Monday, November 2, 2009

Budidaya Lobster


Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet sesuai lewat google tentunya, dengan kata kunci yang Anda gunakan - Budidaya Lobster -, Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Budidaya Lobster, Kata kunci yang mungkin terkait adalah:  Budidaya Lobster air tawar, tentang Budidaya Lobster, info Budidaya Lobster, Budidaya Lobster terapan:
 

Lobster Air Tawar Hadir di Long Beach Seafood Restaurant

 
Long Beach Seafood Restaurant, merupakan restoran seafood asal negeri Singa yang sudah popular. Restaurant ini sudah tidak asing lagi bagi warga Singapura maupun wisatawan yang datang ke negeri ini. Dengan ke popularan ini Longbeach telah membuka cabang di Jakarta, tepatnya di Senayan City lantai Dasar.

Dengan menu-menu favorit mereka terutama untuk Lobster Laut dan Kepiting, mereka mencoba menyajikan menu Lobster Air Tawar.

Menu favorit yang disajikan untuk Lobster Air Tawar adalah :
Lobster Air Tawar Saus Longbeach, saus Longbeach yang merupakan saus yang diramu khusus untuk masakan udang-udangan.
 

Mudahnya Budidaya Lobster Air Tawar

 
Budidaya lobster air tawar merupakan salah satu usaha yang dapat ditekuni. Harganya di pasaran cukup tinggi, sekitar 100 ribu rupiah per kilogram, membuat budidaya lobster air tawar menjanjikan keuntungan bila dilakukan dengan teknik yang benar.
Salah satu lokasi budidaya lobster air tawar terdapat di Desa Bojong Kantong, Kecamatan Langen Sari, Banjar, Jawa Barat. Proses pembesaran dilakukan di kolam sawah, sehingga lobster dapat tumbuh lebih cepat.
Lokasi budidaya lobster air tawar di Banjar, Jawa Barat, dari Jakarta dapat dicapai melalui jalan tol Cipularang. Keluar di pintu tol Cileunyi, perjalanan kemudian dilanjutkan ke arah Priangan Timur, tepatnya di Desa Bojong Kantong, kecamatan Langen Sari.


 

BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR BANJAR JABAR

 Budidaya lobster air tawar merupakan salah satu usaha yang dapat ditekuni. Harganya di pasaran cukup tinggi, sekitar 100 ribu rupiah per kilogram, membuat budidaya lobster air tawar menjanjikan keuntungan bila dilakukan dengan teknik yang benar.
Salah satu lokasi budidaya lobster air tawar terdapat di Desa Bojong Kantong, Kecamatan Langen Sari, Banjar, Jawa Barat. Proses pembesaran dilakukan di kolam sawah, sehingga lobster dapat tumbuh lebih cepat.

Lokasi budidaya lobster air tawar di Banjar, Jawa Barat, dari Jakarta dapat dicapai melalui jalan tol Cipularang. Keluar di pintu tol Cileunyi, perjalanan kemudian dilanjutkan ke arah Priangan Timur, tepatnya di Desa Bojong Kantong, kecamatan Langen Sari.
Disinilah budidaya lobster air tawar di lakukan, di areal seluas 1.400 meter persegi milik Endang Hardi. Dia telah menekuni usaha ini sejak 8 tahun lalu, dengan bantuan teknis dari Universitas Galuh Ciamis.

Budidaya lobster air tawar (terapan)

Budidaya lobster air tawar (Cherax sp.) mulai berkembang sejak tahun 2000. Hewan ini bisa memijah secara alami atau tidak perlu pemijahan secara buatan. Karena itu budidaya ini berkembang cukup pesat, dan saat ini sudah berdiri sentra budidaya di beberapa propinsi, seperti Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

Pemeliharaan induk
Pemaliharaan induk dilakukan dalam bak fibre atau bak beton. Caranya, siapkan bak fibre glass atau bak beton berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 30 – 35 cm; masukan pelindung berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan panjang 15 - 20 cm; tebar induk sebanyak 10 – 15 ekor/m2 (jantan dan betina terpisah); beri pakan setiap hari berupa pelet udang dengan diameter 1 mm dan panjang 3 mm sebanyak 2 – 4 butir/ ekor; pemeliharaan induk dilakukan selama 2 – 3 minggu dan setiap tiga hari air diganti ½ bagiannya.



Lobster Air Tawar (LAT) atau lebih dikenal dengan sebutan baby lobster ini, ternyata cukup mudah untuk diternakkan. Dan yang paling penting, kelezatan dagingnya itu lho, wuaaahhhh.. nikmat banget. Untuk para pecinta seafood yang memiliki kadar kolesterol tinggi, sekarang jangan terlalu pusing lagi untuk mulai makan udang-udangan. Anda bisa menikmati makanan yang satu ini. Wow, ini makanan nikmat lho. Katanya sich, non kolesterol. Dan aku sendiri udah pernah coba dan bahkan udah beberapa kali coba makan, di masak berbagai macam resep, rasanya sungguh memikat.


BUDI DAYA LOBSTER AIR TAWAR (LAT) - KAJIAN DARI ASPEK KEUANGAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Melihat kondisi perekonomian Indonesia yang semakin hari semakin sulit, kita jangan hanya terpaku meratapi nasib sambil terus mengharap bantuan dari pemerintah. Sebenarnya banyak sekali peluang yang bisa kita ambil apabila kita mau berusaha. Dalam memilih suatu usaha atau bisnis hendaknya memperhatikan segala aspek dan kemungkinan-kemungkinan terjadi yang terkait. Diantaranya adalah aspek pasar dan pemasarannya, aspek teknis dan produksi, aspek manajemen dan organisasi, aspek hukum, aspek sosial ekonomi, aspek AMDAL dan aspek keuangan. Ketika suatu bisnis sudah direncanakan dengan sempurna maka hasilnya pun kemungkinan besar akan sempurna juga.

 

 



Sunday, November 1, 2009

Peternakan Ayam Ras Petelur

Peternakan Ayam Ras Petelur

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan dunia Peternakan saat ini khususnya perunggasan di Indonesia semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan banyaknya berdiri perusahaan Peternakan perunggasan. Peternakan perunggasan (ayam) merupakan penghasil daging dan telur untuk memenuhi sebagian besar konsumsi protein hewani. Protein hewani asal unggas lebih murah dan mudah didapat dibandingkan dengan ternak lainnya (ternak ruminansia).
Dony Farm adalah salah satu perusahaan Peternakan ayam ras petelur yang menghasilkan telur sekaligus daging (ayam afkir). Perusahaan ini juga memproduksi DOC ayam petelur komersial untuk memenuhi kebutuhan bibit bagi masyarakat yang ingin beternak ayam petelur.
Dalam satu usaha peternakan unggas, pemeliharaan kesehatan merupakan bagian penting dalam peningkatan produksi ternak. Produktivitas dan reproduktivitas ternak hanya dapat dicapai secara optimal apabila ternak dalam keadaan sehat. Oleh karena itu tatalaksana pemeliharaan dan pengendalian kesehatan ternak merupakan salah satu prasyarat tercapainya target produksi yang optimal.

Tujuan
Tujuan kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) adalah untuk menambah pengetahuan, pengalaman, dan wawasan dalam tatalaksana pemeliharaan ayam bibit petelur, kususnya masalah pengendalian kesehatan ternak serta menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dan belajar membekali diri dengan keterampilan untuk tujuan dunia kerja. Selain itu, PKL ini juga merupakan salah satu syarat untuk menyandang gelar Ahli Madya di Program Keahlian Teknologi dan Manajemen Ternak, Program Diploma III IPB.

METODE
Waktu dan Tempat

Praktik kerja lapangan dilakukan pada tanggal 18 Februari – 08 Mei 2008. Lokasi yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan praktik kerja lapangan ini adalah di Dony Farm, Magelang, Jawa Tengah.
Metode Pelaksanaan
Praktik kerja lapangan dilakukan dengan cara mahasiswa terjun langsung ke lapangan dan melaksanakan seluruh aktivitas sesuai jadwal yang ada di lapangan. Pengambilan data dan informasi dilakukan dengan cara pencatatan langsung selama praktik kerja lapangan dan melakukan diskusi dengan pembimbing lapangan maupun karyawan untuk pengumpulan data sekunder.

KEADAAN UMUM
Lokasi dan Tata Letak

Perusahaan peternakan ayam ras petelur Dony Farm terletak di Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasi peternakan tersebut sudah memenuhi persyaratan berdirinya sebuah peternakan, karena lokasi tersebut jauh dari pemukiman padat penduduk dan akses transportasi menuju lokasi peternakan sudah lancar. Suhu udara berkisar antara 25oC-27oC, sehingga ayam lebih nyaman dan cekaman stres dapat dihindari.

Dony Farm menempati empat lokasi yang terpisah tapi masih berada di satu kecamatan yang sama. Keempat farm tersebut antara lain farm Kalikuto, Selurah, Siencek, dan Gedangan. Farm Kalikuto merupakan pusat dari seluruh farm. Pada lokasi ini terdapat kantor utama, gudang pakan dan gudang telur. Farm Kalikuto digunakan untuk pemeliharaan ayam layer final stock, pejantan final stock dan ayam parent stock, tapi mulai saat ini pemeliharaan ayam parent stock mulai dipusatkan di farm Gedangan. Farm Selurah digunakan untuk pemeliharaan ayam starter, grower, layer dan pejantan, dan pusat pembuatan pupuk kompos. Farm Siencek digunakan untuk pemeliharaan ayam jantan final stock dan ayam pedaging, sedangkan farm Gedangan digunakan untuk pemeliharaan ayam parent stock sekaligus sebagai unit penetasan.

Sejarah Perkembangan
Dony Farm merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam ras yang terdiri atas PT Cakrayoga Bumi Manunggal yang bergerak dibidang komersial farm petelur dan CV Bina Unggas Pratama yang bergerak di bidang Breeding Farm dan Hatchery.

Doni Farm berdiri tahun 1991 dengan 6 buah kandang battery. Pada tahun 1994 dilanjutkan dengan pembangunan 29 unit kandang komersial dan 14 unit kandang pembesaran. Pada tahun 1994, didirikan unit penetasan dan langsung mengimpor mesin tetas James Way 1 unit.

Pada tahun 1995 dilanjutkan dengan pembangunan 41 kandang komersial dan 18 kandang pembesaran. Sebagai penunjang operasional farm maka dibangun unit Feed mill yang dilengkapi dengan 2 unit hammer mill kapasitas 3,5 ton per jam, 1 unit mixer vertikal kapasitas 2 ton per mix dan 2 unit mixer vertikal kapasitas 500 kg per mix.

Pada tahun 2002, unit penetasan mengimpor mesin tetas 1 unit untuk menambah kapasitas hatchery yang ada. Pada tahun yang sama unit Breeding Farm membangun 2 unit closed house dengan kapasitas 10.000 ekor parent stock. Pada tahun 2006 Dony Farm melakukan diversifikasi usaha dengan usaha ayam broiler. Usaha ayam broiler melalui pola kemitraan dengan PT Prima Karya Persada unit Temanggung dengan skala pemeliharaan 20.000 ekor.

Pada tahun 2007 Dony Farm menambah unit usaha baru yang merupakan diversifikasi usaha dan sebagai bentuk integrated farm yang berupa pemanfaatan limbah kotoran ayam diolah menjadi kompos. Unit ini bergerak di bidang pembuatan kompos dan pertanian.

Ketenagakerjaan
Tenaga kerja adalah suatu komponen pada unit usaha tertentu yang merupakan penggerak dari seluruh unit kegiatan. Jumlah karyawan yang tergabung di Dony Farm sebanyak 187 orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Staff dan supervisor tingkat pendidikannya meliputi lulusan SMA dan diploma atau sarjana, untuk tenaga kerja operasional meliputi lulusan SD hingga SMA. Sebagian besar karyawan berasal dari wilayah sekitar peternakan. Disiplin, tanggung jawab dan kerja sama sangat dianjurkan pada semua karyawan demi terciptanya etos kerja yang tinggi.
Kegiatan kerja di Dony Farm dimulai pukul 07.00 sampai 15.30 WIB dengan waktu istirahat pukul 11.30 sampai 13.00 WIB.

Struktur organisasi
Struktur organisasi adalah hubungan timbal balik antara orang-orang yang mempunyai jabatan, tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam suatu perusahaan. Jabatan tertinggi di Dony Farm berada ditangan direktur utama yang sekaligus merupakan pemilik perusahaan. Direktur utama membawahi direktur umum yang bertanggungjawab terhadap kelancaran seluruh kegiatan unit peternakan.

DIREKTUR
UTAMA
DIREKTUR
UMUM    
 
MANAGER
PEMASARAN
DAN FEEDMILL    
 
MANAGER
PRODUKSI
PETERNAKAN    
 
MANAGER
KEUANGAN    
 
MANAGER
PERSONALIA /
UMUM    
 
ADMINISTRASI
PERSONALIA    
 
MANAGER
DIVISI
PUPUK & AGRO    
 
MANAGER
LOGISTIK /
PENGADAAN    
 
KEPALA
KEUANGAN    
 
PENGADAAN
PAKAN & UMUM    
 
UNIT PRODUKSI
PUPUK KOMPOS    
 
UNIT PRODUKSI
PERTANIAN    
 
PEMASARAN
TELUR & DOC    
 
UNIT PRODUKSI
& DISTRIBUSI
PAKAN    
 
UNIT LAYER
KOM.KALIKUTO    
 
UNIT BREEDING
& BROILER    
 
UNIT LAYER
KOM.SELURAH    
Direktur umum membawahi manajer produksi, manager keuangan, manajer personalia, manajer divisi agro, manajer logistik, manajer pemasaran dan manajer feed mill. Manajer produksi dibantu oleh supervisor, maintenace dan koordinator vaksinator. Supervisor bertugas melaksanakan proses produksi dan mengawasi kegiatan administrasi dan operator kandang.

SARANA PRODUKSI


Luas Lahan dan Penggunaan
Dony Farm berdiri di atas lahan seluas 13 Ha. Lahan tersebut terbagi dalam 4 lokasi yaitu unit Kalikuto, Selurah, Gedangan, dan Siencek. Unit Kalikuto berdiri di atas lahan seluas 4,5 Ha. Fasilitas pendukung unit tersebut diantaranya workshop maintenance, gudang sentral dan feed mill, gudang telur, dan pos satpam. Unit Kalikuto terdapat 6 buah kandang postal tingkat, 1 buah kandang postal dan 46 buah kandang battery.

Unit Selurah berdiri di atas lahan seluas 2,5 Ha. Fasilitas pendukung di lokasi ini adalah gudang telur dan pos satpam, sedangkan fasilitas pemeliharaan ayam yaitu terdapat 6 buah kandang postal tingkat, 1 buah kandang postal dan 27 buah kandang battery. Pada lokasi ini juga terdapat unit pertanian dan kompos. Unit kompos menempati lahan seluas 0,5 Ha, sedangkan unit pertanian saat ini sedang mengelola lahan seluas 4 Ha.

Gedangan berdiri diatas lahan seluas 1 Ha. Unit tersebut digunakan untuk pemeliharaan ayam parent stock dan penetasan sebanyak 900 box DOC betina per bulan. Pada unit ini terdapat 7 buah kandang postal, 2 buah mesin tetas James Way, cooling room dan ruang grading DOC.

Unit Siencek menempati lahan seluas 1 Ha. Pada unit tersebut terdapat 2 buah closed house postal, 1 buah kandang postal tingkat dan 1 buah pos satpam.

Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang terdapat di Dony Farm antara lain yaitu di unit Kalikuto terdapat kendaraan operasional berupa 2 buah truk dan 1 buah L-300, power house genset 150 KVA dan 50 KVA. Pada unit Selurah terdapat kendaraan operasional berupa 1 buah truk. Pada unit gedangan terdapat kendaraan operasional 1 chick van dan power house. Pada unit Siencek terdapat 1 buah power house.

Perkandangan

Kandang berfungsi untuk melindungi ternak ayam dari pengaruh buruk iklim, seperti hujan, panas matahari, atau gangguan-gangguan lainnya. Kandang yang nyaman dan memenuhi syarat-syarat perkandangan akan memberikan dampak positif karena ternak menjadi tenang dan tidak stres. Selanjutnya, ternak akan memberikan imbalan produksi yang lebih baik bagi peternak pemelihara (Sudaryani dan Santosa, 2003). Secara makro, kandang berfungsi sebagai tempat tinggal bagi unggas agar terlindung dari pengaruh-pengaruh buruk iklim (hujan, panas, dan angin) serta gangguan lainnya (hewan liar atau buas dan pencurian). Secara mikro, kandang berfungsi menyediakan lingkungan yang nyaman agar ternak terhindar dari cekaman (Suprijatna, 2005).

Kandang yang digunakan untuk pemeliharaan ayam terdiri atas beberapa macam, diantaranya kandang postal, postal tingkat, closed housed, dan kandang battery. Berdasarkan tipe atapnya terdiri atas kandang dengan tipe atap single monitor, double monitor, dan gable.

Lokasi dan tata letak kandang selalu diperhatikan dalam membangun suatu perkandangan, supaya dapat menghindari penyakit dan pemborosan tenaga. Perkandangan merupakan kumpulan dari seluruh kandang-kandang yang ada dengan suatu aturan tertentu. Menurut Rasyaf (2003), beberapa prinsip penting dalam mengatur tata letak kandang yaitu: 1) ayam tidak dapat ditempatkan di tempat yang ramai, terutama bila ayam petelur sudah bertelur, 2) ayam yang mempunyai umur yang berbeda tidak dapat ditempatkan dalam kandang yang sama, 3) jarak antar kandang ayam yang berumur tidak sama minimal 10 m, sedangkan kandang ayam yang berumur sama boleh saling berdekatan, 4) kemudahan dalam pengelolaan.

Letak perkandangan di Dony Farm seperti kandang battery yang ada di unit Kalikuto letaknya memanjang dari Utara ke Selatan. Menurut Sudaryani dan Santosa (2003), letak kandang sebaiknya memanjang dari Barat ke Timur agar ayam tidak terkena panas matahari yang berlebihan, sehingga amoniak di dalam kandang tidak tinggi dan udara segar dapat membuat pertumbuhan ayam menjadi baik.

Lantai kandang postal di Dony Farm menggunakan sistem litter atau disemen, kecuali kandang postal tingkat yang ada di unit Siencek terbuat dari bambu. Kebaikan lantai semen antara lain kuat dan tahan lama, tidak mudah menjadi sarang tikus, mudah membersihkannya dan sedikit biaya pemeliharaannya. Kekurangannya adalah biaya pembuatannya relatif mahal, kandang tidak dapat dipindah-pindahkan, dan tidak dapat menyerap air (Sudaryani dan Santosa, 2003).

Dinding kandang di Dony Farm menggunakan sistem terbuka. Bahan yang digunakan untuk dinding adalah bilah bambu dan kawat kandang. Dinding kandang terdiri atas kombinasi tembok setinggi 40 cm dan kawat kandang setinggi 2,5 m. Dengan kandang sistem terbuka ini pertukaran udara sangat lancar dan dapat mengurangi kadar amoniak dalam kandang.

Jumlah dan Strain Ayam yang Digunakan
Kapasitas kandang untuk pemeliharaan ayam periode grower di unit Kalikuto adalah sebanyak 30.000 ekor dan ayam layer 87.000 ekor. Jumlah produksi telur di unit tersebut adalah 4,25 ton per hari. Kapasitas kandang untuk pemeliharaan ayam periode grower di unit Selurah adalah 30.000 ekor dan ayam layer 110.000 ekor dengan produksi telur 5,25 ton per hari. Kapasitas kandang untuk pemeliharaan parent stock di unit Gedangan sebanyak 20.000 ekor, sedangkan kapasitas kandang di unit Siencek adalah 30.000 ekor ayam broiler. Strain yang digunakan adalah strain Hy-Line Brown untuk tipe petelur dan strain Ross untuk tipe pedaging.

PEMELIHARAAN AYAM BIBIT

Pemeliharaan ayam bibit merupakan pemeliharaan ayam induk (parent stock) yang dipelihara bersama-sama pejantan. Menurut (Sudaryani dan Santosa, 2003), usaha pembibitan adalah usaha peternakan yang menghasilkan ternak untuk dipelihara lagi dan bukan untuk dikonsumsi. Pembibitan (breeding) dalam usaha peternakan ayam petelur komersial sangat penting dan sangat perlu mendapat perhatian yang khusus. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan mendapatkan kualitas DOC final stock yang bagus serta menghindari terjadinya inbreeding dalam suatu peternakan. Jika pemeliharaan ayam parent stock kurang baik berdampak buruk pada keturunan yang dihasilkan. Seperti contoh, apabila induk terserang penyakit menular maka penyakit tersebut bisa ditularkan secara vertikal pada keturunannya.

Strain Ayam yang Dipelihara

Pemeliharaan ayam bibit di Dony Farm pada saat ini menggunakan strain Hy-Line Brown. Pada pemeliharaan sebelumnya Dony Farm memelihara strain Bovans Goldline dan Isa Brown. Ayam bibit strain Bovans Goldline didatangkan dari Belanda. Pemeliharaan ayam bibit strain Bovans Goldline terputus karena pada saat itu pemerintah melarang mendatangkan ayam dari negara Belanda. Pada tahun 2004, Dony Farm mendatangkan parent stock Isa Brown. Pada bulan Mei tahun 2006, Dony Farm mengganti strain Isa Brown dengan mendatangkan strain baru yaitu Hy-Line Brown.

Persiapan Kandang dan Peralatan

Persiapan kandang membutuhkan waktu yang relatif lama karena kandang dibersihkan dan diistirahatkan. Hal ini dilakukan agar siklus penyakit terputus sebelum pemeliharaan ayam dimulai. Tahapan persiapan kandang yang dilakukan adalah penyemprotan kandang dan litter dengan obat kutu, pengangkatan litter bekas, penyemprotan kandang dengan obat kutu kembali, pencucian kandang dengan air dan deterjen, perbaikan fisik kandang, penyemprotan dengan formalin dengan dosis 5 liter per 95 liter, pemasangan chick guard dan gasolec dan memasukkan sekam.

Peralatan kandang dibersihkan agar anak ayam terhindar dari penyakit. Peralatan yang digunakan pada periode starter yaitu tempat pakan, tempat minum, koran sebagai alas, alat pemanas (gasolec) dan chick guard (lingkar pembatas).

Dalam chick guard (lingkar pembatas) dipasang sebuah gasolec pada ketinggian 1,0-1,2 meter dengan kemiringan 45°. Kapasitas satu chick guard untuk 500-750 ekor. Menurut Sudaryani dan Santoso (2004), empat jam sebelum DOC datang, pemanas sudah dinyalakan sehingga pada saat DOC datang suhu sudah stabil yaitu 35°C. Tempat pakan dan minum diletakkan di dalam chick guard yang telah dialasi koran. Tempat pakan yang digunakan yaitu feeder tray dan tempat minum berbentuk toples terbalik. Tempat pakan dan tempat minum disusun secara selang-seling dan melingkar mengikuti chick guard.

Perlakuan Saat DOC Datang
Pada saat DOC datang, pertama kali DOC dihitung dan dibagi ke dalam chick guard dengan jumlah yang sama. Setelah itu, kegiatan yang dilakukan adalah mengontrol suhu di daerah chick guard selama 24 jam, pemberian dan pengecekan pakan dan air minum. Pemberian air minum dilakukan dua kali sehari, sedangkan pengecekan pakan dilakukan enam kali sehari, setiap empat jam sekali.

Pemberian Pakan dan Minum
Pemberian pakan pada periode starter dilakukan ad libitum hingga ayam berumur tiga minggu. Hal ini bertujuan untuk memacu ayam mengkonsumsi pakan untuk menunjang perkembangan organ-organ tubuhnya. Menurut Rasyaf (1995), pada masa ini bagian-bagian tubuh unggas tumbuh pesat, terutama bagian-bagian tubuh utama, jaringan daging, organ tubuh, bulu dan tulang.
Pemberian minum untuk periode starter dilakukan ad libitum dengan penambahan vitamin dan antibiotik. (Sudaryani dan Santosa, 2003), pemberian obat anti stress melalui air minum bertujuan untuk meringankan cekaman pada anak ayam. Tempat minum yang digunakan berbentuk toples terbalik.

Program Pencahayaan
Pemberian cahaya pada periode starter bertujuan agar ayam dapat mengenal lingkungannya dengan baik untuk memacu pertumbuhan.
Setelah ayam berumur 15 minggu lama pencahayaan hanya 12 jam per hari atau pencahayaan hanya berasal dari sinar matahari (natural light). Malam hari tidak ada penambahan cahaya. Tujuannya yaitu menghambat dewasa kelamin dini dan mencegah ayam kegemukan dengan mengurangi waktu makan ayam. Pada umur 15-17 minggu dilakukan sistem black out atau ruangan dibuat setengah gelap untuk mengontrol hormon reproduksi, sehingga diperoleh kematangan organ reproduksi yang serentak.
Penimbangan
Penimbangan ayam dilakukan setiap minggu secara acak dengan sampel 10% dari populasi ayam. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rasyaf (2003), bahwa penimbangan dilakukan secara acak dengan jumlah sampel lebih kurang 10% dari populasi ayam. Penimbangan dilakukan sebelum ayam diberi makan.
Tujuan penimbangan adalah untuk mengetahui bobot badan anak ayam sehingga pengontrolan bobot badan dan tingkat keseragaman ayam pada periode starter dapat dicapai. Anak ayam yang bobot badan kecil dan lemah dipisah pada brooder yang berbeda untuk diberi perlakuan yang intensif.
Pemotongan Paruh
Pemotongan paruh dilakukan pada anak ayam umur 10 hari. Sudaryani dan Santosa (2003) menyatakan bahwa keuntungan pemotongan paruh pada ayam umur muda adalah ayam mudah dipegang, dapat mengurangi pendarahan dan cekaman serta daya hidup anak ayam lebih baik. Tujuan pemotongan paruh adalah menghilangkan sifat kanibal, efisiensi pakan dan memacu pertumbuhan.
Paruh dipotong hingga sepertiga bagian dengan menggunakan electric debeaker. Sebelum pemotongan paruh, DOC diberi vitamin K dan antibiotik melalui air minum. Setelah pemotongan paruh, DOC dipuasakan minum selama dua jam dan pakan lima jam. Tujuan pemuasaan ini agar tidak tidak terjadi pendarahan pada mulut ayam.

PROGRAM PENGENDALIAN KESEHATAN AYAM PEMBIBIT PETELUR DI DONY FARM
Pengendalian atau pencegahan penyakit adalah suatu tindakan untuk melindungi individu terhadap serangan penyakit atau menurunkan keganasannya. Pengendalian atau pencegahan penyakit pada pemeliharaan ayam pembibit petelur sangat penting sehingga dapat mengatasi atau mencegah terjadinya penularan penyakit ataupun timbulnya penyakit. Pemeliharaan kesehatan unggas merupakan bagian integral dari usaha peningkatan produksi ternak. Produktivitas dan reproduktivitas ternak hanya dapat dicapai secara optimal apabila ternak dalam keadaan sehat. Oleh sebab itu pemeliharaan kesehatan ternak merupakan salah satu syarat tercapainya target produksi yang optimal. Program pencegahan penyakit yang dilakukan di Dony Farm antara lain melakukan biosekuriti yang ketat, sanitasi dan vaksinasi
 
Biosekuriti
Program biosecurity yaitu upaya untuk menjadikan suatu kawasan Peternakan terbebas dari bibit penyakit (mikroorganisme pathogen) dari reservoir atau vektor pembawanya.
Pintu gerbang suatu peternakan adalah tempat pertama bagi orang yang mau masuk ke areal atau komplek peternakan dan merupakan titik awal keberhasilan suatu peternakan terbebas dari wabah atau serangan penyakit. Dony Farm mengkondisikan setiap orang maupun kendaraan tidak sembarangan keluar masuk Farm, dan pintu selalu dijaga ketat oleh petugas. Pada breeding farm dan hatchery selalu dalam keadaan terkunci. Tidak setiap kendaraan atau orang bisa masuk ke kawasan farm demi terlaksananya program pencegahan penyakit. Sebelum masuk ke area breeding farm (di depan pos keamanan), setiap kendaraan dan pengunjung/staf/karyawan harus melewati area penyemprotan dengan desinfektan. Sebelum masuk ke area hatchery, setiap karyawan/staf/pengunjung diwajibkan mengganti pakaian dan disemprot dengan desinfektan. Desinfektan yang digunakan adalah BKC atau long life dengan dosis ringan yaitu 1cc/liter air. Tujuan penggunaan desinfektan ini adalah untuk membunuh mikroorganisme patogen yang mungkin terbawa oleh kendaraan, karyawan/staf/pengunjung.
Biosekuriti yang dilakukan Dony Farm Unit Kalikuto meliputi penyemprotan kendaraan, karyawan/staf/pengunjung dengan desinfektan long life dengan dosis 1 cc/liter air di depan pos jaga keamanan. Berikutnya dilakukan penyemprotan terhadap karyawan/staf/pengunjung yang akan masuk ke area perkantoran yaitu di sebelah kantor feed mill dengan desifektan long life dengan dosis 1cc/liter air. Kemudian, sebelum masuk ke area kandang yaitu di sebelah kantor departemen produksi, setiap karyawan/staf/pengunjung disarankan untuk mengganti pakaian rumah dengan pakaian kerja/pakaian yang bersih sebelum disemprot lagi dengan desinfektan long life dengan dosis 1cc/liter air. Selain aitu, di sebagian kandang disediakan untuk mencelup kaki (dipping foot) dan tangan (dipping hand) sebelum masuk ke dalam kandang dan menangani ternak. Desinfektan yang digunakan untuk mencelup kaki dan tangan adalah long life dengan dosis 1cc/liter air. Biosekuriti yang sama dilakukan juga di Dony Farm Unit Selurah.

Sanitasi Kandang dan Sekitarnya
Sanitasi adalah program di suatu kawasan Peternakan yang bertujuan untuk menjaga terjadinya perpindahan bibit penyakit menular sehingga ternak yang dipelihara terbebas dari infeksi bibit penyakit serta selalu dalam kondisi sehat. Program sanitasi yang dilakukan di breeding farm dan hatchery Dony Farm dengan melakukan penyemprotan kandang 1 kali dalam sehari, menggunakan larutan desinfektan TH-4 atau BIODES dosis yaitu 5cc untuk 1 liter air. Frekuensi dari penyemprotan ini ditingkatkan jika ada kemungkinan terjangkit penyakit. Penyemprotan yang kedua dilakukan di lingkungan sekitar kandang yaitu satu kali dalam satu minggu menggunakan desinfektan jenis long live atau BKC dengan dosis 1cc/liter air. Penyemprotan seperti ini dilakukan secara rutin kecuali saat tertentu, misalnya dilakukan vaksinasi.
Selain penyemprotan dengan menggunakan larutan desinfektan, juga dilakukan proses karantina ayam yang sudah terindikasi terserang penyakit, atau memusnahkannya. Lalu lalang dan perpindahan karyawan atau peralatan kandang dibatasi, binatang liar beserta sarangnya yang memungkinkan berpindah sebagai vector dari mikroorganisme penyebab penyakit dibasmi dengan racun tikus.
Hal lain yang dilakukan adalah menghindari pemeliharaan ayam dengan umur yang beragam dalam satu flok, menjaga kebersihan kandang, peralatan dan daerah sekitarnya, menjaga litter dalam kandang agar tetap kering, menjaga ventilasi dan aliran udara dalam kandang agar selalu dalam keadaan baik.

Sanitasi pada Hatchery
Program sanitasi yang dilakukan pada hatchery Dony Farm adalah membersihkan kendaraan dan peralatan yang dipakai pada saat membawa telur tetas dengan desinfektan agar dalam kondisi bebas dari organisme patogen pembawa penyakit. Desinfektan yang digunakan adalah jenis TH-4 atau BIODES dengan dosis 1cc/liter air. Telur tetas setelah terkumpul, sebelum dibawa ke hatchery terlebih dahulu difumigasi dengan menggunakan formalin 40% sebanyak 240 cc dengan 96 g forcen/PK untuk 8 m3 ruangan. Hal ini dimaksudkan agar telur yang baru diperoleh dari kandang bebas penyakit atau bakteri sebelum masuk ruang penyimpanan telur (cooling room).
Setelah kegiatan full chick, semua peralatan dan bagian ruangan disemprot dengan air bertekanan tinggi. Setelah itu dilakukan desinfeksi ruangan hatchery menggunakan desinfektan long live dengan dosis 5cc/liter air. Hal ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme patogen yang ada di lingkungan dan sekitar bagian ruangan hatchery.

Penanganan Ayam Mati
Penanganan ayam mati dan kotoran ayam penting artinya dalam usaha pengendalian kesehatan ayam. Apabila pengguanannya sudah benar maka dampaknya bagi kesehatan ayam yang dipelihara akan terlihat jelas begitu pula sebaliknya, apabila salah dalam penanganannya akan sangat membahayakan kesehatan ternak. Ayam mati merupakan salah satu sumber penyakit dan pencemaran lingkungan.
Pada breeding farm Hatchery Dony Farm dilakukan penanganan sebagai berikut, mengumpulkan ayam-ayam mati dari setiap kandang, melakukan usaha pembakaran ayam mati yang disebabkan penyakit berbahaya atau terinfeksi, melakukan penguburan ayam-ayam mati ke dalam lubang khusus yang disediakan atau bila perlu dilakukan pencelupan dengan desinfektan.

Program Vaksinasi

Program pengendalian kesehatan ayam selanjutnya adalah program vaksinasi. Program ini adalah program yang paling sering digunakan dalam mencegah timbulnya penyakit di suatu kawasan peternakan. Program vaksinasi dalam suatu peternakan tidak selalu bersifat statis tapi dinamis. Artinya, tidak baku antara satu perternakan dengan peternakan lainnya, tidak hanya jenis vaksin yang digunakan tetapi program vaksinasinya pun beragam. Biasanya program vaksinasi ini disesuaikan dengan kasus penyakit yang pernah terjadi. Menurut (Wiharto. 1986), bahwa vaksinasi merupakan salah satu diantara berbagai cara yang efektif untuk melindungi individu terhadap serangan berbagai macam jenis penyakit tertentu.
Pencegahan penyakit melalui program vaksinasi pada Dony Farm diaplikasikan dengan sangat ketat. Jenis vaksin yang digunakan terdiri dari vaksin live dan vaksin kill yang diperoleh dari Intervet, Medion dan yang lainnya sebagai produsen dan SHS, Vaksindo sebagai suplemennya. Pemberian Vaksin ini berfungsi untuk mendapatkan kekebalan untuk jangka waktu tertentu. Kegiatan revaksinasi oleh Dony Farm dilakukan satu sampai dua minggu sebelum kekebalan yang ditimbulkan oleh vaksin di dalam tubuh sampai batas minimum. Hal ini dimaksudkan agar anti bodi selalu ada dalam tubuh ayam.

Dalam melakukan vaksinasi ada beberapa faktor yang dicatat yaitu tanggal pelaksanaan vaksinasi, nama perusahaan dan nomer seri vaksin untuk mengontrol hasil vaksinasi dan administrasi serta memudahkan komplain jika ada masalah dengan vaksin. Nama vaksinator juga dicatat untuk menelusuri bila terjadi kegagalan dalam vaksinasi. Faktor lain yang dilakukan adalah menghindari vaktor yang bisa mematikan vaksin, seperti sinar matahari langsung, panas seperti yang ditimbulkan dari deterjen, bara rokok, desinfektan dan pencampuran vaksin yang tidak benar. Selain itu, vaksinasi dilakukan sesuai dengan prosedur dan penyimpanan vaksin sesuai dengan rekomendasi produsen.

Dalam prosedur vaksinasi yang diperhatikan diantaranya memberikan vitamin dan anti stres pada ayam sebelum dan sesudah dilaksanakannya vaksinasi/ tergantung dari kondisi ayam. Setelah selesai vaksinasi, bekas vaksin dimusnahkan dan peralatan yang digunakan selama vaksinasi segera dibersihkan dan direbus.

Menghindari Stres

Stres adalah kondisi tubuh yang mengalami gangguan hormonal secara temporer. Adanya stres pada ayam dapat mempermudah kemungkinan terkena penyakit menular. Akibat-akibat yang timbul bila stres diantaranya dehidrasi sebagai akibat pembakaran dalam tubuh yang meningkat, menyebabkan air serta garam mineral (elektrolit) tubuh banyak terbuang. Hal tersebut menyebabkan nafsu makan berkurang, sehingga asimilasi vitamin terganggu, pertumbuhan terganggu dan badan menjadi lemah sehingga mudah terserang penyakit. (Sudaryani dan Santosa, 2003)

Untuk mencegah terjadinya stres, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Dony Farm adalah selalu memberikan vitamin dan elektrolit jika terjadi suatu hal yang membuat ayam stres, misalnya sebelum dan sesudah vaksinasi, operator kandang diberi pengarahan dan selalu diingatkan untuk tidak melakukan perlakuan kasar selama pemeliharaan. Selain itu, kandang dijaga supaya selalu dalam keadaan tenang dan menghindari suara gaduh yang dapat menimbulkan stres pada ayam. Demikian juga lingkungan di sekitar kandang diusahakan tetap stabil, seperti perubahan temperatur dengan cara membuka dan menutup tirai sesuai kondisi dalam kandang. Hal lain yang dilakukan adalah menempatkan peralatan kandang dengan tepat dan jumlahnya memadai, aktivitas sehari-hari dan petugas tidak berubah secara mendadak dan menghindari akumulasi tingginya gas amoniak dengan menggunakan kipas.

Program Pengobatan

Program pengobatan dilakukan pada saat keadaan ayam sudah terditeksi secara dini terkena suatu penyakit. Hal ini dilakukan untuk mencegah sulitnya program pengobatan karena pengobatan membutuhkan waktu lama dan memakan biaya yang mahal.
Untuk menentukan jenis obat yang akan diberikan, terlebih dahulu harus diketahui jenis penyakit yang menyerang. Untuk itu dilakukan diagnosa penyakit dengan langkah-langkah sebagai berikut: menentukan bahwa suatu peternakan ada kasus, mendapatkan keterangan peternak tentang sejarah kelompok ayam dan peternakan, pemeriksaan di peternakan termasuk post mortem, pengambilan dan pengiriman material untuk pemeriksaan laboratorium.

Tata Laksana Pemeliharaan

Faktor manajeman pemeliharaan yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap keseharan ayam tersebut diantaranya adalah kualitas bibit, sistem pemeliharaan, kandang dan peralatan. .
Kualitas bibit yang baik akan menentukan keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam dipilih dari sumber yang diyakini bebas dari berbagai penyakit dan kualitas bibitnya baik sesuai dengan standar setiap strain.
Sistem pemeliharaan dilakukan sesuai dengan rekomendasi penghasil bibit, seperti memelihara ayam satu umur dalam satu flok. Ayam dipelihara dari umur satu hari sampai diafkir berada dalam satu kandang (all in all out). Kandang dan peralatan selalu bersih. Kandang dan peralatan yang kotor dapat bertindak sebagai media yang baik bagi mikroorganisme patogen untuk berkembang biak dan akan bertindak sebagai media dalam penularan penyakit.

Tes Darah

Tes darah merupakan salah satu program penunjang untuk mengontrol jenis penyakit di kawasan usaha peternakan ayam. Program ini dijalankan secara teratur dan terjadwal. Penyakit yang bisa dideteksi tes darah adalah penyakit yang disebabkan oleh pullorum, thypoid, mycoplasma. Tes darah juga bisa untuk mengetahui tingkat titer anti bodi ayam yang berhubungan erat dengan program vaksinasi yang sedang dijalankan.

Evaluasi Keberhasilan Program Pencegahan Penyakit
Dony Farm selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap keberhasilan pemeliharaan ayam komersial dan ayam parent stock. Evaluasi ini didasarkan pada perhitungn tingkat kematian (mortalitas), efisiensi pakan dan produksi telur.
Tingkat keberhasilan program pencegahan penyakit dan sanitasi juga dievaluasi melalui produksi telur yang dikeluarkan perusahaan pembibit ayam tersebut. Langkah yang dilakukan ini sesuai yang diungkapkan Wiharto (1986), bahwa produksi telur dilakukan untuk membandingkan tingkat produksi telur ayam secara kasar dengan tingkat dasar (standar) ayam tersebut, yang dikeluarkan oleh pihak peruhsahaan pembibit sebagai evaluasi dalam pelaksanaan program pencegahan penyakit ayam.

PENETASAN

Pengelolaan penetasan di Dony Farm Magelang dilakukan di unit hatchery. Kegiatan yang dilakukan pada unit hatchery antara lain penanganan telur sebelum ditetaskan, proses penetasan, pull chick (penurunan DOC).

Penanganan Telur Sebelum Ditetaskan

Grading (Seleksi Telur)
Tahap awal dari proses penetasan dimulai dari penyeleksian telur (grading). Menurut Sudaryani dan Santoso (2003), tujuan seleksi telur tetas adalah untuk mendapatkan anak ayam yang sesuai dengan yang diharapkan.
Kriteria telur yang baik untuk ditetaskan (Hatching Egg) adalah telur utuh dan bersih, bobot telur 55-70 gram, bentuk telur normal dengan indeks 74%, ketebalan kerabang 0,33 mm (Rasyaf, M. 1995). Telur yang tidak masuk ke dalam kriteria telur tetas dimasukkan ke dalam gudang telur untuk dijual sebagai telur konsumsi.
 Telur yang lolos seleksi ditempatkan di egg tray.
 
Fumigasi Telur Tetas
Telur tetas yang telah lolos seleksi kemudian dimasukkan ke dalam ruang fumigasi berukuran 3 m x 2,5 m x 3 m. Fumigasi dilakukan selama 20 menit dengan dosis 280 g KMnO4 dan 560 ml formalin 40%. Menurut Sudaryani dan Santosa (2003), fumigasi dilakukan untuk membunuh kuman penyakit.

Penyimpanan Telur
Telur yang telah difumigasi disimpan di cooling room. Cooling room merupakan ruangan khusus untuk menyimpan telur tetas sebelum dimasukkan ke setter. Suhu dan kelembaban ruangan penyimpanan diatur sehingga embrio tidak berkembang. Tujuan utama penyimpanan telur tetas adalah menunggu sampai jumlah telur yang ingin ditetaskan tercapai. Lama penyimpanan telur tetas berkisar 3-4 hari pada suhu 20 oC dan kelembaban 70%-80%. Penyimpanan telur tetas yang terlalu lama dapat mempengaruhi daya tetas telur.

Proses Penetasan
Pre Warming
Setelah jumlah telur yang akan ditetaskan terpenuhi, maka telur tetas dikeluarkan dari cooling room menuju setter. Akibat jauhnya perbedaan suhu antara cooling room dengan setter, maka perlu adanya penyesuaian suhu agar embrio yang ada di dalam telur tidak mengalami cekaman. Proses penyesuaian suhu tersebut disebut pre warming. Lamanya proses pre warming didasarkan pada ketebalan kerabang telur.
 
Setter
Telur dari pre warming dimasukkan ke dalam ruang setter (ruang inkubator). Telur disetting berdasarkan kandang, kualitas telur, dan umur induk ayam. Suhu ruang setter 37,5 oC dan kelembaban 55%. Pemutaran telur tetas di dalam setter dilakukan selama 18 hari dengan frekuensi pemutaran satu jam sekali. Sudut pemutaran telur 90 o dan kemiringan 45o. Bila telur tidak diputar, maka kuning telur akan melekat pada satu sisi kerabang telur dan berakibat pada kematian embrio. Hal ini sesuai dengan pendapat Sudaryani dan Santosa (2003), bahwa telur tetas harus diputar setiap jam untuk menjaga embrio agar tidak menempel pada kerabang telur.

Transfer Telur Tetas dan Candling
Transfer adalah proses pemindahan telur tetas dari setter ke hatcher saat umur embrio 18 hari. Sebelum masuk ke mesin hatcher, terlebih dahulu dilakukan candling (peneropongan). Candling dilakukan untuk memisahkan telur yang fertil, infertil dan explode. Menurut Nuryati dkk (2003), telur explode disebabkan telur terkontaminasi bakteri, kotor, pencucian telur kurang baik dan mesin tetas kotor.
Transfer telur tetas dan candling dilakukan dengan cepat, maksimal 30 menit karena embrio dapat mati akibat perubahan suhu telur yang drastis. Telur yang sudah diteropong dipindahkan ke kereta buggy hatcher yang berbentuk keranjang.

Hatcher
Telur yang lolos pada saat candling kemudian dimasukkan ke dalam mesin hatcher selama tiga hari. Selama berada di hatcher tidak dilakukan pemutaran telur karena pada periode ini akan terjadi pipping (anak ayam berusaha memecah kerabang dengan paruhnya).
Pengaturan suhu dan kelembaban dilakukan berdasarkan keadaan telur. Suhu dalam hatcher sekitar 37-38 oC. Kelembaban hatcher sebelum pipping sekitar 55% dan saat pipping kelembaban dinaikkan menjadi 70%-75%. Kelembaban yang tinggi dapat membantu proses pipping. Saat telur menetas (setelah pipping) kelembaban diturunkan kembali menjadi 52%-55% dan suhu dalam keadaan lebih rendah dari 37 oC untuk membantu proses pengeringan bulu DOC.
 
Pull Chick (Penurunan DOC)
Pull chick adalah kegiatan menurunkan DOC dari mesin hatcher, termasuk sexing DOC (pemisahan DOC jantan dan betina), seleksi sambil memasukkan DOC ke dalam boks. Sexing dilakukan berdasarkan warna bulu. DOC jantan memiliki warna bulu kuning dan garis punggung berjumlah ganjil, sedangkan DOC betina memilki warna bulu coklat dengan garis punggung kuning berjumlah genap. DOC jantan langsung dimasukkan ke boks sebanyak 102 ekor tanpa perlakuan apapun. DOC betina diseleksi lagi dengan kriteria bobot badan, warna bulu, kondisi fisik (mata, kaki, perut), dan kesehatan. DOC betina langsung dipotong paruhnya sepanjang 1/3 bagian dari panjang paruh, menggunakan alat debeaker. DOC yang telah diseleksi kemudian dimasukkan ke dalam boks dan dihitung jumlahnya. Setiap boks diisi 100 ekor betina ditambah 2 ekor untuk resiko transportasi.


Setelah itu DOC betina divaksin Marek’s dan NDIB. Vaksin Marek’s dilakukan sub cutan (suntik di bawah kulit leher), sedangkan vaksin NDIB melalui mata. Dosis pemberian vaksin ini 0,2 cc per ekor. Setelah divaksin, DOC disemprot dengan vitamin kemudian dikemas dan diberi label yang berisi keterangan nama perusahaan pembibit, penyeleksi (grader), jumlah DOC dalam boks, bobot DOC saat menetas dan jenis vaksin yang diberikan serta tanggal DOC menetas.

PENANGANAN LIMBAH
 
Jenis atau Produk Limbah yang Dihasilkan
Limbah merupakan sisa aktivitas makhluk hidup. Limbah peternakan di Dony Farm ada dua bentuk, yaitu limbah padat dan limbah cair. Jenis limbah padat yang dihasilkan adalah berupa kotoran ayam di kandang battery, limbah kristal (kotoran ayam di kandang postal yang bercampur dengan litter), bangkai ayam, kerabang telur dan DOC afkir di unit penetasan.
Limbah cair dihasilkan dari air pencucian kandang dan peralatan, air sisa sanitasi dan sisa air minum ayam.

Penanganan Limbah
Penanganan limbah di Dony Farm adalah membuatkan saluran pembuangan berupa selokan untuk limbah cair, sedangkan untuk limbah padat berupa kotoran ayam disalurkan ke unit pengolahan limbah. Limbah kristal dimasukkan ke karung lalu dijual ke petani untuk pupuk tanaman sayur dan sebagian diolah menjadi kompos. Limbah penetasan berupa kerabang telur tidak diolah karena biaya pengolahan lebih tinggi dari nilai produk yang dihasilkan, oleh karena itu limbah kerabang dibuang atau dijadikan campuran pakan untuk itik. Limbah berupa DOC afkir dimusnahkan atau dijual untuk pakan lele.


Pengolahan Limbah
Pengolahan limbah berupa kotoran ayam berguna untuk mengurangi pencemaran terhadap lingkungan dan meningkatkan mutu dari limbah yang dihasilkan. Bentuk pengolahan limbah di Dony Farm adalah dengan pembuatan kompos. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kompos adalah : limbah organik (kotoran ayam) 83%, abu 10%, serbuk gergaji (kayu lunak) 5%, kalsit 3%, dan bakteri pengurai (stardec) 0,25%. Teknik pembuatannya adalah dengan cara menumpuk kotoran ayam yang sudah dicampur dengan serbuk gergaji dan dicampur dengan bahan lain serta disusun secara berlapis. Tumpukan tersebut diaduk hingga homogen dan didiamkan dengan tumpukan minimal satu meter. Pembalikan dilakukan satu kali seminggu, selama delapan kali pembalikan kompos sudah jadi.

PEMASARAN
Pemasaran adalah usaha untuk mencari, menemukan dan mempertahankan konsumen. Strategi pemasaran yang utama adalah mencari kepuasan konsumen. Dalam sebuah peternakan, bagian produksi dan pemasaran harus seimbang, karena apabila pemasaran tidak berjalan dengan baik akan terjadi penumpukan hasil produksi. Hal ini dapat menyebabkan kerugian, mengingat produk peternakan mudah rusak dan mudah busuk. Oleh karena itu, peternak harus bisa memasarkan hasil produksi dan mencari pelanggan.

Bentuk Produk, Jumlah dan Harga

Produk yang dihasilkan Dony Farm diantaranya telur konsumsi, DOC ayam jantan dan betina final stock, pupuk kompos, ayam broiler, ayam petelur afkir dan karung bekas.
Telur konsumsi dihasilkan dari unit peternakan di farm Kalikuto dan farm Selurah. Telur konsumsi juga diperoleh dari telur ayam parent stock yang tidak memenuhi kriteria telur tetas pada saat grading.
DOC dihasilkan dari unit penetasan di farm Gedangan dengan merek dagang Cakra 50. DOC jantan dan betina yang dihasilkan dijual sesuai pesanan peternak atau poultry shop dari daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. DOC betina juga sebagian dipakai untuk pengganti (replacement stock) ayam-ayam yang sudah tua. DOC jantan yang tidak ada pesanan dibesarkan oleh perusahaan.
Pupuk kompos dihasilkan dari unit pengolahan kompos. Jumlah kompos yang dihasilkan selama satu minggu rata-rata sekitar 12 ton. Harga pupuk kompos per kilogram adalah Rp. 500,00.

KESIMPULAN
Dony Farm merupakan perusahaan yang menekuni bidang pembibitan ayam. Dengan manajemen pemeliharaan, manajemen pakan dan perkandangan yang baik dapat menghasilkan produk DOC yang berkualitas.
Pemberian pakan sudah baik. Pakan yang diberikan merupakan pakan buatan pabrik. Pergantian pakan untuk setiap periode pemeliharaan sudah sangat baik, sehingga dapat menekan tingkat stres akibat perubahan pakan. Upaya penanggulangan penyakit di Dony farm perlu ditingkatkan.
Penetasan di Dony Farm menggunakan mesin tetas James Way. Fertilitas telur ayam yang dihasilkan mencapai 96% dengan daya tetas 86%.

DAFTAR PUSTAKA

Nuryati, T., Sutarto,M. Khamin dan P.S. Hardjosworo. 2003. Sukses Menetaskan Telur. Penebar Swadaya, Jakarta.
Rasyaf, M. 1995. Pengelolaan Penetasan. Kanisius, Yogyakarta.
Rasyaf, M. 2003. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sudaryani, T. dan H. Santosa. 2003. Pembibitan Ayam Ras. Penebar Swadaya, Jakarta.
Suprijatna, E., U. Atmomarsono, dan R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta.
Wiharto. 1986. Petunjuk Beternak Ayam. Lembaga Penerbitan Universitas Brawijaya, Malang.



Pemanasan Global - Global Climate Change


Pemanasan Global - Global Climate Change

Perubahan Iklim Global atau dalam bahasa inggrisnya GLOBAL CLIMATE CHANGE menjadi pembicaraan hangat di dunia dan hari ini Konferensi Internasional yang membahas tentang hal tersebut sedang diselenggarakan di Nusa Dua Bali mulai tanggal 3 hingga 14 Desember 2007, diikuti oleh delegasi dari lebih dari 100 negara peserta. Salah satu penyebab perubahan iklim adalah Pemanasan Global (Global Warming).
Pemanasan global adalah peningkatan pada suhu rata-rata dari Bumi-dekat dari permukaan air dan lautan sejak pertengahan abad kedua puluh dan diproyeksikan lanjutan. Permukaan suhu global meningkat 0,74 ± 0,18 ° C (1,33 ± 0,32 ° F) selama abad terakhir. The Intergovernmental Panel tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyimpulkan bahwa anthropogenic gas rumah kaca bertanggung jawab atas sebagian besar peningkatan suhu diamati sejak tengah abad kedua puluh, dan bahwa fenomena alam seperti variasi matahari dan gunung berapi mungkin telah kecil dari efek pemanasan pra-industri kali untuk 1950 dan efek pendinginan yang kecil itu. Ini dasar kesimpulan telah didukung oleh lebih dari 40 masyarakat ilmiah dan akademi ilmu, termasuk seluruh akademi sains nasional dari negara-negara industri utama.

Iklim model proyeksi diringkas dalam laporan terbaru IPCC menunjukkan suhu permukaan global yang mungkin akan naik lagi 1,1-6,4 ° C (2,0-11,5 ° F) selama dua puluh abad pertama. The ketidakpastian dalam memperkirakan ini timbul dari penggunaan model yang berbeda dengan sensitivitas iklim, dan penggunaan yang berbeda dari perkiraan emisi gas rumah kaca di masa mendatang. Beberapa lainnya ketidakpastian termasuk bagaimana warming dan perubahan yang terkait akan berbeda dari satu daerah ke daerah di seluruh dunia. Sebagian besar penelitian fokus pada periode hingga 2100. Namun, latihan ini diharapkan akan terus melebihi 2100 meskipun emisi berhenti, karena besarnya kapasitas panas dari lautan dan panjang masa karbon dioksida di atmosfer.

Peningkatan suhu global akan menyebabkan permukaan laut meningkat dan akan mengubah jumlah dan pola hujan, mungkin termasuk perluasan dari subtropis pasir. yang terus mundur dari glaciers, permafrost dan laut es yang diharapkan, dengan wilayah Arctic menjadi terpengaruh. Lainnya termasuk berkurangnya kemungkinan efek dari Amazon hujan dan hutan utara, peningkatan intensitas cuaca ekstrim aktivitas, spesies extinctions dan perubahan dalam hasil pertanian.
Politik dan debat publik terus mengenai respons pemanasan global. Pilihan yang tersedia adalah mitigasi untuk mengurangi emisi lebih lanjut; adaptasi untuk mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan dan lebih speculatively, geoengineering membalikkan pemanasan global. Sebagian besar pemerintah nasional telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pemanasan Global disebabkan diantaranya oleh “Greenhouse Effect” atau yang kita kenal dengan EFEK RUMAH KACA. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Istilah efek rumah kaca, diambil dari cara tanam yang digunakan para petani di daerah iklim sedang (negara yang memiliki empat musim). Para petani biasa menanam sayuran atau bunga di dalam rumah kaca untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat. Kenapa menggunakan kaca/bahan yang bening? Karena sifat materinya yang dapat tertembus sinar matahari. Dari sinar yang masuk tersebut, akan dipantulkan kembali oleh benda/permukaan dalam rumah kaca, ketika dipantulkan sinar itu berubah menjadi energi panas yang berupa sinar inframerah, selanjutnya energi panas tersebut terperangkap dalam rumah kaca. Demikian pula halnya salah satu fungsi atmosfer bumi kita seperti rumah kaca tersebut.

Untuk mencegah dan mengurangi emisi gas karbondioksida dan efek rumah kaca mendorong lahirnya PROTOKOL KYOTO. Dinegosiasikan di Kyoto Jepang pada Desember 1997, dibuka untuk penandatanganan 16 Maret 1998 dan ditutup pada 15 Maret 1999. Persetujuan ini mulai berlaku pada tanggal 16 Pebruari 2005, setelah ratifikasi resmi yang dilakukan Rusia pada 18 November 2004.

Hingga 23 Oktober 2007 sudah 179 negara yang meratifikasi PROTOKOL KYOTO tersebut, daftar negara dapat anda lihat Ada empat negara yang telah menandatangani namun belum meratifikasi protokol Kyoto tersebut yaitu, Australia (tidak berminat meratifikasi), Monako, Amerika Serikat yang merupakan pengeluar terbesar gas rumah kaca juga tidak berminat untuk meratifikasinya, sisanya Kazakstan. Tetapi setelah baru-baru ini Australia meratifikasinya menjelang konferensi perubahan iklim di Bali, maka tinggal Amerika Serikat sendiri sebagai negara industri besar yang belum meratifikasinya. Negara lain yang belum memberikan reaksi adalah Afghanistan, Andorra, Brunei, Rep. Afrika Tengah, Chad, Komoro Island, Irak, Taiwan, Republik Demokratik Arab Sahrawi, San Marino, Somalia, Tajikistan, Timor Leste, Tonga, Turki, Vatikan, dan Zimbabwe.

Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.


1.    Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.

2.    Situs purbakala cepat rusak
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.

3.    Ketinggian gunung berkurang
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.

4.    Satelit bergerak lebih cepat
Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.

5.    Hanya yang Terkuat yang Bertahan
Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.

6.    Pelelehan Besar-besaran
Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.

7.    Keganjilan di Daerah Kutub

Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.

8.    Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara

Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.

9.    Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi
Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.

10.    Peningkatan Kasus Alergi
Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.

Wednesday, October 28, 2009

Cara Budidaya Cabe

Cara Budidaya Cabe
Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet melalui google tentunya,  sesuai dengan kata kunci yang Anda gunakan - Cara Budidaya Cabe, Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Cara Budidaya Cabe. Kata kunci yang mungkin terkait adalah: Budidaya cabe, pembudidayaan cabe, menanam cabe, bertanam cabe, cabe pertanian dan petani cabe.

BUDIDAYA CABE

PENDAHULUAN
Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia.
Tanaman cabe banyak ragam tipe pertumbuhan dan bentuk buahnya. Diperkirakan terdapat 20 spesies yang sebagian besar hidup di Negara asalnya
Source: http://ebdosama.blogspot.com/2009/02/pendahuluan-cabe-merupakan-tanaman.html

Cara Budidaya Cabe 
Keluaran - Teknik budidaya Cabe di Polybag Pedoman Teknis Penyiapan Benih - Benih cabe dibuat sendiri.

Caranya,

pilih buah cabe yang matang (merah), bentuk sempurna, segar, tidak cacat dan tidak terserang penyakit.
-Kemudian keluarkan bijinya dengan mengiris buah secara memanjang.
-Cuci biji lalu dikeringkan. Kemudian pilih biji yang bentuk, ukuran dan warna seragam, permukaan kulit bersih, tidakkeriput dan tidak cacat.
Source : http://coconuttitit.blogspot.com/2008/07/cara-budidaya-cabe.html

BUDI DAYA CABE MERAH DI LAHAN PASIR PANTAI

Budidaya cabe merah di lahan pasir sangat menuntut ketekunan, keuletan, kejelian, kesabaran dan pengetahuan luas maupun kerjasama yang solid antar petani maupun pihak lain, juga modal yang sangat besar jika dibandingkan dengan menanam cabe merah di lahan tanah pada umumnya.
Source: http://www.sinartani.com/budidaya/budi-daya-cabe-merah-lahan-pasir-pantai-1225687641.htm


BUDIDAYA CABAI MERAH

SYARAT TUMBUH
Cabai pada umumnya dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) ± 2000 meter dari atas permukaan air laut (dpl) yang mempunyai iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. Cabai besar akan lebih sesuai bila ditanam di daerah kering berhawa panas (± 30° C). Keadaan tanah yang ideal untuk tanaman cabe adalah yang subur, gembur, kaya akan bahan organik dan tidak mudah becek (menggenang),serta bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah (Rukmana, 1996).Struktur tanah yang paling cocok untuk tanaman cabai adalah tanah dengan struktur remah .pH yang cocok antara 6,0-7,0.

Source: http://kebunwhy.8m.com/cabai.html

Julia Perez Buka Sekolah Sepak Bola

Julia Perez Buka Sekolah Sepak Bola.

Aktris Seksi Julia Perez merambah bisnis baru. Bersama kekasihnya, Gaston Castano, pelantun belah duren itu akan membuka sekolah sepak bola. Rencananya sekolah sepak bola yang dinamai Champions Soccer School yang ber-base-camp di Rasuna Sahid itu baru akan dibuka pada tanggal 8 november.

Kabarnya, kesedian Jupe membangun sekolah sepak bola tersebut dikarenakan kecintaannya pada Gaston. Tapi hal itu dibantah Jupe saat sesi pemotretan profile Champions Soccer School di Rasuna Sahid, (sabtu 24 oktober) dengan mengatakan bahwa ini merupakan bisnis murni.

Dengan kecintaan dan sedikit tahu tentang sepak bola, aku ingin membantu memajukan olahraga ini di Indonesia. Selain itu aku dan Gaston suka dengan anak-anak. Ini adalah bisnis bola pertama yang bener-bener aku terjuni. Bukan soal hubungan cinta, “katanya”.

Tapi secara ekplisit Jupe tak menampik kalau bisnis sekolah bola ini mrupakan bagian dari persiapan untuk masa depan. Dan itu diamini juga oleh Gaston.

Menurut Gaston, sekolah sepak Bola Cahmpions Soccer School akan menerima siswa dari umur 6-16 tahun yang akan dibagi dalam kategori umur masing-masing. Untukmenjalanikurikulum Jupe dan Gaston Akan dibantu oleh Alfredo dan Pablo yang kesemuanya berasal dari Amerika Latin. “Kami sengaja memilih Amerika Latin karena sekolah sepakbola disini semuanya berbasic Eropa. Jadi Champions Soccer School ini memberikan warna dan alternative Latin. Dengan perbedaan ini aku yakin sekolah ini akan banyak menarik minat , ‘urai Jupe’.

Artis seksi ini sepertinya memang sedang mencari kegiatan alternative. Hubungannya yang memanas dengan sang ayah, Angkasa Jaya, diakui membuatnya sumpek. Seperti pernah diberitakan, sang ayah mengancam Jupe dan sang Mama, Sri Wulansih, hingga memaksa Jupe malaporkannya ke kepolisian. (TribunLampung)

BUDIDAYA CABE

BUDIDAYA CABE.

PENDAHULUAN
Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia.
Tanaman cabe banyak ragam tipe pertumbuhan dan bentuk buahnya. Diperkirakan terdapat 20 spesies yang sebagian besar hidup di Negara asalnya. Masyarakat pada umumnya hanya mengenal beberapa jenis saja, yakni Cabe besar, cabe keriting, cabe rawit dan paprika.

Secara umum cabe memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya Kalori, Protein, Lemak, Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C.
Selain digunakan untuk keperluan rumah tangga, cabe juga dapat digunakan untuk keperluan industri diantaranya, Industri bumbu masakan, industri makanan dan industri obat-obatan atau jamu.


PELUANG BISNIS
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan cabe baik untuk rumah tangga maupun industri dan sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pengembangan industri olahan, maka, peluang pengembangan usaha agribisnis cabe sangat terbuka luas.
Usaha peningkatan produksi cabe yang sekaligus meningkatkan pendapatan petani, dapat dilakukan sejak budidaya sampai penanganan pasca panen yang baik dan benar. Salah satu langkah terpenting dalam perbaikan teknik budidaya adalah pemilihan varietas cabai hibrida yang akan dibudidayakan.


RAGAM CABE & VARIETAS
Saat ini telah banyak benih cabe hibrida yang beredar di pasaran dengan nama varietas yang beraneka ragam dengan berbagai keunggulan yang dimiliki. PT. TANINDO SUBUR PRIMA sebagai salah satu perusahaan Agribisnis, telah merilis beberapa
varietas cabe hibrida besar dan keriting. Cabe hibrida besar yang dirilis PT. TANINDO SUBUR PRIMA adalah Jet set, Arimbi, Buana 07, Somrak, Elegance 081, Horison 2089, Imperial 308 dan Emerald 2078. Dan untuk cabe hibrida keriting diantaranya, Papirus, CTH 01, Kunthi 01, Sigma, Flash 03, Princess 06 dan Helix 036. Dan untuk cabe rawit hibrida adalah Discovery.


SYARAT TUMBUH TANAMAN CABE
Pada umumnya cabe dapat ditanam pada dataran rendah sampai ketinggian 2000 meter dpl. Cabe dapat beradaptasi dengan baik pada temperatur 24 – 27 derajat Celsius dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi. Tanaman cabe dapat ditanam pada tanah sawah maupun tegalan yang gembur, subur, tidak terlalu liat dan cukup air. Permukaan tanah yang paling ideal adalah datar dengan sudut kemiringan lahan 0 sampai 10 derajat serta membutuhkan sinar matahari penuh dan tidak ternaungi. pH tanah yang optimal antara 5,5 sampai 7. Tanaman cabe menghendaki pengairan yang cukup. Tetapi apabila jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan kelembaban yang tinggi dan merangsang tumbuhnya penyakit jamur dan bakteri. Jika kekurangan air tanaman cabe dapat kurus, kerdil, layu dan mati. Pengairan dapat menggunakan irigasi, air tanah dan air hujan.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA CABE
Dalam pembudidayaan cabe, perlu ketrampilan dan pengalaman lapangan yang memadai. Pemilihan varietas sangat penting untuk menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan pasar. Tahap awal budidaya cabe adalah membuat persemaian guna menyiapkan bibit tanaman yang sehat, kuat dan seragam sebagai bahan tanam di lapangan. Media semai yang dipergunakan hendaknya mempunyai struktur yang remah, tidak menahan air dan cukup nutrisi. Bahan yang dapat digunakan adalah campuran kompos, tanah, dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Untuk menambahkan nutrisi berikan pupuk NPK grand S-15 sebanyak 80 gram yang telah dihaluskan untuk tiap 3 ember campuran bahan tersebut.
Setelah bahan tercampur, masukkan bahan pada kantung plastik dengan ukuran 8 x 9 cm sampai 90 % penuh, dan buat lubang pembuangan air pada plastik bagian bawah yang telah terisi media.


Atur media pada bedeng semai yang telah disiapkan. Bedeng semai dibuat dengan tinggi 20 – 50 cm dengan lebar 80 – 100 cm dan panjang menyesuaikan kondisi. Arah bedengan diatur membujur utara selatan dengan memberikan atap penutup dari plastic dengan tiang penyangga bagian timur 100 cm dan bagian barat 80 cm atau atap dapat dibuat dengan model ½ lingkaran . Hal ini dimaksudkan agar bibit yang tumbuh cukup mendapatkan sinar matahari sehingga tidak mengalami etiolasi.


Langkah selanjutnya adalah pemeraman benih yang bertujuan untuk mengecambahkan benih. Media pemeraman yang digunakan adalah kain handuk atau 3 – 5 lapis kertas merang yang disemprot dengan larutan fungisida Victory dengan kosentrasi 3 gram / liter. Benih ditaburkan secara merata pada media dan diusahakan tidak menumpuk. Benih yang digunakan sebaiknya benih cabe hibrida yang telah diberi perlakuan pestisida.
Media digulung atau dilipat dan disimpan dalam suhu kamar. Untuk menjaga kelembaban media peram, semprotkan air dengan handspray setiap pagi dan sore. Setelah 4 sampai 7 hari, benih akan mengeluarkan radikula atau calon akar. Dengan bantuan penjepit, benih yang telah mengeluarkan calon akar di tanam pada media semai yang disiram terlebih dahulu.


Setiap pagi dan sore persemaian perlu disiram. Untuk mencegah gangguan cendawan, semprot persemaian dengan fungisida Starmyl 25WP dan Victory 80WP secara bergantian dengan konsentrasi 0,5 gram / liter. Untuk mencegah gangguan hama persemaian, semprot dengan insektisida winder 100ec dengan konsentrasi 0,5 cc / liter.
Persemaian juga dapat dilakukan dengan meletakkan benih secara langsung pada media semai tanpa diperam terlebih dahulu.


PENGOLAH TANAH
Lahan yang akan dipakai tempat penanaman harus dibersihkan dari segala macam gulma dan akar bekas tanaman lama, agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan untuk menghilangkan tumbuhan yang menjadi inang hama dan penyakit. Apabila lahan banyak ditumbuhi gulma, pembersihannya lebih baik menggunakan Herbisida Sistemik seperti Rambo 480AS dengan dosis 2 sampai 4 liter per Hektar. Selanjutnya lahan dibajak dan digaru dengan hewan ternak maupun dengan bajak traktor. Pembajakan dan penggaruan bertujuan untuk menggemburkan, memperbaiki aerasi tanah dan untuk menghilangkan OPT yang bersembunyi di tanah.


Buat bedengan dengan ukuran lebar 100 – 110 cm dengan ketinggian bedengan 50 – 60 cm dan lebar parit 50 – 60 cm . Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.
Pengukuran pH tanah juga perlu dilakuan dengan alat pH meter atau dengan kertas lakmus. Untuk menaikkan pH tanah lakukan pengapuran lahan menggunakan dolomint atau kapur gamping dengan dosis 2 – 4 ton/Ha atau 200 – 400 gram / meter persegi tergantung pH tanah yang akan dinaikkan. Pengapuran diberikan pada saat pembajakan atau pada saat pembuatan bedengan bersamaan dengan sebar kompos atau pupuk kandang. Pupuk kandang yang diperlukan adalah 10 sampai 20 ton / Ha atau ½ sampai 1 zak untuk 10 meter panjang bedengan.


Pupuk dasar yang diberikan adalah pupuk NPK grand S-15, 2 kg untuk 10 meter panjang bedengan atau 2 ton / hektar. Tahap berikutnya adalah pemasangan mulsa plastic hitam perak yang berguna untuk menekan perkembangbiakan hama dan penyakit, pertumbuhan gulma, mengurangi penguapan, mencegah erosi tanah, mempertahankan struktur, suhu dan kelembaban tanah serta dapat mencegah terjadinya pencucian pupuk. Pemasangan mulsa dilakukan dengan cara membentang dan menarik antara dua sisi dengan permukaan perak di bagaian atas. Setiap ujung dan sisi mulsa dikancing dengan pasak.. Agar pemasangan mulsa lebih optimal dan dapat menutup permukaan bedengan dengan baik sebaiknya dilakukan pada siang hari atau saat cuaca panas.


TEKNIK PENANAMAN
Jarak tanam yang digunakan adalah 50 – 60 cm jarak antar lubang dan 60 – 70 cm untuk jarak antar barisan dengan pola penanaman model segitiga atau zig-zag. Pembuatan lubang tanam sedalam 8 sampai 10 cm dilakukan bersamaan dengan pembuatan lubang pada mulsa yang berpedoman pada pola yang dipakai dan sesuai jarak tanam yang dianjurkan . Pembuatan lubang pada mulsa dapat juga menggunakan system pemanasan dengan menggunakan kaleng dengan diameter kurang lebih 8 – 10 cm. Lubang tanam dibuat dengan cara menugal tanah sedalam 8 – 10 cm.


Bibit cabe dipersemaian yang telah berumur 15 – 17 hari atau telah memiliki 3 atau 4 daun, siap dipindah tanam pada lahan. Semprot bibit dengan fungisida dan insektisida 1 – 3 hari sebelum dipindahtanamkan untuk mencegah serangan penyakit jamur dan hama sesaat setelah pindah tanam Seleksi dan pengelompokan bibit berdasarkan ukuran besar kecil dan kesehatanya. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari atau pada saat cuaca tidak terlalu panas, dengan cara merobek kantong semai dan diusahakan media tidak pecah dan langsung dimasukkan pada lubang tanam. Kemudian lakukan pemasangan lanjaran atau ajir, dipasang di samping lubang tanam.


PEMELIHARAAN TANAMAN
Setelah tanaman berumur 7 – 14 hst , tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan normal atau mati perlu dilakukan penyulaman dengan bibit yang masih ada di persemaian.
Jika pada lubang tanam tumbuh gulma, maka perlu dilakukan penyiangan dengan cara mencabut . Pengendalian gulma perlu dilakukan pada gulma yang tumbuh di parit dengan menggunakan cangkul atau dengan herbisida Rambo 480AS. Pada saat aplikasi nozelnya perlu diberi sungkup agar semprotan herbisida tidak mengenai tanaman cabe.
Pewiwilan perlu dilakukan pada tunas yang tumbuh pada ketiak yang berada dibawah cabang utama dan bunga pertama yang muncul pada cabang utama. Pewiwilan ini dilakukan agar pertumbuhan vegetatif tanaman dapat optimal. Pengikatan dilakukan saat tanaman umur 10 – 15 hst dengan mengikatkan batang yang berada dibawah cabang utama dengan tali plastic pada lanjaran atau ajir. Pada saat tanaman berumur 30 – 40 hst, ikat tanaman diatas cabang utama dan ikat juga pada saat pembesaran buah yaitu pada umur 50 -60 hst.


PEMUPUKAN SUSULAN
Untuk memacu pertumbuhan tanaman, dianjurkan untuk melakukan pengocoran mulai umur 7 sampai 60 hst dengan NPK Grand S-15 konsentrasi 7 gram per liter sebanyak 250 cc pertanaman dengan interval 7 hari . Setiap pengulangan pengocoran konsentrasi pupuk dinaikkan 2 gram per liter. Pada saat tanaman berumur 30 hst, pemupukan susulan pertama dilakukan dengan memberikan campuran pupuk NPK Grand S-15 150 kg/Ha dan Urea 40 Kg/Ha. Pemupukan dilakukan dengan cara melubangai mulsa dan menugal pada sisi tanaman dengan jarak 15 cm.

Selain tanaman dikocor, dianjurkan juga disemprot dengan pupuk daun Mamigro Super N atau NPK spesial atau dengan Gardena D dengan konsentrasi 2 – 5 gram / liter air mulai umur 7 sampai 30 hst dengan interval pemberian 7 – 15 hari. Pupuk susulan kedua dilakukan saat tanaman berumur 40 hst dengan memberikan pupuk NPK Grand S-15 300 kg / Ha.

Pada saat tanaman berumur 50 hst, pupuk susulan ke tiga dilakukan dengan memberikan pupuk NPK Grand S-15 dengan dosis 350 kg/Ha. Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah, dianjurkan untuk dilakukan penyemprotan dengan pupuk daun Mamigro Super P atau NPK Spesial, Gardena B atau dengan Pupuk Mikro Fitomic . Konsentrasi untuk Fitomic adalah 1,5 – 2,5 cc / liter dengan interval pemberian 10 – 15 hari.
Pemupukan susulan ke empat dilakukan saat tanaman berumur 60 hst. Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK Grand S-15 dengan dosis 200 Kg/Ha.


PENGAIRAN
Pengairan dilakukan setiap 7 – 10 hari atau tergantung kondisi lahan dengan cara menggenangi atau leb. Pada waktu pelepasan air dari petak penanaman harus dilakukan dengan pelan agar tidak terjadi pencucian pupuk dari bedeng tanaman.


HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABE
Hama yang sering menyerang tanaman cabe adalah : · Ulat tanah atau Agrotis Ipsilon · Thrips · Ulat grayak atau Spodoptera litura · Lalat buah atau Dacus verugenius · Aphids hijau /kutu daun · Tungau / mite · Nematode puru akar. Ulat Tanah dengan nama latin Agrotis ipsilon, biasa menyerang tanaman cabe yang baru pindah tanam, yaitu dengan cara memotong batang utama tanaman hingga roboh bahkan bisa sampai putus. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan penyemprotan insektisida Turex WP dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 g/liter bergantian dengan insektisida Direct 25ec dengan konsentrasi 0,4 cc/liter atau insentisida Raydok 28ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter sehari sebelum pindah tanam.


Ulat grayak pada tanaman cabe biasa menyerang daun, buah dan tanaman yang masih kecil. Untuk tindakan pengendalian dianjurkan menyemprot pada sore atau malam hari dengan insektisida biologi TurexWP bergantian dengan insektisida Raydok 28ec atau insektisida Direct 25ec.


Lalat buah gejala awalnya adalah buah berlubang kecil, kulit buah menguning dan kalau dibelah biji cabe berwarna coklat kehitaman dan pada akhirnya buah rontok. Untuk pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan membuat perangkap dengan sexferomon atau dengan penyemprotan insektisida Winder 100EC dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 cc per liter bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter atau dengan insektisida Cyrotex 75sp dengan konsentrasi 0,3-0,6 g/liter.
Hama Tungau atau mite menyerang tanaman cabe hingga daun berwarna kemerahan, menggulung ke atas, menebal akhirnya rontok. Untuk penengendalian dan pencegahan semprot dengan akarisida Samite 135EC dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 ml / liter air bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter.


Tanaman yang terserang hama thrips, bunga akan mengering dan rontok. Sedangkan apabila menyerang bagian daun pada daun terdapat bercak keperakan dan menggulung. Jika daun terserang aphids, daun akan menggulung kedalam, keriting, menguning dan rontok. Untuk pencegahan dan pengendalian lakukan penyemprotan dengan insektisida Winder 25 WP dengan konsentrasi 100 – 200 gr / 500 liter air / ha atau dengan Winder 100EC 125 – 200 ml / 500 liter air / Ha bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter.


Nematoda merupakan organisme pengganggu tanaman yang menyerang daerah perakaran tanaman cabe. Jika tanaman terserang maka transportasi bahan makanan terhambat dan pertumbuhan tanaman terganggu. Selain itu kerusakan akibat nematode dapat memudahkan bakteri masuk dan mengakibatkan layu bakteri. Pencegahan yang efektif adalah dengan menanam varietas cabe yang tahan terhadap nematode dan melakukan penggiliran tanaman. Dan apabila lahan yang ditanami merupakan daerah endemi, pemberian nematisida dapat diberikan bersamaan dengan pemupukan.


Penyakit yang sering menyerang tanaman cabe diantaranya adalah · Rebah semai · Layu Fusarium · Layu bakteri · Antraknose / patek · Busuk Phytophthora · Bercak daun Cercospora · Penyakit Virus
Penyakit anthracnose buah. Gejala awalnya adalah kulit buah akan tampak mengkilap, selanjutnya akan timbul bercak hitam yang kemudian meluas dan akhirnya membusuk. Untuk pengendaliannya semprot dengan fungisida Kocide 54 WDG dengan konsentrasi 1 sampai 2 g / l air bergantian dengan fungisida Victory 80wp dengan konsentrasi 1 – 2 g / liter air.


Penyakit busuk Phytopthora gejalanya adalah bagian tanaman yang terserang terdapat bercak coklat kehitaman dan lama kelamaan membusuk. Penyakit ini dapat menyerang tanaman cabe pada bagian daun, batang maupun buah. Pengendaliannya adalah dengan menyemprot fungisida Kocide 77 wp dengan dosis 1,5 – 3 kg / Ha bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentarsi 2 sampai 4 gram / liter dicampur dengan fungisida sistemik Starmyl 25 wp dengan dosis 0,8 – 1 g / liter


Rebah semai ( dumping off ) . Penyakit ini biasanya menyerang tanaman saat dipersemaian. Jamur penyebabnya adalah Phytium sp. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan perlakuan benih dengan Saromyl 35SD dan menyemprot fungisida sistemik Starmyl 25WP saat dipersemaian dan saat pindah tanam dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 gram / liter.
Penyakit layu fusarium dan layu bakteri pada tanaman cabe biasanya mulai menyerang tanaman saat fase generatif. Untuk mencegahnya dianjurkan penyiraman Kocide 77WP pada lubang tanam dengan konsentrasi 5 gram / liter / lima tanaman, mulai saat tanaman menjelang berbunga dengan interval 10 sampai 14 hari.


Penyakit bercak daun cabe disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici. Gejalanya berupa bercak bercincin, berwarna putih pada tengahnya dan coklat kehitaman pada tepinya. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menyemprot fungisida Kocide 54WDG konsentrasi 1,5 sampai 3 gram / liter bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentrasi 2 sampai 4 gram / liter dengan interval 7 hari.


Penyakit mozaik virus. Saat ini belum ada pestisida yang mampu mengendalikan penyakit mozaik virus ini. Dan sebagai tindakan pencegahan dapat dilakukan pengendalian terhadap hewan pembawa virus tersebut yaitu aphids.
Untuk pencegahan serangan hama penyakit, gunakan benih cabe hibrida yang tahan terhadap serangan hama penyakit dan yang telah diberi perlakuan pestisida. Apabila terjadi serangan atau untuk tujuan pencegahan lakukan aplikasi pestisida sesuai OPT yang menyerang atau sesuai petunjuk petugas penyuluh lapang.


PANEN
Pada saat tanaman berumur 75 – 85 hst yang ditandai dengan buahnya yang padat dan warna merah menyala, buah cabe siap dilakukan pemanenan pertama. Umur panen cabe tergantung varietas yang digunakan, lokasi penanaman dan kombinasi pemupukan yang digunakan serta kesehatan tanaman. Tanaman cabe dapat dipanen setiap 2 – 5 hari sekali tergantung dari luas penanaman dan kondisi pasar. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah beserta tangkainya yang bertujuan agar cabe dapat disimpan lebih lama. Buah cabe yang rusak akibat hama atau penyakit harus tetap di panen agar tidak menjadi sumber penyakit bagi tanaman cabe sehat. Pisahkan buah cabe yang rusak dari buah cabe yang sehat. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bobot buah dalam keadaan optimal akibat penimbunan zat pada malam hari dan belum terjadi penguapan.


PASCA PANEN CABE
Hasil panen yang telah dipisahkan antara cabe yang sehat dan yang rusak, selanjutnya dikumpulkan di tempat yang sejuk atau teduh sehingga cabe tetap segar .
Untuk mendapatkan harga yang lebih baik, hasil panen dikelompokkan berdasarkan standar kualitas permintaan pasar seperti untuk supermarket, pasar lokal maupun pasar eksport. Setelah buah cabe dikelompokkan berdasarkan kelasnya, maka pengemasan perlu dilakukan untuk melindungi buah cabe dari kerusakan selama dalam pengangkutan. Kemasan dapat dibuat dari berbagai bahan dengan memberikan ventilasi. Cabe siap didistribusikan ke konsumen yang membutuhkan cabe segar.
Dengan penerapan teknologi budidaya, penangganan pasca panen yang benar dan tepat serta penggunaan benih hibrida yang tahan hama penyakit dapat meningkatkan produksi cabe yang saat ini banyak dibutuhkan.


Sumber: http://ebdosama.blogspot.com/2009/02/pendahuluan-cabe-merupakan-tanaman.html

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABE

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABE.

Hama yang sering menyerang tanaman cabe adalah :
 a.Ulat tanah atau Agrotis Ipsilon
b.Thrips
c.Ulat grayak atau Spodoptera litura
d.Lalat buah atau Dacus verugenius
e.Aphids hijau /kutu daun
f.Tungau / mite
g.Nematode puru akar.

Ulat Tanah dengan nama latin Agrotis ipsilon, biasa menyerang tanaman cabe yang baru pindah tanam, yaitu dengan cara memotong batang utama tanaman hingga roboh bahkan bisa sampai putus. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan penyemprotan insektisida Turex WP dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 g/liter bergantian dengan insektisida Direct 25ec dengan konsentrasi 0,4 cc/liter atau insentisida Raydok 28ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter sehari sebelum pindah tanam.

Ulat grayak pada tanaman cabe biasa menyerang daun, buah dan tanaman yang masih kecil. Untuk tindakan pengendalian dianjurkan menyemprot pada sore atau malam hari dengan insektisida biologi TurexWP bergantian dengan insektisida Raydok 28ec atau insektisida Direct 25ec.

Lalat buah gejala awalnya adalah buah berlubang kecil, kulit buah menguning dan kalau dibelah biji cabe berwarna coklat kehitaman dan pada akhirnya buah rontok. Untuk pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan membuat perangkap dengan sexferomon atau dengan penyemprotan insektisida Winder 100EC dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 cc per liter bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter atau dengan insektisida Cyrotex 75sp dengan konsentrasi 0,3-0,6 g/liter.
Hama Tungau atau mite menyerang tanaman cabe hingga daun berwarna kemerahan, menggulung ke atas, menebal akhirnya rontok. Untuk penengendalian dan pencegahan semprot dengan  akarisida Samite 135EC dengan konsentrasi  0,25 – 0,5 ml / liter air bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter.


Tanaman yang terserang hama thrips, bunga akan mengering dan rontok. Sedangkan apabila menyerang bagian daun pada daun terdapat bercak keperakan dan menggulung. Jika daun terserang aphids, daun akan menggulung kedalam, keriting, menguning dan rontok. Untuk pencegahan dan pengendalian lakukan penyemprotan dengan insektisida Winder 25 WP dengan konsentrasi 100 – 200 gr / 500 liter air / ha atau dengan Winder 100EC 125 – 200 ml / 500 liter air / Ha bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter.


Nematoda merupakan organisme pengganggu tanaman yang menyerang daerah perakaran tanaman cabe. Jika tanaman terserang maka transportasi bahan makanan terhambat dan pertumbuhan tanaman terganggu. Selain itu kerusakan akibat nematode dapat memudahkan bakteri masuk dan mengakibatkan layu bakteri. Pencegahan yang efektif adalah dengan menanam varietas cabe yang tahan terhadap nematode dan melakukan penggiliran tanaman. Dan apabila lahan yang ditanami merupakan daerah endemi, pemberian nematisida dapat diberikan bersamaan dengan pemupukan.

Penyakit yang sering menyerang tanaman cabe diantaranya adalah :
a.Rebah semai
b.Layu Fusarium
c.Layu bakteri
d.Antraknose / patek
e.Busuk Phytophthora
g.Bercak daun Cercospora
h.Penyakit Virus

Penyakit anthracnose buah. Gejala awalnya adalah kulit buah akan tampak mengkilap, selanjutnya akan timbul bercak hitam yang kemudian meluas dan akhirnya membusuk. Untuk pengendaliannya semprot dengan fungisida Kocide 54 WDG dengan konsentrasi 1 sampai 2 g / l air bergantian dengan fungisida Victory 80wp dengan konsentrasi 1 – 2 g / liter air.

Penyakit busuk Phytopthora gejalanya adalah bagian tanaman yang terserang terdapat bercak coklat kehitaman dan lama kelamaan membusuk. Penyakit ini dapat menyerang tanaman cabe pada bagian daun, batang maupun buah. Pengendaliannya adalah dengan menyemprot fungisida Kocide 77 wp dengan dosis 1,5 – 3 kg / Ha bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentarsi 2 sampai 4 gram / liter dicampur dengan fungisida sistemik Starmyl 25 wp dengan dosis 0,8 – 1 g / liter.

Rebah semai ( dumping off ) . Penyakit ini biasanya menyerang tanaman saat dipersemaian. Jamur penyebabnya adalah Phytium sp. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan perlakuan benih dengan Saromyl 35SD dan menyemprot fungisida sistemik Starmyl 25WP saat dipersemaian dan saat pindah tanam dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 gram / liter.

Penyakit layu fusarium dan layu bakteri pada tanaman cabe biasanya mulai menyerang tanaman saat fase generatif. Untuk mencegahnya dianjurkan penyiraman Kocide 77WP pada lubang tanam dengan konsentrasi 5 gram / liter / lima tanaman, mulai saat tanaman menjelang berbunga dengan interval 10 sampai 14 hari.

Penyakit bercak daun cabe disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici. Gejalanya berupa bercak bercincin, berwarna putih pada tengahnya dan coklat kehitaman pada tepinya. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menyemprot fungisida Kocide 54WDG konsentrasi 1,5 sampai 3 gram / liter bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentrasi 2 sampai 4 gram / liter dengan interval 7 hari.

Penyakit mozaik virus. Saat ini belum ada pestisida yang mampu mengendalikan penyakit mozaik virus ini. Dan sebagai tindakan pencegahan dapat dilakukan pengendalian terhadap hewan pembawa virus tersebut yaitu aphids.

Untuk pencegahan serangan hama penyakit, gunakan benih cabe hibrida yang tahan terhadap serangan hama penyakit dan yang telah diberi perlakuan pestisida. Apabila terjadi serangan atau untuk tujuan pencegahan lakukan aplikasi pestisida sesuai OPT yang menyerang atau sesuai petunjuk petugas penyuluh lapang.

Budidaya Ikan Nila

Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet sesuai lewat google tentunya, dengan kata kunci yang Anda gunakan -Budidaya Ikan Nila, Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Budidaya Ikan Nila, Kata kunci yang mungkin terkait adalah: Bertani Ikan Nila, memeliharan ikan lele, pembudidaya Ikan Nila:



BUDIDAYA IKAN NILA GIFT
(Oreochromis niloticus bleeker)
1. PENDAHULUAN
Ikan Nila GIFT (Oreochromis niloticus bleeker) merupakan jenis ikan air tawar yang mudah dikembangbiakan dan toleransinya yang tinggi terhadap perubahan lingkungan maupun kemudahan pemeliharaannya. Rasanya cukup gurih dan d i gemari masvarakat Indonesia.

Source: http://hobiikan.blogspot.com/2009/02/budidaya-ikan-nila-gift-oreochromis.html



PEMBENIHAN IKAN NILA HITAM
1. PENDAHULUAN
Ikan Nila Hitam adalah jenis ikan yang secara taksonomi termasuk spesies Oreochromis niloticus bleeker. Ikan Nila Hitam berasal dari sungai Nil di Uganda, pertama kali di impor dari Taiwan ke Indonesia tahun 1969 dan dikembangkan di danau. Tondano Sulawesi Utara yang selanjutnya menyebar ke seluruh Indonesia.

 Source: http://hobiikan.blogspot.com/2009/02/pembenihan-ikan-nila-hitam.html


Budidaya ikan nila Bangkok dilakukan di kolam air deras, seperti di kawasan Cijambe, Subang, Jawa Barat. Daerah ini memang sangat cocok untuk budidaya ikan air tawar. Air sungainya bersih dan debitnya cukup, meskipun di musim kemarau.  

Source: http://indocir.com/story.php?title=KISI-KISI_-_Budidaya_Ikan_Nila_Bangkok

 


Budidaya Jamur Merang


Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet sesuai lewat google tentunya, dengan kata kunci yang Anda gunakan - Budidaya Jamur Merang,  Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Budidaya Jamur Merang, Kata kunci yang mungkin terkait adalah:  Cara Budidaya Jamur Merang, pembudidayaan Jamur Merang:
 

BUDIDAYA JAMUR MERANG

Aku sedang mencoba memulai bisnis budidaya jamur. Sabtu kemarin sudah survey ke cisarua-bandung barat. Di sana ada sekitar 500-an petani jamur. Kebanyakan mereka budidaya jamur tiram putih, karena iklim dingin cisarua (21-26 C) cocok untuk pertumbuhan jamur tiram. Aku sempat masuk melihat-lihat proses budidaya jamur tiram dar A-Z. Ada seorang pengusaha yang baik hati dan tidak sombong (kayak anak pramuka) yang mengizinkan saya berkeliling di tempat usahanya. 


Source: http://mahasiswanegarawan.wordpress.com/2007/11/27/budidaya-jamur-merang/




Sebut saja sate jamur, jamur goreng tepung, sup jamur, pepes jamur, keripik jamur, dan banyak jenis makanan olahan lain dari jamur, kini menjadi daftar menu utama di restoran-restoran yang menyediakan menu khusus vegetarian. Di restoran dan rumah makan umum pun, menu serbajamur kini semakin banyak ditemui.

Jamur disukai tak hanya karena rasanya yang lezat. Jamur, juga dipercaya kaya manfaat. Dibanding dengan daging, jamur memang punya nilai plus tersendiri. Jika daging erat dengan masalah lemak atau kandungan kolesterol, jamur sebaliknya: bebas kolesterol serta kaya serat vitamin dan mineral. Karenanya, jamur dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit. Jamur merang, misalnya berguna bagi penderita diabetes dan penyakit kekurangan darah, bahkan dapat mengobati kanker.

Source: http://citizennews.suaramerdeka.com/?option=com_content&task=view&id=202

Jamur merang merupakan salah satu komoditas pertanian yang cukup digemari di Indonesia. Di Jogjakarta ada dua produsen jamur yang terletak di Jalan Kaliurang dan di Sleman. CV. Volva Indonesia yang akan dibicarakan dalam laporan ini terletak di Niro, Sleman. 

Source: http://meikha.multiply.com/journal/item/57/tugas_EKonomika_Pertanian_Budidaya_Jamur_Merang
 




◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot