gastropoda dalam kehidupan  :
Menguntungkan  :
- sebagai makanan yang mempunyai nilai ekonomi
- sebagi komponen penting dalam ekosistem, misal sebagai inang perantara dari kehidupan Fasciola hepatica
- sebagai bahan kolektor yang indah, misal cangkang       
Merugikan  :
- beberapa Gastropoda merusak pada tanaman pertanian, misal bekicot (Achatina fulica), keong, siput   
 
c.   Scaphopoda
Memiliki cangkok seperti gading gajah atau terompet. Hidup di laut (pantai berlumpur). Tubuh memanjang, kaki lancip yang berfungsi untuk menggali pasir atau lumpur.
Contoh  :
           Siput gading gajah 

d.  Pelecypoda
Mempunyai kaki pipih seperti kapak untuk membuat lobang, cangkok terdiri dari 2 bagian yang dihubungkan semacam engnsel (bivalvia), insang berupa lembaran yang berlapis-lapis (Lamellibranchiata).
Cangkok tersusun atas 3 lapisan, yaitu  :
Periostrakum :   merupakan lapisan luar yang tipis gelap dan tersusun dari zat    tanduk
-  Prismatik       :   lapisan tengah yang tersusun atas kristal-kristal zat kapur yang berbentuk prisma
-  Nakreas         :   lapisan dalam yang tersusun atas kristal kalsium karbonat yang lebih halus. Lapisan ini disebut lapisan mutiara

Proses terjadinya mutiara  :
Diantara cangkok dan mantel kemasukkan benda asing misalnya pasir yang merupakan inti untuk butir-butir mutiara, kemudian inti butir mutiara ini dapat dimasukan diantara mantel dan lapisan nakreas sehingga terbentuklah mutiara.
Mutiara dapat terbentuk secara alami atau sengaja diproduksi secara besar-besaran dengan cara menyuntikan inti butir mutiara (karbon) pada beberapa kerang mutiara, misal Pinctada margaritifera dan Pinctada mertensi.
Contoh lain :
           Tiram (Mytelus sp, Ostrea sp)
           Ketam (Anodonta sp)
           Remis (Buccinus sp, Asaphis detlorata)
           Terredo navalis,  merupakan kerang pengebor kayu
             galangan kapal 

e.  Cephalopoda     
Kaki di kepala, kepala dapat terlihat jelas dan mata besar, kaki sekeliling otot dimidifikasi menjadi tangan, tentakel sekeliling mulut dan corong yang merupakan saluran keluar dari rongga mantel.
Kebanyakan Cephalopoda mempunyai kantong atau kelenjar tinta. Umumnya tidak bercangkok kecuali pada Nautilus.
Contoh :
                Nautilus
                Loligo indica (cumi-cumi)
                Octopus sp (gurita)
                Ikan sotong

PERANAN MOLLUSCA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
Peranan mollusca bagi kehidupan manusia ada yang merugikan dan ada beberapa yang menguntungkan manusia. Yang merugikan manusi, antara lain beberapa jenis Mollusca yang menjadi inang perantara penyakit dan jenis yang merusak tanaman budidaya. Contohnya siput. Yang menguntungkan manusia antara lain cumi-cumi dan kerang sebagai bahan makanan serta kerang mutiara sebagai penghasil perhiasan.






Perkembangan FDI di Indonesia

Perkembangan FDI di Indonesia

Spoiler for FDI oleh Unilever:

Kedatangan Unilever di Indonesia berawal pada 5 Desember 1933. Kini, Unilever telah sukses menjadi salah satu perusahaan raksasa di Indonesia. Unilever menjadikan Indonesia sebagai salah satu production base terbesar di Asia. Tetapi, Unilever mematikan pesaing dari kalangan pengusaha nasional dengan cara mengakuisisi sejumlah besar merek-merek terkenal yang dikembangkan secara susah payah oleh pengusaha nasional, misalnya Teh Sari Wangi, snack Taro, Buavita, kecap Bango, dan lain-lain. Merek-merek besar lainnya yang sudah dibidik dan sedang diusahakan untuk dicaplok, yaitu kacang Garuda dan kacang Dua Kelinci.

Spoiler for FDI sektor perbankan:

Contoh investasi asing di sektor perbankan, yakni akuisisi bank Niaga oleh CIMB (Malaysia) dan bank NISP oleh OCBC (Singapore). Akuisisi bank NISP oleh OCBC dilakukan secara bertahap sejak tahun 2004 hingga akhir tahun 2008, dan OCBC menjadi pemegang saham kontroler dengan kepemilikan saham sebesar 74,73%. CIMB menjadi pemegang saham mayoritas CIMB Niaga setelah sukses mengakusisi sebagian besar saham bank Niaga di bulan November 2002.

Contoh negara di Asia yang sukses memanfaatkan FDI, yaitu China dan Singapore. Sedangkan negara di Asia yang mampu sukses tanpa bergantung kepada FDI, yaitu Jepang (Jepang cenderung anti terhadap FDI dan memproteksi industri nasionalnya).




Sunday, December 27, 2009

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi adsorpsi

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi adsorpsi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan adsorpsi suatu adsorben diantaranya adalah senagai berikut:

1.Luas permukaan adsorben

Semakin luas permukaan adsorben, semakin banyak asorbat yang diserap, sehingga proses adsorpsi dapat semakin efektif. Semaki kecil ukuran diameter partikel maka semakin luas permukaan adsorben.

2.Ukuran partikel
Makin kecil ukuran partikel yang digunakan maka semakin besar kecepatan adsorpsinya. Ukuran diameter dalam bentuk butir adalah lebih dari 0.1 mm, sedangkan ukuran diameter dalam bentuk serbuk adalah 200 mesh.

3.Waktu kontak
Semakin lama waktu kontak dapat memungkinkan proses difusi dan penempelan molekul adsorbat berlangsung lebih baik. KOnsentrasi zat-zat organic akan turun apabila kontaknya cukup dan waktu kontak biasanya sekitar 10-15 menit.

4.Distribusi ukuran pori
Distribusi pori akan mempengaruhi distribusi ukuran molekul adsorbat yang masuk kedalam partikel adsorben. Kebanyakan zat pengasorpsi atau adsorben merupakan bahan yang sangat berpori dan adsorpsi berlangsung terutama pada dinding-dinding pori atau letak-letak tertentu didalam partikel terse

Akad Jual Beli di Perbankan Syariah

Akad Jual Beli di Perbankan Syariah

Data statistik yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) mengenai laporan perkembangan perbankan syariah tahun 2004 menunjukkan sekitar 66,3 persen pembiayaan syariah menggunakan akad jual-beli. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Maulana Ibrahim Kendati mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2003 yang mencapai 71,5 persen, hal itu bukan berarti peminat pembiayaan murabahah menurun. Hal ini justru menunjukkan, bahwa produk perbankan syariah lainnya juga sangat diminati.

Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin
mengungkapkan, masih besarnya peminat perbankan syariah produk pembiayaan murabahah menunjukkan bahwa produk dengan akad jual beli dengan sistem bagi hasil ini diminati oleh nasabah perbankan syariah karena dinilai memiliki resiko yang paling kecil. Sebab pembiayaan dengan sistem murabahah ini, akadnya sangat jelas, barangnya jelas dan keamanannya juga jelas. Karena itu, wajar kalau produk pembiayaan murabahah ini masih banyak diminati Begitu besarnya peminat produk murabahah ini, bukan berarti produk perbankan syariah lainnya dianggap tidak menguntungkan.

Menurut Kyai Ma'ruf, hal itu disebabkan produk pertama yang ditawarkan oleh perbankan syariah adalah produk pembiayaan jual-beli. Dan hal ini dilakukan untuk mengetahui dan mengenal karakteristik calon nasabah perbankan syariah. Produk lainnya seperti mudharabah (jenis pembiayaan bagi hasil dengan kesepakatan antara bank sebagai penyedia modal dan nasabah sebagai pengelola) dan musyarakah (kerja sama) juga makin banyak peminatnya. Data statistik Bank Indonesia (BI) menunjukan bahwa kedua produk perbankan syariah ini (musyarakah dan mudharabah) meningkat cukup tajam.

Pertumbuhan pembiayaan berbasis bagi hasil yang terdiri atas pembiayaan mudharabah dan musyarakah ternyata melebihi pembiayaan berbasis jual-beli (murabahah) sehingga per November 2004 pangsa pasar pembiayaan bagi hasil tersebut mencapai 28,3 persen dibandingkan posisi tahun 2003 yang baru mencapai 19,9 persen. Beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi peningkatan pangsa pembiayaan bagi hasil tersebut adalah meningkatnya kerja sama bank syariah dengan lembaga keuangan non-bank seperti koperasi dan pegadaian, serta adanya proyek-proyek jangka pendek infrastruktur dan public service (pelayanan umum).


Maulana menyebutkan, secara umum pembiayaan perbankan syariah berjalan sangat bagus. Hal itu bisa dilihat dari tingkat Non-Peforming Fiancing (NPF) (pembiayaan bermasalah). NPF perbankan syariah per November 2004 hanya 2,8 persen, atau turun dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,4 persen. Dengan pertumbuhan pembiayaan baru yang lebih tinggi dibandingkan penurunan kualitas sebagian aset, penurunan NPF tersebut mencerminkan kualitas pengelolaan perbankan syariah cukup baik.




Friday, December 25, 2009

Ganggang Karang



Kelas Charophyceae/Ganggang Karang

Ganggang ini hanya terdiri atas beberapa marga saja. Sel-selnya mempunyai dinding selulosa, klorofil a dan b, dan zat tepung sebagai hasil asimilasi, dan merupakan zat makanan cadangan. Hidupnya di kolam-kolam atau selokan sebagai bentos. Habitusnya seperti tumbuhan yang seluruhnya hidup di dalam airTalus berbuku-buku dengan ruas-ruas yang panjang dengan cabang-cabang yang tersusun dalam suatu karangan. Pembiakan seksual dengan oogami. Oogonium diselubungi benang-benang yang melingkar-lingkar seperti spiral. Anteridium bergandeng-gandengan mrupakan benang-benang dan tersusun dalam sebuah badan berbentuk peluru yang kosong.



Pada buku-bukunya tumbuh cabang-cabang pendek yang beruas-ruas, kadang-kadang juga cabang-cabang yang lebih pendek lagi pada buku-bukunya.

Dari ketiak cabang-cabang pendek itu seringkali tumbuh cabang-cabang yang panjang yang susunannya sama dengan sumbu pokoknya. Sumbu itu pada pangkalnya melekat pada substrat yang keras (bata atau kayu) melainkan melekat pada Lumpur atau pasir. Beberapa jenis Characeae pada bagian bawah sumbunya membentuk semacam umbi yang penuh terisi dengan tepung dan merupakan alat untuk mengatasi kala yang buruk.

Sumbu pokok dan cabang-cabangnya bertambah panjang karena sel ujung selalu memisahkan segmen dengan membentuk dinding-dinding pemisah melintang. Segmen itu membentang menjadi suatu sel ruas yang memanjang dan tidak membelah diri lagi, dan sel buku-buku yang berbentuk cakram.

Sel buku-buku itu tetap pendek, tetapi membelah lagi dengan dinding pemisah membujur, dan dari sel-sel ini akhirnya terbentuk cabang-cabang danjuga rizoid-rizoid. Pada Nitella tiap-tiap ruas sumbu hanya terdiri atas satu sel ruas saja, tetapi pada Characeae umumnya, sel ruas itu dikelilingi oleh selapis sel-sel yang tersusun sejajar menurut poros bujur, yang keluar pada buku-buku dari sel-sel bagian bawah cabang-cabang.

Sel-selnya mengandung sebuah inti dan kloroplas berbentuk bulat. Dalam sel-sel ruas inti mengadakan pembelahan amitosis, sehingga dalam sel-sel ruas terdapat beberapa inti.

Pembiakan aseksual dengan spora tidak ada. Alat-alat pembiakan seksual berupa anteridium bulat berwarna kekuning-kuningan, dan oogonium berbentuk seperti telur berwarna hijau dan terdapa tdalam ketiak cabang.

Anteridium berasal dari satu sel induk yangkemudian membelah-belah menjadi 8 sel, yang dinamakan oktan. Tiap-tiap oktan lalu membentuk 2 dinding tangensial menjadi 3 sel, sehingga dengan initerbentuklah 24 sel. Delapn sel yang paling luar pipih, dinamakan sel-sel dinding (pelindung), 8 sel di tengah-tengah dinamakan sel-sel pemegang (manubrium), 8 lagi yang paling dalam dinamakan sel-sel pokok. Sel-sel dinding lalu membentuk tonjolan-tonjolan radial yang tidak sempurna, sehingga sel-sel itu terbagi-bagi dalm ruang-ruang yang terpisah-pisah tidak sempurna pula. Sel-sel yang di tengah kemudian membentang kea rah radial. Karena sel-sel dinding tumbuh meluas, dalam alat itu akan terjadi suatui ruangan dengan sel-sel pemegang dan sel-sel pokok di dalamnya. Sel-sel yang paling dalam lalu membuat 3-6 sel sekunder, dan dari sel-sel ini ditonjolkan 3-5 sel-sel benang spermatogen terdiri atas sel-sel berbentuk cakram.

Dari setiap sel akhirnya keluar spermatozoid berbentuk spiral yang mempunyai satu bintik mata, kadang-kadang tanpa plastida dan mempunyai dua bulu cambuk.

Oogonium mula-mula hanya satu sel telur saja yang penuh terisi dengan tetes-tetes minyak dan butir-butir tepung, kemudian oogonium itu diselubungi oleh 5 buluh yang terpilin seperti spiral. Ujung benang-benang selubung oogonium ini merupakan bentuk seperti mahkota, di antaranya terdapat celah-celah jalan masuknya spermatozoid. Setelah selesai pembuahan, sel telur membentuk dinding yang tidak berwarna. Dinding benang-benang pembungkus yang sebelah dalm menebal, warna menjadi pirang, kadang-kadang diperkuat dengan kapur, sedang dinding luarnya lenyap setelah buah itu jatuh. Pada perkecambahan zigot terjadi pembelahan reduksi dan terjadilah 4 inti haploid. Dari 4 inti ini yang 3 mengalami degenerasi, sehingga akhirnya dari satu zigot hanya tumbuh satu tumbuhan baru saja.

Karena sifat-sifatnya sebagai pembentuk kapur, maka Characeae penting peranannya dalam pembentukan tanah-tanah kapur. Dalam keadaan fosil, Characeae ditemukan pada lapisan-lapisan tanah dari zamn Jura.

Charophyceae merupakan golongan yang terasing, baik ke bawah maupunke atas. Menurut susunan talusnya kelompok ganggang ini tergolong organisme yang lebih tinggi tingkat perkembangannya (pembiakan generatif dengan oogami, tak ada pembiakan aseksual). Dari bentuk talus dan alat-alat perkembangbiakan seksual, sukar ditemukan hubungannya dengan salah satu golongan Chlorophyceae, tetapi umumnya masih dianggap berdekatan dengan ganggang hijau itu. Semua warga kelas ini hanya dimasukkan dalam satu bangsa saja, yaitu Charales yang terbagi dalm beberapa suku Characeae yang meliputi antara lain Chara fragilis, Chara intermedia, Nitella gracilis, Tolypella prolifera.


Thursday, December 24, 2009

Standar Perencanaan Proses Pembelajaran

Standar Perencanaan Proses Pembelajaran


Perencanaan pembelajaran merupakan tahapan penting yang harus dilakukan guru sebelum mereka melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu, ia harus dikerjakan secara sungguh-sungguh dan bukan hanya untuk memenuhi syarat administrasi akademik atau sekedar menyenangkan pengawas.


26 Mei 2009

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.


A. Silabus

Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.


Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.


Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan dinas provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk Ml, MTs, MA, dan MAK.




B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.


RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.


Komponen RPP adalah :


1. Identitas mata pelajaran

Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.


2. Standar kompetensi

Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik

yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.


3. Kompetensi dasar

Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.


4. Indikator pencapaian kompetensi

Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.


5. Tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.


6. Materi ajar

Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.


7. Alokasi waktu

Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.


8. Metode pembelajaran

Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.


9. Kegiatan pembelajaran


a. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.





b. Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.


c. Penutup

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.


10. Penilaian hasil belajar

Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.


11. Sumber belajar

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.


C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP


1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik

RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.





2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik

Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.


3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis

Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan


4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut

RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.


5. Keterkaitan dan keterpaduan

RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragamanbudaya.


6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.


Sumber:

Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses

Wednesday, December 23, 2009

Komponen RPP

Komponen RPP adalah :

1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.

2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik
yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.

3. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.

4. Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

5. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.

7. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.

8. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.

9. Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.




b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

10. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

11. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Detail: Komponen RPP

Sunday, December 20, 2009

Pengertian Internet - Definisi Internet

Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet sesuai lewat google tentunya, dengan kata kunci yang Anda gunakan - Pengertian Internet , Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Pengertian Internet - Definisi Internet, Kata kunci yang mungkin terkait adalah: arti dari Internet, internet adalah, pengertian dari internet:

Pengertian Internet dan Intranet

Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP yang berisikan informasi dan sebagai sarana komunikasi data yang berupa suara, gambar, video dan juga teks
http://enengnurul.wordpress.com/2009/07/20/pengertian-internet-dan-intranet/





Sejarah Internet - Pengertian Internet

Sejarah Internet - Pengertian Internet - Internet dan sejarahnya tidak terlepas dari terbentuknya sebuah jaringan komputer yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), yaitu dengan mendomonstrasikan perpaduan antara Hardware dan Software dengan komputer berbasis UNIX, Komunikasi jarak jauh dapat dilakukan tanpa ada batasan yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
http://karodalnet.blogspot.com/2009/07/sejarah-internet.html


Pengertian Internet

Apakah Pengertian Internet itu? Internet sendiri berasal dari kata International Networking, yang maksudnya adalah dua komputer atau lebih yang saling berhubungan kemudian membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di dunia (internasional), yang saling berinteraksi dan juga saling bertukar informasi, sedangkan pengertian menurut segi ilmu pengetahuan, internet adalah sebuah perpustakaan besar yang didalamnya terdapat jutaan (bahkan milyaran) informasi atau data yang dapat berupa teks, grafik, audio maupun animasi dan lain lain dalam bentuk media elektronik.

http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-internet/

 


Saturday, December 19, 2009

Contoh Judul Skripsi S1 Hukum Perdata

Contoh Judul Skripsi S1 Hukum Perdata

STATUS ANAK ANGKAT MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Kasus Tentang Pengesahan Anak Angkat dan Pembagian Harta Warisan)

PENGGUNAAN LAYANAN JASA BANK SAFE DEPOSIT BOX PADA BANK JATENG DAN PERMASALAHANNYA

PERAN POLRI DALAM PENANGANAN KECELAKAAN LALU-LINTAS TABRAK LARI DI WILAYAH HUKUM POLTABES YOGYAKARTA

PELAKSANAAN PEMINDAHTANGANAN IZIN PEMILIK KIOS BERDASARKAN PASAL 14 PERATURAN DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI PASAR

PENGADAAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM SEJAK BERLAKUNYA KEPPRES NOMOR 55 TAHUN 1993 DI KABUPATEN DA

“ PERANAN SERIKAT PEKERJA DALAM PERLINDUNGAN HAK-HAK PEKERJA DI PT APAC INTI CORPORA ”

PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI TENAGA LISTRIK ANTARA PT PELAYANAN LISTRIK NASIONAL BATAM (PT PLN BATAM) DENGAN PELANGGAN STUD

TANGGUNG GUGAT ASURANSI AIG LIPPO ATAS PRODUK ASURANSI YANG TIDAK SESUAI DENGAN PENAWARAN DITINJAU DARI UU NO 8 TAHUN 1999

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KETIDAKPUASAN SEKSUAL SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN

PELAKSANAAN UU NOMOR 43 TAHUN 2000 TENTANG KEPEGAWAIAN

Tradisi Megalitik dalam Lintasan Prasejarah

Tradisi Megalitik dalam Lintasan Prasejarah

Timbulnya kebudayaan bersama-sama dengan adanya manusia pertama yang menggunakan akalnya. Sejarah kebudayaan meliputi waktu yang sama penjangnya dengan sejarah umat manusia, dari manusia yang pertama hingga waktu sekarang. Waktu yang panjang itu dalam sejarah manusia dibagi atas tiga zaman, yaitu zaman prasejarah, zaman protosejarah, dan zaman sejarah (Kherti, 1953:2).


Perkembangan budaya manusia pada masa prasejarah secara umum digambarkan berupa tahapan-tahapan yang memiliki-ciri tertentu. Budaya masyarakat prasejarah Indonesia dibagi menjadi tiga tingkatan penghidupan, yaitu pertama, masa berburu dan mengumpulkan makanan; masa bercocok tanam; dan tiga, masa kemahiran teknik (perundagian). Adanya tahapan perkembanganbudaya dengan cirri-ciri tertentu, kadangkala tidak ditemukan di semua wilayah. Beberapa wilayah di antaranya tidak memiliki temuan dari periode yang paling tua, tetapi memiliki tinggalan budaya yang lebih muda, seperti di Tanah Besemah kebudayaan prasejarah yang dilaluinya dalam bentuk kebudayaan
Batu Besar (Megalitikum).




Para ahli memperkirakan budaya megalitik yang masuk .ke Indonesia melalui dua gelombang besar. Gelombang pertama, yang disebut megalitik tua, diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar 2.500-1.500 tahun sebelum Masehi, ditandai oleh pendirian monument-monumen batu seperti menhir, Undak batu, dan patung-patung simbolis-monumental. Gelombang kedua disebut sebagai megalitik muda yang direkirakan masuk keIndonesia sekitar awal abad pertama sebelum Masehi hingga abad-abad pertama Masehi (Sartono, 1987:224). Monumen-monumen yang mewakili kelompok tinggalan Megalitik muda antra lain berupa monument peti kubur batu, dolmen dan sarkofagus.



Bangunan megalitikum tersebut hamper diseluruh kepulauan Indonesia. Bentuk banggunan kuno ini bermacam-macam dan meskipun sebuah bentuk berdiri sendiri ataupun beberapa merupakan satu kelompok. Maksud utama dari pendirian bangunan tersebut tidak luput dari latar belakang pemujaan nenek-moyang, dan pengharapan kesejahteraan bagi yang hidup, serta kesempurnaan bagi si mati (Poesponegoro, 1982:189). Banguan yang paling tua dengan bentuk tersebut dapat diduga umurnya secara nisbi (relaif). Bentuk-bentu tempat penguburan dapat berupa dolmen, peti kubur batu, bilik batu, dan lain-lain. Di tempat kuburan-kuburan semacam itu bisanya terdapat berbagai batu besar lainya sebagai pelengkap pemujaan nenek-moyang, seperti menhir, patung nenek-moyang, batu saji, batu lumping, batu lesung, batu batu damon, tenbok batu atau jaln yang berlapis batu.


Beberapa bentuk megalitik tadi mempunyai fungsi lain, misalnya dolmen, yang memiliki variasi bentuk yang tidak berfungsi sebagai kuburan, tetapi bentuk-bentuk yang menyerupai dolmen, dibuat untuk pelinggih roh atau persajian. Dolmen berfungsi sebagai pelinggih dikalangan masyarakat megalitik yang telah maju serta digunakan sebagai tempat duduk oleh kepala suku atau raja-raja, dan dipandang sebagai tempat keramat dalam melakukan pertemuan-pertemuan maupun upacara-upacara yang berhubungan dengan pemujaan arwah leluhur. Hal ini jelas sekali memperlihatkan suatu kepercayaan bahwa yang masih hidup dapat memperoleh berkah dari hubungan magis dengan nenek moyang memalui bagunan megalitik tersebut sebagai medium (Poesponegoro, 1982:196). Sebagai contoh, limping batu (lesung batu) dan batu dakon, sering didapatkan di lading atau sawah dan di pinggir-pinggir dusun, yang penempatannya mungkin bertujuan untuk mendapatkan kekuatan magis.






Friday, December 18, 2009

Seni kontemporer

Seni kontemporer
 
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi Seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern.

Kata “kontemporer” yang berasal dari kata “co” (bersama) dan “tempo” (waktu). Sehingga menegaskan bahwa seni kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Atau pendapat yang mengatakan bahwa “seni rupa kontemporer adalah seni yang melawan tradisi modernisme Barat”. Ini sebagai pengembangan dari wacana postmodern dan postcolonialism yang berusaha membangkitkan wacana pemunculan indegenous art. Atau khasanah seni lokal yang menjadi tempat tinggal (negara) para seniman.




Thursday, December 17, 2009

Sumber Energi untuk Gerak Otot

Sumber Energi untuk Gerak Otot

ATP (Adenosht Tri Phosphat) merupakan sumber energi utama untuk kontraksi otot. ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Kontraksi otot merupakan interaksi antara aktin dan miosin yang memerlukan ATP.

                      ATP ---- ADP + P
Aktin + Miosin ------------------------- Aktomiosin
                             ATPase


Fosfokreatin merupakan persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang terdapat dalam konsentrasi tinggi pada otot. Fosfokreatin tidak dapat dipakai langsung sebagai sumber energi, tetapi fosfokreatin dapat memberikan energinya kepada ADP.

                               kreatin
Fosfokreatin + ADP ----------------- keratin + ATP
                               Fosfokinase

Pada otot lurik jumlah fosfokreatin lebih dari lima kali jumlah ATP. Pemecahan ATP dan fosfokreatin untuk menghasilkan energy tidak memerlukan oksigen bebas. Oleh sebab itu , fase kontraksi otot sering disebut fase anaerob.



Mekanisme Gerak Otot

Mekanisme Gerak Otot

Dari hasil penelitian dan pengamatan dengan mikroskop elektron dan difraksi sinar X, Hansen dan Huxly (l955) mengemukkan teori kontraksi otot yang disebut model sliding filaments.
Model ini menyatakan bahwa kontraksi didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin.. Rangsangan yang diterima oleh asetilkolin menyebabkan aktomiosin mengerut (kontraksi). Kontraksi ini memerlukan energi.
Pada waktu kontraksi, filamen aktin meluncur di antara miosin ke dalam zona H (zona H adalah bagian terang di antara 2 pita gelap). Dengan demikian serabut otot menjadi memendek yang tetap panjangnya ialah ban A (pita gelap), sedangkan ban I (pita terang) dan zona H bertambah pendek waktu kontraksi.

Ujung miosin dapat mengikat ATP dan menghidrolisisnya menjadi ADP. Beberapa energi dilepaskan dengan cara memotong pemindahan ATP ke miosin yang berubah bentuk ke konfigurasi energi tinggi. Miosin yang berenergi tinggi ini kemudian mengikatkan diri dengan kedudukan khusus pada aktin membentuk jembatan silang. Kemudian simpanan energi miosin dilepaskan, dan ujung miosin lalu beristirahat dengan energi rendah, pada saat inilah terjadi relaksasi. Relaksasi ini mengubah sudut perlekatan ujung myosin menjadi miosin ekor. Ikatan antara miosin energi rendah dan aktin terpecah ketika molekul baru ATP bergabung dengan ujung miosin. Kemudian siklus tadi berulang Iagi.



Jaringan Syaraf

Jaringan Syaraf
 
Jaringan berfungsi untuk mengatur dan mengkoordinasi segala aktivitas tubuh. Jaringan ini dibentuk oleh sel-sel syaraf yang disebut neuron.

Neuron dibedakan atas : 
- dendrit : penjuluran keluar dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.
- badan sel : bagian sel syaraf yang mengandung inti dengan nukleolus di tangahnya. Badan sel syaraf terletak di pusat syaraf dan ganglion (kumpulan badan sel syaraf). Ganglion terletak di tempat-tempat tertentu seperti di kiri kanan sumsum tulang belakang.
 -  neurit (akson) : penjuluran panjang dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain.

Neurit memiliki selubung, yaitu :
- selubung mielin : selubung terdalam yang langsung membungkus neurit dan terdiri atas fosfolipid. Selubung ini berfungsi sebagai isolator dan juga berperan sebagai nutritif terhadap neurit.
- selubung neurilema (schwan) : terdiri dari sel schwan yang menghasilkan mielin. Neurilema berfungsi dalam regenerasi neurit dan dendrit yang rusak.

Antara neuron satu dengan neuron yang lain saling berhubungan. Tempat hubungannya disebut sinapsis.



Jaringan Epithelium

Jaringan Epithelium
 
Merupakan jaringan penutupi atau melapisi permukaan tubuh organisme, baik lapisan luar  atau lapisan dalam  (endotelium).
Fungsi Jaringan Epithelium:
-    absorpsi, sebagai alat penyerapan, ditemukan pada usus halus
-    sekresi, sebagai alat penghasil zat atau cairan yang bermanfaat, ditemukan pada kelenjar buntu
-    transport, sebagai alat pengangkutan, ditemukan pada pembuluh darah dan tubula ginjal
-    ekskresi, sebagai alat pembuangan sisa metabolisame à ditemukan pada kelenjar keringat
-    proteksi, sebagai alat perlindungan, ditemukan pada kulit
-    sensori, sebagai alat penerima rangsang, ditemukan pada alat indera 

Berdasarkan fungsinya epitelium dibedakan menjadi 3, yaitu epitelium proteksi, epitelium kelenjar dan epitelium sensori.
Kelenjar ada 2 macam, yauti :
a.   kelenjar eksokrin : kelenjar yang hasil sekresinya dialirkan melalui saluran. Misal kelenjar keringat dan kelenjar minyak.
b.  kelenjar endokrin : kelenjar yang hasil sekresinya tidak dialirkan melalui saluran tetapi langsung ke dalam darah. Misal kelenjar hipofisis, adrenal dan hormon

Bedasarkan bentuk dan susunan sel, epitelium dibedakan :
-    Epitelium pipih selapis : terdiri atas satu lapis sel berbetuk pipih. Pada peritoneum, pembuluh darah, pembeluh limphe, alveolus, kapsula glomereus.
-    Epitelium pipih berlapis banyak : terdiri atas banyak lapis sel dan lapisan terluarnya berbentuk pipih. Pada epidermis, rongga mulut, oesofagus, vagina dan rongga hidung.
-    Epitelium kubus selapis :  terdiri atas satu lapis sel berbentuk kubus. Pada nefron, ovarium, lensa mata.
-    Epitelium kubus berlapis banyak : terdiri banyak lapis sel dan lapisan terluar selnya berbentuk kubus. Pada saluran kelenjar minyak dan keringat.
-    Epitelium silindris selapis : terdiri atas satu lapis sel berbentuk silindris. Pada lambung, usus, rahim.
-    Epitelium silindris berlapis banyak :  terdiri atas banyak lapis sel dan lapisan terluar selnya berbentuk silindris. Pada uretra, faring, laring, saluran kelenjar susu, saluran kelenjar ludah.
-    Epitelium silindris berlapis banyak semu (silindris bersilia) : terdiri atas banyak lapis namun tidak terlihat dengan jelas dan lapisan terluar selnya berbentuk silindris bersilia. Pada bronkus, trakea, rongga hidung.
-    Epitelium transisional : epitel berlapis yang sel-selnya tidak dapat dapat digolongkan berdasarkan bentuknya, bila jaringannya mengembung bentuknya berubah. Pada kandung kemih, uretra.



Kelainan pada Otot

Kelainan pada Otot 
 
Kelainan pada otot dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
a. Atrofi
Atrofi merupakan suatu keadaan mengecilnya otot sehingga kehilangan kemampuan berkontraksi.

b. Kelelahan Otot
Kelelahan otot terjadi karena terus menerus melakukan aktivitas, dan bila ini berlanjut dapat terjadi kram.

c. Tetanus
Tetanus adalah otot vang terus menerus berkontraksi (tonus atau kejang) akibat serangan bakteri Clostridium tetani.

d. Miestenia Gravis
Miestenia Gravis adalah melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Penyebabnya
belum diketahui dengan pasti.

e. Kaku Leher (Stiff)
Stiff adalah peradangan otot trapesius leher sehingga leher terasa kaku. Stiff terjadi akibat kesalahan gerak.



Wednesday, December 16, 2009

Fungsi Otot

Fungsi Otot

Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. Umumnya otot berkontraksi bukan karena satu rangsangan, melainkan karena suatu rangkaian rangsangan berurutan.rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memeprkuat rangsangan kedua . dengan demikian terjadilah ketegangan atau tonus yang maksimum . tonus yang maksimum terus – menerus disebut tetanus.

Sifat Kerja Otot
Sifat kerja otot dibedakan atas antagonis dan sinergis seperti berikut ini:
a. Antagonis
Antagonis adalah kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya adalah:
1. Ekstensor( meluruskan) dan fleksor (membengkokkan), misalnya otot trisep dan otot bisep.
2. Abduktor (menjauhi badan) dan adductor (mendekati badan) misalnya gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna.
3. Depresor (ke bawah) dan adduktor ( ke atas), misalnya gerak kepala merunduk dan menengadah.
4. Supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup), misalnya gerak telapak tangan menengadah dan gerak telapak tangan menelungkup.

b. Sinergis
Sinergis adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Contohnya pronator teres dan pronator kuadratus.



Detail: Fungsi Otot

Jenis – Jenis Otot

Jenis – Jenis Otot

Berdasarkan bentuk morfologi, sistem kerja dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi tiga, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.

a.Otot lurik (Otot Rangka)
Otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja di bawah kesadaran. Pada otot lurik, fibril-fibrilnya mempunvai jalur-jalur melintang gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) yang tersusun berselang-selang. Sel-selnya berbentuk silindris dan mempunvai banvak inti. Otot rangka dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat berkali - kali. Otot rangka ini memiliki kumpulan serabut yang dibungkus oleh fasia super fasialis.
Gabungan otot berbentuk kumparan dan terdiri dari bagian:
1. ventrikel (empal), merupakan bagian tengah yang menggembung
2. urat otot (tendon), merupakan kedua ujung yang mengecil.

Urat otot (tendon) tersusun dari jaringan ikat dan bersifat keras serta liat. Berdasarkan cara melekatnya pada tulang, tendon dibedakan sebagai berikut ini:
1. Origo merupakan tendon yang melekat pada tulang yang tidak berubah kedudukannya ketika otot berkontraksi.
2. Insersio merupakan tendon yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot berkontraksi.
Otot yang dilatih terus menerus akan membesar atau mengalami hipertrofi, Sebaliknya jika otot tidak digunakan (tidak ada aktivitas) akan menjadi
kisut atau mengalami atrofi.


b. Otot Polos
Otot polos disebut juga otot tak sadar atau otot alat dalam (otot viseral). Otot polos tersusun dari sel – sel yang berbentuk kumparan halus. Masing – masing sel memiliki satu inti yang letaknya di tengah. Kontraksi otot polos
tidak menurut kehendak, tetapi dipersarafi oleh saraf otonom. Otot polos terdapat pada alat-alat dalam tubuh, misalnya pada:
1. Dinding saluran pencernaan
2. Saluran-saluran pernapasan
3. Pembuluh darah
4. Saluran kencing dan kelamin

 c. Otot Jantung
Otot jantung mempunyai struktur yang sama dengan otot lurik hanya saja serabut – serabutnya bercabang - cabang dan saling beranyaman serta dipersarafi oleh saraf otonom.
Letak inti sel di tengah. Dengan demikian, otot jantung disebut juga otot lurik yang bekerja tidak menurut kehendak.



Monday, December 14, 2009

Pembelajaran Dengan Strategi Ekspositori

Pembelajaran Dengan Strategi Ekspositori

Perilaku mengajar dengan strategi ekspositori  juga dinamakan model ekspositori.Model pengajaran ekspositori merupakan kegiatan mengajar yang terpusat pada guru. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi terperinci tentang bahan pengajaran. Tujuan utama pengajaran ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan , dan nilai-nilai kepada siswa. Hal yang esensial harus dijelaskan kepada siswa.

Peranan guru yang penting adalah sebagai berikut:
1.Penyusunan program pembelajaran
2.Pemberi informasi yang benar
3.Pemberi fasilitas belajar yang baik
4.Pembimbing siswa dalam pemerolehan informasi yang benar
5.Penilaian pemerolehan informasi

Peranan siswa yang penting adalah:
1.Pencari informasi yang benar
2.Pemakai media dan sumber yang benar
3.Menyelesaikan tugas sehubungan dengan penilaian guru

Hasil belajar yang dievaluasi adalah luas dan jumlah pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang dikuasai  siswa. Pada umumnya alat evaluasi hasil belajar yang digunakan adalah tes yang telah dibakukan atau tes buatan guru.



Sunday, December 13, 2009

Tipe Belajar Visual


Tipe Belajar Visual
 
Bagi siswa bertipe belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata/penglihatan (visual). Dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak dititik beratkan pada peragaan media, ajak mereka ke objek – objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut. Atau dengan cara menunjukan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.

Ciri-ciri tipe belajar Visual:
1).Bicara agak cepat
2).mementingkan penampilan dalam berpakaian (presentasi)
3).tidak mudah terganggu oleh keributan
4).lebih mudah mengingat yang dilihat daripada yang didengar
5).lebih suka membaca dari pada membacakan.
6).pembaca cepat dan tekun
7).seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan , tetapi tidak pandai memilih kata-kata
8).lebih suka melakukan  demonstrasi dari pada pidato
9).lebih suka musikdari pada seni
10).Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis  dan sringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.
11).Mengingat dengan Asosiasi Visual



Thursday, December 10, 2009

Bentuk dan Jenis Tulang

Bentuk dan Jenis Tulang
 
Tulang-tulang dalam tubuh manusia lebih kurang berjumlah  200 buah. Komponen – komponen penyusun tulang adalah air (25%), zat organic berupa serabut (30%), dan zat mineral terutama kalsium fosfat dan sedikit garam magnesium ( 45%).

Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan sebagai berikut:

1).Tulang Pipa (Tulang Panjang)
Tulang pipa berbentuk seperti tabung yang kedua ujungnya bulat (epifisis) dan bagian tengah silindris (diafisis). Hampir seluruh bagian terdiri-dari tulang kompak (tulang padat) dengan sedikit komponen tulang spongiosa (tulang berongga-rongga). Pada bagian dalam terdapat rongga berisi sumsum tulang. Contoh: Tulang paha, tungkai bawah, serta lengan atas dan lengan bawah.

2).Tulang Pendek
Tulang pendek berbentuk seperti seperti kubus atau pendek tidak beraturan. Tulang ini mempunyai inti tulang spongiosa yang dikelilingi tulang kompak. Contoh: tulang telapak tangan dan kaki, serta ruas-ruas tulang belakang.

3).Tulang Pipih
Tulang pipih berbentuk gepeng memipih. Tulang pipih mempunyai dua lapisan tulang kompak yang disebut lamina eksterna dan interna ossis karnii. Kedua lapisan dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa disebut diploe. Contoh, tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.

Berdasarkan jenisnya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.

1).Tulang Rawan (Kartilago)
Tulang rawan terdiri-dari sel-sel tulang yang mengeluarkan matriks disebut kondrin yang dihasilkan oleh kondroblast (sel-sel pembentuk kartilago). Lama kelamaan kondroblast terkurung oleh matriksnya sendiri dalam ruang yang disebut lacuna. Kondroblast dalam lacuna bersifat tidak aktif dan disebut kondrosit (sel tulang rawan).
Matriks pada tulang rawan umumnya adalah hialin yang homogen dan jernih. Matriks yang berserabut lebih banyak mengandung zat kalogen (zat perekat logam).

2).Tulang Keras (Osteon)
Tulang keras merupakan kumpulan sel-sel tulang yang mengeluarkan matriks yang mengandung senyawa kapur dan fosfat. Kedua senyawa ini menyebabkan tulang menjadi keras. Osteoblast pada lacuna menjadi tidak aktif dan disebut osteosit (sel tulang).

Tulang keras dibedakan menjadi dua , yaitu tulang kompak dan tulang spons (tulang berongga). Pada tulang keras atau tulang kompak, matriks tulang rapat dan padat, misalnya pada tulang pipa.

Pada tulang spons matriksnya berongga. Rongga-rongga pada tulang spons diisi oleh jaringan sumsum tulang. Apabila berwarna merah, berarti mengandung sel-sel darah merah, misalnya pada epifisis tulang pipa. Apabila berwarna kuning, berarti mengandung sel-sel lemak, misalnya pada diafisis tulang pipa.



Wednesday, December 9, 2009

Sejarah Datangnya Islam Di Indonesia

Sejarah Datangnya Islam Di Indonesia

Bilamana islam, baik sebagai agama maupun sebagai arus kebudayaanmula-mula memasuki Indonesia, tidak dapat dipastikan.

Di Leran (dekat gresik) terdapat sebuah batu bersurat dalam bahasa dan huruf Arab, yang  sebagian telah rusak sama sekali tulisannya. Batu itu memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan, bernama Fatimah Binti Maimun, sangat mungkin dalam tahun 1082 masehi.

Keterangan yang lebih nyata didapatkan dari masa timbulnya kerajaan majapahit. Seorang Italia dari Venetia, Marco polo namanya, dalam tahun 1292 singgah dibagian Utara Aceh dalam perjalanannya dari Tiongkok ke Persia melalui laut. Di Perlak (Peureula) ia menjumpai penduduk yang memeluk agama Islam, dan juga banyak pedagang Islam dari India yang giat menyebarkan agama Islam. Di Sekitar kota penduduknya masih kafir. Hal ini menunjukkan, bahwa peng Islaman di Peureula itu belum lama berlangsung.

Marco Polo mengunjungi pula berbagai tempat lainnya di ujung Utara Sumatera itu. Dikatakannya bahwa di tempat-tempat ini penduduknya masih belum Islam.
Keadaan ini rupanya sangat segera berubah. Di Samudra terdapat makam-makam raja Islam, diantaranya satu dari Sultan Malik al-Saleh yang meninggal dalam bulan Ramadhan tahun 676 Sesudah Hijrah Nabi (=1297 Masehi). Ini berarti, bahwa sesudah kunjungan Marco Polo itu samudra telah di Islamkan, sedangkan yang memerintahan adalah orang yang bergelar “Sultan”.

Dari keterangan – keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan , bahwa: tempat Islam memperoleh pijakannya yang nyata pertama di Indonesia adalah di Aceh Utara, sedangkan waktunya adalah menjelang akhir abad ke 13. Pembawa dan penyiarnya adalah pedagang-pedagang dari India dan cara pengislamannya berlangsung dengan damai.

Dari bentuk dan macamnya Jirat-jirat dipemakaman raja di Samudra itu dapat diketahui lebih lanjut, dari India bagian mana datangnya Islam di Negeri kita. Jirat-jirat serupa didapatkannya di Gujarat(Bagian barat India), sedangkan di antara jirat-jirat di Aceh itu adapula yang ternyata sisi dalam dari batunya berpahatkan relief-relief dari kuil Hindu di Gujarat.Rupanya, untuk makam-makam di Aceh itu sengaja didatangkan jirat-jirat yang sudah jadi, yang merupakan pula barang dagangan yang dibawa para pedagang dari India.



Membuat Jaringan Wifi

Membuat Jaringan Wifi 
 
Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpA menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peerto-peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.
 
Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam. Ada yang harus menekan tombol khusus baru kemudian aktif. Ada juga yang cukup mengaktifkannya melalui layar Windows Anda. Untuk mengaktifkannya melalui layar monitor; buka Control Panel, Network Connection, pada icon Wireless Network Connection klik kanan dan pilih Enable. Setelah itu, klik kanan kembali dan pilih View Available Wireless Network. Jika pada layar ada sebuah koneksi wireless tersedia, Anda tinggal pilih kemudian tekan tombol Connect.
 
 Buat Jaringan Wi-Fi Sendiri
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.
 
Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.
 
 Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.
 
Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer. Ada beberapa perangkat jaringan nirkabel yang tidak dapat menerima kunci WPA.
 
Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.
 
 Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.

sumber: PC MEDIA



Tuesday, December 8, 2009

Contoh Judul Skripsi S1 Pendidikan Matematika

Type your summary here 
Contoh Judul Skripsi S1 Pendidikan Matematika

Berikut ini ada beberapa contoh judul Skripsi Pendidikan Matematika, semoga dapat menginspirasi teman-teman semua dalam menulis Skripsi.

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF SETTING KOOPERATIF (PISK) PADA LIMIT FUNGSI ALJABAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI
Type rest of the post here


SKRIPSI PENGAMANAN PESAN RAHASIA MENGGUNAKAN ALGORITMA KRIPTOGRAFI ELGAMAL ATAS GRUP PERGANDAAN ZP

SKRIPSI PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN X

SKRIPSI PENGARUH METODE KOOPERATIF STAD DAN TAI YANG DIMODIFIKASI DENGAN PRAKTIKUM DENGAN MEMPERHATIKAN EQ (EMOTIONAL QUOTIENT) SISWA

SKRIPSI PENYELESAIAN PERSAMAAN NON-LINEAR METODE BISEKSI DAN METODE REGULA FALSI MENGGUNAKAN CARA KOMPUTASI

SKRIPSI TINGKAT PENGUASAAN OPERASI HITUNG PADA BILANGAN PECAHAN MURID KELAS VI SDN X

SKRIPSI PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING KEY RELATION-CHART DAN MODUL DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR

SKRIPSI PENGARUH AGRESITIVITAS DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SEMESTER 2 SMP NEGERI 1 X

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA TERHADAP PENGUASAAN KONSEP BELAJAR SISWA KELAS VII

ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL PROGRAM LINEAR PADA SISWA KELAS II SMA NEGERI X

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE RESITASI PADA SUB POKOK BAHASAN RELASI DAN FUNGSI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS VIII.

Semoga judul-judul skripsi Pendidikan Matematika di Atas, bisa menginspirasikan temen-temen dalam menulis skripsi. Terimakasih.







Contoh Judul Skripsi S1 Akuntansi

Contoh Judul Skripsi S1  Akuntansi

Berikut  ini adalah contoh-contoh judul skripsi S1 Akutansi, semoga dapat menginspirasikan teman-teman semua untuk menulis skripsi, terimakasih:

PENERAPAN SISTEM PENJUALAN DAN PEMBELIAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PERUSAHAAN CV. “JATI BERSAMA” MALANG.

Type rest of the post here
PENERAPAN TAX PLANNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI PEMBAYARAN BEBAN PAJAK PADA PERUSAHAAN PT. MALANG INTERMEDIA PERS (RADAR MALANG)

EVALUASI KEBIJAKAN KREDIT DALAM RANGKA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA KOPERASI CAHAYA MAJU PLOSO – JOMBANG

PERILAKU HARGA SAHAM DISEPUTAR PENGUMUMAN PEMBAGIAN DIVIDEN STUDI : PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA.

FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN OLEH BPR DALAM PEMBERIAN KREDIT (Studi Kasus BPR di Kabupaten Jombang)

ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI UNTUK MENILAI KINERJA MANAJER PRODUKSI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) PG. TJOEKIR JOMBANG

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO DAN NILAI KURS DOLLAR AS (USD) TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA

PENINGKATAN EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA RUMAH SAKIT UMUM Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

PERANAN INTERNAL AUDITOR DALAM MANAJEMEN UNTUK MENILAI EFISIENSI PENGELOLAAN PENJUALAN AIR MINUM PADA PDAM KABUPATEN MALANG

PENGARUH TINGKAT INFLASI, NILAI TINGKAT SUKU BUNGA SBI DAN NILAI KURS DOLLAR AS (USD) TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK JAKARTA

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA MANAJER PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ACCU LAKSUM DI SINGOSARI

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN TUBAN

ANALISIS PENERAPAN SISTEM ABC DALAM PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI UNTUK MENCAPAI TINGKAT HARGA JUAL YANG MAMPU BERSAING PADA PT. ANIKA USAHA LAMONGAN

ANALISIS KEBIJAKAN KREDIT UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA KOPERASI SERBA USAHA “MAKMUR SEJATI” MALANG

PENGARUH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN NOMOR 17 TAHUN 2000 TERHADAP LABA AKUNTANSI PERUSAHAAN (Studi Kasus pada PT. X)

IMPLEMENTASI TAX PLANNING SEBAGAI UPAYA EFISIENSI PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN YANG TERUTANG BAGI WAJIB PAJAK BADAN PADA PT. GANDUM MALANG

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN PERSEORANGAN (Study Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Batu)

EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN PIUTANG DAGANG DALAM USAHA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN INDAH CEMERLANG SINGOSARI MALANG

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KEBERHASILAN DALAM MENGELOLA MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN INDAH CEMERLANG MALANG

PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) DALAM UPAYA MENUJU EFISIENSI PEMBAYARAN BEBAN PAJAK PADA PT. MENTARI MASSEN TOYS INDONESIA

ANALISIS PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) PADA PERUSAHAAN MEDIA CETAK “MALANG POS” CEMERLANG MALANG

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN MANAJEMEN PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS BAGIAN PEMASARAN PADA PERUSAHAAN KERAMIK SOEHARTO

ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI UNTUK MENILAI TINGKAT EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PT. RYUDENDY MALANG

PERENCANAAN PAJAK PENGHASILAN DALAM USAHA PENGHEMATAN PAJAK PADA YAYASAN PERGURUAN ADVENT MALANG

ANALISIS PENERAPAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI DASAR PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DI MASA MENDATANG: STUDI PADA PERUSAHAAN MINUMAN BREAKDANCE REMBANG

ANGGARAN KAS SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KAS GUNA MENJAGA LIKUIDITAS PADA RSUD. DR. SAIFUL ANWAR MALANG

PERENCANAAN PAJAK DALAM UPAYA EFISIENSI PEMBAYARAN BEBAN PAJAK PADA PERUSAHAAN HF PRIMA

ANALISIS COST-VOLUME-PROFIT SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA PT. SAMPURNA KUNINGAN JUWANA PATI

PERENCANAAN PAJAK DALAM UPAYA EFISIENSI PEMBAYARAN BEBAN PAJAK PADA PT. GANDUM MALANG

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN KEGIATAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ACCA GARMENT MALANG

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PEMELIHARAAN AKTIVA TETAP (MESIN) UNTUK MENJAGA KELANCARAN PRODUKSI DI PABRIK GULA KEBON AGUNG M A L A N G

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PABRIK GULA KREMBUNG SIDOARJO

EVALUASI PENGELOLAAN PIUTANG DAN PERSEDIAAN UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PT. ADI WONO PERKASA JAYA

PERLAKUAN AKUNTANSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. ANEKA KARYA BAHRUL SENTOSA DI SURABAYA

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK SURABAYA

EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA MELALUI PENGENDALIAN PIUTANG DAGANG GUNA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN KARYA ABDI M A L A N G

PENGUKURAN PRESTASI PADA PUSAT BIAYA DENGAN MENGANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK TOP KERDJA K E R T O S O N O

PEMERIKSAAN OPERASIONAL UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENJUALAN PADA PT. PANGAN LESTARI DI SIDOARJO

ANALISIS PENGGUNAAN MODAL KERJA (PIUTANG DAN PERSEDIAAN BARANG) UNTUK MENGETAHUI EFISIENSI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN TEGEL BETON DAN SANITAIR WIJAYA KUSUMA M A L A N G (DOWNLOAD!!)

ANALISIS EFISIENSI BIAYA PRODUKSI GUNA MENUNJANG PELAKSANAAN PRODUKSI PADA PG. REDJOSARI DI MAGETAN

ANALISIS EFEKTIFITAS PENGENDALIAN AKTIFITAS PRODUKSI PADA PERUSAHAAN PENGALENGAN IKAN CV. PASIVIC HARAPAN SENTOSA DI BANYUWANGI

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN DI BURSA EFEK SURABAYA (Pada Industri Kertas dan Pulp)

ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI GUNA MENILAI PRESTASI MANAJER PADA PT. PG KEBONAGUNG MALANG

PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP BERWUJUD SERTA PENYAJIANNYA DALAM LAPORAN KEUANGAN (Studi Kasus pada PT. Karya Makmur Banyuwangi) .

ANALISIS RATIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. PURNAMA INDAH PUNTEN HOTEL B A T U

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN KERTAS YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK SURABAYA (DOWNLOAD!!)


PENGENDALIAN KAS GUNA MENJAGA LIKUIDITAS DAN MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN TEGEL “MALANG INDAH” DI MALANG

PERENCANAAN KAS SEBAGAI BAHAN BAGI MANAJEMEN DALAM MENGELOLA KEUANGAN PADA CV. GILANG PERMATA JEPARA JAWA TENGAH

ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN UNTUK MENILAI PRESTASI KERJA DEPARTEMEN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK “PAKU”

PEMERIKSAAN MANAJEMEN DALAM USAHA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS MANAJEMEN PADA BAGIAN PRODUKSI PT. INDUSTRI SANDANG II (Persero) UNIT PATAL LAWANG MALANG

ANALISIS RENTABILITAS SEBAGAI DASAR PENENTUAN TINGKAT EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL PADA PERUSAHAAN SEPATU PT. SEPATU INDAH GEMILANG MOJOKERTO

PENERAPAN METODE VARIABLE COSTING SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN KHUSUS PADA PERUSAHAAN GENTENG BETON “CITRA” MALANG

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA GUNA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN TENUN NASIONAL CV. HANA MULTI GUNA NGUNUT TULUNGAGUNG

PERLAKUAN AKUNTANSI YANG TEPAT UNTUK PENGAKUAN PENDAPATAN ATAS TRANSAKSI KONSINYASI DALAM RANGKA PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN YANG WAJAR PADA PT. MTG (MEGA TEXTIL GARMENT) DI SURABAYA

PENGAWASAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN PADA DISPENDA KABUPATEN DATI II PAMEKASAN


ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP VOLUME TRANSAKSI SAHAM BLUE CHIPS DI BURSA EFEK JAKARTA

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO PENJAMINAN BANK INDONESIA DAN RATA-RATA INDUSTRI BANK PESAING TERHADAP KEBIJAKSANAAN TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO PADA PT. BPR DHARMA INDRA LUMAJANG

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi  Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Seperti halnya pada tumbuhan, pertumbuhan dan perkembangan hewan dan juga manuisa dipengaruhi oleh factor-faktor dalam (internal) dan factor-faktor luar (eksternal). Faktor Dalam meliputi gen dan hormon, sedangkan Faktor luar antara lain nutrisi dan aktivitas.

a).Gen

Gen merupakan faktor penentu sifat yang dibwa oleh orang tua. Pola dasar pertumbuhan sangat ditentukan oleh gen. Misalnya warna kulit, tinggi tubuh, bentuk wajah, dan sifat-sifat lainnya. Bahkan sampai pada komponen-komponen yang terlibat dalam metabolisme di dalam tubuh. Sebagai contoh gen merupakan pengendali  sintesis protein yang membangun tubuh.

b).Hormon

Hormon merupakan suatu secret yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Secara umum fungsi hormone adalah melakukan integrasi dan koordinasi aktivitas sebagai jaringan dalam tubuh makhluk hidup. Diantara hormone tersebut ada yang berfungsi mempengaruhi pertumbuhan , yaitu hormone somototropin yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari (hipofisis). Hormon ini berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan rawan epifsis tulang-tulang panjang. Apabila kelenjar pituitari bekerja tidak normal akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan, misalnya kekerdilan, atau pertumbuhan raksasa. Sementara itu beberapa hormo turut meetukan perkembangan makhluk hidup , misalnya hormon androgen, dan testosteron yang mempengaruhi  ciri-ciri kedewasaan pria dan hormon esterogen yang menentukan ciri-ciri kedewasaan  pada wanita.

c).Nutrisi

Nutrisi merupakan factor utama bagi pertumbuhan. Makanan yang mempunyai peranan penting  dalam pertumbuhan yaitu protein(sebagai zat pembangun tubuh). Protein berperan dalam perbaikan jaringan dan pemeliharaan sel-sel tubuh, juga sebagai penyusun hormone , enzim, zat antibody, dan organel-organel lain. Fungsi-fungsi itu sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Selain itu, zat-zat makanan yang lainnya seperti karbohidrat , lemak, protein , mineral, vitamin juga mempengaruhi pertumbuhan.

Reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh seperti sintesis protein, respirasi sel, dan ekskresi memerlukan media berupa air. Air merupakan pelarut protoplasma , tempat terjadinya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Reaksi-reaksi kimia tersebut mengghasilkan energi , membantu memperbaiki  jaringan tubuh melalui pembentukan sel-sel baru.

d).Aktivitas

Melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat memperlancar metabolisme di dalam tubuh. Lancarnya metabolisme member tanda bahwa aktivitas pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Secara nyata, aktivitas fisik akan member dampak pada perkembangan struktur otot dan tulang. Sebagai contoh seorang olah ragawan mempunyai otot yang bagus .  Juga jika otot sering dilatih menggunakan beban terukur , otot akan berkembang dan terbentuk dengan baik serta kuat.

Saturday, December 5, 2009

Antropologi Sosial Budaya

Antropologi Sosial Budaya

Pada dasarnya Antropologi sosial  merupakan  perkembangan lebih lanjut dari antropologi budaya. Antropologi budaya memfokuskan kajiannya terhadap budaya umat manusia, sedangkan antropologi sosial mengkaji tentang masyarakat manusia. Berdasarkan ruang ingkup kajian tersebut , maka dapat dikatakan bahwa antropologi sosial bersumber dari ruang lingkup yang sama, karena masyarakat dan budaya merupakan satu kesatuan sistem yang tak terpisahkan, sehingga keduanya sering disebut sebagai antropologi sosial-budaya. Selain itu, istilah antropologi budaya juga masih digunakan untuk menyebut bidang kajian dari antropologi yang tidak mempelajari antropolohi fisik( yang secara khusus mempelajari tubuh manusia), bahkan istilah ini masih digunakan di Amerika dan Negara-negara lain, sedangkan istilah antropologi social digunakan di inggris pada awal abad ke-20 (sebelu tahun 1930) untuk membedakannya dari etnologi.

Kehadiran antropologi-sosial budaya (antropologi sosiokultural) relative masih sangat muda bila dibandingkan dengan ilmu sosial lainnya. Kehadirannya sejalan dengan kebutuhan kolonialisme sejak abad ke – 18. Pada saat itu orang-orang eropa banyak membutuhkan informasi dan pengetahuan mengenai penduduk yang dijajah, baik mengenai kehidupan sosialnya, maupun kehidupan budaya nya. Sejak itu antropologi berkembang atau bergerak kearah ilmu pengetahuan terapan yang sebelumnya hanya berkembang atau bergerak di kawasan kampus dan lembaga ilmu pengetahuan sebagai ilmu pengetahuan murni.. Bersamaan dengan itu, pola-pola penelitian lapangan dengan menggunakan metode etnografi pun berkembang.

Penelitian-penelitian antropologi untuk kepentingan praktis sebenarnyasudah dimulai sejak tahun 1930-an, yang dipelopori oleh Raymon Firth, antropologi dari inggris. Pada masa itu Raymon Firth melakukan penelitian ekonomi pedesaan terhadap  penduduk di daerah Oceania dan Malaysia.Sasarannya adalah gejala-gejala modernisasi ekonomi pedesaan seperti penanaman modal, pengarahan tenaga kerja, sistem produksi, pemasaran hasi pertanian, dan perikanan. Metode penelitian Raymon Firth ini dikenal sebagai antropologi ekonomi dan antropologi pembangunan.

Dalam perkembangan  selanjutnya, antropologi social-budaya bergerak pula di bidang kependudukan, pendidikan , kesehatan, hukum, politik, psikologi dan lain-lain.Pengkhususan penelitian ini pada akhirnya berkembang menjadi spesialisasi dari antropologi sosial-budaya, Seperti antropologi kependudukan/demografi, antropologi pendidikan, kesehatan dan antropologi politik.

Thursday, December 3, 2009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP KELAS 3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : IX/ 1

Standar Kompetensi :
1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar :

1.2 Mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen

Indikator :
1. Membedakan pengertian sebangun dan kongruen dua segitiga
2. Menyebutkan sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen

Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 2 pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran :
a. Siswa dapat membedakan dua bangun yang sebangun.
b. Siswa dapat membedakan dua segitiga yang sebangun
c. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat dua segitiga yang sebangun
d. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat dua segitiga yang kongruen
e. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun-bangun segitiga yang sebangun
dengan segitiga yang kongruen

B. Materi Ajar :
a. Bangun-bangun yang sebangun
b. Bangun-bangun yang kongruen

C. Metode Pembelajaran :
a. Diskusi
b. Pemberian tugas

D. Langkah-langkah Pembelajaran :

Pertemuan pertama

Pendahuluan :
Apersepsi : 1. mengingat kembali bangun-bangun datar ( segitiga, segi empat)
2. mengamati bangun-bangun datar disekitar siswa yang sebangun atau
kongruen

Motivasi : menyampaikan pada siswa bahwa materi ini dapat digunakan untuk
membantu menyelesaikan masalah sehari-hari

Kegiatan Inti:
a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan membagikan pada siswa model-model bangun segitiga
b. Siswa berdiskusi dengan teman sebangku untuk menentukan bangun-bangun yang segitiga yang sebangun dengan mengukur dan membandingkan panjang sisi-sisinya
c. Siswa berdiskusi dengan teman sebangku untuk menentukan bangun-bangun yang segitiga yang kongruen dengan mengukur dan membandingkan panjang sisi-sisinya
d. Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk menyampaikan hasil diskusi dengan menunjukkan perbedaan pasangan bangun segitiga yang sebangun atau kongruen dengan menyatakan/ menjelaskan alasannya

Penutup :
a. Dengan bantuan guru siswa membuat rangkuman
b. Refleksi guru dan siswa
c. Guru memberikan tugas

Pertemuan ke-2

Pendahuluan :
Apersepsi : 1. mengingat kembali perbedaan bangun-bangun segitiga yang sebangun
atau kongruen
2. mengamati bangun-bangun segitiga disekitar siswa yang sebangun
atau kongruen

Motivasi : Menyampaikan pada siswa bahwa materi ini dapat digunakan untuk
membantu menyelesaikan masalah sehari-hari

Kegiatan Inti :
a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan melanjutkan materi pertemuan sebelumnya
b. Siswa melanjutkan diskusi untuk mengidentifikasi bangun-bangun segitiga yang sebangun dan kongruen
c. Siswa menyebutkan sifat-sifat dua segitiga yang sebangun dan kongruen dari hasil diskusi
d. Guru memberikan macam-macam gambar bangun segitiga , siswa mengidentifikasi bangun-bangun segitiga yang sebangun dan kongruen
e. Siswa mengerjakan soal-soal latihan

Penutup :
f. Dengan bantuan guru siswa membuat rangkuman
g. Refleksi guru dan siswa
h. Guru memberikan tugas

E. Alat dan Sumber Bahan :
Buku teks, lingkungan , model bangun – bangun segitiga

F. Penilaian :
Tes tulis dan tes lisan
Bentuk instrument : tes uraian dan daftar pertanyaan
Instrument untuk tes lisan
1. Bangun-bangun segitiga manakah yang sebangun dan kongruen? mengapa ?
Contoh-contoh bangun yang dibagikan kesiswa

Instrumen tes tertulis
1. Perhatikan gambar berikut,
Pada segitiga ABC dan segitigaDEF di atas, tuliskan pasangan sisi dan sudut yang bersesuaian!

2.
Perhatikan gambar jajargenjang di atas!
a. Buktikan bahwa segitigaABC kongruen dengan segitigaCDA
b. Sebutkan pasangan sudut yang sama besar














Bandar Lampung,…………….2009

Mengetahui Kepala SMP……. Guru Mata Pelajaran



……………………………….. ………………………
NIP. NIP.


◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot