Thursday, December 17, 2009

Sumber Energi untuk Gerak Otot

Sumber Energi untuk Gerak Otot

ATP (Adenosht Tri Phosphat) merupakan sumber energi utama untuk kontraksi otot. ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Kontraksi otot merupakan interaksi antara aktin dan miosin yang memerlukan ATP.

                      ATP ---- ADP + P
Aktin + Miosin ------------------------- Aktomiosin
                             ATPase


Fosfokreatin merupakan persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang terdapat dalam konsentrasi tinggi pada otot. Fosfokreatin tidak dapat dipakai langsung sebagai sumber energi, tetapi fosfokreatin dapat memberikan energinya kepada ADP.

                               kreatin
Fosfokreatin + ADP ----------------- keratin + ATP
                               Fosfokinase

Pada otot lurik jumlah fosfokreatin lebih dari lima kali jumlah ATP. Pemecahan ATP dan fosfokreatin untuk menghasilkan energy tidak memerlukan oksigen bebas. Oleh sebab itu , fase kontraksi otot sering disebut fase anaerob.



Mekanisme Gerak Otot

Mekanisme Gerak Otot

Dari hasil penelitian dan pengamatan dengan mikroskop elektron dan difraksi sinar X, Hansen dan Huxly (l955) mengemukkan teori kontraksi otot yang disebut model sliding filaments.
Model ini menyatakan bahwa kontraksi didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin.. Rangsangan yang diterima oleh asetilkolin menyebabkan aktomiosin mengerut (kontraksi). Kontraksi ini memerlukan energi.
Pada waktu kontraksi, filamen aktin meluncur di antara miosin ke dalam zona H (zona H adalah bagian terang di antara 2 pita gelap). Dengan demikian serabut otot menjadi memendek yang tetap panjangnya ialah ban A (pita gelap), sedangkan ban I (pita terang) dan zona H bertambah pendek waktu kontraksi.

Ujung miosin dapat mengikat ATP dan menghidrolisisnya menjadi ADP. Beberapa energi dilepaskan dengan cara memotong pemindahan ATP ke miosin yang berubah bentuk ke konfigurasi energi tinggi. Miosin yang berenergi tinggi ini kemudian mengikatkan diri dengan kedudukan khusus pada aktin membentuk jembatan silang. Kemudian simpanan energi miosin dilepaskan, dan ujung miosin lalu beristirahat dengan energi rendah, pada saat inilah terjadi relaksasi. Relaksasi ini mengubah sudut perlekatan ujung myosin menjadi miosin ekor. Ikatan antara miosin energi rendah dan aktin terpecah ketika molekul baru ATP bergabung dengan ujung miosin. Kemudian siklus tadi berulang Iagi.



Jaringan Syaraf

Jaringan Syaraf
 
Jaringan berfungsi untuk mengatur dan mengkoordinasi segala aktivitas tubuh. Jaringan ini dibentuk oleh sel-sel syaraf yang disebut neuron.

Neuron dibedakan atas : 
- dendrit : penjuluran keluar dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.
- badan sel : bagian sel syaraf yang mengandung inti dengan nukleolus di tangahnya. Badan sel syaraf terletak di pusat syaraf dan ganglion (kumpulan badan sel syaraf). Ganglion terletak di tempat-tempat tertentu seperti di kiri kanan sumsum tulang belakang.
 -  neurit (akson) : penjuluran panjang dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain.

Neurit memiliki selubung, yaitu :
- selubung mielin : selubung terdalam yang langsung membungkus neurit dan terdiri atas fosfolipid. Selubung ini berfungsi sebagai isolator dan juga berperan sebagai nutritif terhadap neurit.
- selubung neurilema (schwan) : terdiri dari sel schwan yang menghasilkan mielin. Neurilema berfungsi dalam regenerasi neurit dan dendrit yang rusak.

Antara neuron satu dengan neuron yang lain saling berhubungan. Tempat hubungannya disebut sinapsis.



Jaringan Epithelium

Jaringan Epithelium
 
Merupakan jaringan penutupi atau melapisi permukaan tubuh organisme, baik lapisan luar  atau lapisan dalam  (endotelium).
Fungsi Jaringan Epithelium:
-    absorpsi, sebagai alat penyerapan, ditemukan pada usus halus
-    sekresi, sebagai alat penghasil zat atau cairan yang bermanfaat, ditemukan pada kelenjar buntu
-    transport, sebagai alat pengangkutan, ditemukan pada pembuluh darah dan tubula ginjal
-    ekskresi, sebagai alat pembuangan sisa metabolisame à ditemukan pada kelenjar keringat
-    proteksi, sebagai alat perlindungan, ditemukan pada kulit
-    sensori, sebagai alat penerima rangsang, ditemukan pada alat indera 

Berdasarkan fungsinya epitelium dibedakan menjadi 3, yaitu epitelium proteksi, epitelium kelenjar dan epitelium sensori.
Kelenjar ada 2 macam, yauti :
a.   kelenjar eksokrin : kelenjar yang hasil sekresinya dialirkan melalui saluran. Misal kelenjar keringat dan kelenjar minyak.
b.  kelenjar endokrin : kelenjar yang hasil sekresinya tidak dialirkan melalui saluran tetapi langsung ke dalam darah. Misal kelenjar hipofisis, adrenal dan hormon

Bedasarkan bentuk dan susunan sel, epitelium dibedakan :
-    Epitelium pipih selapis : terdiri atas satu lapis sel berbetuk pipih. Pada peritoneum, pembuluh darah, pembeluh limphe, alveolus, kapsula glomereus.
-    Epitelium pipih berlapis banyak : terdiri atas banyak lapis sel dan lapisan terluarnya berbentuk pipih. Pada epidermis, rongga mulut, oesofagus, vagina dan rongga hidung.
-    Epitelium kubus selapis :  terdiri atas satu lapis sel berbentuk kubus. Pada nefron, ovarium, lensa mata.
-    Epitelium kubus berlapis banyak : terdiri banyak lapis sel dan lapisan terluar selnya berbentuk kubus. Pada saluran kelenjar minyak dan keringat.
-    Epitelium silindris selapis : terdiri atas satu lapis sel berbentuk silindris. Pada lambung, usus, rahim.
-    Epitelium silindris berlapis banyak :  terdiri atas banyak lapis sel dan lapisan terluar selnya berbentuk silindris. Pada uretra, faring, laring, saluran kelenjar susu, saluran kelenjar ludah.
-    Epitelium silindris berlapis banyak semu (silindris bersilia) : terdiri atas banyak lapis namun tidak terlihat dengan jelas dan lapisan terluar selnya berbentuk silindris bersilia. Pada bronkus, trakea, rongga hidung.
-    Epitelium transisional : epitel berlapis yang sel-selnya tidak dapat dapat digolongkan berdasarkan bentuknya, bila jaringannya mengembung bentuknya berubah. Pada kandung kemih, uretra.



Kelainan pada Otot

Kelainan pada Otot 
 
Kelainan pada otot dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
a. Atrofi
Atrofi merupakan suatu keadaan mengecilnya otot sehingga kehilangan kemampuan berkontraksi.

b. Kelelahan Otot
Kelelahan otot terjadi karena terus menerus melakukan aktivitas, dan bila ini berlanjut dapat terjadi kram.

c. Tetanus
Tetanus adalah otot vang terus menerus berkontraksi (tonus atau kejang) akibat serangan bakteri Clostridium tetani.

d. Miestenia Gravis
Miestenia Gravis adalah melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Penyebabnya
belum diketahui dengan pasti.

e. Kaku Leher (Stiff)
Stiff adalah peradangan otot trapesius leher sehingga leher terasa kaku. Stiff terjadi akibat kesalahan gerak.



Wednesday, December 16, 2009

Fungsi Otot

Fungsi Otot

Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. Umumnya otot berkontraksi bukan karena satu rangsangan, melainkan karena suatu rangkaian rangsangan berurutan.rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memeprkuat rangsangan kedua . dengan demikian terjadilah ketegangan atau tonus yang maksimum . tonus yang maksimum terus – menerus disebut tetanus.

Sifat Kerja Otot
Sifat kerja otot dibedakan atas antagonis dan sinergis seperti berikut ini:
a. Antagonis
Antagonis adalah kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya adalah:
1. Ekstensor( meluruskan) dan fleksor (membengkokkan), misalnya otot trisep dan otot bisep.
2. Abduktor (menjauhi badan) dan adductor (mendekati badan) misalnya gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna.
3. Depresor (ke bawah) dan adduktor ( ke atas), misalnya gerak kepala merunduk dan menengadah.
4. Supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup), misalnya gerak telapak tangan menengadah dan gerak telapak tangan menelungkup.

b. Sinergis
Sinergis adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Contohnya pronator teres dan pronator kuadratus.



Detail: Fungsi Otot

Jenis – Jenis Otot

Jenis – Jenis Otot

Berdasarkan bentuk morfologi, sistem kerja dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi tiga, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.

a.Otot lurik (Otot Rangka)
Otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja di bawah kesadaran. Pada otot lurik, fibril-fibrilnya mempunvai jalur-jalur melintang gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) yang tersusun berselang-selang. Sel-selnya berbentuk silindris dan mempunvai banvak inti. Otot rangka dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat berkali - kali. Otot rangka ini memiliki kumpulan serabut yang dibungkus oleh fasia super fasialis.
Gabungan otot berbentuk kumparan dan terdiri dari bagian:
1. ventrikel (empal), merupakan bagian tengah yang menggembung
2. urat otot (tendon), merupakan kedua ujung yang mengecil.

Urat otot (tendon) tersusun dari jaringan ikat dan bersifat keras serta liat. Berdasarkan cara melekatnya pada tulang, tendon dibedakan sebagai berikut ini:
1. Origo merupakan tendon yang melekat pada tulang yang tidak berubah kedudukannya ketika otot berkontraksi.
2. Insersio merupakan tendon yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot berkontraksi.
Otot yang dilatih terus menerus akan membesar atau mengalami hipertrofi, Sebaliknya jika otot tidak digunakan (tidak ada aktivitas) akan menjadi
kisut atau mengalami atrofi.


b. Otot Polos
Otot polos disebut juga otot tak sadar atau otot alat dalam (otot viseral). Otot polos tersusun dari sel – sel yang berbentuk kumparan halus. Masing – masing sel memiliki satu inti yang letaknya di tengah. Kontraksi otot polos
tidak menurut kehendak, tetapi dipersarafi oleh saraf otonom. Otot polos terdapat pada alat-alat dalam tubuh, misalnya pada:
1. Dinding saluran pencernaan
2. Saluran-saluran pernapasan
3. Pembuluh darah
4. Saluran kencing dan kelamin

 c. Otot Jantung
Otot jantung mempunyai struktur yang sama dengan otot lurik hanya saja serabut – serabutnya bercabang - cabang dan saling beranyaman serta dipersarafi oleh saraf otonom.
Letak inti sel di tengah. Dengan demikian, otot jantung disebut juga otot lurik yang bekerja tidak menurut kehendak.



Monday, December 14, 2009

Pembelajaran Dengan Strategi Ekspositori

Pembelajaran Dengan Strategi Ekspositori

Perilaku mengajar dengan strategi ekspositori  juga dinamakan model ekspositori.Model pengajaran ekspositori merupakan kegiatan mengajar yang terpusat pada guru. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi terperinci tentang bahan pengajaran. Tujuan utama pengajaran ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan , dan nilai-nilai kepada siswa. Hal yang esensial harus dijelaskan kepada siswa.

Peranan guru yang penting adalah sebagai berikut:
1.Penyusunan program pembelajaran
2.Pemberi informasi yang benar
3.Pemberi fasilitas belajar yang baik
4.Pembimbing siswa dalam pemerolehan informasi yang benar
5.Penilaian pemerolehan informasi

Peranan siswa yang penting adalah:
1.Pencari informasi yang benar
2.Pemakai media dan sumber yang benar
3.Menyelesaikan tugas sehubungan dengan penilaian guru

Hasil belajar yang dievaluasi adalah luas dan jumlah pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang dikuasai  siswa. Pada umumnya alat evaluasi hasil belajar yang digunakan adalah tes yang telah dibakukan atau tes buatan guru.



Sunday, December 13, 2009

Tipe Belajar Visual


Tipe Belajar Visual
 
Bagi siswa bertipe belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata/penglihatan (visual). Dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak dititik beratkan pada peragaan media, ajak mereka ke objek – objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut. Atau dengan cara menunjukan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.

Ciri-ciri tipe belajar Visual:
1).Bicara agak cepat
2).mementingkan penampilan dalam berpakaian (presentasi)
3).tidak mudah terganggu oleh keributan
4).lebih mudah mengingat yang dilihat daripada yang didengar
5).lebih suka membaca dari pada membacakan.
6).pembaca cepat dan tekun
7).seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan , tetapi tidak pandai memilih kata-kata
8).lebih suka melakukan  demonstrasi dari pada pidato
9).lebih suka musikdari pada seni
10).Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis  dan sringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.
11).Mengingat dengan Asosiasi Visual



Thursday, December 10, 2009

Bentuk dan Jenis Tulang

Bentuk dan Jenis Tulang
 
Tulang-tulang dalam tubuh manusia lebih kurang berjumlah  200 buah. Komponen – komponen penyusun tulang adalah air (25%), zat organic berupa serabut (30%), dan zat mineral terutama kalsium fosfat dan sedikit garam magnesium ( 45%).

Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan sebagai berikut:

1).Tulang Pipa (Tulang Panjang)
Tulang pipa berbentuk seperti tabung yang kedua ujungnya bulat (epifisis) dan bagian tengah silindris (diafisis). Hampir seluruh bagian terdiri-dari tulang kompak (tulang padat) dengan sedikit komponen tulang spongiosa (tulang berongga-rongga). Pada bagian dalam terdapat rongga berisi sumsum tulang. Contoh: Tulang paha, tungkai bawah, serta lengan atas dan lengan bawah.

2).Tulang Pendek
Tulang pendek berbentuk seperti seperti kubus atau pendek tidak beraturan. Tulang ini mempunyai inti tulang spongiosa yang dikelilingi tulang kompak. Contoh: tulang telapak tangan dan kaki, serta ruas-ruas tulang belakang.

3).Tulang Pipih
Tulang pipih berbentuk gepeng memipih. Tulang pipih mempunyai dua lapisan tulang kompak yang disebut lamina eksterna dan interna ossis karnii. Kedua lapisan dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa disebut diploe. Contoh, tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.

Berdasarkan jenisnya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.

1).Tulang Rawan (Kartilago)
Tulang rawan terdiri-dari sel-sel tulang yang mengeluarkan matriks disebut kondrin yang dihasilkan oleh kondroblast (sel-sel pembentuk kartilago). Lama kelamaan kondroblast terkurung oleh matriksnya sendiri dalam ruang yang disebut lacuna. Kondroblast dalam lacuna bersifat tidak aktif dan disebut kondrosit (sel tulang rawan).
Matriks pada tulang rawan umumnya adalah hialin yang homogen dan jernih. Matriks yang berserabut lebih banyak mengandung zat kalogen (zat perekat logam).

2).Tulang Keras (Osteon)
Tulang keras merupakan kumpulan sel-sel tulang yang mengeluarkan matriks yang mengandung senyawa kapur dan fosfat. Kedua senyawa ini menyebabkan tulang menjadi keras. Osteoblast pada lacuna menjadi tidak aktif dan disebut osteosit (sel tulang).

Tulang keras dibedakan menjadi dua , yaitu tulang kompak dan tulang spons (tulang berongga). Pada tulang keras atau tulang kompak, matriks tulang rapat dan padat, misalnya pada tulang pipa.

Pada tulang spons matriksnya berongga. Rongga-rongga pada tulang spons diisi oleh jaringan sumsum tulang. Apabila berwarna merah, berarti mengandung sel-sel darah merah, misalnya pada epifisis tulang pipa. Apabila berwarna kuning, berarti mengandung sel-sel lemak, misalnya pada diafisis tulang pipa.



Wednesday, December 9, 2009

Sejarah Datangnya Islam Di Indonesia

Sejarah Datangnya Islam Di Indonesia

Bilamana islam, baik sebagai agama maupun sebagai arus kebudayaanmula-mula memasuki Indonesia, tidak dapat dipastikan.

Di Leran (dekat gresik) terdapat sebuah batu bersurat dalam bahasa dan huruf Arab, yang  sebagian telah rusak sama sekali tulisannya. Batu itu memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan, bernama Fatimah Binti Maimun, sangat mungkin dalam tahun 1082 masehi.

Keterangan yang lebih nyata didapatkan dari masa timbulnya kerajaan majapahit. Seorang Italia dari Venetia, Marco polo namanya, dalam tahun 1292 singgah dibagian Utara Aceh dalam perjalanannya dari Tiongkok ke Persia melalui laut. Di Perlak (Peureula) ia menjumpai penduduk yang memeluk agama Islam, dan juga banyak pedagang Islam dari India yang giat menyebarkan agama Islam. Di Sekitar kota penduduknya masih kafir. Hal ini menunjukkan, bahwa peng Islaman di Peureula itu belum lama berlangsung.

Marco Polo mengunjungi pula berbagai tempat lainnya di ujung Utara Sumatera itu. Dikatakannya bahwa di tempat-tempat ini penduduknya masih belum Islam.
Keadaan ini rupanya sangat segera berubah. Di Samudra terdapat makam-makam raja Islam, diantaranya satu dari Sultan Malik al-Saleh yang meninggal dalam bulan Ramadhan tahun 676 Sesudah Hijrah Nabi (=1297 Masehi). Ini berarti, bahwa sesudah kunjungan Marco Polo itu samudra telah di Islamkan, sedangkan yang memerintahan adalah orang yang bergelar “Sultan”.

Dari keterangan – keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan , bahwa: tempat Islam memperoleh pijakannya yang nyata pertama di Indonesia adalah di Aceh Utara, sedangkan waktunya adalah menjelang akhir abad ke 13. Pembawa dan penyiarnya adalah pedagang-pedagang dari India dan cara pengislamannya berlangsung dengan damai.

Dari bentuk dan macamnya Jirat-jirat dipemakaman raja di Samudra itu dapat diketahui lebih lanjut, dari India bagian mana datangnya Islam di Negeri kita. Jirat-jirat serupa didapatkannya di Gujarat(Bagian barat India), sedangkan di antara jirat-jirat di Aceh itu adapula yang ternyata sisi dalam dari batunya berpahatkan relief-relief dari kuil Hindu di Gujarat.Rupanya, untuk makam-makam di Aceh itu sengaja didatangkan jirat-jirat yang sudah jadi, yang merupakan pula barang dagangan yang dibawa para pedagang dari India.



Membuat Jaringan Wifi

Membuat Jaringan Wifi 
 
Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpA menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peerto-peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.
 
Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam. Ada yang harus menekan tombol khusus baru kemudian aktif. Ada juga yang cukup mengaktifkannya melalui layar Windows Anda. Untuk mengaktifkannya melalui layar monitor; buka Control Panel, Network Connection, pada icon Wireless Network Connection klik kanan dan pilih Enable. Setelah itu, klik kanan kembali dan pilih View Available Wireless Network. Jika pada layar ada sebuah koneksi wireless tersedia, Anda tinggal pilih kemudian tekan tombol Connect.
 
 Buat Jaringan Wi-Fi Sendiri
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.
 
Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.
 
 Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.
 
Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer. Ada beberapa perangkat jaringan nirkabel yang tidak dapat menerima kunci WPA.
 
Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.
 
 Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.

sumber: PC MEDIA



Tuesday, December 8, 2009

Contoh Judul Skripsi S1 Pendidikan Matematika

Type your summary here 
Contoh Judul Skripsi S1 Pendidikan Matematika

Berikut ini ada beberapa contoh judul Skripsi Pendidikan Matematika, semoga dapat menginspirasi teman-teman semua dalam menulis Skripsi.

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF SETTING KOOPERATIF (PISK) PADA LIMIT FUNGSI ALJABAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI
Type rest of the post here


SKRIPSI PENGAMANAN PESAN RAHASIA MENGGUNAKAN ALGORITMA KRIPTOGRAFI ELGAMAL ATAS GRUP PERGANDAAN ZP

SKRIPSI PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN X

SKRIPSI PENGARUH METODE KOOPERATIF STAD DAN TAI YANG DIMODIFIKASI DENGAN PRAKTIKUM DENGAN MEMPERHATIKAN EQ (EMOTIONAL QUOTIENT) SISWA

SKRIPSI PENYELESAIAN PERSAMAAN NON-LINEAR METODE BISEKSI DAN METODE REGULA FALSI MENGGUNAKAN CARA KOMPUTASI

SKRIPSI TINGKAT PENGUASAAN OPERASI HITUNG PADA BILANGAN PECAHAN MURID KELAS VI SDN X

SKRIPSI PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING KEY RELATION-CHART DAN MODUL DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR

SKRIPSI PENGARUH AGRESITIVITAS DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SEMESTER 2 SMP NEGERI 1 X

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA TERHADAP PENGUASAAN KONSEP BELAJAR SISWA KELAS VII

ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL PROGRAM LINEAR PADA SISWA KELAS II SMA NEGERI X

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE RESITASI PADA SUB POKOK BAHASAN RELASI DAN FUNGSI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS VIII.

Semoga judul-judul skripsi Pendidikan Matematika di Atas, bisa menginspirasikan temen-temen dalam menulis skripsi. Terimakasih.







Contoh Judul Skripsi S1 Akuntansi

Contoh Judul Skripsi S1  Akuntansi

Berikut  ini adalah contoh-contoh judul skripsi S1 Akutansi, semoga dapat menginspirasikan teman-teman semua untuk menulis skripsi, terimakasih:

PENERAPAN SISTEM PENJUALAN DAN PEMBELIAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PERUSAHAAN CV. “JATI BERSAMA” MALANG.

Type rest of the post here
PENERAPAN TAX PLANNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI PEMBAYARAN BEBAN PAJAK PADA PERUSAHAAN PT. MALANG INTERMEDIA PERS (RADAR MALANG)

EVALUASI KEBIJAKAN KREDIT DALAM RANGKA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA KOPERASI CAHAYA MAJU PLOSO – JOMBANG

PERILAKU HARGA SAHAM DISEPUTAR PENGUMUMAN PEMBAGIAN DIVIDEN STUDI : PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA.

FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN OLEH BPR DALAM PEMBERIAN KREDIT (Studi Kasus BPR di Kabupaten Jombang)

ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI UNTUK MENILAI KINERJA MANAJER PRODUKSI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) PG. TJOEKIR JOMBANG

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO DAN NILAI KURS DOLLAR AS (USD) TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA

PENINGKATAN EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA RUMAH SAKIT UMUM Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

PERANAN INTERNAL AUDITOR DALAM MANAJEMEN UNTUK MENILAI EFISIENSI PENGELOLAAN PENJUALAN AIR MINUM PADA PDAM KABUPATEN MALANG

PENGARUH TINGKAT INFLASI, NILAI TINGKAT SUKU BUNGA SBI DAN NILAI KURS DOLLAR AS (USD) TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK JAKARTA

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA MANAJER PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ACCU LAKSUM DI SINGOSARI

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN TUBAN

ANALISIS PENERAPAN SISTEM ABC DALAM PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI UNTUK MENCAPAI TINGKAT HARGA JUAL YANG MAMPU BERSAING PADA PT. ANIKA USAHA LAMONGAN

ANALISIS KEBIJAKAN KREDIT UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA KOPERASI SERBA USAHA “MAKMUR SEJATI” MALANG

PENGARUH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN NOMOR 17 TAHUN 2000 TERHADAP LABA AKUNTANSI PERUSAHAAN (Studi Kasus pada PT. X)

IMPLEMENTASI TAX PLANNING SEBAGAI UPAYA EFISIENSI PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN YANG TERUTANG BAGI WAJIB PAJAK BADAN PADA PT. GANDUM MALANG

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN PERSEORANGAN (Study Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Batu)

EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN PIUTANG DAGANG DALAM USAHA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN INDAH CEMERLANG SINGOSARI MALANG

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KEBERHASILAN DALAM MENGELOLA MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN INDAH CEMERLANG MALANG

PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) DALAM UPAYA MENUJU EFISIENSI PEMBAYARAN BEBAN PAJAK PADA PT. MENTARI MASSEN TOYS INDONESIA

ANALISIS PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) PADA PERUSAHAAN MEDIA CETAK “MALANG POS” CEMERLANG MALANG

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN MANAJEMEN PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS BAGIAN PEMASARAN PADA PERUSAHAAN KERAMIK SOEHARTO

ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI UNTUK MENILAI TINGKAT EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PT. RYUDENDY MALANG

PERENCANAAN PAJAK PENGHASILAN DALAM USAHA PENGHEMATAN PAJAK PADA YAYASAN PERGURUAN ADVENT MALANG

ANALISIS PENERAPAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI DASAR PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DI MASA MENDATANG: STUDI PADA PERUSAHAAN MINUMAN BREAKDANCE REMBANG

ANGGARAN KAS SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KAS GUNA MENJAGA LIKUIDITAS PADA RSUD. DR. SAIFUL ANWAR MALANG

PERENCANAAN PAJAK DALAM UPAYA EFISIENSI PEMBAYARAN BEBAN PAJAK PADA PERUSAHAAN HF PRIMA

ANALISIS COST-VOLUME-PROFIT SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA PT. SAMPURNA KUNINGAN JUWANA PATI

PERENCANAAN PAJAK DALAM UPAYA EFISIENSI PEMBAYARAN BEBAN PAJAK PADA PT. GANDUM MALANG

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN KEGIATAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ACCA GARMENT MALANG

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PEMELIHARAAN AKTIVA TETAP (MESIN) UNTUK MENJAGA KELANCARAN PRODUKSI DI PABRIK GULA KEBON AGUNG M A L A N G

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PABRIK GULA KREMBUNG SIDOARJO

EVALUASI PENGELOLAAN PIUTANG DAN PERSEDIAAN UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PT. ADI WONO PERKASA JAYA

PERLAKUAN AKUNTANSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. ANEKA KARYA BAHRUL SENTOSA DI SURABAYA

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK SURABAYA

EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA MELALUI PENGENDALIAN PIUTANG DAGANG GUNA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN KARYA ABDI M A L A N G

PENGUKURAN PRESTASI PADA PUSAT BIAYA DENGAN MENGANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK TOP KERDJA K E R T O S O N O

PEMERIKSAAN OPERASIONAL UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENJUALAN PADA PT. PANGAN LESTARI DI SIDOARJO

ANALISIS PENGGUNAAN MODAL KERJA (PIUTANG DAN PERSEDIAAN BARANG) UNTUK MENGETAHUI EFISIENSI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN TEGEL BETON DAN SANITAIR WIJAYA KUSUMA M A L A N G (DOWNLOAD!!)

ANALISIS EFISIENSI BIAYA PRODUKSI GUNA MENUNJANG PELAKSANAAN PRODUKSI PADA PG. REDJOSARI DI MAGETAN

ANALISIS EFEKTIFITAS PENGENDALIAN AKTIFITAS PRODUKSI PADA PERUSAHAAN PENGALENGAN IKAN CV. PASIVIC HARAPAN SENTOSA DI BANYUWANGI

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN DI BURSA EFEK SURABAYA (Pada Industri Kertas dan Pulp)

ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI GUNA MENILAI PRESTASI MANAJER PADA PT. PG KEBONAGUNG MALANG

PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP BERWUJUD SERTA PENYAJIANNYA DALAM LAPORAN KEUANGAN (Studi Kasus pada PT. Karya Makmur Banyuwangi) .

ANALISIS RATIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. PURNAMA INDAH PUNTEN HOTEL B A T U

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN KERTAS YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK SURABAYA (DOWNLOAD!!)


PENGENDALIAN KAS GUNA MENJAGA LIKUIDITAS DAN MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN TEGEL “MALANG INDAH” DI MALANG

PERENCANAAN KAS SEBAGAI BAHAN BAGI MANAJEMEN DALAM MENGELOLA KEUANGAN PADA CV. GILANG PERMATA JEPARA JAWA TENGAH

ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN UNTUK MENILAI PRESTASI KERJA DEPARTEMEN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK “PAKU”

PEMERIKSAAN MANAJEMEN DALAM USAHA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS MANAJEMEN PADA BAGIAN PRODUKSI PT. INDUSTRI SANDANG II (Persero) UNIT PATAL LAWANG MALANG

ANALISIS RENTABILITAS SEBAGAI DASAR PENENTUAN TINGKAT EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL PADA PERUSAHAAN SEPATU PT. SEPATU INDAH GEMILANG MOJOKERTO

PENERAPAN METODE VARIABLE COSTING SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN KHUSUS PADA PERUSAHAAN GENTENG BETON “CITRA” MALANG

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA GUNA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN TENUN NASIONAL CV. HANA MULTI GUNA NGUNUT TULUNGAGUNG

PERLAKUAN AKUNTANSI YANG TEPAT UNTUK PENGAKUAN PENDAPATAN ATAS TRANSAKSI KONSINYASI DALAM RANGKA PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN YANG WAJAR PADA PT. MTG (MEGA TEXTIL GARMENT) DI SURABAYA

PENGAWASAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN PADA DISPENDA KABUPATEN DATI II PAMEKASAN


ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP VOLUME TRANSAKSI SAHAM BLUE CHIPS DI BURSA EFEK JAKARTA

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO PENJAMINAN BANK INDONESIA DAN RATA-RATA INDUSTRI BANK PESAING TERHADAP KEBIJAKSANAAN TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO PADA PT. BPR DHARMA INDRA LUMAJANG

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi  Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Seperti halnya pada tumbuhan, pertumbuhan dan perkembangan hewan dan juga manuisa dipengaruhi oleh factor-faktor dalam (internal) dan factor-faktor luar (eksternal). Faktor Dalam meliputi gen dan hormon, sedangkan Faktor luar antara lain nutrisi dan aktivitas.

a).Gen

Gen merupakan faktor penentu sifat yang dibwa oleh orang tua. Pola dasar pertumbuhan sangat ditentukan oleh gen. Misalnya warna kulit, tinggi tubuh, bentuk wajah, dan sifat-sifat lainnya. Bahkan sampai pada komponen-komponen yang terlibat dalam metabolisme di dalam tubuh. Sebagai contoh gen merupakan pengendali  sintesis protein yang membangun tubuh.

b).Hormon

Hormon merupakan suatu secret yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Secara umum fungsi hormone adalah melakukan integrasi dan koordinasi aktivitas sebagai jaringan dalam tubuh makhluk hidup. Diantara hormone tersebut ada yang berfungsi mempengaruhi pertumbuhan , yaitu hormone somototropin yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari (hipofisis). Hormon ini berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan rawan epifsis tulang-tulang panjang. Apabila kelenjar pituitari bekerja tidak normal akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan, misalnya kekerdilan, atau pertumbuhan raksasa. Sementara itu beberapa hormo turut meetukan perkembangan makhluk hidup , misalnya hormon androgen, dan testosteron yang mempengaruhi  ciri-ciri kedewasaan pria dan hormon esterogen yang menentukan ciri-ciri kedewasaan  pada wanita.

c).Nutrisi

Nutrisi merupakan factor utama bagi pertumbuhan. Makanan yang mempunyai peranan penting  dalam pertumbuhan yaitu protein(sebagai zat pembangun tubuh). Protein berperan dalam perbaikan jaringan dan pemeliharaan sel-sel tubuh, juga sebagai penyusun hormone , enzim, zat antibody, dan organel-organel lain. Fungsi-fungsi itu sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Selain itu, zat-zat makanan yang lainnya seperti karbohidrat , lemak, protein , mineral, vitamin juga mempengaruhi pertumbuhan.

Reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh seperti sintesis protein, respirasi sel, dan ekskresi memerlukan media berupa air. Air merupakan pelarut protoplasma , tempat terjadinya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Reaksi-reaksi kimia tersebut mengghasilkan energi , membantu memperbaiki  jaringan tubuh melalui pembentukan sel-sel baru.

d).Aktivitas

Melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat memperlancar metabolisme di dalam tubuh. Lancarnya metabolisme member tanda bahwa aktivitas pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Secara nyata, aktivitas fisik akan member dampak pada perkembangan struktur otot dan tulang. Sebagai contoh seorang olah ragawan mempunyai otot yang bagus .  Juga jika otot sering dilatih menggunakan beban terukur , otot akan berkembang dan terbentuk dengan baik serta kuat.

Saturday, December 5, 2009

Antropologi Sosial Budaya

Antropologi Sosial Budaya

Pada dasarnya Antropologi sosial  merupakan  perkembangan lebih lanjut dari antropologi budaya. Antropologi budaya memfokuskan kajiannya terhadap budaya umat manusia, sedangkan antropologi sosial mengkaji tentang masyarakat manusia. Berdasarkan ruang ingkup kajian tersebut , maka dapat dikatakan bahwa antropologi sosial bersumber dari ruang lingkup yang sama, karena masyarakat dan budaya merupakan satu kesatuan sistem yang tak terpisahkan, sehingga keduanya sering disebut sebagai antropologi sosial-budaya. Selain itu, istilah antropologi budaya juga masih digunakan untuk menyebut bidang kajian dari antropologi yang tidak mempelajari antropolohi fisik( yang secara khusus mempelajari tubuh manusia), bahkan istilah ini masih digunakan di Amerika dan Negara-negara lain, sedangkan istilah antropologi social digunakan di inggris pada awal abad ke-20 (sebelu tahun 1930) untuk membedakannya dari etnologi.

Kehadiran antropologi-sosial budaya (antropologi sosiokultural) relative masih sangat muda bila dibandingkan dengan ilmu sosial lainnya. Kehadirannya sejalan dengan kebutuhan kolonialisme sejak abad ke – 18. Pada saat itu orang-orang eropa banyak membutuhkan informasi dan pengetahuan mengenai penduduk yang dijajah, baik mengenai kehidupan sosialnya, maupun kehidupan budaya nya. Sejak itu antropologi berkembang atau bergerak kearah ilmu pengetahuan terapan yang sebelumnya hanya berkembang atau bergerak di kawasan kampus dan lembaga ilmu pengetahuan sebagai ilmu pengetahuan murni.. Bersamaan dengan itu, pola-pola penelitian lapangan dengan menggunakan metode etnografi pun berkembang.

Penelitian-penelitian antropologi untuk kepentingan praktis sebenarnyasudah dimulai sejak tahun 1930-an, yang dipelopori oleh Raymon Firth, antropologi dari inggris. Pada masa itu Raymon Firth melakukan penelitian ekonomi pedesaan terhadap  penduduk di daerah Oceania dan Malaysia.Sasarannya adalah gejala-gejala modernisasi ekonomi pedesaan seperti penanaman modal, pengarahan tenaga kerja, sistem produksi, pemasaran hasi pertanian, dan perikanan. Metode penelitian Raymon Firth ini dikenal sebagai antropologi ekonomi dan antropologi pembangunan.

Dalam perkembangan  selanjutnya, antropologi social-budaya bergerak pula di bidang kependudukan, pendidikan , kesehatan, hukum, politik, psikologi dan lain-lain.Pengkhususan penelitian ini pada akhirnya berkembang menjadi spesialisasi dari antropologi sosial-budaya, Seperti antropologi kependudukan/demografi, antropologi pendidikan, kesehatan dan antropologi politik.

Thursday, December 3, 2009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP KELAS 3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : IX/ 1

Standar Kompetensi :
1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar :

1.2 Mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen

Indikator :
1. Membedakan pengertian sebangun dan kongruen dua segitiga
2. Menyebutkan sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen

Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 2 pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran :
a. Siswa dapat membedakan dua bangun yang sebangun.
b. Siswa dapat membedakan dua segitiga yang sebangun
c. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat dua segitiga yang sebangun
d. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat dua segitiga yang kongruen
e. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat bangun-bangun segitiga yang sebangun
dengan segitiga yang kongruen

B. Materi Ajar :
a. Bangun-bangun yang sebangun
b. Bangun-bangun yang kongruen

C. Metode Pembelajaran :
a. Diskusi
b. Pemberian tugas

D. Langkah-langkah Pembelajaran :

Pertemuan pertama

Pendahuluan :
Apersepsi : 1. mengingat kembali bangun-bangun datar ( segitiga, segi empat)
2. mengamati bangun-bangun datar disekitar siswa yang sebangun atau
kongruen

Motivasi : menyampaikan pada siswa bahwa materi ini dapat digunakan untuk
membantu menyelesaikan masalah sehari-hari

Kegiatan Inti:
a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan membagikan pada siswa model-model bangun segitiga
b. Siswa berdiskusi dengan teman sebangku untuk menentukan bangun-bangun yang segitiga yang sebangun dengan mengukur dan membandingkan panjang sisi-sisinya
c. Siswa berdiskusi dengan teman sebangku untuk menentukan bangun-bangun yang segitiga yang kongruen dengan mengukur dan membandingkan panjang sisi-sisinya
d. Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk menyampaikan hasil diskusi dengan menunjukkan perbedaan pasangan bangun segitiga yang sebangun atau kongruen dengan menyatakan/ menjelaskan alasannya

Penutup :
a. Dengan bantuan guru siswa membuat rangkuman
b. Refleksi guru dan siswa
c. Guru memberikan tugas

Pertemuan ke-2

Pendahuluan :
Apersepsi : 1. mengingat kembali perbedaan bangun-bangun segitiga yang sebangun
atau kongruen
2. mengamati bangun-bangun segitiga disekitar siswa yang sebangun
atau kongruen

Motivasi : Menyampaikan pada siswa bahwa materi ini dapat digunakan untuk
membantu menyelesaikan masalah sehari-hari

Kegiatan Inti :
a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan melanjutkan materi pertemuan sebelumnya
b. Siswa melanjutkan diskusi untuk mengidentifikasi bangun-bangun segitiga yang sebangun dan kongruen
c. Siswa menyebutkan sifat-sifat dua segitiga yang sebangun dan kongruen dari hasil diskusi
d. Guru memberikan macam-macam gambar bangun segitiga , siswa mengidentifikasi bangun-bangun segitiga yang sebangun dan kongruen
e. Siswa mengerjakan soal-soal latihan

Penutup :
f. Dengan bantuan guru siswa membuat rangkuman
g. Refleksi guru dan siswa
h. Guru memberikan tugas

E. Alat dan Sumber Bahan :
Buku teks, lingkungan , model bangun – bangun segitiga

F. Penilaian :
Tes tulis dan tes lisan
Bentuk instrument : tes uraian dan daftar pertanyaan
Instrument untuk tes lisan
1. Bangun-bangun segitiga manakah yang sebangun dan kongruen? mengapa ?
Contoh-contoh bangun yang dibagikan kesiswa

Instrumen tes tertulis
1. Perhatikan gambar berikut,
Pada segitiga ABC dan segitigaDEF di atas, tuliskan pasangan sisi dan sudut yang bersesuaian!

2.
Perhatikan gambar jajargenjang di atas!
a. Buktikan bahwa segitigaABC kongruen dengan segitigaCDA
b. Sebutkan pasangan sudut yang sama besar














Bandar Lampung,…………….2009

Mengetahui Kepala SMP……. Guru Mata Pelajaran



……………………………….. ………………………
NIP. NIP.


Sunday, November 29, 2009

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2006/2007 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.

Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.

Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:

1.kerangka dasar dan struktur kurikulum,
2.beban belajar,
3.kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
4.kalender pendidikan.

SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

TEORI KURIKULUM

TEORI KURIKULUM

Suatu perangkat pernyataan yang memberikan makna terhadap kurikulum sekolah; makna tersebut terjadi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum, karena adanya petunjuk perkembangan, penggunaan dan evaluasi kurikulum.

PERKEMBANGAN TEORI KURIKULUM

1).Franklin Bobbit : kehidupan manusia terbentuk oleh sejumlah kecakapan, diperoleh melalui pendidikan yakni penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap, kebiasaan, apresiasi à TUJUAN Kurikulum. Keseluruhan tujuan & pengalaman menjadi bahan kajian teori kurikulum

2).1920 : pengaruh pendidikan progresif berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak. Isi kurikulum didasarkan pada minat & kebutuhan siswa

3).Caswell : konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat à kurikulum interaktif yang menekankan pada partisipasi guru

4).1947 : dirumuskan 3 tugas teori kurikulum :
a.Identifikasi masalah yang muncul dalam pengembangan kurikulum
 b.Menghubungkan masalah dengan struktur yang mendukungnya
c.Meramalkan pendekatan di masa yang akan datang

5).Ralph W Tyler : 4 pertanyaan pokok inti kajian kurikulum :
a.Tujuan
b.Pengalaman pendidikan
c.Organisasi pengalaman
d.Evaluasi

6).1963 : Beauchamp : teori kurikulum berhubungan erat dengan teori-teori lain
         Othanel Smith : sumbangan filsafat terhadap teori kurikulum (perumusan tujuan & penyusunan bahan)

7).Mc Donald (1964) : 4 sistem dalam persekolahan yakni kurikulum, pengajaran, mengajar, belajar

8).Beauchamp (1960 – 1965) : 6 komponen kurikulum sebagai bidang studi (1) landasan kurikulum, (2) isi kurikulum, (3) disain kurikulum, (4) rekayasa kurikulum, (5) evaluasi kurikulum, (6) penelitian dan pengembangan

9).Mauritz Johnson (1967) : membedakan kurikulum (tujuan) dengan proses pengembangan kurikulum. Pengalaman belajar merupakan bagian dari pengajaran

Wednesday, November 25, 2009

AgroWisata

AgroWisata

SECARA sederhana pengertian agrowisata atau wisataagro adalah kegiatan wisata yang berlokasi atau berada di kawasan pertanian secara umum, lebih dikhususkan pada areal hortikultura. Pengembangan agrowisata pada konsep universal dapat ditempuh melalui diversifikasi dan peningkatan kualitas sesuai dengan persyaratan yang diminta konsumen dan pasar global. Sedangkan pada konsep uniqueness, konsumen ditawarkan kepada produk spesifik yang bersifat unik.  Keinginan masyarakat untuk menikmati objek-objek spesifik seperti udara yang segar, pemandangan yang indah, pengolahan produk secara tradisional, maupun produk-produk pertanian/perkebunan modern dan spesifik, akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang pesat.

Istilah Agrowisata juga dikenal dengan Wisataagro telah dikenal 3-5 tahun yang lalu. Beberapa kalangan telah mengemukakan definisi atau pengertian mengenai Agrowisata. Namun secara sederhana pengertian Agrowisata atau wisataagro adalah kegiatan wisata yang berlokasi atau berada di kawasan pertanian secara umum lebih dikhususkan pada areal Holtikultura dalam hal ini pada lahan buah-buahan.


Kecenderungan itu merupakan pertanda tingginya permintaan akan agrowisata dan sekaligus membuka peluang bagi pengembangan produk-produk agrobisnis, baik dalam bentuk kawasan ataupun produk pertanian yang mempunyai daya tarik spesifik. Hamparan areal tanaman yang luas seperti pada areal perkebunan, dan hortikultura di samping menyajikan pemandangan dan udara yang segar, juga merupakan media pendidikan bagi masyarakat dalam dimensi yang sangat luas, mulai dari pendidikan tentang kegiatan usaha di bidang masing-masing, sampai kepada pendidikan tentang keharmonisan dan kelestarian alam.

Objek wisataagro tidak hanya terbatas kepada objek dengan skala hamparan yang luas seperti yang dimiliki oleh areal perkebunan, tetapi juga skala kecil yang karena keunikannya dapat menjadi objek wisata yang menarik. Cara pembuatan gula kelapa misalnya, juga merupakan salah satu contoh dari kegiatan yang dapat dijual kepada wisatawan. Di samping mengandung muatan kultural dan pendidikan juga dapat menjadi media promosi, karena dipastikan pengunjung akan tertarik untuk membeli gula merah yang dihasilkan perajin.  Dengan demikian wisataagro bukan semata merupakan usaha/bisnis di bidang jasa bagi pemenuhan konsumen akan pemandangan yang indah dan udara yang segar, namun juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian/perkebunan dan menjadi media pendidikan masyarakat, dsb.

STRATEGI
Pengembangan agrowisata juga tak beda dari mengembangkan usaha yang lain. Biasanya diawali dari penetapan visi, misi, strategi, sampai ke evaluasi. Secara otomatis, hal itu ditetapkan dengan mempertimbangkan dinamika untuk meningkatkan daya saing agrobisnis dalam perdagangan global, nasional, regional, maupun lokal, lewat analisis SWOT atau strenght (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang/kesempatan), threat (ancaman).
Pada era persaingan global yang semakin kompleks ini, maka faktor efisiensi merupakan faktor kunci dalam pengembangan agrobisnis, termasuk wisataagro. Pergerakan ke arah efisiensi tersebut menuntut kemampuan manajerial, profesionalisme dalam pengelolaan usaha dan penggunaan teknologi maju.

Dengan demikian, peran teknologi informasi dan promosi usaha serta kemampuan dalam menyiasati pasar dengan berbagai karakteristiknya, akan menjadi komponen yang sangat penting untuk selalu dicermati. Pada bagian lain wisataagro cenderung dominan kepada menjual jasa sumberdaya alam, untuk itu aspek kelestarian alam harus mendapat perhatian utama.
Sesuai dengan cakupan tersebut, maka upaya pengembangan wisataagro secara garis besar mencakup aspek pengembangan sumberdaya manusia, sumberdaya alam, promosi, dukungan sarana san kelembagaan.

Sumberdaya Manusia
Sumberdaya manusia mulai dari pengelola sampai kepada masyarakat berperan penting dalam keberhasilan pengembangan wisataagro. Kemampuan pengelola wisataagro dalam menetapkan target sasaran dan menyediakan, mengemas, menyajikan paket-paket wisata serta promosi yang terus menerus sesuai dengan potensi yang dimiliki, sangat menentukan keberhasilan dalam mendatangkan wisatawan.  Dalam hal ini keberadaan/peran pemandu wisata dinilai sangat penting. Kemampuan pemandu wisata yang memiliki pengetahuan ilmu dan keterampilan menjual produk wisata sangat menentukan. Pengetahuan pemandu wisata seringkali tidak hanya terbatas kepada produk dari objek wisata yang dijual, tetapi juga pengetahuan umum terutama hal-hal yang lebih mendalam berkaitan dengan produk wisata tersebut.

Ketersediaan dan upaya penyiapan tenaga pemandu wisataagro saat ini dinilai masih terbatas. Pada jenjang pendidikan formal seperti pendidikan pariwisata, mata ajaran wisataagro dinilai belum memadai sesuai dengan potensi wisataagro di Indonesia. Sebaliknya pada pendidikan pertanian, mata ajaran kepariwisataan juga praktis belum diajarkan.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut pemandu wisata agro dapat dibina dari pensiunan dan atau tenaga yang masih produktif dengan latar belakang pendidikan pertanian atau pariwisata dengan tambahan kursus singkat pada bidang yang belum dikuasainya. Dalam kaitan ini kerjasama antara objek wisataagro dengan biro perjalanan, perhotelan, dan jasa angkutan sangat berperan. Salah satu metoda promosi yang dinilai efektif dalam mempromosikan objek wisataagro adalah metoda "tasting". Yaitu memberi kesempatan kepada calon konsumen / wisatawan untuk datang dan menentukan pilihan konsumsi dan menikmati produk tanpa pengawasan berlebihan sehingga wisatawan merasa betah. Kesan konsumen itu akan menciptakan promosi tahap kedua dan berantai dengan sendirinya.

Faktor sumberdaya alam dan lingkungan tersebut mencakup sumberdaya objek wisata yang dijual, serta lingkungan sekitar termasuk masyarakat. Untuk itu upaya mempertahankan kelestraian dan keasrian sumberdaya alam dan lingkungan yang dijual sangat menentukan keberlanjutan usaha.  Kondisi lingkungan masyarakat sekitar juga menentukan minat wisatawan untuk berkunjung. Sebaik apapun objek wisata yang ditawarkan, apabila masyarakat sekitar tidak menerima kehadirannya, akan menyulitkan dalam pengembangan. Antara usaha wisata agro dengan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan terdapat hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Usaha wisataagro berkelanjutan membutuhkan terbinanya sumberdaya alam dan lingkungan yang lestari, sebaliknya dari usaha bisnis yang dihasilkannya dapat diciptakan sumberdaya alam dan lingkungan yang lestari.

Perlu diingat pula usaha wisataagro bersifat jangka panjang dan hampir tidak mungkin sebagai usaha jangka pendek. Untuk itu segala usaha perlu dilakukan dalam perspektif jangka panjang. Sekali konsumen/wisatawan mendapatkan kesan buruk, dapat berdampak jangka panjang untuk mengembalikannya.  Kehadiran konsumen/wisatawan juga ditentukan oleh kemudahan-kemudahan yang diciptakan, mulai dari pelayanan yang baik, kemudahan akomodasi dan transportasi sampai kepada kesadaran masyarakat sekitarnya. Upaya menghilangkan hal-hal yang bersifat formal, kaku dan menciptakan suasana santai serta kesan bersih dan aman, merupakan aspek penting yang perlu diciptakan. Pengembangan wisataagro memerlukan pula dukungan semua pihak, seperti pemerintah yang bertindak sebagai fasilitator dalam mendukung berkembangnya wisataagro dalam bentuk kemudahan perizinan, infra struktur, dan lainnya.
Kondisi perekonomian dan persaingan global yang semakin kompleks, menuntut kreativitas pengembangan usaha yang kompetitif, sesuai dengan keunggulan yang dimiliki. Wisataagro merupakan salah satu usaha agrobisnis yang prospektif untuk dikembangkan. Namun demikian tantangan yang dihadapi dalam pembangunan wisataagro ke depan sangat besar, terutama berkaitan dengan kesiapan SDM, promosi dan dukungan prasarana pengembangan. Untuk itu diperlukan langkah bersama antara pemerintah, pengusaha wisata agro, lembaga terkait dan masyarakat. Upaya terobosan perlu dirancang untuk lebih meningkatkan kinerja dan peran wisataagro.


Ada satu hal Yang menarik dan menjadi daya tarik tersendiri dalam penanganan Agrowisata. Pengunjung diberi kesempatan untuk melakukan panen sendiri buah-buahan yang ada dikebun. Selanjumya hasil panen tersebut akan diKimbang dan dihargai oleh pengunjung dengan harga sesuai yang telah ditetapkan oleh pengelola. Diharapkan dengan cara atau kiat tersebut akan memberi kepuasan serta pengalaman yang tidak terlupakan bagi para Wisatawan.
Desa Wisata Guci terletak 1 km dari pos retribusi masuk OW Guci. Disana terdapat rumah-rumah warga yang masih asli dari jaman dulu hingga saat ini.
Bangunannya yang masih asli dapat mengingatkan kita pada jaman dimana kita belum terlahir di alam dunia ini. kita bisa menggali sejarah dan juga berpelualang wisata rohani pada malam harinya yang dipandu oleh Bapak basuki Rahmat yang juga menjabat Kepala Desa Guci. Keramah tamahan warga desa yang tanpa basa-basi akan siap berbaur dengan wisatawan yang bermalam di desa Guci, tentunya dengan berbagai acara yang menarik yang bisa diikuti wisatawan agar liburan  serasa betul kembali ke alam. Desa Tanjung meliputi 3 (tiga) pendukuhan, Jumlah penduduknya ± 1.595 orang dan rumah penduduk ± 320 buah, dibagi dalam 3 RW dan 11 RT. Mayoritas penduduknya adalah petani.
Sawah yang ada disekitarnya untuk latihan Mluku, Nggaru, Tandur, Panen, Angon Bebek, Padusan Sapi, Proses tanam hingga panen sayur dan lain-lain. Sedangkan sawah atau jurit malam dipergunakan untuk Pramuka menguji mental dan dapat menjadi muatan local / local content untuk pelajaran-pelajaran di sekolah bagi bapak dan ibu guru.


Sumber: srimulyadi.blogspot.com, pptpgm.wordpress.com/pariwisata/agro-wisata/

Detail: AgroWisata

Antropologi Budaya

Antropologi Budaya

Antropologi budaya sangat berkaitan erat dengan penelaahan tentang hal-hal yang berhubungan dengan kebudayaan seperti ilmu pengetahuan, bahasa, kepercayaan, hokum, agama, kebiasaan, musik, dan larangan-larangan. Kebudayaan ini merupakan konsep yang sangat penting untuk memahami antropologi. Secara umum, subdisiplin antropologi yang berhubungan dengan kebudayaan manusia ini antara lain arkeologi, antropologi linguistic dan etnologi.

ARKEOLOGI
Arkeologi berasal dari kata archaic yang berarti kuno. Itulah sebabnya arkeologi biasa juga disebut sejarah kuno atau sejarah purba. Istilah yang sering dipakai adalah prasejarah karena kajian arkeologi mempelajari sejarah umat manusia sebelum diketemukannya tulisan. (Masih ada kelanjutan Tulisanya.....)

Tuesday, November 24, 2009

Manfaat Sosiometri dalam Bimbingan.

Manfaat Sosiometri dalam Bimbingan.

Dengan mempelajari data sosiometri seorang konselor dapat :

  1. Menemukan murid mana yang ternyata mempunyai masalah penyesuaian diridalam kelompoknya.
  2. Membantu meningkatkan partisipasi sosial diantara murid-murid denganpenerimaan sosialnya.
  3. Membantu meningkatkan pemahaman dan pengertian murid terhadap masalah pergaulan yang sedang dialami oleh individu tertentu.
  4. Merencanakan program yang konstruktif untuk menciptakan iklim sosial yang lebih baik dan sekaligus membantu mengatasi masalah penyesuaian di kelastertentu.

Cara untuk menciptakan suasana / iklim sosial yang baik : Membentuk kelompok belajar / kelompok kerja . Mempersatukan kelompok minoritas dalam klik di dalamsatu kelas. Menciptakan hubungan baik dan harmonis Membangun perasaan berhasil dan berprestasi. Hendaknya ditanamkan rasa bahwa kalau kompak, akan berhasil baik.

Cara Membuat Antena Wajan Bolic

Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet sesuai lewat google tentunya, dengan kata kunci yang Anda gunakan - Cara Membuat Antena Wajan Bolic, Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Cara Membuat Antena Wajan Bolic, Kata kunci yang mungkin terkait adalah: Cara Membuat Wajan Bolic, Cara bikin Antena Wajan Bolic, Bagaimana Membuat Antena Wajan Bolic:

Membuat Antena USB Wajan Bolic

Dimasa sekarang kita sudah tau jaringan tanpa kabel yaitu Wireless, jaringan ini sudah di legalkan oleh pemerintah pada tahun 2005.. dan sekarang untuk akses jaringan ini kita memerlukan perangkat keras berupa Akses point, WLAN, dan juga USB wi-fi yang bekerja pada frekwensi 2,4 Ghz.. dan apabila kos-kosan kita dekat area hotspot kita hanya memerlukan salah satu perangkat keras diatas, kl kos-kosan kita jauh gimana yah??,, sekarang kita membahas tentang cara membuat antena wajan bolic yang sekarang lagi naik daun. Antena wajan bolic bertujuan untuk memperhemat dana dari pada membeli antena grid atau yagi yang mahal itu, tapi bisa juga sih antena wajan bolic dibuat untuk mecrack keamanan ISP.kekeke langsung saja kita ke topik permasalahan yaitu :

Source: http://yahman.wordpress.com/2007/07/09/membuat-antena-usb-wajan-bolic/


Cara Membuat dan merakit Antena Wajan Bolic

BAHAN

1. Wajan diameter 36″ (semakin besar diametr semakin bagus)

2. PVC paralon tipis diameter 3″ 1 meter

3. Doff 3″ (tutup PVC paralon) 2 buah

4. Aluminium foil

5. Baut + mur ukuran 12 atau 14
 

 Source: http://cak-win.blogspot.com/2009/04/cara-membuat-dan-merakit-antena-wajan.html


Tutorial Membuat Antena Wajan Bolic

LATAR BELAKANG

  • Untuk meningkatkan jarak jangkauan wireless LAN diperlukan antena eksternal dengan gain yang lebih tinggi dari antenna standard
  • Antena eksternal High Gain harganya relative mahal
  • Banyak barang-barang yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari yang dapat digunakan untuk membuat antenna High Gain dengan cara mudah dan biaya ringan
Source: http://www.rizkialfatih.com/2008/01/03/tutorial-membuat-antena-wajan-bolic.mra

Cara Buat Antena WajanBolic


Ni artikel sebetulnya sudah banyak yang mengupas, mengulas dan meng-copas, termasuk teman saya mantan dedengkot Orari juga seneng experimen bikin antena keq gini, juga Pak Lurah client saya yg punya usaha sampingan bengkel las malah dapat orderan dari ISP buat nglobangin puluhan Wajan dan merangkai pralonnya.

Source: http://solocybercity.wordpress.com/2009/01/25/cara-buat-antena-wajanbolic/

Cara Merakit Antena Wajanbolic

Antena WajanBolic
Kenapa disebut WajanBolic?
  • Wajan : penggorengan, alat dapur buat masak
  • Bolic : parabolic
  • WajanBolic : Antena parabolic yg dibuat dari wajan
    Karena berasal dari wajan maka kesempurnaannya tidak sebanding dg ntenna parabolic yg sesungguhnya.
  • Artikel versi pdf, bisa di donlot di sini :
Source: http://delindo.blogdetik.com/2008/07/24/cara-merakit-antena-wajanbolic/

Membuat Antenna Wireless dari Wajan Bolic dengan Radio USB WiFi D-Link DWL-G120


 UJI COBA MEMBUAT SENDIRI WIRELESS ANTENNA WAJAN BOLIC

DENGAN USB D-LINK DWL-G120

A.) Langkah awal adalah mempersiapkan bahan.
1 buah Wajan penggorengan diameter 36* cm
1 batang Pipa paralon diameter 1” panjang +/- 50* cm
2 buah Tutup pipa paralon paralon diameter 1”
1 buahKlem Antenna
1 buahBesi siku untuk rangka Klem Antenna
2 buahBaut + Sekrup diameter 1 cm
1 buahKaleng Susu bekas + Tutup Plastik
1 buahUSB Wireless D-Link DWL-G120 + USB Cable
1 buahUTP Cable CAT 5E panjang maximum 20 M

Source; http://my.opera.com/m4m4n/blog/membuat-antenna-wireless-dari-wajan-boli

 

 


Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga

Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga

Siklus kehidupan setiap keluarga mempunyai tahapan-tahapan. Seperti individu-individu yang mengalami tahap pertumbuhan dan perkembangan yang berturut-turut, keluarga juga mengalami tahap perkembangan yang berturut-turut. Adapun tahap-tahap perkembangan menurut Duvall dan Miller dalam Friedman (1998) adalah :

1) Tahap I : keluarga pemula
Perkawinan dari sepasang insan menandai bermulanya sebuah keluarga baru dan perpindahan dari keluarga asal atau status lajang ke hubungan baru yang intim.

2) Tahap II : keluarga sedang mengasuh anak
Dimulai dengan kelahiran anak pertama hingga bayi berusia 30 bulan.

3) Tahap III : keluarga dengan anak usia pra sekolah
Dimulai ketika anak pertama berusia dua setengah tahun, dan berakhir ketika anak berusia lima tahun.

4) Tahap IV : keluarga dengan anak usia sekolah
Dimulai ketika anak pertama telah berusia enam tahun dan mulai masuk sekolah dasar dan berakhir pada usia 13 tahun, awal dari masa remaja.

5) Tahap V : keluarga dengan anak remaja
Dimulai ketika anak pertama melewati umur 13 tahun, berlangsung selama enam hingga tujuh tahun. Tahap ini dapat lebih singkat jika anak meninggalkan keluarga lebih awal atau lebih lama jika anak masih tinggal
di rumah hingga berumur 19 atau 20 tahun.

6) Tahap VI : keluarga yang melepas anak usia dewasa muda
Ditandai oleh anak pertama meninggalkan rumah orang tua dan berakhir dengan “rumah kosong,” ketika anak terakhir meninggalkan rumah. Tahap ini dapat singkat atau agak panjang, tergantung pada berapa banyak anak yang belum menikah yang masih tinggal di rumah. Fase ini ditandai oleh
tahun-tahun puncak persiapan dari dan oleh anak -anak untuk kehidupan dewasa yang mandiri.

7) Tahap VII : orangtua usia pertengahan
Dimulai ketika anak terakhir meninggalkan rumah dan berakhir pada saa t pensiun atau kematian salah satu pasangan.

8)Tahap VIII : keluarga dalam masa pensiun dan lansia
Dimulai dengan salah satu atau kedua pasangan memasuki masa pensiun, hingga salah satu pasangan meninggal dan berakhir dengan pasangan lainnya meninggal. Sedangkan tugas-tugas perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah menurut Duvall dan Miller, Carter dan McGoldrik dalam Friedman (1998) yaitu :
1) Mensosialisasikan anak-anak, termasuk meningkatkan prestasi sekolah
dan mengembangkan hubungan dengan teman seba ya yang sehat.
2) Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan .
3) Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga.

Monday, November 23, 2009

Antropologi Fisik

Antropologi Fisik

Secara khusus  antropologi fisik mencoba menelaaah manusia sebagai makhluk fisik yang tumbuh dan berkembang hingga terjadinya keanekaragaman makhluk manusia menurut cirri-ciri tubuh atau fenotipe, seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, tengkorak, bentuk muka, warna mata, bentuk hidung, tinggi, dan bentuk tubuh serta ciri-ciri genotipe seperti golongan darah.

Para ahli antropologi fisik berusaha merekonstruksi munculnya manuisa dan perkembangan selanjutnya melalui proses evaluasi kemudian mengelompokannya kedalam berbagai golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri tubuh hingga diketahui penyebab terjadinya variasi manusia.

Paham mengenai asal-usul dan evolusi manusia dapat dicapai dengan cara meneliti sisa-sisa tubuh yang telah membatu (memfosil) yang dijumpai pada lapisan-lapisan bumi. Bidang antropologi fisik yang mempelajari ini disebut paleoantologi manusia atau paleo-antropologi. Paham mengenai ciri-ciri tubuh, baik yang fenotipe maupun genotype dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan keanekaragaman ciri-ciri tersebut.  Bidang antropologi yang melaksanakan kegiatan ini disebut antropologi fisik.

Antropologi fisik memiliki dua bidang terpenting, yaitu penelitian tentang evolusi manuisa dan penelitian tentang variasi diantara manusia yaitu mencoba menelaah bagaimana dan apa sebabnya masyarakat manusia menunjukan perbedaan dalam ciri – ciri khas fisik atau biologis. Oleh karena itu, untuk memahami aneka variasi manusia ini, maka ahli-ahli antropologi  fisik menerapkan prinsip, konsep, dan teknik dari bidang ilmu lain, seperti ilmu genetika, biologi kependudukan dan epidemiologi.

PALEO-ANTROPOLOGI
Paleo-antropologi merupakan ilmu bagian dari antropologi fisik yang mecoba menelaah tentang asal-usul atau terjadinya dan perkembangan makhluk hidup. Untuk mengetahui hal ini para ahli paleo antropologi menggunakan sisa-sisa tubuh yang mambatu atau fosil-fosil manusia yang terdapat dalam lapisan – lapisam bumi sebagai objek penelitiannya.

SOMATOLOGI
Sebagai ilmu bagian dari antropologi fisik dalam arti khusus, somatologi menelaah tentang variasi atau keanekaragaman  ras manusia secara keseluruhan seperti ciri-ciri fenotipe da ciri-ciri genotype. Ciri – ciri fenotipe merupakan cirri – ciri lahiriahdari manusia yang dihasilkan karena interaksi antara ciri –ciri keturunan dan lingkungan. Secara kualitatif, ciri fenotipe tampak nyata pada warna kulit, warna dan bentuk rambut, warna dan bentuk mata, bentuk hidung, bentuk bibir, maupun bentuk muka. Secara kuantitatif yang didasarkan pada hasil pengukuran antropometer, ciri-ciri fenotipe tampak nyata pada bagian , indeks kepala atau tengkorak.

Ciri-ciri genotipe didasarkan pada analisis biologi kimiawi terhadap gen manusia (keturunan). Gen ini akan diturunkan dari pasangan suami istri kepada anak-anaknya, tanpa dipengaruhi oleh factor-faktor biologis, apalagi factor lingkungan seperti pengaruh iklim atau kebiasaan makanan pokok. Salah satu perhatian utama dari analisis genotype ini adalah golongan darah.

Sunday, November 22, 2009

Tugas Keluarga Di Bidang Kesehatan

Tugas Keluarga Di Bidang Kesehatan

Keluarga mempunyai tugas di bidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan, meliputi (Suprajitno, 2004):

1) Mengenal masalah kesehatan keluarga. Orang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan -perubahan yang dialami anggota keluarga. Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian orang tua atau keluarga.

2) Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga. Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa di antara keluarga yang mempunyai kemampuan memutuska n untuk menentukan tindakan keluarga. Tindakan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi ataubahkan teratasi.

3) Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.

4) Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga.

5) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi keluarga.

Penyakit Hipertensi

Penyakit Hipertensi

Hipertensi adalah tekanan darah lebih tinggi dari 160/90 mmHg merupakan penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat. Hipertensi merupakan penyebab utama dari kematian dan gangguan kadiovaskuler. Hipertensi juga sering disebut “silent killer” karena menimbulkan komplikasi pada jantung, otak dan ginjal.Masalah utama pada hipertensi adalah bahwa lebih dari 90% hipertensi termasuk golongan essential yaitu yang tidak atau belum diketahui sebabnya ,75% termasuk hipertesi ringan (diastolik 90-105 mmHg ) dan bila digabung dengan hipertensi sedang (diastolik105-119mmHg)berjumlah lebih dari 90% penderita.

Hakekat Mempelajari Filsafat Hukum

Hakekat Mempelajari Filsafat Hukum

Hukum yang berada di tengah-tengah mastarakat tidak terlepas dari perenungan dan perumusan nilai-nilai yang bersifat mendasar dari hukum itu sendiri. Upaya ini dilakukan dengan memberikan jawaban terhadap berbagai pertanyaan seperti apakah hukum itu sebenarnya, apakah sebabnya kita menaati hukum, apakah keadilan menjadi ukuran untuk baik atau buruknya hukum itu. Inilah yang menjadi tugas dari filsafat hukum untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, sehingga substansi dari hukum itu benar-benar ditaati dan dipatuhi oleh masyarakat sebagai subyek hukum.

Filsafat hukum juga mencakup penyelerasian nilai-nilai misalnya penyelerasian antara ketertiban dengan ketentraman, antara kebendaan dengan keakhlakan, serta antara kelanggengan dengan pembaruan.

Filsafat adalah upaya untuk mempelajari dan mengungkapkan penggambaran manusia di dunia menuju akhirat yang mendasar. Objeknya adalah materi dan forma. Objek materi sering disebut segala sesuatu yang ada bahkan yang mungkin ada. Hal ini berarti filsafat mempelajari apa saja yang menjadi isi alam semesta mulai dari benda mati, tumbuhan, hewan, manusia dan sang pencipta. Selanjutnya, objek ini sering disebut realita atau kenyataan. Sedangkan yang disebut obyek forma adalah Dari objek materi tersebut, filsafat ingin mempelajari baik secara fragmental (menurut bagian dan jenisnya) maupun secara integral menurut keterkaitan antara bagian-bagian dan jenis-jenis itu dalam suatu keutuhan secara keseluruhan.
Sedangkan yang disebut obyek forma adalah dari obyek materi tersebut, filsafat ingin mempelajari baik secara fragmental (menurut bagian dan jenisnya) maupun secara integral menurut keterkaitan antara bagian-bagian dan jenis-jenis itu dalam suatu keutuhan secara keseluruhan.

Salah satu yang dipelajari dari objek materi adalah manusia. Manusia memiliki kelebihan-kelebihan di bandingkan dengan makhluk-makhluk Tuhan yang lainnya. Salah satu kelebihannya adalah rasa keingintahuannya yang sangat dalam terhadap segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dan sesuatu yang telah diketahui manusia itu disebut sebagai pengetahuan.

Jika dilihat dari sumber perolehannya, maka pengetahuan dapat dibeda-badakan, antara lain: apabila pengetahuan diperoleh melalui indera, maka disebut pengetahuan indera (pengetahuan biasa). Jika diperoleh dengan mengikuti metode dan system tertentu serta bersifat universal, maka disebut sebagai pengetahuan ilmiah. Dan jika pengetahuan diperoleh melalui perenungan yang sedalam-dalamnya (kontemplasi) hingga sampai pada hakikatnya, maka muncullah pengetahuan filsafat.
Apabila kita kaji kepustakaan mengenai filsafat hukum, maka dapat ditemukan berbagai macam definisi yang berbeda tentang filsafat hukum antara lain sebagai berikut:
Filasafat tidak menyelidiki salah satu segi dari kenyataan saja, melainkan apa – apa yang menarik perhatian manusia angapan ini diperkuat bahwa sejak abad ke 20 filsafat masih sibuk dengan masalah-masalah yang sama seperti yang sudah dipersoalkan 2.500 tahun yang lalu yang justru membuktikan bahwa filsafat tetap setia pada “metodenya sendiri”.Perbedaan filsafat dengan ilmu-ilmu yang lain adalah ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan, sedangkan filsafat adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan..Kesimpulan dari perbedaan tersebut adalah filsafat tersebut adalah ilmu tanpa batas karena memiliki syarat-syarat sesuai dengan ilmu.Filsafat juga bisa dipandang sebagai pandangan hidup manusia sehingga ada filsafat sebagai pandangan hidup atau disebut dengan istilah way of life, Weltanschauung, Wereldbeschouwing, Wereld-en levenbeschouwing yaitu sebagai petunjuk arah kegiatan (aktivitas) manusia dalam segala bidang kehidupanya dan filsafat juga sebagai ilmu dengan definisi seperti yang dijelaskan diatas.

Syarat-syarat filsafat sebagai ilmu adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan yang menyeluruh dan universal, dan sebagai petunjuk arah kegiatan manusia dalam seluruh bidang kehidupannya.Penelahaan secara mendalam pada filsafat akan membuat filsafat memiliki tiga sifat yang pokok, yaitu menyeluruh, mendasar, dan spekulatif itu semua berarti bahwa filsafat melihat segala sesuatu persoalan dianalisis secara mendasar sampai keakar-akarnya.Ciri lain yang penting untuk ditambahkan adalah sifat refleksif krisis dari filsafat.

Filasafat tidak menyelidiki salah satu segi dari kenyataan saja, melainkan apa – apa yang menarik perhatian manusia angapan ini diperkuat bahwa sejak abad ke 20 filsafat masih sibuk dengan masalah-masalah yang sama seperti yang sudah dipersoalkan 2.500 tahun yang lalu yang justru membuktikan bahwa filsafat tetap setia pada “metodenya sendiri”.Perbedaan filsafat dengan ilmu-ilmu yang lain adalah ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan, sedangkan filsafat adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan..

Kesimpulan dari perbedaan tersebut adalah filsafat tersebut adalah ilmu tanpa batas karena memiliki syarat-syarat sesuai dengan ilmu.Filsafat juga bisa dipandang sebagai pandangan hidup manusia sehingga ada filsafat sebagai pandangan hidup atau disebut dengan istilah way of life, Weltanschauung, Wereldbeschouwing, Wereld-en levenbeschouwing yaitu sebagai petunjuk arah kegiatan (aktivitas) manusia dalam segala bidang kehidupanya dan filsafat juga sebagai ilmu dengan definisi seperti yang dijelaskan diatas.

Syarat-syarat filsafat sebagai ilmu adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan yang menyeluruh dan universal, dan sebagai petunjuk arah kegiatan manusia dalam seluruh bidang kehidupannya.Penelahaan secara mendalam pada filsafat akan membuat filsafat memiliki tiga sifat yang pokok, yaitu menyeluruh, mendasar, dan spekulatif itu semua berarti bahwa filsafat melihat segala sesuatu persoalan dianalisis secara mendasar sampai keakar-akarnya.Ciri lain yang penting untuk ditambahkan adalah sifat refleksif krisis dari filsafat.

Saturday, November 21, 2009

Kandungan gizi dan Manfaat Kacang kedelai

Kandungan gizi dan Manfaat Kacang kedelai

KANDNGAN GIZI KACANG KEDELAI
Kandungan gizi kacang kedele yaitu, Mineral 3261 mg, Mineral Kalium 1835 mg, Magnesium 225 mg, Protein 2,8 g, Lemak 1,5 g, Karbohidrat 3,6 g, Serat 0,1 g, Vitamin A 110 mcg, Vitamin B 407 mcg, Kalori 331 g, Hidrat arang 34,8 g, Fosfor 585 g, dan sebagian besar didalam kandungan ini memiliki nilai gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh.

MANFAAT KACANG KEDELAI
Protein yang terkandung dalam kacang kedele kaya akan asam amino arginin dan glisin. Kedua asam amino ini merupakan komponen penyusun hormon insulin dan glukogen yang diseskresi oleh kelenjar pankreas dalam tubuh kita dengan itu jaringan tubuh akan makin meingkat. Dengan meningkatnya kadar hormon insulin ini, kadar glukosa darah akan berkurang karena sebagian akan diubah menjadi energi. Inilah yang pada akhirnya akan membuat gejala diabetes dapat tertekan. Selain sebagai penekan diabetes kacang kedele juga dapat mengatasi hipertensi karena didalam susu kacang kedele terdapat suatu zat bernama isoflavon yang mampu mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit diantaranya adalah hipertensi dan diabetes. Selain untuk mencegah dan mengobati hipertensi dan diabetes kacang kedele juga untuk, melancarkan metabolisme, melancarkan pencernaan, merupakan nutrisi pelengkap, meningkatkan sistem imunitas, memperkuat struktrur matrixs tulang, mencegah obesitas, mencegah penyakit ginjal, mengurangi gejala jantung koroner, mengurangi gejala stroke, mengurangi gejala rematik dan asam urat, mengurangi gejala maag. Hal itu dapat terjadi karena kandungan isoflavon dalam kacang kedele.

Thursday, November 19, 2009

Sifat-Sifat Karbon Dioksida

Sifat-Sifat Karbon Dioksida

Karbon dioksida adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Ketika dihirup pada konsentrasi yang lebih tinggi dari konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, ia akan terasa asam di mulut dan mengengat di hidung dan tenggorokan. Efek ini disebabkan oleh pelarutan gas di membran mukosa dan saliva, membentuk larutan asam karbonat yang lemah. Sensasi ini juga dapat dirasakan ketika seseorang bersendawa setelah meminum air berkarbonat (misalnya Coca Cola). Konsentrasi yang lebih besar dari 5.000 ppm tidak baik untuk kesehatan, sedangkan konsentrasi lebih dari 50.000 ppm dapat membahayakan kehidupan hewan.[2]
Pada keadaan STP, rapatan karbon dioksida berkisar sekitar 1,98 kg/m³, kira kira 1,5 kali lebih berat dari udara. Molekul karbon dioksida (O=C=O) mengandung dua ikatan rangkap yang berbentuk linear. Ia tidak bersifat dipol. Senyawa ini tidak begitu reaktif dan tidak mudah terbakar, namun bisa membantu pembakaran logam seperti magnesium.

Pada suhu −78,51° C, karbon dioksida langsung menyublim menjadi padat melalui proses deposisi. Bentuk padat karbon dioksida biasa disebut sebagai "es kering". Fenomena ini pertama kali dipantau oleh seorang kimiawan Perancis, Charles Thilorier, pada tahun 1825. Es kering biasanya digunakan sebagai zat pendingin yang relatif murah. Sifat-sifat yang menyebabkannya sangat praktis adalah karbon dioksida langsung menyublim menjadi gas dan tidak meninggalkan cairan. Penggunaan lain dari es kering adalah untuk pembersihan sembur.
Cairan kabon dioksida terbentuk hanya pada tekanan di atas 5,1 atm; titik tripel karbon dioksida kira-kira 518 kPa pada −56,6 °C (Silakan lihat diagram fase di atas). Titik kritis karbon dioksida adalah 7,38 MPa pada 31,1 °C.

Terdapat pula bentuk amorf karbon dioksida yang seperti kaca, namun ia tidak terbentuk pada tekanan atmosfer. Bentuk kaca ini, disebut sebagai karbonia, dihasilkan dari pelewatbekuan CO2 yang terlebih dahulu dipanaskan pada tekanan ekstrem (40-48 GPa atau kira-kira 400.000 atm) di landasan intan. Penemuan ini mengkonfirmasikan teori yang menyatakan bahwa karbon dioksida bisa berbentuk kaca seperti senyawa lainnya yang sekelompok dengan karbon, misalnya silikon dan germanium. Tidak seperti kaca silikon dan germanium, kaca karbonia tidak stabil pada tekanan normal dan akan kembali menjadi gas ketika tekanannya dilepas.

Kekerasan dalam berpacaran

Kekerasan dalam berpacaran

Ada ungkapan yang menyatakan bahwa masa remaja adalah masa yang terindah dan masa yang tak terlupakan. Masa remaja seringkali “dibumbui” dengan hubungan khusus dengan lawan jenis. Masa tersebut seharusnya dilewati dengan penuh sukacita, namun tak jarang beberapa orang melewatinya dengan berbagai pengalaman yang kurang menyenangkan, terutama saat mereka berpacaran. Saat berpacaran, beberapa remaja mengaku pernah mendapatkan perlakuan kasar dari pasangannya atau sering disebut dengan kekerasan dalam berpacaran.

Kekerasan dalam berpacaran telah banyak terjadi di Indonesia seperti yang diberitakan pada harian Suara Merdeka (8 Maret 2004) bahwa terdapat 28 kasus kekerasan dalam berpacaran. Rifka Annisa, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi dan jender menemukan bahwa sejak tahun 1994 – 2001, dari 1683 kasus kekerasan yang ditangani, 385 diantaranya adalah kekerasan dalam berpacaran (Komnas Perempuan, 2002). Rumah Sakit Bhayangkara di Makassar yang baru-baru ini membuka pelayanan satu atap (One Stop Service) dalam menangani masalah kekerasan terhadap perempuan mendapatkan bahwa dari tahun 2000-2001 ada 7 kasus kekerasan dalam pacaran yang dilaporkan. (Kompas-online 4 Maret 2002). Sedangkan PKBI Yogyakarta mendapatkan bahwa dari bulan Januari hingga Juni 2001 saja, terdapat 47 kasus kekerasan dalam berpacaran, 57% di antaranya adalah kekerasan emosional, 20% mengaku mengalami kekerasan seksual, 15% mengalami kekerasan fisik, dan 8% lainnya merupakan kasus kekerasan ekonomi.

Permasalahan kekerasan dalam berpacaran harus segera dicari jalan keluarnya, karena remaja merupakan generasi penerus bangsa yang akan memegang peranan penting bagi kemajuan bangsa di masa yang akan datang. Apabila pada masa remajanya seseorang mendapat perlakuan yang kasar sehingga dapat mengganggu kestabilan jiwanya, maka hal ini dapat membawa dampak yang buruk bagi perkembangannya, terutama perkembangan jiwanya saat ia dewasa.

Kekerasan dalam berpacaran yang umum terjadi adalah kekerasan seksual dimana korban dipaksa mulai dari melakukan ciuman sampai dengan intercourse ataupun “outercourse”. Remaja berani melakukan hubungan seksual asalkan mereka tidak mengalami kehamilan, sehingga hubungan seksual yang dilakukan lebih pada “safe-sex”, tidak ada rasa tanggung jawab sedikit pun didalamnya.

Untuk mencegah sekaligus menanggulangi semakin meluasnya paradigma seperti telah disebutkan di atas maka dibutuhkan sebuah program yang dapat memberikan pengetahuan dan penyadaran terhadap remaja di Indonesia agar terhindar dari terjadinya tindak kekerasan dalam berpacaran. Program ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi pada remaja yang telah mengalami kekerasan dalam berpacaran agar ia mampu bangkit kembali dan bisa menjalani hidup dengan lebih produktif.

Program sejenis pernah dilakukan di Amerika Serikat dalam upaya pencegahan hubungan seks bebas (termasuk dalam kekerasan seksual) pada remaja. Program tersebut secara efektif mampu menurunkan angka kehamilan di luar nikah dari 20% menjadi 2,5% pada tahun 1986, dan 1,5% pada tahun 1988.

Salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk mengatasi kondisi yang dapat mengganggu stabilitas bangsa adalah dengan memberikan edukasi pada remaja tentang hal yang yang berkaitan dengan kekerasan dalam berpacaran sehingga mereka memiliki kesadaran tinggi terhadap tindak kekerasan yang dapat terjadi padanya maupun pada orang lain. Selain memberikan edukasi, bagi remaja yang pernah mengalami tindak kekerasan diperlukan suatu motivasi agar mereka dapat keluar dari trauma yang membelenggunya dan mampu menjalani hidup dengan produktif.

Wednesday, November 18, 2009

Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan kesehatan di mana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis yang mempunyai jumpah penderita yang cukup banyak di Indonesia juga di seluruh dunia.

Pada orang yang sehat karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glokosa yang akan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita kencing manis, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan.

Kadar gula yang tinggi akan dibuang melalui air seni. Dengan demikian air seni penderita kencing manis akan mengandung gula sehingga sering dilebung atau dikerubuti semut. Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi / tenaga, mudah lelah, lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil, gatal-gatal, dan sebagainya. Kandungan atau kadar gula penderita diabetes saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya berkisar 60-120 mg/dl.

Terdapat dua tipe diabetes mellitus, DM tipe 1 adalah di mana tubuh kekurangan hormon insulin atau istilahnya Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) dan DM tipe 2 di mana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya atau istilahnya Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).
◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot