Tuesday, October 27, 2009

Definisi Perencanaan Pembelajaran Matematika

Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet sesuai lewat google tentunya, dengan kata kunci yang Anda gunakan - Definisi Perencanaan Pembelajaran Matematika, Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Definisi Perencanaan Pembelajaran Matematika, Kata kunci yang mungkin terkait adalah: Definisi Pengajaran  Matematika, Definisi Perencanaan pengajaran Matematika:
 

Perencanaan Pembelajaran Matematika (Refleksi)

Perencanaan Pembelajaran Matematika merupakan salah satu mata kuliah yang harus saya ikuti pada program sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan.Dalam pikiran saya terlintas bahwa dalam mata kuliah ini,saya akan belajar membuat Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP)yang baik,sehingga ketika selesai program sertifikasi ini saya akan membawa sejumlah RPP dan perangkat pembelajaran lainnya sebagai tanda bukti pada pimpinan sekolah dan rekan-rekan lain di sekolah.

Source: http://seruny.blogspot.com/2009/01/perencanaan-pembelajaran-matematika.html


Strategi Pembelajaran Matematika

STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Oleh : Fahruddin Kurnia, S.Pd.
Di Era Teknologi Informasi dan Komunikasi, guru masih punya peranan yang sangat penting di bidang pendidikan, terutama di tingkat pendidikan Dasar dan Menengah. Guru dituntut untuk bisa menciptakan situasi siswa mau belajar. Dengan Motivasi, arahan, dan bimbingan guru, siswa yang sebelumnya malas belajar dapat berubah menjadi siswa yang aktif dalam belajar. Beberapa hal yang perlu dikuasai seorang guru ialah sebagai berikut.

Source: http://mtsalhikmahdua.wordpress.com/2009/10/17/strategi-pembelajaran-matematika/

MODEL dan STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA


 Pendidikan adalah upaya sadar yang dilakukan agar peserta didik atau siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Agar siswa dapat mencapai tujuan pendidikan tersebut, diperlukan wahana sebagai kenderaan. Pembelajaran matematika adalah kegiatan pendidikan yang menggunakan matematika sebagai wahana untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam proses belajar mengajar mencakup beberapa aspek dan metode pengajaran yang sudah dikembangkan oleh para pakar dan ahli.

 Source: http://shulfanmath.blogspot.com/2009/06/model-dan-strategi-dalam-pembelajaran.html



 

Definisi Perencanaan

Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet sesuai lewat google tentunya, dengan kata kunci yang Anda gunakan - Definisi Perencanaan, Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Definisi Perencanaan, Kata kunci yang mungkin terkait adalah: pengertian perencanaan, perencanaan adalah,apa itu perencanaan:

Perencanaan dan Manajemen Pembangunan Pendidikan

I. PENDAHULUAN
Sekolah rusak, Ujian Negara, dan sertifikasi guru menjadi fokus pembicaraan sekaligus persoalan pendidikan yang paling mengemuka di Jawa Tengah, dan juga di daerah lain. Sarana dan prasarana pendidikan menjadi persoalan yang belum pernah tuntas, misalnya tahun 2006 terjadi sekitar 28.000 ruang kelas sekolah dasar rusak dan dalam 1 (satu) tahun pemerintah hanya mampu membenahi sekitar 12.000 ruang kelas yang rusak. Sehingga apabila tidak ada penambahan ruang kelas yang rusak maka renovasi ruang kelas baru akan tuntas dalam waktu 2,5 tahun; padahal dalam setiap tahun pasti ada ruang kelas yang rusak.

Source:http://indrajayaadriand.wordpress.com/2008/04/04/tugas-2-pak-parfi-perencanaan-dan-manajemen-pembangunan-pendidikan/ 

Perencanaan Sumber Daya Manusia; Definisi, Faktor Yang Mempengaruhi dan Manfaat Perencanaan SDM

 Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia
Berbagai pandangan mengenai definisi perencanaan sumber daya manusia seperti yang dikemukakan oleh Handoko (1997, p. 53) Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut.

Source: http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/perencanaan-sumber-daya-manusia.html

Definisi Perencanaan Pembelajaran

Sebelum mengetahui makna dari pencanaan pembelajaran, tentu kita harus mengetahui dulu apa itu perencanaan.
Ada beberapa pendapat menurut para ahli, diantaranya:
-Herbert Simon- (1996)
Perencanaan adalah sebuah proses pemecahan masalah, yang bertujuan adanya solusi dalam suatu pilihan.
-Gordon Rowland- (1993)
Perencanan bukan hanya membantu untuk mencipkan solusi tapi juga membantu untuk lebih memahami permasalahan itu sendiri,
jadi sebuah usulan lebih diutamakan dibanding informasi awal. Proses perencaan menggiring kita untuk berfikir kembali atau merangkai masalah kembali.

Source: http://7691an.wordpress.com/2009/01/07/definisi-perencanaan-pembelajaran/

 

Pengertian perencanaan

Pengertian perencanaan mempunyai beberapa definisi rumusan yang berbeda satu dengan lainnya. Cuningham menyatakan bahwa perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian.[2] Perencanaan dalam pengertian ini menitikberatkan kepada usaha untuk menyeleksi dan menghubungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya.

Source:http://blog.riwayat.net/2009/03/pengertian-perencanaan.html


PENGERTIAN PERENCANAAN PENGAJARAN 

1.      Sejak tahun 1970-an istilah ”Perencanaan Pendidikan” dipergunakan secara luas baik di kalangan pendidikan maupun di luar lingkungan pendidikan.

           
2.      Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai.
3.      Perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mendahului pelaksanaan, mengingat perencanaan merupakan suatu proses untuk menentukan ke mana harus pergi dan mengidentifikasikan persyaratan yang diperlukan dengan cara yang efektif dan efesien. Maka perencanaan mengandung 6 pokok pikiran, yakni:
a.       Perencanaan melibatkan proses penetapan keadaan masa depan yang diinginkan.
b.      Keadaan masa depan dibandingkan dengan keadaan sekarang, sehingga dapat dilihat kesenjangannya.
c.       Untuk menutup kesenjangan itu perlu dilakukan usaha-usaha.
d.      Usaha yang dilakukan dapat beranekaragam dan merupakan alternatif yang mungkin ditempuh.
e.       Pemilihan alternatif yang paling baik adalah yang mempunyai efektivitas dan efesiensi.

Source: http://amrullah.net/index.php?option=com_content&task=view&id=8&Itemid=2

Monday, October 26, 2009

Pengertian Observasi dan Kedudukannya

Pengertian Observasi dan Kedudukannya.

Pengertian observasi dapat dirumuskan sebagai berikut :
“Observasi ialah metode atau cara-cara yang menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung”

cara atau metode tersebut dapat juga dikatakan dengan menggunakan teknik dan alat-alat khusus seperti blangko-blangko, checklist, atau daftar isian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan demikian, secara garis besar teknik observasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
1).Structured or controlled observation (observasi yang direncanakan, terkontrol)
2).Unstructure or informal observation (observasi informasi atau tidak terencanakan lebih dahulu).

Pada structured observation, biasanya mengamat menggunakan blangko-blangko daftar isian yang tersusun, dan didalamnya telah tercantum aspek-aspek ataupun gejala-gejala apa saja yang perlu diperhatikan pada waktu pengamatan itu dilakukan.

Adaoun pada unstructurred observation, pada umumnya pengamat belum atau tidak mengetahui sebelumnya apa yang sebenarnya harus dicatat dalam pengamatan itu. Aspek-aspek atau peristiwanya tidak terduga sebelumnya.

Kedudukan Observasi di Dalam Evaluasi
Observasi merupakan metode langsung terhadap tingkah laku sampling di dalam situasi sosial, dengan demikian merupakan bantuan yang vital sebagai suatu alat evaluasi.

Melalui observasi, deskripsi objektif dari individu-individu dalam hubungannya yang aktual satu sama lain dan hubungan mereka dengan lingkungannya dapat diperoleh. Dengan mencatat tingkah laku ekspresi mereka yang timbul secara wajar, tanpa dibuat-buat, teknik observasi menjadi proses pengukuran (evaluasi) itu tanpa merusak atau mengganggu kegiatan-kegiatan normal dari kelompok atau individu yang diamati. Data yang dikumpulkan melalui observasi mudah dan dapat diolah dengan teknik statistik konvensional.

Jenis-jenis situasi sosial yang dapat diselidiki dengan observasi sangat luas, mencakup bermacam penelitian mengenai tingkah laku fisik, sosial dan emosional, dari mulai TK, SD, SMP sampai kepada pengamatan terhadap tingkah laku orang dewasa, di pabrik-pabrik, di kantor-kantor, di rumah, dalam kelompok diskusi, dan dalam situasi-situasi lain di masyarakat.

Dalam rangka evaluasi hasil belajar, observasi digunakan sebagai teknik evaluasi untuk menilai kegiatan-kegiatan belajar yang bersifat keterampilan atau skill. Misalnya untuk mengadakan penilaian terhadap murid-murid : bagaimana cara mengelas, membubut, menjahit pakaian, mengetik, membuat sambungan kusen pintu, dan menyambung kabel dan memasang alat-alat listrik. Dalam observasi ini guru menggunakan blangko daftar isian yang didalamnya telah tercantum aspek-aspek kegiatan dari keterampilan itu yang harus dinilai, dan kolom-kolom tempat membutuhkan check atau skor menurut standar yang telah ditentukan.


Situasi di dalam Observasi
Yesrild dan Meigs membagi situasi-situasi yang dapat diselidiki melalui observasi langsung itu menjadi tiga macam, yaitu :
1. Situasi bebas (free situation)
2. Situasi yang dibuat (manipulated situation)
3. Situasi campuran (partially controlled) gabungan dari kedua situasi tersebut.

Pada situasi bebas, klien yang diamati dalam keadaan bebas, tidak terganggu, dan tidak mengetahui bahwa ia atau mereka sedang diamati. Dengan observasi terhadap situasi bebas, mengamat dapat memperoleh data yang sewajar-wajarnya (apa adanya) tentang perisitiwa atau tingkah laku seseorang atau kelompok yang tidak dibuat-buat.

Pada situasi yang dibuat, pengamat telah sengaja membuat atau menambahkan kondisi-kondisi atau situasi-situasi tertentu, kemudian mengamati bagaimana reaksi-reaksi yang timbul dengan adanya kondisi atau situasi yang sengaja di buat itu. Misalnya dengan memberikan sesuatu yang dapat menimbulkan frustasi. Observasi yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan belajar yang bersifat keterampilan termasuk ke dalam jenis situasi (situasi yang dibuat).

Situasi campuran (partially controlled) adalah situasi dalam observasi yang merupakan gabungan dari kedua macam situasi tersebut diatas.

Tujuan-tujuan observasi dalam rangka evaluasi pendidikan pada umumnya untuk menilai pertumbuhan dan kemajuan murid dalam belajar, bagaimana perkembangan tingkah laku penyesuaian sosialnya, minat dan bakatnya dan seterusnya.


Cara-cara Mencatatkan Observasi

Ada dua cara pokok tentang mencatatkan observasi itu.
1. Unit-unit tingkah laku yang akan diamati dirumuskan atau ditentukan lebih dulu, dan catatan-catatan yang dibuat hanyalah mengenai aspek-aspek atau kegiatan yang telah ditentukan.
2. Kita mengadakan observasi tanpa menentukan lebih dulu aspek-aspek atau kegiatan-kegiatan tingkah laku yang akan diamati. Dengan demikian, menurut cara yang kedua kita dapat memperoleh data yang luas dan bervariasi (banyak macamnya)

Cara yang pertama biasa dilakukan dalam penyelidikan formal (formal studies), sedangkan cara yang kedua baik untuk digunakan bagi situasi-situasi informal. Dalam kegiatan evaluasi proses belajar-mengajar, kedua cara mencatatkan observasi tersebut diatas sering kali diperlukan dan dilakukan oleh guru-guru di sekolah


Referensi :
Drs. M. Ngalim Purwanto. M.P. 2008. Prinsip-prinsip evaluasi pengajaran.
Posted on 27 Januari, 2008 by binhasyim

Pengertian Emosi / Definisi Emosi

Pengertian Emosi / Definisi Emosi.

Istilah emosi menurut Daniel Goleman (1995), seorang pakar kecerdasan emosional, yang diambil dari Oxford English Dictionary memaknai emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa emosi merujuk kepada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecendrungan untuk bertindak.

Menurut Chaplin (1989) dalam Dictionary of psychology, emosi adalah sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku. Chaplin (1989) membedakan emosi dengan perasaan, parasaan (feelings) adalah pengalaman disadari yang diaktifkan baik oleh perangsang eksternal maupun oleh bermacam-macam keadaan jasmaniah.

Menurut Crow & Crow (1958), emosi adalah "an emotion, is an affective experience that accompanies generalized inner adjustment and mental and physiological stirredup states in the individual, and that shows it self in his evert behaviour". Jadi, emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik.
Menurut Hurlock (1990), individu yang dikatakan matang emosinya yaitu:
a. Dapat melakukan kontrol diri yang bisa diterima secara sosial. Individu yang emosinya matang mampu mengontrol ekspresi emosi yang tidak dapat diterima secara sosial atau membebaskan diri dari energi fisik dan mental yang tertahan dengan cara yang dapat diterima secara sosial.
b. Pemahaman diri. Individu yang matang, belajar memahami seberapa banyak kontrol yang dibutuhkannya untuk memuaskan kebutuhannya dan sesuai dengan harapan masyarakat
c. Menggunakan kemampuan kritis mental. Individu yang matang berusaha menilai situasi secara kritis sebelum meresponnya, kemudian memutuskan bagaimana cara bereaksi terhadap situasi tersebut.

Kematangan emosi (Wolman dalam Puspitasari, 2002) dapat didefinisikan sebagai kondisi yang ditandai oleh perkembangan emosi dan pemunculan perilaku yang tepat sesuai dengan usia dewasa dari pada bertingkahlaku seperti anak-anak. Semakin bertambah usia individu diharapkan dapat melihat segala sesuatunya secara obyektif, mampu membedakan perasaan dan kenyataan, serta bertindak atas dasar fakta dari pada perasaan.

Menurut Kartono (1988) kematangan emosi sebagai kedewasaan dari segi emosional dalam artian individu tidak lagi terombang ambing oleh motif kekanak- kanakan. Chaplin (2001) menambahkan emosional maturity adalah suatu keadaan atau kondisi mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosi dan karena itu pribadi yang bersangkutan tidak lagi menampilkan pola emosional yang tidak pantas.

Smith (1995) mendefinisikan kematangan emosi menghubungkan dengan karakteristik orang yang berkepribadian matang. Orang yang demikian mampu mengekspresikan rasa cinta dan takutnya secara cepat dan spontan. Sedangkan pribadi yang tidak matang memiliki kebiasaan menghambat perasaan- perasaannya. Sehingga dapat dikatakan pribadi yang matang dapat mengarahkan energi emosi ke aktivitas-aktivitas yang sifatnya kreatif dan produktif. Senada dengan pendapat di atas Covey (dalam Puspitasari, 2002) mengemukakan bahwa kematangan emosi adalah kemampuan untuk mengekspresikan perasaan yang ada dalam diri secara yakin dan berani, diimbangi dengan pertimbangan-pertimbangan akan perasaan dan keyakinan individu lain.

Menurut pandangan Skinner (1977) esensi kematangan emosi melibatkan kontrol emosi yang berarti bahwa seseorang mampu memelihara perasaannya, dapat meredam emosinya, meredam balas dendam dalam kegelisahannya, tidak dapat mengubah moodnya, tidak mudah berubah pendirian. Kematangan emosi juga dapat dikatakan sebagai proses belajar untuk mengembangkan cinta secara sempurna dan luas dimana hal itu menjadikan reaksi pilihan individu sehingga secara otomatis dapat mengubah emosi-emosi yang ada dalam diri manusia (Hwarmstrong, 2005).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu respons terhadap suatu perangsang yang menyebabkan perubahan fisiologis disertai perasaan yang kuat dan biasanya mengandung kemungkinan untuk meletus.

Ganggang Karang - Kelas Charophyceae

Ganggang Karang - Kelas Charophyceae.
 
Ganggang Karang hanya terdiri atas beberapa marga saja. Sel-selnya mempunyai dinding selulosa, klorofil a dan b, dan zat tepung sebagai hasil asimilasi, dan merupakan zat makanan cadangan. Hidupnya di kolam-kolam atau selokan sebagai bentos. Habitusnya seperti tumbuhan yang seluruhnya hidup di dalam air. Talus berbuku-buku dengan ruas-ruas yang panjang dengan cabang-cabang yang tersusun dalam suatu karangan. Pembiakan seksual dengan oogami. Oogonium diselubungi benang-benang yang melingkar-lingkar seperti spiral. Anteridium bergandeng-gandengan mrupakan benang-benang dan tersusun dalam sebuah badan berbentuk peluru yang kosong.



Pada buku-bukunya tumbuh cabang-cabang pendek yang beruas-ruas, kadang-kadang juga cabang-cabang yang lebih pendek lagi pada buku-bukunya.


Dari ketiak cabang-cabang pendek itu seringkali tumbuh cabang-cabang yang panjang yang susunannya sama dengan sumbu pokoknya. Sumbu itu pada pangkalnya melekat pada substrat yang keras (bata atau kayu) melainkan melekat pada Lumpur atau pasir. Beberapa jenis Characeae pada bagian bawah sumbunya membentuk semacam umbi yang penuh terisi dengan tepung dan merupakan alat untuk mengatasi kala yang buruk.


Sumbu pokok dan cabang-cabangnya bertambah panjang karena sel ujung selalu memisahkan segmen dengan membentuk dinding-dinding pemisah melintang. Segmen itu membentang menjadi suatu sel ruas yang memanjang dan tidak membelah diri lagi, dan sel buku-buku yang berbentuk cakram.


Sel buku-buku itu tetap pendek, tetapi membelah lagi dengan dinding pemisah membujur, dan dari sel-sel ini akhirnya terbentuk cabang-cabang danjuga rizoid-rizoid. Pada Nitella tiap-tiap ruas sumbu hanya terdiri atas satu sel ruas saja, tetapi pada Characeae umumnya, sel ruas itu dikelilingi oleh selapis sel-sel yang tersusun sejajar menurut poros bujur, yang keluar pada buku-buku dari sel-sel bagian bawah cabang-cabang.


Sel-selnya mengandung sebuah inti dan kloroplas berbentuk bulat. Dalam sel-sel ruas inti mengadakan pembelahan amitosis, sehingga dalam sel-sel ruas terdapat beberapa inti.


Pembiakan aseksual dengan spora tidak ada. Alat-alat pembiakan seksual berupa anteridium bulat berwarna kekuning-kuningan, dan oogonium berbentuk seperti telur berwarna hijau dan terdapa tdalam ketiak cabang.


Anteridium berasal dari satu sel induk yangkemudian membelah-belah menjadi 8 sel, yang dinamakan oktan. Tiap-tiap oktan lalu membentuk 2 dinding tangensial menjadi 3 sel, sehingga dengan initerbentuklah 24 sel. Delapn sel yang paling luar pipih, dinamakan sel-sel dinding (pelindung), 8 sel di tengah-tengah dinamakan sel-sel pemegang (manubrium), 8 lagi yang paling dalam dinamakan sel-sel pokok. Sel-sel dinding lalu membentuk tonjolan-tonjolan radial yang tidak sempurna, sehingga sel-sel itu terbagi-bagi dalm ruang-ruang yang terpisah-pisah tidak sempurna pula. Sel-sel yang di tengah kemudian membentang kea rah radial. Karena sel-sel dinding tumbuh meluas, dalam alat itu akan terjadi suatui ruangan dengan sel-sel pemegang dan sel-sel pokok di dalamnya. Sel-sel yang paling dalam lalu membuat 3-6 sel sekunder, dan dari sel-sel ini ditonjolkan 3-5 sel-sel benang spermatogen terdiri atas sel-sel berbentuk cakram.


Dari setiap sel akhirnya keluar spermatozoid berbentuk spiral yang mempunyai satu bintik mata, kadang-kadang tanpa plastida dan mempunyai dua bulu cambuk.

Oogonium mula-mula hanya satu sel telur saja yang penuh terisi dengan tetes-tetes minyak dan butir-butir tepung, kemudian oogonium itu diselubungi oleh 5 buluh yang terpilin seperti spiral. Ujung benang-benang selubung oogonium ini merupakan bentuk seperti mahkota, di antaranya terdapat celah-celah jalan masuknya spermatozoid. Setelah selesai pembuahan, sel telur membentuk dinding yang tidak berwarna. Dinding benang-benang pembungkus yang sebelah dalm menebal, warna menjadi pirang, kadang-kadang diperkuat dengan kapur, sedang dinding luarnya lenyap setelah buah itu jatuh. Pada perkecambahan zigot terjadi pembelahan reduksi dan terjadilah 4 inti haploid. Dari 4 inti ini yang 3 mengalami degenerasi, sehingga akhirnya dari satu zigot hanya tumbuh satu tumbuhan baru saja.


Karena sifat-sifatnya sebagai pembentuk kapur, maka Characeae penting peranannya dalam pembentukan tanah-tanah kapur. Dalam keadaan fosil, Characeae ditemukan pada lapisan-lapisan tanah dari zamn Jura.


Charophyceae atau Ganggang Karang merupakan golongan yang terasing, baik ke bawah maupunke atas. Menurut susunan talusnya kelompok ganggang ini tergolong organisme yang lebih tinggi tingkat perkembangannya (pembiakan generatif dengan oogami, tak ada pembiakan aseksual). Dari bentuk talus dan alat-alat perkembangbiakan seksual, sukar ditemukan hubungannya dengan salah satu golongan Chlorophyceae, tetapi umumnya masih dianggap berdekatan dengan ganggang hijau itu. Semua warga kelas ini hanya dimasukkan dalam satu bangsa saja, yaitu Charales yang terbagi dalm beberapa suku Characeae yang meliputi antara lain Chara fragilis, Chara intermedia, Nitella gracilis, Tolypella prolifera.

Ganggang Coklat - Kelas Phaeophyceae

Ganggang Coklat - Kelas Phaeophyceae.

Ganggang coklat atau Phaeophyceae adalah adalah salah satu kelas dari dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Pigmen yang lebih dominan adalah pigmen xantofil yang menyebabkan ganggang berwarna coklat. Pigmen lain yang terdapat dalam Phaeophyceae adalah klorofil dan karoten. Semua ganggang coklat berbentuk benang atau lembaran, bahkan ada yang menyerupai tumbuhan tingkat tinggi dengan bagian-bagian serupa akar, batang, dan daun. Umumnya ganggang coklat bersifat makroskopis, dan dapat mencapai ukuran lebih dari 30 meter, dan mempunyai gelembung-gelembung udara yang berfungsi sebagai pelampung.
Hampir semua ganggang coklat terdapat di laut terutama di laut yang dingin.

Perkembangbiakan ganggang coklat
a.Perkembangbiakan vegetatif (aseksual) dengan fragmentasi dan pembentukan spora (aplanospora dan zoospora). Zoospora yang dihasilkan memilki 2 flagel yang tidak sama panjang dan terletak di bagian lateral.
b.Perkembangbiakan generatif (seksual) dengan isogami, anisogami, atau oogami.

Contoh Ganggang Coklat
a).Fucus vesiculosus, banyak terdapat di laut dalam. Ganggang ini berkembangbiak secara oogami dengan menghasilkan sel gamet betina (ovum) dan sel gamet jantan (spermatozoid) . Sel gamet jantan dan betina masing-masing dihasilkan oleh tumbuhan yang berbeda. Sel gamet dihasilkan oleh alat pembiak yang disebut konseptakel. Konseptakel ini berkumpul dalam badan penghasil alat pembiak yang disebut reseptakel. Reseptakel dibentuk di ujung lembaran/talus fertil.

b).Sargasum siliquosum, hidup dengan baik di tepi laut yang dangkal. Umumnya menempel pada batu karang. Di pantai yang bersuhu sedang, Sargasum tumbuh subur sehingga menutupi permukaan laut. Laut yang demikian disebut laut sargaso.
c).Turbinaria australis, hidup dengan baik di tepi laut yang dangkal. Umumnya menempel pada batu karang.
d).Fucus distichus
e).Laminaria

Phaeophyceae atau cokelat pada ganggang, (tunggal: ganggang) adalah sebuah kelompok besar yang kebanyakan laut multisel ganggang, termasuk banyak rumput laut yang lebih dingin belahan bumi utara perairan. Mereka memainkan peran penting dalam lingkungan laut, baik sebagai makanan, dan untuk membentuk habitat mereka Misalnya Macrocystis, seorang anggota Laminariales atau kelps, mungkin mencapai 60 m dengan panjang, dan bentuk bawah air terkemuka hutan. Contoh lain adalah Sargassum, yang menciptakan habitat yang unik di perairan tropis Laut Sargasso. Banyak ganggang coklat seperti anggota ordo Fucales biasanya ditemukan di sepanjang seashores berbatu. Beberapa anggota kelas digunakan sebagai makanan untuk manusia.

Seluruh dunia ada sekitar 1500-2000 jenis ganggang cokelat. Beberapa spesies komersial yang cukup penting, seperti Ascophyllum nodosum, bahwa mereka telah menjadi subyek penelitian luas dalam hak mereka sendiri. Ganggang coklat milik kelompok yang sangat besar, yang Heterokontophyta, sebuah eukariotik dibedakan kelompok organisme yang paling mencolok dengan memiliki kloroplas dikelilingi oleh empat membran, yang menunjukkan asal dari hubungan simbiosis antara basal eukariota dan organisme eukariotik lainnya. Kebanyakan ganggang coklat mengandung pigmen fucoxanthin, yang bertanggung jawab atas kehijauan khas warna coklat yang memberi mereka nama mereka. Ganggang coklat yang unik di antara heterokonts dalam berkembang menjadi bentuk multiseluler dengan membedakan jaringan, tetapi mereka mereproduksi dengan cara menyalahi spora dan gamet, yang sangat mirip sel heterokont lain Genetik studi menunjukkan kerabat terdekat mereka untuk menjadi ganggang hijau kuning.

Morfologi
Ganggang coklat yang berserabut, makroskopik atau mikroskopik beberapa polysiphonous. Bentuk remah, bantal atau hampa dan yang lain tumbuh untuk membentuk daun kasar besar.

Sejarah Evolusi
Phaeophyta berevolusi dari phaeothamniophyceae  antara 150 & 200 juta tahun yang lalu. Klaim bahwa sebelumnya (Ediacaran) fosil ganggang coklat  telah sejak dipecat. The garis keturunan menyimpang ganggang coklat di urutan sebagai berikut, dari tertua ke termuda: Dictyotales; Sphacelariales; Cutleriales; Desmarestiales; Ectocarpales; Laminarales; Fucales. Kejadian sebagai fosil mereka jarang karena umumnya mereka bertubuh lunak kebiasaan, dan ilmuwan terus memperdebatkan identifikasi beberapa menemukan. Hanya beberapa jenis ganggang coklat deposit mineral dalam jumlah yang signifikan di dalam atau di sekitar dinding sel mereka. Kelompok ganggang lainnya, seperti ganggang merah dan ganggang hijau memiliki sejumlah Calcareous anggota, yang lebih cenderung meninggalkan bukti dalam fosil catatan daripada tubuh lunak kebanyakan ganggang coklat. Miosen fosil dari coklat bertubuh lunak ganggang makro, Julescrania telah ditemukan baik yang tersimpan dalam Formasi Monterey diatomites, tetapi hanya sedikit lainnya ditugaskan ragu fosil, khususnya spesimen yang lebih tua yang dikenal dalam catatan fosil.

Siklus Hidup
Siklus hidup menunjukkan variabilitas yang besar dari satu kelompok ke kelompok lain. Namun siklus hidup Laminaria terdiri dari diploid generasi, yaitu rumput laut besar yang terkenal untuk kebanyakan orang. Menghasilkan sporangia dari struktur mikroskopik khusus, membagi ini meiotically (meiosis) sebelum mereka dilepaskan. Karena mereka haploid terdapat jumlah yang sama laki-laki dan perempuan spora. Dengan pengecualian dari Fucales semua ganggang coklat memiliki siklus hidup yang terdiri dari pergantian antara tanaman haploid dan diploid.

Ekologi
Ganggang coklat telah diadaptasi untuk berbagai niche ekologi laut termasuk splash zona pasang surut, batu kolam renang, seluruh zona intertidal dan relatif mendalam perairan dekat pantai. Mereka adalah konstituen penting dari beberapa ekosistem air payau, dan empat spesies dibatasi dengan kehidupan di air tawar. Sejumlah besar Phaeophyceae adalah atas intertidal atau daerah pesisir, dan mereka sebagian besar adalah air dingin sejuk dan organisme yang menguntungkan dari zat gizi di atas air dingin menggenang arus dan arus masuk dari tanah; Sargassum menjadi pengecualian terkemuka generalisasi ini.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi Peserta Didik.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi Peserta Didik.

Beberapa ahli psikologi menyebutkan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kematangan emosi seseorang (Astuti, 2005), yaitu:

1.Pola asuh orangtua.
Pola asuh orang tua terhadap anak bervariasi. Ada yang pola asuhnya menurut apa yang dianggap terbaik oleh dirinya sendiri saja, sehingga ada yang bersifat otoriter, memanjakan anak, acuh tak acuh, tetapi ada juga dengan penuh cinta kasih. Perbedaan pola asuh dari orang tua seperti ini dapat berpengaruh terhadap perbedaan perkembangan emosi peserta didik.

Keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam kehidupan anak, tempat belajar dan menyatakan diri sebagai mahluk sosial, karena keluarga merupakan kelompok sosial yang pertama tempat anak dapat berinteraksi. Dari pengalamannya berinteraksi di dalam keluarga ini akan menentukan pula pola perilaku anak tehadap orang lain dalam lingkungannya. Dalam pembentukan kepribadian seorang anak, keluarga mempunyai pengaruh yang besar. Banyak faktor dalam keluarga yang ikut berpengaruh dalam perkembangan kepribadian seorang anak, salah satu faktor tersebut adalah pola asuh orangtua (Tarmudji, 2001).

Pengasuhan ini berarti orangtua mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat (Tarmudji, 2001). Dimana suatu tugas tersebut berkaitan dengan mengarahkan anak menjadi mandiri di masa dewasanya baik secara fisik maupun psikologis (Andayani dan Koentjoro, 2004).

Menurut Goleman (2002) cara orang tua memperlakukan anak-anaknya akan memberikan akibat yang mendalam dan permanen pada kehidupan anak. Goleman (2002) juga menemukan bahwa pasangan yang secara emosional lebih terampil merupakan pasangan yang paling berhasil dalam membantu anak-anak mereka mengalami perubahan emosi. Pendidikan emosi ini dimulai pada saat-saat paling awal dalam rentang kehidupan manusia, yaitu pada masa bayi.

Idealnya orangtua akan mengambil bagian dalam pendewasaan anak-anak karena dari kedua orangtua anak akan belajar mandiri melalui proses belajar sosial dengan modelling (Andayani dan Koentjoro, 2004).

2. Pengalaman traumatik.
Kejadian-kejadian traumatis masa lalu dapat mempengaruhi perkembangan emosi seseorang, dampaknya jejak rasa takut dan sikap terlalu waspada yang ditimbulkan dapat berlangsung seumur hidup. Kejadian-kejadian traumatis tersebut dapat bersumber dari lingkungan keluarga ataupun lingkungan di luar keluarga (Astuti, 2005).

3. Temperamen.
Temperamen dapat didefinisikan sebagai suasana hati yang mencirikan kehidupan emosional kita. Hingga tahap tertentu masing- masing individu memiliki kisaran emosi sendiri-sendiri, temperamen merupakan bawaan sejak lahir, dan merupakan bagian dari genetik yang mempunyai kekuatan hebat dalam rentang kehidupan manusia (Astuti, 2005).

4. Jenis kelamin
Perbedaan jenis kelamin memiliki pengaruh yang berkaitan dengan adanya perbedaan hormonal antara laki- laki dan perempuan, peran jenis maupun tuntutan sosial yang berpengaruh pula terhadap adanya perbedaan karakteristik emosi diantara keduanya (Astuti, 2005).

5. Usia
Perkembangan kematangan emosi yang dimiliki seseorang sejalan dengan pertambahan usianya. Hal ini dikarenakan kematangan emosi dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan dan kematangan fisiologis seseorang. Ketika usia semakin tua, kadar hormonal dalam tubuh turut berkurang, sehingga mengakibatkan penurunan pengaruhnya terhadap kondisi emosi (Moloney, dalam Puspitasari Nuryoto 2001). Namun demikian, dalam hal ini tidak menutup kemungkinan seseorang yang sudah tua, kondisi emosinya masih seperti orang muda yang cenderung meledak- ledak. Hal tersebut dapat diakibatkan karena adanya kelainan- kelainan di dalam tubuhnya, khususnya kelainan anggota fisik. Kelainan yang tersebut dapat terjadi akibat dari pengaruh makanan yang banyak merangsang terbentuknya kadar hormonal.

6. Perubahan jasmani.
Perubahan jasmani ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan yang sangat cepat dari anggota tubuh. Pada taraf permulaan petumbuhan ini hanya terbatas pada bagian-bagian tertentu saja yang mengakibatkan postur tubuh menjadi tidak seimbang. Ketidak seimbangan tubuh ini sering mempunyai akibat yang tidak terduga pada perkembangan emosi peserta didik. Tidak setiap peserta didik dapat menerima perubahan kondisi tubuh seperti ini, lebih-lebih perubahan tersebut menyangkut perubahan kulit yang menjadi kasar dan penuh jerawat. Hormone-hormon tertentu mulai berfungsi sejalan dengan perkembangan alat kelaminnya sehingga dapat menyebabkan rangsangan di dalam tubuh peserta didik dan seringkali menimbulkan masalah dalam perkembangan emosinya.

7. Perubahan Interaksi dengan Teman Sebaya.
Peserta didik sering kali membangun interaksi sesame teman sebayanya secara khas dengan cara berkumpul untuk melakukan aktivitas bersama dengan membentuk emacam geng. Interaksi antar anggotanya dalam suatu kelompok geng biasanya sangat intens serta memiliki kohesivitas dan solidaritas yang sangat tinggi. Fakor yang sering menimbulkan masalah emosi pada masa ini adalah hubungan cinta dengan teman lawan jenis. Gejala ini sebenarnya sehat bagi peserta didik, tetapi tidak jarang menimbulkan konflik atau gangguan emosi pada mereka jika tidak diikuti dengan bimbingan dari orang tua atau orang yang lebih dewasa.

8. Perubahan Pandangan Luar.
Ada sejumlah perubahan pandangan dunia luar yang dapat menyebabkan konflik-konflik emosional dalam diri peserta didik, yaitu:
a. Sikap dunia luar terhadap peserta didik sering tidak konsisten
b. Dunia luar atau masyarakat masih menerapkan nilai-nilai yang berbeda untuk peserta didik laki-laki dan perempuan.
c. Seringkali kekosongan peserta didik dimamfaatkan oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab.

9. Perubahan Interaksi dengan Sekolah.
Sekolah merupakan tempat pendidikan yang sangat diidealkan oleh pererta didik. Para guru merupakan tokoh yang sangat penting dalam kehidupan mereka karena selain tokoh intelektual, guru juga merupakan tokoh otoritas bagi para peserta didiknya. Oleh karena itu tidak jarang anak-anak lebih percaya, lebih patuh, bahkan lebih takut kepada guru daripada kepada orang tuanya. Posisi guru disini amat strategis apabila digunakan untuk pengembangan emosi anak melalui penyampaian materi-materi yang positif dan konstruktif.

Budidaya Lobster Air Tawar

Budidaya Lobster Air Tawar


Berbeda dengan udang galah, lobster bisa dipasarkan baik sebagai udang konsumsi maupun sebagai hiasan akuarium. Itulah sebabnya prospek lobster jauh lebih terbuka dibandingkan dengan komoditas udang lainnya.

Lobster ini dalam waktu singkat menjadi primadona karena bisa dikembangkan di kolam air tawar.


A. Pengenalan Jenis

Lobster umumnya ditangkap dari pantai. Nelayan pantai Baron, Yogyakarta dengan perahu kecil berenang dan menangkap lobster di antara karang-karang, kemudian dijual di pantai atau dikirim ke pemasok. Kini, lobster air tawar dapat dikembangkan di kolam pekarangan, sama seperti komoditas ikan air tawar lainnya.
Lobster air tawar (Cherax sp.) adalah salah satu genus yang tergolong crustacea (bangsa udang) yang seluruh daur hidupnya terjadi di air tawar. Ukuran tubuhnya secara alami besar. Badannya terdiri dari dua bagian,
yaitu kepala (cephalotorax) dan badan (abdomen). Ada bagian antaranya yaitu subcephalotorax. Seluruh tubuhnya diselimuti dengan cangkang yang dikenal sebagai karapas yang berbahan zat tanduk atau kitin.

Berdasarkan penyebarannya, terdapat tiga famili lobster air tawar sebagai berikut.
a. Famili Astacidae, tersebar di belahan bumi utara.
b. Famili Cambaridae, tersebar di belahan bumi utara.
c. Famili Parastacidae, tersebar di belahan bumi selatan seperti Australia, Indonesia bagian Timur, Selandia Baru, dan Papua Nugini.


B. Kebiasaan Hidup di Alam

Habitat alami lobster adalah danau, rawa,dan sungai air tawar di daerah pegunungan. Selain itu, udang ini juga bersifat endemik karena terdapat spesifikasi pada spesies lobster air tawar yang ditemukan di habitat alam tertentu (native).

1. Kebiasaan makan
Hampir sama seperti udang galah, kebiasaan makan lobster air tawar adalah dengan menggerumuti pakan, sedangkan larvanya dengan menyaring pakan yang masuk bersama air ke mulutnya.

Lobster akan mencari pakan pada malam hari karena tergolong binatang nockturnal. Pakan yang disukainya berupa biji-bijian, umbi­umbian dan bangkai hewan, maupun binatang kecil lainnya. Ikan ini tergolong pemakan segala (omnivora). Sering kali lobster bersifat kanibal terhadap sesamanya.


2. Kebiasaan berkembang biak

Lobster berkembang biak dengan cara bertelur. Tahapan pemijahan d alam biasanya diawali dengan mencari pasangan, kemudian dilanjutkan dengan ritual percumbuan sebagai dan akhirnya memijah. Induk betina akan mengerami telurnya, kemudian dilanjutkan dengan pengasuhan benih hingga umur tertentu.
Lobster umumnya memilih habitat yang memiliki vegetasi yang lebat. bertepi dangkal, dan dasarnya berpasir bercampur Lumpur. Udang ini hidup pada kisaran suhu 26-30 0C, tetapi ada juga jenis lobster yang mampu bertahan pada suhu 10O C.


C. Memilih Induk

Memilih induk lobster ibarat memilih sepasang pengantin yang hendak dipersandingkan di pelaminan. Masing-masing harus matang telur dan tidak boleh keliru menentukan jenis kelaminnya. Tidak boleh dua­-duanya jantan atau dua-duanya betina. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut.
Ciri induk yang berkualitas
Betina
- Adanya lubang bulat yang terletak yang terletak di dasar kaki ketiga.
- Capit betina besarnya sama atau hanya 1,5 kali buku (ruas) pertama.
- Warna lebih gelap dibandingkan pasangannya.
- Umur 6-8 bulan.
- Berat mencapai 30 g.
- Panjang 18 – 20 cm

Jantan
- Memiliki tonjolan di dasar tangkai kaki jalan kelima.
- jantan memiliki capit yang besarnya 2-3 kali buku (ruas) pertama.
- Warna lebih cerah.
- Umur 6-8 bulan.
- Berat 30 g.
- Panjang 18-20 cm.


D. Pemijahan di Kolam

Tidak seperti pemijahan udang windu ataupun udang galah yang menggunakan teknik ablasi (pematangan gonade dengan membutakan udang), pemijahan lobster air tawar masih dilakukan secara alami. Oleh karenanya, keberhasilan pemijahan lobster ini sangat tergantung pada pemilihan induk, kualitas pakan yang diberikan, dan perlakuan lingkungan.

1. Konstruksi kolam
Kolam pemeliharaan calon induk yang hendak dipijahkan sebaiknya menggunakan bak semen, bak plastik, ataupun bak fibre. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan. Namun, penggunaan kolam tanah juga tidak dilarang.
Bentuk bak semen atau bak fibre bisa persegi panjang, bulat, ataupun segi empat. Bak dilengkapi pintu pemasukan dan pembuangan air dan shelter (tempat berlindung). Induk jantan dan induk betina harus ditempatkan dalam kolam yang terpisah untuk mencegah terjadinya pemijahan yang tidak dikehendaki.
Selama dipelihara, calon induk diberi pakan udang segar, cacing halus pelet udang komersial, atau ubi jalar dengan kandungan protein 35-40 % Jumlah pakan yang diberikan 3% dari bobot badan hidup. Frekuensi pem berian pakan 3 kali sehari, pagi, Siang dan sore atau malam. Porsi pakan
yang diberikan pada malam hari lebih banyak karma lobster termasuk binatang nocturnal.


2. Persiapan kolam

Sebelum kolam diisi air, sebaiknya dipasang shelter yang bisa berupa ban mobil bekas, genteng, batako, pralon diameter 3 inci sepanjang 25 cn atau bahan lain yang tidak berbahaya bagi calon induk. Kemudian kolam diisi air dan calon induk dilepaskan. Kepadatan penebaran calon induk
tergantung dari besarnya calon induk yang dipersiapkan. Adapun untuk contohnya dapat dilihat dibawah ini

KEPADATAN PENEBARAN BERDASARKAN BERAT INDUK
1. Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (15 g/ekor)
Kepadatan Penebaran (10ekor/m2)
2. Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (20 g/ekor)
Kepadatan Penebaran (5 ekor/m2)
3. Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (30 g/ekor)
Kepadatan Penebaran ( 1 - 2 ekor/m2)



3. Pemijahan

Pemijahan lobster air tawar masih dilaksanakan secara alami sehingga pemilik hanya menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh induk­induk lobster. Sementara keberhasilan pemijahan sangat tergantung dari 'kemauan' induk-induk tersebut untuk memijah.
Pemijahan alami ini dapat dilaksanakan dengan dua jalan, yaitu pasangan dan massal. Pemijahan secara berpasangan dapat dilakukan di akuarium berukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 30 cm. Sementara pemijahan secara massal dapat dilaksanakan di bak semen atau bak fibre dengan berukuran 2 m X I M X 1 m atau 6 m x 2 m x I M.
Kepadatan penebaran untuk pemijahan massal yaitu 3 ekor jantan dengan 1 ekor betina untuk setiap 4 m2 bak. Adapun di akuarium seekor jantan dengan seekor betina untuk setiap akuarium. Jangan lupa menam­bahkan aerator ke dalam akuarium.
Jika tidak ada halangan maka induk akan segera memijah dengan ritual pemijahan khan lobster. Induk betina yang telah kawin akan membawa telurnya di antara kaki-kaki renangnya dan merawat benihnya sampai umur tertentu.

E. Penetasan Telur dan Perawatan Benih

Penetasan telur yang dibawa induk betina bisa tetap dilakukan di akuarium dengan memindahkan induk jantan ke lain tempat. Sementara untuk lobster yang dikawinkan secara massal, harus dilakukan sebaliknya yaitu memindahkan lobster betina yang mengerami telurnya ke dalam akuarium atau bak penetasan khusus.
Bak penetasan yang dimaksudkan bisa berupa akuarium ukuran
4o cm x 3o cm x 3o cm. Bak penentasan juga bisa berupa bak fibre yang disekat-sekat yang dipersiapkan secara khusus untuk penetasan, seukuran 3o cm x 3o cm x 30 cm. Bisa juga induk-induk betina yang mengeram ditempatkan bersama-sama di dalam bak fibre bulat dengan diameter 1 meter.
Setelah 8-15 hari sejak pemindahan induk-induk yang mengeram. maka juvenil lobster sudah memiliki bentuk yang mirip dengan induk­induknya. Oleh karena itu, saatnya untuk memindahkan benih ini ke kolam yang terpisah dari induknya.




F. Pendederan dan Pembesaran

Dalam kegiatan pendederan dan pembesaran, biasanya dapat menggunakan kolam yang sama. Persiapan kolam yang dilakukan juga sama.


1. Konstruksi kolam

Untuk pembesaran lobster air tawar, sebaliknya dipersiapkan kolam tanah berbentuk persegi panjang. Kolam dilengkapi dengan pintu pemasukan dan pengeluaran air yang terletak berseberangan secara horizontal untuk menjamin sirkulasi air.
Kolam pembesaran lobster ini banyak dibuat petani di daerah Jawa Barat maupun daerah lainnya. Mereka mempersiapkan kolam seperti untuk pendederan ikan mas dengan cara memupuk kolam dengan kotorar ayam terlebih dahulu.


2. Persiapan kolam

Kolam pembesaran harus dipersiapkan dahulu sebelum benih lobster dimasukkan. Persiapan kolam biasanya meliputi perbaikan pematang kolam dan kemalir (saluran tengah) untuk mempermudah proses panen.
Kolam untuk pembesaran lobster tidak perlu terlalu luas, sesuai
dengan lahan yang tersedia. Luas kolam bisa 100 m2 , 2500 m , atau 600 m2. Ke dalam kolam ditebari pupuk kandang dengan dosis 0,5-1,5 kg/m2. Selain itu, kolam diisi air sedalam antara 40-70 cm agar pakan alami sebagai makanan lobster dapat tumbuh.
Daun kelapa dimasukkan ke dalam kolam pembesaran sebagai shelter. Tujuannya untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam kolam karena lobster termasuk binatang yang menjauhi sinar matahari (nockturnal). Shelter ini bisa juga berupa ban luar bekas mobil. Lobster juga mempunyai kebiasaan menempel di substrat dalam mencari pakan sehingga penempatan shelter ini sangat cocok.


3. Penebaran benih

Benih yang ditebarkan berumur 8-15 hari dengan kepadatan 20-30 ekor/m2 luas kolam. Di tempat pembesaran diusahakan ukuran benih yang ditebarkannya seragam untuk mencegah sifat kanibalisme. Pemeliharaan pertama selama 2 bulan. Selanjutnya, pemeliharaan
dilakukan selama 4 bulan untuk memperoleh lobster ukuran ekonomis 20-30 g/ekor.
Saran
Membesarkan lobster akan mengundang tangan-tangan jahil untuk berbuat jahat karena komoditas ini bernilai ekonomis tinggi. Beberapa petani membesarkannya secara monokultur di antara kolam-kolam lain yang dipakai untuk membesarkan ikan sehingga tidak terlalu menyolok. Langkah lainnya adalah mernelihara udang lobster ini secara polikultur, bersama-sama ikan lain dalam satu petakan kolam yang sama. Tentu harus dipilih ikan yang tidak memangsa benih udang galah, misalnya bersama-sama dengan ikan mas atau ikan tawes.

Benua Antartika Yang Menakjubkan

Benua Antartika Yang Menakjubkan.



Benua Antartika adalah sebuah tempat yang amat dingin yang terletak di bagian paling utara dunia. Dimulai dengan Kutub Utara dan berakhir di Lingkaran Antartika (garis imajiner di atas peta). Kanada bagian utara, beberapa wilayah Yukon, wilayah Northwest dan Nunavut termasuk di dalamnya.

TANAHNYA
Tundra artinya "tanah yang gersang". Di wilayah bagian selatan Antartika Anda dapat menyaksikan dataran dan bukit-bukit bundar kecil. Ada banyak danau dan sungai. Di bagian utara Antartika ada gunung-gunung, glaciers (gunung-gunung es), dataran dan pulau-pulau. Lautan esnya terus-menerus membeku sepanjang tahun. Kalau Anda bepergian dari selatan dan semakin jauh ke utara, maka pohon-pohonnya semakin kecil dan semakin sedikit. Di sana pohon-pohon mulai habis dan mulai ditemukan tundra. Pohon-pohon tidak dapat bertumbuh di tundra karena terlalu dingin. Tanahnya juga membeku. Hanya ada sedikit air dan tidak cukup sinar matahari saat musim salju, hanya lapisan tanah tipis (permafrost) yang mencair di musim panas.


TUMBUHANNYA
Ada bermacam jenis tumbuhan yang bisa bertumbuh di tundra. Anda dapat menemukan tumbuhan-tumbuhan kecil yang bertumbuh begitu dekat ke tanah, tumbuhan-tumbuhan kecil berbunga, lichens (tumbuhan tanpa bunga yang bertumbuh di atas batuan dan pohon-pohon) dan semak-semak mungil (pohon-pohon kecil)

CUACA
Musim dingin di benua Antartika panjang dan dingin. Hampir sebagian besar tanahnya tertutup salju dan es yang tidak pernah mencair. Sebaliknya musim panas di benua Antartika sangat singkat. Temperatur dapat mencapai 15 derajat Celcius atau lebih. Di tengah-tengah musim panas ada hari-hari di mana matahari tidak akan terbenam.
Sewaktu musim dingin temperaturnya berkisar antara -20 derajat Celcius dan -35 derajat Celcius. Semakin Anda bergerak ke utara semakin dingin dan gelap ketika musim dingin, bahkan akan ada kegelapan sepanjang 24 jam dari pertengahan Desember sampai pertengahan Januari.

BINATANG-BINATANGNYA ( WILDLIFE)
Banyak binatang dari benua Antartika yang hidup di laut. Beberapa di antaranya adalah mamalia. Walrus, anjing laut, ikan paus beluga dan paus narwhal adalah mamalia yang hidup di dalam lautan. Selain itu juga ada banyak jenis ikan (Char Antartika, trout dan grayling).

Setiap musim panas jutaan burung laut bermigrasi ke Antartika untuk bersarang di sana dan beranak pinak. Tebing-tebing yang curam dari kepulauan Antartika ini menjadi rumah bagi burung murres dan burung laut lainnya. Burung loons, angsa salju, burung kakak tua salju dan berbagai jenis burung bersarang di Antartika.

Banyak hewan yang hidup di daratan, seperti rusa kutub, lemmings, kerbau musk, beruang kutub, rubah kutub dan serigala.

Hewan-hewan kutub memiliki bulu tebal untuk menjaga tubuh mereka tetap hangat. Sedangkan yang hidup di air es memiliki "blubber"(lapisan lemak yang tebal di bawah kulit).

HIDUP DI BENUA ANTARTIKA
Bagaimana seseorang dapat bertahan hidup di tempat yang teramat dingin seperti itu? Orang harus berpakaian dengan tepat untuk melindungi mereka dari musim dingin. Mereka tinggal di tengah masyarakat yang kecil dan memiliki toko-toko, gereja dan sekolah. Mereka menonton televisi dan memainkan games. Anak-anak kecil bermain skating, meluncur di atas salju, bermain hockey dan ski. Makanan yang mereka santap berbeda : anjing laut, beruang, ikan, angsa dan rusa caribou. Komunitas yang semakin besar memiliki pusat-pusat kesehatan untuk merawat yang sakit

Antartika adalah benua yang paling liar, paling dingin dan paling terpencil di muka bumi ini.Tertutup dan dikelilingi oleh 90% es dunia, permukaan sepanjang 14 juta km persegi ini dua kali lipat oleh tertutup air laut yang membeku pada musim saiju. Suhu rata-rata di Kutub Selatan adalah -49 derajat celsius, turun menjadi di bawab 70 di tengah-tengah air. Namun, daerah yang tidak bersahabat ini telah menjadi tempat tinggal beranekaragam satwa liar yang unik.



Selama musim panas Antartika yang singkat, terjadi lomba gila-gilaan untuk berkembang biak. Pantai-pantai sub-Antartika dibanjiri oleh anjing laut berbulu yang agresif dan berisik, serta pinguin chinstrap yang setiap hari menghadapi tabrakan es, hewan pemangsa dan berjalan jauh menempuh lereng curam dengan harapan berhasil membesarkan satu anak.Mahiuk-mahbk mikroskopis yang membeku selama musim dingin, mulai mencair, makan dan berkembang biak datam masa singkat dari siang yang berlangsung selama 24 jam. Burung tern Antartika terbang jauh untuk mencari ikan bagi anak-anak mereka dan pinguin Adelie harus ke laut, meninggalkan anak-anaknya dalam bahaya.Menghadapi langit musim gugur yang kian gelap, yang paling lemah akan menjadi korban burung skua yang senantiasa berpatroli di koloni-koloni itu.


Musim gugur, dan es mulai muncul kembali.Begitu hujan salju besar pertama muncul dan mengubur anak-anak mereka, burung bergegas untuk menuntaskan membesarkan anak-anak mereka.Anak-anak pinguin berkumpul di tepi air dan mengikuti orangtuanya yang meninggalkan mereka, untuk terjun ke air es.Anjing laut leopard muncul dari laut untuk menangkap anak-anak itu secara tiba-tiba. Badai melanda benua, lautan mulai membeku. Gambar-gambar indah dari bunga es, debu intan dan dampak optis lainnya, menjadi ilustrasi pembentukan es yang bertahap.Jauh di utara, di kepulauan sub-Antartika, anak-anak anjing laut mulai berenang dan anak-anak burung albatros mulai dewasa.

Serangga Insekta

Serangga Insekta.

Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor pendek. Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen (disebut stridulasi), atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang. Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat. Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.


Ordo Orthoptera (serangga bersayap lurus)  
Ciri-ciri ordo Orthoptera:  
Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan besar.  

Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.  

Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur.  
-
Tipe mulutnya menggigit.      
Contoh:   - Belalang (Dissostura sp)
- Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum)
- Belalang sembah (Stagmomantis sp)
- Kecoak (Blatta orientalis)
- Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
- Jangkrik (Gryllus sp)      


Ordo Hemiptera (bersayap setengah)   Ciri-ciri Hemiptera :   - Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput.   - Tipe mulut menusuk dan mengisap   - Metamorfosis tidak sempurna.   Contohnya :
- Walang sangit (Leptocorixa acuta)
- Kumbang coklat (Podops vermiculata)
- Kutu busuk (Eimex lectularius)
- Kepinding air (Lethoverus sp)      




Ordo Orthoptera
Orthoptera berasal dari bahasa Latin orthop = lurus, pteron = sayap yang berarti Insekta bersayap lurus.

Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo orthoptera adalah :
a).Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan dan sayap belakang. Sayap bagian depan lurus, lebih tebal, dan kaku (perkamen), sedangkan sayap belakang tipis seperti selaput.
b).Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
c).Tipe mulut menggigit.
d).Kaki paling belakang (kaki ketiga membesar).
Contoh :
Kecoa (Periplaneta americana)
Jangkrik (Grillus sp.).
Belalang sembah (Tenodora sp.)

Ordo Hemiptera
Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo hemiptera adalah :
a).Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan satu pasang seperti berkulit dan sayap belakang transparan.
b).Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
c).Tipe mulut menusuk dan menghisap.
d).Contoh : Kutu busuk (Cymex rotundus).
Walang sangit (Leptocorisa acuta).

Perkembangan Insekta
Perkembangan dimulai setelah telur insekta menetas. Telur dihasilkan dari hasil fertilisasi, fertilisasi umumnya terjadi secara internal, Setelah terjadi fertilisasi,maka insekta betina akan meletakan telurnya pada sumber makanan yang tepat.Setelah menetas dapat mulai makan.Kebanyakan insekta mengalami perkawinan sekali dalam seumur hidupnya. Dalam perkembangan hidupnya sebagian besar insekta mengalami metamorfosis,hanya sebagian kecil saja yang tidak mengalami metamorfosis (ametabola) yaitu perkembangan insekta muda menjadi insekta dewasa dengan pertambahan ukuran tubuh tidak mengalami perubahan bentuk,contoh kutu buku.

Sedangkan Metamorfosis adalah perubahan insekta dari telur menetas sampai menjadi insekta dewasa yang sempurna dengan mengalami perubahan bentuk morfologi,anatomi bahkan fisiologis.

Metamorfosis pada insekta dibedakan menjadi dua yaitu :
1).Metamorfosis tidak sempurna (Hemimetabola)
Metamorfosis tidak sempurna, melalui tahap telur yang menetas menjadi nimfa,kemudian tumbuh dan berkembang menjadi imago (hewan dewasa).

Nimfa adalah hewan muda yang mirip dengan hewan dewasa tetapi berukuran lebih kecil dengan perbandingan tubuh yang berbeda. Nimfa akan mengalami molting (pergantian kulit),setiap kali setelah molting hewan itu kelihatan lebih mirip dengan hewan dewasa. Contoh insekta yang mengalami metamorfosis tidak sempurna Misalnya : Jangkrik, Belalang, Kecoa

2).Metamorfosis sempurna (Homometabola)
Metamorfosis sempurna adalah perkembangan insekta melului tahap telur–larva–pupa–imago (dewasa). Telur yang menetas menjadi larva dan larva akan menjadi kepompong kemudian berubah menjadi imago.

Larva adalah ulat yang tumbuh dan khusus untuk makan serta mengalami molting beberapa kali, kemudian larva membungkus dirinya sendiri dalam kepompong dan menjadi pupa.tahapan larva sangat berbeda sekali dengan tahapan dewasa.

Pupa merupakan tahap dimana jaringan larva mengalami pembelahan dan deferensiasi sel-sel yang sebelumnya tidak aktif pada tahap larva menjadi organ tubuh seperti kaki, sayap, antena, organ reproduksi dan organ lain dari insekata. Akhirnya imago (hewan dewasa) keluar dari kepompong. Contoh insekta yang mengalami metamorfosis sempurna misalnya: kupu-kupu, Nyamuk, lebah madu.

Peranan Insekta
Insekta merupakan hewan yang jumlahnya sangat banyak, beraneka ragam jenisnya, dan meluas keberadaannya, sehungga akan mempengaruhi kehidupan manusia. Dari hal tersebut peran insekta dalam kehidupan manusia ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan.


Peran insekta yang menguntungkan adalah :

a).kupu-kupu atau lalat dapat membantu mempercepat proses penyerbukan pada tanaman berbuah
b).Penghasil madu, yaitu lebah (Apis indica)
c).Penghasil bahan kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori).


Peran Insekta yang merugikan manusia adalah :
a).Vektor beberapa penyakit pada manusia, misalnya Plasmodium, penyebab penyakit demam berdarah.
b).Menimbulkan gangguan pada manusia, misalnya kutu kepala (Pediculus capitis)
c).Sebagai hama tanaman pangan, misalnya wereng coklat (Nilaparvata lugens),walang sangit (Leptocorisa acuta)
d).Perusak gabah, oleh kutu gabah (Rhyzoperta doninica).
e).Perusak produk berbahan baku alam, misalnya rayap (Helanithermis sp.),dapat menghancurkan kayu-kayu karena didalam ususnya terdapat Protozoa yang bersimbiosis yaitu Trichonympha yang menghasilkan enzim pengurai selulosa, dan kutu buku Lepisma sacharina).
f).Kayu dimakan rayap
g).Tanaman padi diserang wereng


Hama di Fase Pembibitan

1.Belalang (Valanga nigri Cornis)
Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor pendek. Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang menyerang tanaman muda dengan cara memakan kulit yang masih hijau dan daun yang masih lunak pada payung atas mulai dari pinggir hingga menuju ke tengah-tengah terutama pada musim kering. Pemberantasan belalang dilakukan dengan penyemprotan insektisida  jenis Dicrotaphos (Bidrin 24% EC) atau Methomyl (Lannate 90% WP) di kebun yang terserang.

Yang dimaksud hama adalah seluruh makhluk hidup yang dapat mengganggu perkembangan tumbuhan. Dari sekian banyak hama, kelas insekta merupakan hama yang paling banyak di bumi ini. Berikut ini adalah ordo yang termasuk hama dari kelas insekta :



1) Ordo Orthoptera
Patanga japonica

ciri-ciri:
Pada saat istirahat sayap belakang dilipat lurus di bawah sayap depan
metamorfosa : paurometabola
tipe alat mulut : penggigit-pengunyah.
sayap depan panjang dan menyempit (keras), sayap belakang lebar dan membraneus.
beberapa jenis jantan mempunyai alat penghasil suara, sedangkan betina memiliki ovipositor.
contoh : lipas, jangkrik, belalang pedang.


2) Ordo Hemiptera
Acanthosoma haemorrhoidale
Ciri-ciri:
a).Sayap depan mengalami modifikasi sebagai hemelitron (setengah bagian di daerah pangkal menebal, sedang sisanya berstruktur selaput).
b).sayap belakang seperti selaput tipis (membran)
c).metamorfosa : paurometabola
d).tipe alat mulut : penusuk - senghisap
e).beberapa jenis jantan mempunyai alat penghasil suara, sedangkan betina memiliki ovipositor.
f).contoh : kepik buah lada (Dasynus piperis)

Sayap depan agak keras dan lurus yang disebut tegmen; sayap belakang berbentuk seperti selaput (membran)
Alat mulut menggigit mengunyah dengan posisi hypognatus
Tipe metamorfosis paurometabola (telur nimfaimago)
Fitofag (pemakan tumbuhan): belalang, jangkrik, orong-orong
Contoh: Belalang Pemakan Daun
(orthos = lurus, pteron = sayap; serangga bersayap lurus)
Beberapa contoh hama penting dari ordo Orthoptera

Valanga
Nigricornis(Burm.) Famili Acrididae
Disebut juga sebagai belalang kayu atau belalang jati. Belalang ini bersifat polifag


Batuan sedimen

Batuan sedimen.

Batuan Sedimen merupakan bahan atau partikel yang terdapat di permukaan bumi (di daratan ataupun lautan), dan boleh mengalami proses angkutan dari satu kawasan ke kawasan yang lain. Air dan angin merupakan agen pengangkut yang utama. Sedimen ini apabila mengeras akan menjadi batu sedimen. Kajian berkenaan dengan sedimen dan batu sedimen ini dipanggil sedimentologi. Antara sedimen yang ada ialah lumpur, pasir, kelikir dan sebagainya. Sedimen ini akan menjadi batu sedimen apabila mengalami proses pengerasan.

Sedimen = Bahan partikel yang peroi(lumpur, pasir, kelikir dan lain-lain)Sedimen akan menjadi batuan sedimen melalui proses pengerasan atau pembatuan yang melibatkan;
a.Pemampatan (Compaction)
b.Penyimenan (Cementation)

Penghabluran semula (Recrystallization) terutamanya sedimen karbonat) Batuan endapan atau batuan sedimen adalah salah satu dari tiga kelompok utama batuan (bersama dengan batuan beku dan batuan metamorfosis) yang terbentuk melalui tiga cara utama: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan (deposition) karena aktivitas biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapur, batu pasir, dan lempung, termasuk dalam batuan endapan. Batuan endapan meliputi 75% dari permukaan bumi.
Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut Penamaan tersebut adalah: breksi, konglomerat, batupasir, batu lempung
a.Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butitan yang bersudut
b.Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang membudar
c.Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm
d.Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai 1/256 mm
e.Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 mm


JENIS BATUAN SEDIMEN
Secara umumnya, sedimen atau batuan sedimen terbentuk dengan dua cara, iaitu;
1). terbentuk dalam lembangan pengendapan atau dengan kata lain ianya tidak mengalami proses pengangkutan. Sedimen sebegini dikenali sebagai sedimen autochthonous. Antara sedimen yang termasuk dalam kumpulan ini ialah evaporit, batu kapur, laterit.

2). mengalami proses angkutan, atau dengan kata lain, puncanya daripada kawasan luar lembangan, dan proses luluhawa, hakisan dan angkutan membawa sedimen ini ke lembangan pengendapan yang baru. Sedimen ini dipanggil sedimen allochthonous. Antara yang termasuk dalam kumpulan ini ialah konglomerat, volkanoklastik.

Selain daripada pengelasan di atas, batuan sedimen boleh dikelaskan kepada beberapa jenis, bergantung kepada cara dan proses pembentukannya. Antara klas batuan sedimen yang utama ialah;
Terrigenous (detrital atau berklas / klastik - clastic). Batuan klastik merupakan batuan yang puncanya berasal daripada suatu tempat lain, dan telah diendapkan dalam lembangan baru setelah mengalami proses pengangkutan. Antara nama batuan utama yang terdapat dalam kumpulan ini ialah;
a.Konglomerat atau breksia
b.Batu pasir
c.Batu lodak
d.Syal

Sedimen endapan kimia / biokimia (Chemical/biochemical). Batuan endapat kimia merupakan batuan yang terbentuk hasil daripada pemendapan kimia daripada larutan, ataupun terdiri daripada endapan hidupan bercangkang mineral karbonat atau bersilika atau berfosfat dan lain-lain.. Antara batuan yang tergolong dalam kumpulan ini ialah;
a.Evaporit
b.Batuan sedimen karbonat (batu kapur dan dolomit)
c.Batuan sedimen bersilika (rijang)
d.Endapan organik (batu arang)

Batuan volkanoklastik (Volcanoclastic rocks). Batuan volkanoklastik yang berasal daripada aktiviti gunung berapi. Debu-debu daripada aktiviti gunung berapi ini akan terendap seperti sedimen yang lain. Antara batuan yang ada dalam kumpulan ini ialah;
a.Batu pasir bertuf
b.Aglomerat

Faktor-faktor yang mengontrol terbentuknya sedimen adalah iklim, topografi, vegetasi dan juga susunan yang ada dari batuan. Sedangkan faktor yang mengontrol pengangkutan sedimen adalah air, angin, dan juga gaya grafitasi. Sedimen dapat terangkut baik oleh air, angin, dan bahkan salju. Mekanisme pengangkutan sedimen oleh air dan angin sangatlah berbeda. Pertama, karena berat jenis angin relatif lebih kecil dari air maka angin sangat susah mengangkut sedimen yang ukurannya sangat besar. Besar maksimum dari ukuran sedimen yang mampu terangkut oleh angin umumnya sebesar ukuran pasir. Kedua, karena sistem yang ada pada angin bukanlah sistem yang terbatasi (confined) seperti layaknya channel atau sungai maka sedimen cenderung tersebar di daerah yang sangat luas bahkan sampai menuju atmosfer.

Sedimen-sedimen yang ada terangkut sampai di suatu tempat yang disebut cekungan. Di tempat tersebut sedimen sangat besar kemungkinan terendapkan karena daerah tersebut relatif lebih rendah dari daerah sekitarnya dan karena bentuknya yang cekung ditambah akibat gaya grafitasi dari sedimen tersebut maka susah sekali sedimen tersebut akan bergerak melewati cekungan tersebut. Dengan semakin banyaknya sedimen yang diendapkan, maka cekungan akan mengalami penurunan dan membuat cekungan tersebut semakin dalam sehingga semakin banyak sedimen yang terendapkan. Penurunan cekungan sendiri banyak disebabkan oleh penambahan berat dari sedimen yang ada dan kadang dipengaruhi juga struktur yang terjadi di sekitar cekungan seperti adanya patahan.


Sedimen dapat diangkut dengan tiga cara:

1).Suspension: ini umumnya terjadi pada sedimen-sedimen yang sangat kecil ukurannya (seperti lempung) sehingga mampu diangkut oleh aliran air atau angin yang ada.

2).Bed load: ini terjadi pada sedimen yang relatif lebih besar (seperti pasir, kerikil, kerakal, bongkah) sehingga gaya yang ada pada aliran yang bergerak dapat berfungsi memindahkan pertikel-partikel yang besar di dasar. Pergerakan dari butiran pasir dimulai pada saat kekuatan gaya aliran melebihi kekuatan inertia butiran pasir tersebut pada saat diam. Gerakan-gerakan sedimen tersebut bisa menggelundung, menggeser, atau bahkan bisa mendorong sedimen yang satu dengan lainnya.

3).Saltation yang dalam bahasa latin artinya meloncat umumnya terjadi pada sedimen berukuran pasir dimana aliran fluida yang ada mampu menghisap dan mengangkut sedimen pasir sampai akhirnya karena gaya grafitasi yang ada mampu mengembalikan sedimen pasir tersebut ke dasar.

Pada saat kekuatan untuk mengangkut sedimen tidak cukup besar dalam membawa sedimen-sedimen yang ada maka sedimen tersebut akan jatuh atau mungkin tertahan akibat gaya grafitasi yang ada. Setelah itu proses sedimentasi dapat berlangsung sehingga mampu mengubah sedimen-sedimen tersebut menjadi suatu batuan sedimen.

Sunday, October 25, 2009

Kata-Kata Motivasi

Kumpulan Kata-Kata Motivasi

Kata-kata motivasi merupakan suatu hal yang membuat kita selalu bersemangat untuk menempuh hidup ini, berikut ini beberapa kata-kata inspirasi dan memotivasi diri kita:

Setiap momen yang hebat menawan dalam sejarah dunia adalah kemenangan dari antusiasme (Ralph Waldo Emerson)

Ketika seorang samurai sejati berperang, dia mempersiapkan diri untuk mati, tetapi yang sering terjadi justru musuhnya yang mati (Anonymous)

Lakukan apa saja yang kamu anggap benar, karena apapun yang anda lakukan juga akan dikritik. Anda akan dikutuk juga jika tidak melakukannya (Roosevelt)

Tidak ada kesuksesan sejati tanpa penolakan. Semakin banyak penolakan yang ada, semakin unggul, semakin banyak belajar, dan semakin dekat dengan harapan anda (Anthony Robbins)

Satu-satunya orang yang tidak membuat kesalahan ialah orang yang tidak berbuat apa-apa. Jangan takut kepada kesalahan, selama anda tidak mengulangi kesalahan yang sama (Roosevelt)

Tiap orang mempunyai bakat. Apa yang kurang adalah keberanian untuk mengantar bakat ketempat gelap yang dituju (Enica Jang)

Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Usaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Gandhi)

Kesuksesan itu suatu perjalanan, bukan tempat tujuan;separuh dari kesenangan terdapat ditengah perjalanan menuju kesana (Gita Bellin)

Jika anda tidak mengalami kegagalan dan pahitnya kegagalan, anda tidak dapat manisnya kesuksesan (Sri Dhamananda Nayake)

Belajar dari kegagalan adalah cara meraih kesuksesan. Tidak pernah gagal berarti tidak pernah menang (Sri Dhamananda Nayake)

Seandainya bisa, saya akan berdiri disudut yang ramai dan mengemis kepada orang-orang agar melemparkan kepada saya semua waktu yang mereka buang-buang (Bernard Berenson)

Jangan takut kepada kesempurnaan.. Anda tidak akan bisa mencapainya (Salvator Dali)

Seseorang akan diam saja jika dia menunggu sampai bisa melakukannya dengan baik, sehingga tidak ada seorangpun yang akan bisa menemukan kesalahan (Kardinal John H Newman)

Orang serba rapi mati-matian merapikan segala-galanya membuat saya ngeri ; museum adalah tempat paling rapi yang dipenuhi dengan banyak benda mati (St.John Ervine)

Dia yang menerima nasehat kadang-kadang lebih unggul daripada orang yang memberikan nasehat (Karl Ludwig Von Knebel)

Orang yang sukses adalah orang yang bisa membangun landasan yang kuat dengan batubata yang dilemparkan orang lain kepadanya (David Brinkley)

Saya belum pernah mendengar siapapun yang tersandung ketika sedang duduk. Karena itu jalanlah terus meski anda tersandung dan jangan berhenti (Charles Kettering)

Keunggulan adalah melakukan hal biasa dengan cara yang tidak biasa (Booker T Washington)

Anda mungkin kecewa kalau gagal, tetapi nasib buruk anda sudah dipastikan kalau anda tidak mencoba (Beverley Hills)

Temukan apa yang paling suka anda lakukan dan dapatkan seseorang yang akan membayar anda untuk itu (Katherine Whitehorn)

Kegagalan ini bukanlah karena jatuh, tetapi karena tidak mau bangkit kembali (Mary Pickford)

Anda harus melakukan hal yang anda pikir tidak dapat anda lakukan (Eleanor Roosevelt)

Jika anda maju dengan penuh keyakinan menuju impian dan berusaha menghayati kehidupan yang dibayangkannya, anda akan bertemu dengan keberhasilan yang tidak terduga-duga (Henry D Thoreau)

Tidak ada angin yang dapat membantu mereka yang tidak memiliki penentu arah (Michel De Montaigne)

Saya belum pernah menerima gagasan yang siap pakai sama seperti menerima pakaian yang siap pakai, mungkin karena saya tidak bisa menjahit ; tapi saya bisa berpikir (Jane Rule)

RUU KUHP

RUU KUHP

Dalam hukum pidana, terhadap kedua jenis aturan itu berlaku asas lex specialis derogat lex generalis, dimana ketentuan pidana yang khusus (lex specialis) menghapus (Men-derogat) ketentuan pidana yang umum (lex generalis). Ini berarti kalau suatu persoalan hukum pidana sudah ada ketentuannya yang lebih khusus dalam berbagai UU di luar KUHP, maka ketentuan dalam KUHP dapat dikesampingkan. Dengan asas ini, maka dualisme dalam hukum pidana seharusnya dapat dihilangkan.

Tapi kadang kenyataannya dalam praktik, rumus ini tidak semudah teorinya. Dalam berbagai kasus tindak pidana, banyak jaksa masih menggunakan pasal-pasal KUHP meskipun ketentuan yang lex specialis-nya sudah ada. Misalnya dalam kasus majalah Tempo, dimana Jaksa masih menggunakan pasal KUHP dan bukan UU Pers.

Gejala-gejala di atas tentunya dapat menjadi pelajaran berharga terutama dalam rangka membuat KUHP baru yang saat ini masih berupa Rancangan Undang-undang (RUU) dan sedang hangat-hangatnya digodok oleh para pembuat UU kita. Pelajaran itu nilainya penting dan prisnsipil.

RUU KUHP yang telah rampung dipelajari tim pembuatnya itu memuat 700 pasal lebih. Ini merupakan upaya kodifikasi dan unifikasi (penyeragaman) berbagai ketentuan hukum pidana yang selama ini tersebar dalam berbagai perundang-undangan lex specialis di luar KUHP. Di dalamnya, termasuk juga prinsip-prinsip yang bersumber dari hukum adat nasional.

Dengan upaya kodifikasi, sebisa mungkin seluruh ketentuan-ketentuan pidana yang tersebar dalam berbagai UU di luar KUHP dibukukan dalam satu RUU KUHP. Ketentuan-ketentuan tersebut selain dikumpulkan menjadi satu kitab juga diseragamkan supaya tidak terjadi pertentangan asas-asasnya. Dengan kodifikasi dan unifikasi ini, RUU KUHP akan berisi ketentuan-ketentuan hukum pidana yang bukan saja selengkap mungkin tapi juga rinci.

Misalnya pasal-pasal tentang kesusilaan. Dalam Pasal 484 RUU KUHP diatur bahwa suatu perbuatan zina hukumannya maksimal lima tahun sedangkan Pasal 486 RUU KUHP mengatur perbuatan tinggal serumah tanpa ikatan perkawinan atau kumpul kebo yang hukumannya maksimal dua tahun.

Sifatnya yang lengkap dan rinci ini kemudian mengundang pertanyaan. Bagaimana jika nanti terjadi perubahan dalam perasaan keadilan masyarakat? Kita semua tentu menyadari kalau masyarakat kita saat ini sedang dalam transisi budaya. Perubahan-perubahan karena teknologi dan budaya, hampir-hampir tidak bisa dihindari. Dan kondisi ini bergeraknya begitu cepat. Tengok saja misalnya UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. UU ini, sejak Indonesia merdeka, sudah mengalami beberapa kali perubahan. Bisa dibayangkan, kalau KUHP yang baru nanti berisi aturan-aturan yang selengkap dan serinci mungkin. Ini berarti punya konsekuensi adanya perubahan-perubahan KUHP lagi yang 700 pasal itu seiring dengan perubahan dalam masyarakat kita yang cepat.

Ketentuan Umum

Kalau belajar dari KUHP klasik yang sekarang masih berlaku, kitab ini punya tiga bagian. Masing-masing bagian dinamakan buku kesatu, buku kedua dan buku ketiga. Buku kesatu berisi ketentuan-ketentuan umum. Jumlahnya 103 pasal. Buku kedua tentang kejahatan. Buku ketiga tentang pelanggaran.

Dalam buku kesatu diatur ketentuan-ketentuan umum tentang bagaimana menggunakan ketentuan-ketentuan dalam buku kedua dan buku ketiga KUHP. Buku kesatu juga berlaku bagi ketentuan-ketentuan hukum pidana lex specialis dalam perundang-undangan di luar KUHP.

Buku kedua dan ketiga mengatur tentang tindak pidana-tindak pidananya yang dapat dihukum seperti penghinaan, pemerkosaan, pelanggaran kesusilaan, korupsi, pembunuhan dan sebagainya. Berbagai ketentuan hukum pidana dalam buku kedua dan ketiga tersebut sifatnya lex generalis. Ketentuan yang lex generalis itu secara lex specialis diatur lagi secara lengkap dan rinci dalam berbagai UU di luar KUHP. Pengaturan secara lengkap dan rinci ini ada juga yang menyimpang asas-asasnya dari ketentuan buku kedua dan ketiga.

Supaya tidak boros-boros pasal, mungkin sebaiknya kalau KUHP yang baru nanti hanya berisi perubahan dan pengembangan dari buku kesatu KUHP yang sekarang masih berlaku. Jadi isinya hanya merupakan ketentuan-ketentuan umum saja. Untuk buku kedua dan ketiga yang berisi jenis-jenis tindak pidana dan hukumannya dibiarkan tercecer dalam berbagai perundang-undangan yang lex specialis di luar KUHP. Namun tetap taat asas, mengacu pada KUHP yang lex generalis. Hal ini dapat menuai beberapa keuntungan.

Pertama, KUHP yang baru itu isinya ketentuan-ketentuan umum saja yang diadopsi sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Ketentuan-ketentuan umum itu yang menjadi panduan dalam menggunakan perundang-undangan lex specialis. Misalnya ketentuan umum tentang unsur-unsur ”percobaan” tindak pidana.

Dalam KUHP yang baru, jenis tindak pidana dan hukumannya seperti yang termuat dalam buku kedua dan ketiga dihilangkan. Jenis tindak pidana dan hukuman itu dimuatnya hanya dalam UU yang lex specialis. Dengan demikian, kedepan tidak ada lagi sifat yang seolah-olah ada dualisme dalam hukum pidana yang selama ini mengaburkan kepastian hukum. Sifat dualisme yang sering rancu antara menggunakan KUHP atau UU yang lex specialis.

Kedua, jika terjadi perubahan dalam perasaan keadilan masyarakat, maka tidak perlu sesering mungkin diadakan perubahan-perubahan dalam KUHP. Cukup perundang-undangan lex specialis-nya saja yang diubah seperti yang beberapa dekade terakhir dilakukan para pembuat UU kita. Misalnya UU tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal ini lebih memudahkan karena dapat dihitung secara parsial perubahannya lewat perundang-undangan yang lex specialis saja.

Detail: RUU KUHP

Standar Perencanaan Proses Pembelajaran

Standar Perencanaan Proses Pembelajaran

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.

A. Silabus  
Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.

Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan dinas provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk Ml, MTs, MA, dan MAK.


B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.

Komponen RPP adalah :

1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.

2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik
yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.

3. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.

4. Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

5. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian
kompetensi.

7. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar

8. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.

9. Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

10. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

11. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Resep Mie Ayam Bakso

Resep Mie Ayam  Bakso

Berikut ini adalah resep masakan mie ayam bakso. Semoga resep ini bemanfaat dan dapat dicoba dirumah.

Bahan-bahan:
* Jamur merang 100 gr dipotong menurut selera
* Ayam filley 100 gr dipotong menurut selera
* Bawang bombay dicincang
* Bawang putih dicincang
* Jahe seruas jari
* Minyak wijen 1 sendok makan
* Kecap asin
*Merica 1 sendok teh
* Minyak sayur untuk menumis
*Kecap manis secukupnya
*Tepung maizena

Cara membuat Mie Ayam  Bakso:
Bawang bombay dan bawah putih ditumis sampai harum setelah itu masukan ayam setelah setengah matang masukan jamur dan jahe dan diamkan selama 10 menit lalu tambahkan dengan minyak wijen dan kecap asin dan kecap manis tambahkan air biarkan sampai matang terakhir masukan tepung maizena biar sedikit kental.

Untuk Bakso:
Cincang daging has 500 gr. campur daging yg telah dicincang dengan bawang putih yg telah dihaluskan dan tambahkan sedikit merica buat bulatan masukan kedalam air menidih biarkan sampai mengambang dan angkat lalu tirikan demikian selanjutnya sampai adonan habis

Hidangan mie ayam bakso
Susun dimangkuk mie atau indomi yg telah direbus tambahkan daun bawang, bawang goreng, seledri diatasnya taruh tumisan ayam tadi dan tuang kuahnya bersama bakso siap untuk dihidangkan dengan saus dan sambal abc..

Terimakasih!!!

Resep Masakan Sayap Ayam

Berikut ini adalah kumpulan resep masakan  dari bahan sayap ayam, yang dapat dikelola menjadi berbagai macam olahan masakan.

Resep Sayap Ayam Pentul Wijen
Baha-bahan:
*10 buah sayap ayam
*100 gram wijen putih
*2 butir telur
*6 siung bawang putih dihaluskan
*1/2 sdt lada halus
*1 sdt kaldu ayam bubuk
*Garam secukupnya
*300 ml air
*Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:
1).Potong bagian ujung sayap , belah sayap menjadi 2 bagian, lalu kerat hingga tulang keluar, tarik kulit dan daging buah kebawah.
2).Ungkep sayap ayam yang telah dibentuk dengan bawang putih  halus, lada, kaldu ayam bubuk dan garam serta air, masak hingga ayam lunak dan air berkurang.
3).Celupkan ayam yang telah diungkep kedalam kocokan telur, lalu gulingkan kewijen putih , ratakan. Diamkan selama 1 jam dalam lemari pendingin.
4).Goreng ayam balut wijen dalam minyak panas hingga kuning keemasan, angkat dan tiriskan.
5).Sajikan pentul ayam balut wijen dengan saus sambal.


Resep Sayap Ayam Bumbu Kemangi
Bahan-bahan:
*10 buah sayap ayam
*2 ikat kecil kemangi, petik daunnya.
*2 ruas jari laos, memarkan.
*1 batang sereh , memarkan
*300 ml air
*500 ml santan kental
*1 sdt kaldu ayam bubuk
*Garam secukupnya
*Minyak goreng untuk menumis.

Bumbu yang dihaluskan:
*7 siung bawang putih
*15 siung bawang merah
*6 butir kemiri
*2 ruas jari jahe
*1 sdt terasi bakar
*1 sdt ketumbar
*10 buah cabai merah

Cara Membuat Resep Ayam Bumbu Kemangi:
1).Tumis bumbu halus, sereh dan laos hingga harum, masukan sayap ayam , masak hingga berubah warna.
2).Tuangkan air, santan kental masak hingga ayam lunak, tambahkan garam, kaldu ayam bubuk, aduk rata, masak terus hingga air berkurang.
3).Terakhir masukan daun kemangi, aduk rata , angkat.
4).Siap dihidangkan!!!


Resep Sungkup Sayap Ayam Cabai Hijau

Bahan-bahan:
*10 buah sayap ayam
*1 btg sereh memarkan
*2 lbr daun salam
*5 lbr daun jeruk
*500 ml  santan sedang
*1 sdt kaldu ayam bubuk
*Garam secukupnya
*Minyak untuk menumis.

Bumbu yang dihaluskan:
*6 siung bawang putih
*15 siung bawang merah
*6 butir kemiri
*10 buah cabai merah
*3 buah cabai rawit
*2 ruas jari jahe
*2 ruas jari laos

Cara Membuat:
1).Tumis bumbu halus, daun jeruk, daun salam, sereh hingga harum, masukan ayam, aduk masak hingga berubah warna.
2).Setelah ayam berubah warna, tuangkan santan, masak hingga mendidih.
3).Tambahkan kaldu ayam bubuk, garam adk rata, masak terus sambil diaduk hingga bumbu menyerap dan agak mengering, angkat.
4).Panaskan kukusan, kukus sayap ayam yang telah diungkep dengan bumbu selama20 menit, angkat.
5).Sungkup sayap ayam cabai hijau siap disajikan.

Disclaimer:
Semua resep masakan sayap ayam diatas diambil dari Tabloid Info Kuliner.

Puisi Mimbar – Taufiq Ismai

Berikut ini adalah puisi karya Taufiq Ismail dengan judul Mimbar. Puisi ini, merupakan salah satu jenis puisi demonstrasi. Semoga Puisi Mimbar ini, menginspirasikan kita semua.

Mimbar

Dari mimbar ini telah dibicarakan
Pikiran-pikiran dunia
Suara-suara kebebasan
Tanpa ketakutan

Dari mimbar ini diputar lagi
Sejarah kemanusian
Pengembangan teknologi
Tanpa ketakutan.

Di kampus ini
Telah dipahatkan
Kemerdekaan.

Segala despot dan tirani
Tidak bisa dirobohkan
Mimbar kami.

Karya: Taufiq Ismail (1996)

Prinsip-prinsip Penyusunan RPP

Prinsip-prinsip Penyusunan RPP

Prinsip penyusunan RPP Yang baik:
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.

3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis
Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan

4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan,
pengayaan, dan remedi.

5. Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya

6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot