Wednesday, August 5, 2009

POTENSI KAYU HUTAN DI INDONESIA

POTENSI KAYU HUTAN DI INDONESIA

• Potensi Rotan

Luas kawasan hutan yang merupakan habitat alam rotan seluas ?b 2.215.625 ha. Penyebaran rotan pada wilayah/lokasi berdasarkan hasil orientasi/cruising ; Kab, Nabire (Sima, Yaur, S. Nauma, S. Buami, S. Wabi-Wammi, S. Wanggar), Kab. Jayapura (Unurum Guay, Lereh, Pantai Timur), Manokwari ( Masni, Bintuni, Ransiki, S. Kasi, S. Sima), Merauke (Ds. Poo, Torey). Potensi raotan rata-rata per hektar berada kisaran 2,75 ¡V 2.062,22 Kg/ha. Jenis-jenis rotan terdiri dari : Daemonorops, Korthalsia, Foser, Calamus sp., Sersus, Ceratolobus, Plectocomia, dan Myrialepsis. Potensi rotan belum dimanfaatkan secara optimal sehingga terbuka untuk investasi pemanfaatan rotan skala industri.

• Potensi Hutan Sagu

Hutan sagu di Provinsi Papua luas sekitar 4.769.548 ha (diperkirakan telah dimanfaatan hutan sagu secara tradisional ?b 14.000 ha). Potensi sagu kisaran 0,33 ¡V 5,67 batang/ha. Penyebaran sagu terutama wilayah/lokasi Kab. Sorong (Kec. Inawatan, Seget, Salawati), Kab. Manokwari (Kec. Bintuni), Kab. Jayapura (Kec. Sentani, Sarmi), Kab. Merauke (Kec. Kimaam, Asmat, Atsy, Bapan, Pantai kasuari), Kab. Yapen Waropen (Kec. Waropen) dan sebagian besar tegakan sagu tumbuh pada daerah gambut pantai. Jenis-jenis

tegakan sagu terdiri dari ; Metroxylon rumphii var silvester, Metroxylon rumphii var longispinum, Metroxylon Rumphii mart, Metroxylon Rumphii var microcantum dan Metroxylon sago rottb. Potensi sagu belum dimanfaatkan secara optimal sehingga masih dimungkinkan diusahakan dalam skala industri
.
• Potensi Nipah

Luas hutan yang ditumbuhi nipah diperkirakan seluas 1.150.000 ha. Potensi nipah belum dapat diketahui secara pasti (belum dilakukan inventariasi potensi). Pemanfaatan nipah belum dapat berkembang, masih tahap pemanfaatan masyarakat lokal berupa pemanfaatan daun dan buah. Pemanfaatan nipah untuk skala industri/besar masih terbuka.

• Potensi Kayu Lawang

Informasi potensi kayu lawang (Cinnamonum spp.) belum akurat (penyebaran alami sporadis). Hasil monitoring sentra-sentra produksi minyak lawang telah dapat diindentifikasi bahwa potensi kayu lawang cukup menjanjikan dan dapat dikembang menjadi hutan tanaman masyarakat setempat. Sentra-sentra produksi dan penyebaran kayu lawang pada wilayah/lokasi terdiri dari; Kaimana ¡V Fakfak, Sorong, Jayapura, Nabire, Merauke dan Manokwari. Potensi kayu lawang masih dapat ditingkatkan pemanfaatannya..

• Potensi Kayu Masoi

Informasi potensi kayu masoi belum akurat (penyebaran alami sporadis). Hasil monitoring sentra-sentra produksi kulit masoi telah dapat diindentifikasi bahwa potensi kayu masoi cukup menjanjikan dan dapat dikembang menjadi hutan tanaman masyarakat setempat. Sentra-sentra produksi dan penyebaran kayu masoi pada wilayah/lokasi terdiri dari ; Kab. Manokwari (Bintuni, Ransiki), Kaimana ¡V Fakfak, Jayapura, Nabire. Potensi kayu masoi belum dimanfaatkan secara optimal sehingga masih terbuka investasi untuk pemanfaatan kayu masoi untuk skala industri.

• Potensi Kayu Putih

Penyebaran kayu putih pada Kab. Merauke (Kawasan Taman Nasional Wasur). Potensi kayu putih merupakan tempat tumbuh alamiah di TN. Wasur yang merupakan daun kayu putih merupakan bahan baku minyak kayu putih hasil penyulingan. Hasil penyulingan masyarakat diperoleh minyak kayu putih dari daun kayu putih sebanyak 125 kg sebanding dengan 2,5 liter minyak kayu putih. Jenis kayu putih terdiri dari Asteromyrtus simpocarpa, Melaleuca lecadendron.

• Potensi Kayu Gaharu

Potensi Kayu Gaharu ini berada di bagian pesisir provinsi Papua, baik yang berada di Pesisir Utara maupun Pesisir Selatan.

Definisi Mortalitas

Mortalitas atau kematian merupakan salah satu dari tiga komponen demografi selain fertilitas dan migrasi, yang dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kematian sebagai suatu peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup.

Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun, hingga, rata-rata mortalitas sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per tahun. Mortalitas berbeda dengan morbiditas yang merujuk pada jumlah individual yang memiliki penyakit selama periode waktu tertentu.


Mortalitas atau kematian dapat menimpa siapa saja, tua, muda, kapan dan dimana saja. Kasus kematian terutama dalam jumlah banyak berkaitan dengan masalah sosial, ekonomi, adat istiadat maupun masalah kesehatan lingkungan. Indikator kematian berguna untuk memonitor kinerja pemerintah pusat maupun lokal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penyebab Kematian
Kematian dewasa umumnya disebabkan karena penyakit menular, penyakit degeneratif, kecelakaan atau gaya hidup yang beresiko terhadap kematian. Kematian bayi dan balita umumnya disebabkan oleh penyakit sistim pernapasan bagian atas (ISPA) dan diare, yang merupakan penyakit karena infeksi kuman. Faktor gizi buruk juga menyebabkan anak-anak rentan terhadap penyakit menular, sehingga mudah terinfeksi dan menyebabkan tingginya kematian bayi dan balita di sesuatu daerah

Kematian dan Faktor Sosial Ekonomi

Faktor sosial ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gisi dan kesehatan lingkungan, kepercayaan, nilai-nilai, dan kemiskinan merupakan faktor individu dan keluarga, mempengaruhi mortalitas dalam masyarakat (Budi Oetomo, 1985). Tingginya kematian ibu merupakan cerminan dari ketidak tahuan masyarakat mengenai pentingnya perawatan ibu hamil dan pencegahan terjadinya komplikasi kehamilan.

RESEP MASAKAN SAYUR ASAM BENING


Terimaksih,,Mr.Resep akan berbagi resep kepada kalian semua tentang cara memasak sayur asam bening. Mr.Resep mencoba untuk memberikan sedikit resep yang agak berbeda kepada kalian yang ingin memasak sayur asam bening tapi weenak rasanya…Oke Tampa panjag lebar, Mr.Resep akan memberikan resep masakan sayur asam bening yang insya ALLAH weenak rasaya,,,sing penting memasak sayur beningnya “sepenuh hati”,,he,he kayak iklan ajah,,,,
Resep Memasak Ala Mr.Resep

RESEP MASAKAN SAYUR ASAM BENING

Ini kira-kira disajikan kurang lebih untuk 4 orang

Bahan:
250 gram daging tetelan atau di cincang
800 cc air
3 lembar daun salam
4 cm lengkuas, memarkan boso jowo nya dipeprek,,,
2 buah cabai hijau, belah dua
2 buah jagung manis, potong-potong yah..jangan kulitnya yah..
1 sendok makan asam
100 gram melinjo atau tangkil
1 buah labu siam, potong-potong sesuai selera kalian
5 lonjor kacang panjang, potong-potong
1 sendok makan gula pasir
½ sendok teh terasi

Bumbu yang dihaluskan:
8 butir bawang merah
5 butir kemiri
2 sendok teh garam (jangan ke asinan, ntar dibilang mau cepetan kawin))

Cara Membuat Resep Masakan Sayur Asam Bening:

A. Rebus daging tetelan, air, daun salam, lengkuas hingga empuk
B. Masukkan garam, gula, asam, jagung, cabai hijau, terasi, melinjo, bumbu halus. Masak mendidih.
C. Tambahkan labu, kacang panjang. Masak hingga matang, angkat
D. Hidangkan..

Demikian resep memasak sayur asam bening ala Mr.Resep,,,semoga menambah rasa nafsu makan kalian semua,,,,dan ingat, memasak sayur asam bening harus dengan sepenuh hati…

Resep Masakan Sayur Asem-Asem Tempe


Mau resep masakan asem-asem tempe??, wah pasti mau dunk bagi yang doyan masak-memasak. Asem-asem tempe ya berasal dari bahan tempe,,bahan yang sangat sederhana sekali, tapi klo dibuat dengan panduan resep Mr.Resep wah pasti weenak dunk,,,,Oke berikut ini panduan resep masakan asem-asem tempe oleh Mr.Resep:

Resep Masakan Sayur Asem-Asem Tempe

Bahan-Bahan : 2 Liter air
200 gram daging tetelan sapi
2 sendok makan minyak goreng
2 cm lengkuas. memarkan
1 lembar daun salam
2 buah cabai merah, belah dua membujur
2 buah cabal hijau, belah dua membujur
200 gram tempe. potong 2x2 cm
3 buah belimbing sayur, iris melintang 1 cm
2 sendok teh asam Jawa, remas-remas dengan 50 ml air, saring
2 sendok makan daun bawang merah cincang

Bumbu yang dihaluskan :
2 siung bawang putih
5 butir bawang merah
4 butir kemiri sangrai
2 lembar daun jeruk
112 sendok teh terasi goreng
1 sendok teh gula merah, sisir
1 sendok makan garam

Cara Mengolah Masakan asem-asem tempe:
A. Didihkan air, rebus daging hingga empuk. Angkat, sisihkan kaldunya 500 ml.
B. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, lengkuas, dan daun salam hingga harum.
C. Masukkan cabai merah dan cabai hijau Aduk-aduk hingga layu.
D. Masukkan tempe, daging tetelan, dan kaldu. Didihkan
E. Tambahkan belimbing sayur, air asam Jawa, dan daun bawang merah.
F. Masak hingga semua bahan matang. Angkat.
G. Sajikan panas.

Wahh, pasti weenak tenan masakan sayur asem-asem tempenya,,

Terimakasih sudah berkunjung di Blog Resepmasakan-resepkue ini…..
Salam Memasak By Mr.Resep

Tuesday, August 4, 2009

Resep Kue Donat Telo


Resep Kue Donat Telo ala Resep masakan – Resep Kue


Berikut ini adalah resep memasak kue donat dari telo atau ketela yang rasanya weenak banget. Kue donat telo ini saya persembahkan buat anda-anda yang gemar membuat aneka kue atau untuk dijual kembali sebagai bahan dagangan anda..

Silahkan dicoba Resep Kue donat Telo ini:
Bahan Resep Donat Telo:
• 300 gram Ketela (telo) yang sudah direbus dan dihaluskan
• 700 gram Terigu Roda Biru atau terigu yang lainnya klo gak da duit, he,he
• 20 gram Susu bubuk
• 25 gram Tepung maizena
• 50 gram Gula
• 2 gram Vanila essence
• 1 gram Telur
• 8 gram Ragi instan
• 400 gram Air
• 25 gram Shortening putih
• 10 gram Garam

Bahan Resep Donat:
• 200 gram Gula halus

Cara Membuat Kue Donat Telo:
A. Campurkan semua bahan kering ke dalam mangkuk mixer. Kecuali garam dan shortening putih.
B. Masukkan telur dan air ke dalam bahan kering, aduklah dengan kecepatan rendah hingga adonan menggumpal. Kemudian masukkan shortening putih dan garam, aduk kembali dengan kecepatan sedang hingga kalis.
C. Istirahatkan adonan selama kurang lebih 15 menit dan timbang adonan dengan berat 40 gram, dibulat-bulatkan dan diletakan di loyang yang sudah diberi tepung terigu. Istirahatkan kembali ± 10 menit.
D. Setelah 10 menit, lubangi tengahnya dengan menggunakan kedua jari telunjuk dan putar-putar sehingga lubangnya melebar. Letakkan kembali adonan di loyang tadi; biarkan agar sedikit mengembang.
E. Siapkan penggorengan dengan minyak yang banyak dan menggunakan api sedang.
F. Goreng donat hingga matang atau warna kecoklatan.
G. Biarkan donat dingin. Setelah donat dingin, taburi permukaannya dengan gula halus atau gulung-gulungkan donat di gula halus.

Kurang lebih hasil dari kue donat telo ini adalah 35 pcs

Pengaruh Internet dan Televisi pada Anak-anak

Dalam berita ranesi tanggal 20 april lalu (ada juga berita ini di jeugdjournal Belanda), katanya anak-anak SD di belanda sekarang makin banyak yang melakukan pelecehan seksual terhadap temannya. Dan menurut De winter, seorang guru besar pedagogi belanda, ini karena pengaruh media. Dalam artikel di bawah ini, dia mengatakan,”banyak orang tua berpendapat bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa terhadap pengaruh televisi dan internet. Tapi itu tidak benar. orang tua dan sekolah harus lebih banyak campur tangan.”

Naah bagaimana caranya? Salah satunya tentu dengan meningkatkan ilmu kita sebagai orangtua, supaya kita tahu bagaimana menangkal pengaruh-pengaruh media ke anak kita, dan kata-kata apa yang harus kita tekankan ke anak-anak kita agar terhindar dari pelecehan seksual. Dulu waktu saya ikut pelatihan dengan yayasan kita dan buah hati, saya diperlihatkan brosur bagaimana cara kita orangtua berbicara kepadaanak dan bekal apa yang perlu kita berikan ke anak agar mereka terhindar dari pelecehan seksual, Nanti di acara workshop bisa kita tanyakan juga soal ini bagi yang ingin tahu.

Pengaruh Internet dan Televisi Bagi Anak-Anak
Nina Eikens
20-04-2007

Bermain dokter-dokteran bukan hal baru bagi anak-anak. Tapi yang baru adalah semakin banyaknya dan semakin mudanya anak-anak dihadapkan dengan gambar-gambar bernuansa porno. Kekhawatiran terhadap dampaknya, meningkat pula. Baru-baru ini seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di kota Amersfoort, Belanda Tengah, melakukan pelecehan seksual terhadap teman sekolahnya. Selain itu ada dua sekolah dasar lagi yang muridnya berbuat tidak senonoh. Apakah ini disebabkan oleh gambar-gambar porno di televisi atau internet? Atau apakah karena peranan para pendidik? Guru besar pedagogi di Universitas Utrecht Micha de Winter mengusulkan agar peranan orang tua murid di sekolah, ditingkatkan.

Buku Het is niet leuk
Ketika jam istirahat seorang anak laki-laki di SD de Vlindervallei di Amersfoort, Belanda Tengah itu, menarik seorang anak yang sebaya dengan dia ke pangkuannya. Kemudian ia mengeluarkan kata-kata yang bernuansa seksual. Apa yang dilakukan anak-anak ini tampaknya baru dan juga sering terjadi.

Martine Delfos adalah psikolog dan penulis buku anak-anak ‘Het is niet leuk’ (Ini tidak menyenangkan). Buku ini mengenai anak-anak yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak lain. Delfos heran kok banyak anak-anak yang memperlihatkan prilaku seksual secara terbuka.

Martine Delfos:“Apa yang persis mereka lakukan memang hal yang baru, terutama volumenya. Tapi gejala yang paling baru adalah coraknya yang sangat berbeda dan keterbukaanya. Dulu tidak seperti itu. Dulu biasanya tersembunyi. Kan main dokter-dokteran itu menyenangkan dan agak menegangkan. Dan orang dewasa tidak boleh tahu. Nah, sekarang apa yang dilakukan anak-anak itu sangat terbuka.”

Gambar-gambar porno
Dewasa ini anak-anak lebih banyak dihadapkan dengan gambar-gambar seksual dibandingkan sekitar sepuluh tahun lalu. Mereka melihat tayangan pria-pria perkasa memukul pantat perempuan. Di internet anak-anak juga dikonfrontasi dengan gambar-gambar seks. Kalau kata-kata seperti ‘kemaluan cewek’ dan ‘Britney Spears’ diketik di google maka keluarlah gambar gambar-gambar telanjang.
Menurut guru besar pedagogi Micha de Winter gambar-gambar itu bermakna lain bagi anak-anak.

Micha de Winter: “Anak-anak yang menonton channel musik atau internet, mereka mendapat kesan bahwa perempuan-perempuan atau gadis-gadis yang mereka lihat itu memang untuk digoda dan suka digoda. Jadi, gambar-gambar yang dilihat anak-anak itu tidak objektif.”

Antipasi dari sekolah
Tidak semua orang menganggap prilaku anak-anak itu sebagai hal yang salah. Bermain dokter-dokteran memang ada dari dulu. Kadang-kadang memang menyimpang.
Ketua Organisasi Pemimpin Sekolah di Belanda, Ton Duif, bertanya-tanya apakah ini semua memang bermasalah. Menurut Duif anak-anak sekarang memang cepat dewasa dan suka mencoba-coba.
Ton Duif: “Masalahnya semuanya dibesar-besarkan sehingga dianggap sebagai prilaku tidak normal. Itu sebenarnya prilaku alami. Tapi sekolah memang harus mengantisipasi. Sekolah memang harus berbuat.”

Ini bukan hanya kesalahan media baru. Menurut De Winter, orang tua dan sekolah harus lebih banyak campur tangan. De Winter menyadari sekarang banyak orang tua berpendapat bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa terhadap pengaruh televisi dan internet. Tapi itu tidak benar. Karenanya, De Winter mengimbau agar orang dewasa menjadi tauladan. Harus memperlihatkan bahwa orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari bergaul dengan cara berbeda dari apa yang mereka lihat di internet dan videoklip.

Sumber : Woorkhopsalmaa.wordprees.com

Sunday, August 2, 2009

Resep Masakan Sayur Asem

Resep masakan untuk bahan dasar dari ikan. Kali ini dengan resep Sayur Asem Ikan Gabus Pontianak.

Bahan Sayur Asem Ikan Gabus Pontianak.:
200 gr singkong
2 ekor kepala ikan gabus
3 cm lengkuas, memarkan
2 btg serai, memarkan
2 bh cabai hijau, potong-potong
500 ml air
1 sdt garam
3 sdm minyak goreng
10 lonjor kacang panjang, potong 2 cm
100 gr kangkung, potong-potong
3 bh tomat hijau, potong-potong

Cara membuat Sayur Asem Ikan Gabus Pontianak.:
Singkong, potong kotak 2 cm
Ikan gabus, bakar sampai harum
Didihkan air lalu rebus singkong sampai matang. Angkat.
Tumis lengkuas, serai, cabai hijau sampai harum. Angkat.
Didihkan air, masukkan kepala ikan, tumisan bumbu dan garam.
Tambahkan kacang panjang, kangkung dan tomat hijau.
Masak sampai matang.

Friday, July 31, 2009

Termometer air raksa

Termometer air raksa dalam gelas adalah termometer yang dibuat dari air raksa yang ditempatkan pada suatu tabung kaca. Tanda yang dikalibrasi pada tabung membuat temperatur dapat dibaca sesuai panjang air raksa di dalam gelas, bervariasi sesuai suhu. Untuk meningkatkan ketelitian, biasanya ada bohlam air raksa pada ujung termometer yang berisi sebagian besar air raksa; pemuaian dan penyempitan volume air raksa kemudian dilanjutkan ke bagian tabung yang lebih sempit. Ruangan di antara air raksa dapat diisi atau dibiarkan kosong.

Jenis khusus termometer air raksa, disebut termometer maksimun, bekerja dengan adanya katup pada leher tabung dekat bohlam. Saat suhu naik, air raksa didorong ke atas melalui katup oleh gaya pemuaian. Saat suhu turun air raksa tertahan pada katup dantidak dapat kembali ke bohlam membuat air raksa tetap di dalam tabung. Pembaca kemudian dapat membaca temperatur maksimun selama waktu yang telah ditentukan. Untuk mengembalikan fungsinya, termometer harus diayunkan dengan keras. Termometer ini mirip desain termometer medis.

Air raksa akan membeku pada suhu -38.83 °C (-37.89 °F) dan hanya dapat digunakan pada suhu di atasnya. Air raksa, tidak seperti air, tidak mengembang saat membeku sehingga tidak memecahkan tabung kaca, membuatnya sulit diamati ketika membeku. Jika termometer mengandung nitrogen, gas mungkin mengalir turun ke dalam kolom dan terjebak di sana ketika temperatur naik. Jika ini terjadi termometer tidak dapat digunakan hingga kembali ke kondisi awal.

Untuk menghindarinya, termometer air raksa sebaiknya dimasukkan ke dalam tempat yang hangat saat temperatur di bawah -37 °C (-34.6 °F). Pada area di mana suhu maksimum tidak diharapkan naik di atas - 38.83 ° C (-37.89 °F) termometer yang memakai campuran air raksa dan thallium mungkin bisa dipakai. Termometer ini mempunyai titik beku of -61.1 °C (-78 °F).

Pengertian Standar Kompetensi Guru

Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Arti lain dari kompetensi adalah spesifikasi dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki seseorang serta penerapannya di dalam pekerjaan, sesuai dengan standar kinerja yang dibutuhkan oleh lapangan.

Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan maupun sikap profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru.


Berdasarkan pengertian tersebut, Standar Kompetensi Guru adalah suatu pernyataan tentang kriteria yang dipersyaratkan, ditetapkan dan disepakati bersama dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap bagi seorang tenaga kependidikan sehingga layak disebut kompeten.

Pancasila Dalam BerDemokrasi

Istilah demokrasi itu sendiri, tidak termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yang memuat Pancasila. Namun, esensi demokrasi terdapat dalam Sila keempat Pancasila, Kedaulatan Rakyat yang dipimpin oleh hikmah kebijaksnaan berdasar Permusyawaratan/ Perwakilan. Sejauh apa demokrasi kita merupakan perwujudan Sila keempat itu ?

Pancasila yang mempunyai hierarki dalam setiap sila-sila dalam pancasila yang mempunyai wujud kepedulian terhadap bangsa Indonesia. Sila pertama yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang mempunyai arti bahwa negara dan bangsa Indonesia mengakui adanya Tuhan dan Mempercayai agama dan melaksanakan ajaran-ajaran agama yang dianut oleh bangsa Indonesia. Sila yang kedua sampai sila kelima merupakan sebuah akisoma dari sisi humanisme bangsa Indonesia itu sendiri. Dengan masyarakatIndonesia yang dikatakan heterogen, yang mempunyai kebudayaan, bahasa, suku yang berbeda-beda, maka pancasila inilah yang menjadi sebuah kekuatan untuk mempersatukan masyarakat yang heterogen ini (bhineka tunggal ika). Pancasila tidak memandang stereotype suatu suku, suatu adat, atau budaya. Integrasi masyarakat yang heterogen menjadi masyarakat yang homogen dapat terwujud bila adanya rasanya persatuan dan kesatuan. Dinamika masyarakat yang heterogen menjadikan kekuatan Indonesia dalam menjadikan sebuah yang dinamakan “bangsa”, tetapi dapat menghancurkan Indonesia itu sendiri bila tidak ada rasa untuk bersatu.

Demokrasi, sebuah kata sakti dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah kata yang setiap Negara/ bangsa selalu mengagungkannya. Saking saktinya kata tersebut sampai memiliki pengaruh yang luar biasa hebatnya. Meskipun sebagian masyarakat tidak paham apa sebenarnya yang didemokrasi, kekuasaan-kah, Keadilan-kah, Pendidikan-Kah atau Cuma pendapat/aspirasi saja. Kalau demokrasi diartikan sebagai kebebasan dalam mengeluarkan pendapat, berarti itu hanya demokrasi dalam lingkup mengeluarkan pendapat.

Ketika para pendiri bangsa ini merumuskan UUD 1945, sudah tentu ingin memberikan system ketatanegaraan yang terbaik bagi bangsa ini. Yang terbaik itu, adalah yang sesuai dengan kondisi bangsa yang sangat plural, baik dari aspek etnis, agama ,dan sosial budaya. Bahwa kedaulatan ditangan rakyat, mekanismenya berdasar Permusyawaratan/ Perwakilan. esensi demokrasi yang dicita - citakan para pendiri bangsa ini? Sudahkah Kalau wujud demokrasi yang telah kita laksanakan ternyata berbeda-beda ( sejak demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila dan demokrasi di era Reformasi) demokrasi yang mana yang sesuai atau paling sesuai dengan esensi demokrasi sebagaimana termaktub dalam Sila keempat Pancasila? Cukupkah alasan, bahwa demokrasi kita sekarang ” kebablasan”, menjadi ” democrazy” dan karena itu harus diluruskan kembali?

Mengenai sila keempat daripada Pancasila, dasar filsafat negara Indonesia, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan/perwakilan dapat diketahui dengan empat hal sebagai berikut [3]:

1. Sila kerakyatan sebagai bawaan dari persatuan dan kesatuan semua sila, mewujudkan penjelmaan dari tiga sila yang mendahuluinya dan merupakan dasar daripada sila yang kelima.

2. Di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar, sila kerakyatan ditentukan penggunaannya yaitu dijelmakan sebagai dasar politik Negara, bahwa negara Indonesia adalah negara berkedaulatan rakyat.

3. Pembukaan Undang-undang Dasar merupakan pokok kaidah Negara yang fundamentil sehingga dengan jalan hukum selama-lamanya tidak dapat diubah lagi, maka dasar politik Negara berkedaulatan rakyat merupakan dasar mutlak daripada Negara Indonesia.

4. Dasar berkedaulatan rakyat dikatakan bahwa,”Berdasarkan kerakyatan dan dalam permusyarawatan/perwakilan, oleh karena itu sistem negara yang nanti akan terbentuk dalam Undang-undang dasar harus berdasar juga, atas kedaulatan rakyat dan atas dasar permusyarawatan/perwakilan”. Sehingga Negara Indonesia adalah mutlak suatu negara demokrasi, jadi untuk selama-lamanya.

Sila ke-empat merupakan penjelmaan dalam dasar politik Negara, ialah Negara berkedaulatan rakyat menjadi landasan mutlak daripada sifat demokrasi Negara Indonesia. Disebabkan mempunyai dua dasar mutlak, maka sifat demokrasi Negara Indonesia adalah mutlak pula, yaitu tidak dapat dirubah atau ditiadakan.

Berkat sifat persatuan dan kesatuan daripada Pancasila, sila ke-empat mengandung pula sila-sila lainnya, sehingga kerakyatan dan sebagainya adalah kerakyatan yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa, Yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

MEMBANGUN RUMAH DARI POLUSI UDARA

Menumpuk di dekat jalur kereta api di Knauf Gypsum, perusahaan bahan bangunan paling besar di Jerman, tergeletak apa yang dulu menjadi penyebab besar polusi udara di negara itu. Tak lama lagi benda itu akan menjadi rumah.

Polusi udara itu berbentuk briket gypsum sekeras karang dan ukuran serta warnanya sama dengan telur yang tergeletak bertumpuk-tumpuk di musim salju yang menggigit. Briket itu merupakan produk samping dari "penggosok" cerobong asap, suatu alat yang menyemprotkan udara bermuatan polutan dengan campuran air dan batu kapur sehingga menyebabkan endapan yang di banyak negara cuma di buang ke galian.

Namun di Jerman pabrik pembangkit tenaga harus mengembangkan alternatif bagi penggosok atau mencari cara untuk memanfaatkan endapan itu. Industri Jerman melakukan kedua hal itu: yang pertama menghasilkan inovasi dengan tujuan mengembangkan pengawasan polusi terhadap pengggosok dan lainnya menyempurnakan penggunaan endapan penggosok. Salah satu hasilnya adalah proses "rumah dari polusi" Knauf.


Dengan datangnya musim semi dan pembangunan, tumpukan briket itupun menyusut karena briket lalu dijadikan pasta dan dicampur dengan air untuk dipres dengan kertas bungkus dan dikeringkan agar menjadi berbagi produk seperti "papan dinding" "lapisan karang" dan "papan gypsum".

Dikirim ke berbagai lokasi pembangunan di seluruh negeri, papan polusi itu menjadi dinding dan langit-langit perkantoran dan rumah-rumah. Produk itu begitu sukses, memang, sehingga pada 1990 Knauf Gypsum membuka pabrik baru di Sittingborne-on-Thames di Inggris.


Lebih jauh, karena alasan praktis, mobil bertenaga baterai sekali dipasarkan akan mencapai dan mempertahankan pasaran kendaraan ringan yang semakin besar. Mengikuti inisiatif California, 11 negara bagian AS, yang sebagian besar di bagian Timur Laut, memberlakukan pula standar ZEV/LEV. Jika pemberlakuan ini terus berlanjut, akan ada sekitar 2 juta ZEV di jalan-jalan AS pada tahun 2003. Jika diasumsikan lebih jauh bahwa tiap mobil dikemudikan sejauh rata-rata di AS saat ini, yaitu 48 km tiap hari, menggunakan 0,5 kilowatt jam per 1,6 km (yaitu konsumsi mobil bertenaga baterai TEVAN dari Chrysler, yang merupakan mobil listrik paling boros sampai sekarang), maka tiap mobil akan mengkonsumsi 15 kilowatt sehari semalam, dengan waktu isi ulang ("recharge") delapan jam. Konsumsi keseluruhan dari semua kendaraan ini berjumlah kurang lebih 4 juta kilowatt, atau satu persen kenaikan pada permintaan puncak. Untuk mengubah semua jenis kendaraan itu menjadi kendaraan bertenaga baterai diperlukan peningkatan kebutuhan listrik sekitar 25 persen tetapi juga penurunan emisi karbon dioksida dalam jumlah yang sama, asalkan konsumsi listrik sama dengan saat ini.

Dengan demikian, mobil bertenaga baterai akan membawa dua berita baik: pencemaran lokal seperti asap kabut dan karbon monoksida akan sangat terkurangi karena penghapusan pipa knalpot, pencemaran pemanasan global seperti karbon dioksida akan terkendali dengan digantinya mesin berpembakaran di dalam ("internal combustion engine") oleh pembangkit tenaga sentral yang lebih efisien. Jika semua mobil dapat diubah menjadi mobil bertenaga baterai yang lebih efisien daripada TEVAN, maka keuntungan akan lebih besar lagi.

Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini hidup pada tinja, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan pada manusia, seperti diare, muntaber dan masalah pencernaan lainnya.

E. coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika. Biasa digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E. coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya
Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif, tidak bergerak ditemukan satu-satu, berpasangan, berantai pendek atau bergerombol, tidak membentuk spora, tidak berkapsul, dan dinding selnya mengandung dua komponen utama yaitu

peptidoglikan dan asam teikhoat. Metabolisme dapat dilakukan secara aerob dan anaerob.
Infeksi yang disebabkan di golongkan sebagai penyakit menular/lokal (biasanya) atau menyebar (jarang).
Staphylococcus adalah sel yang berbentuk bola dengan garis tengah sekitar 1μm dan tersusun dalam kelompok tak beraturan.
S.aureus menghasilkan koagulase,suatu protein mirip enzim yang dapat menggumpalkan plasma yang telah diberi oksalat atau sitrat dengan bantuan suatu faktor yang terdapat dalam banyak serum. Bakteri yang membentuk koagulase dianggap mempunyai potensi menjadi patogen invasif.

S. ureus dapat ditemukan di kulit dan di hidung manusia,(Hidung biasanya dianggap
tempat utama berkembangnya kolonisasinya) dan ada kalanya dapat menyebabkan infeksi dan sakit parah.

Pada osteomielitis, fokus primer pertumbuhan s.aureus secara khas terjadi di pembuluh-pembuluh darah terminal pada metafisis tulang panjang, mengakibatkan nekrosis tulang dan penanahan menahun.
Staphylococcus aureus juga penyebab intoksitasi dan terjadinya berbagai macam infeksi seperti pada jerawat, bisul, juga pneumonia, empiema, endokarditis, atau penanahan pada bagian tubuh mana pun
Leukosidin; toksin s.aureus ini dapat mematikan sel darag putih pada banhyak hewan yang terkena oleh toksin ini, tetapi peranannya dalam patogenesis tidak jelas, sebab staphylococcus patogen tidak mematikan sel-sel darag putih dan dapat difagositosis seefektif jenis yang tidak patogen, namun bakteri tersebut mampu berkembang biak dengan sangat aktif di dalam sel.
40-50% manusia adalah pembawa S.aureus dalam hidungnya,dan dapat di temukan di baju, sprei, dan benda-benda lainnya sekitar manusia.

Kebanyakan orang mempunyai staphylococcus pada kulit dan dalam hidung atau tenggorokan. Infeksi ganda yang berat pada kulit mis; jerawat. Pada jerawat, lipase staphylococcus melepaskan asam-asam lemak dari lipid dan menyebabkan iritasi jaringan.
Bahan makanan yang disiapkan menggunakan tangan, seperti penyiapan sayuran mentah untuk salad, juga berpotensi terkontaminasi S. aureus. . Keracunan oleh S. aureus diakibatkan oleh enterotoksin yang tahan panas yang dihasilkan oleh bakteri tersebut.

Infeksi S.ureus dapat juga di sebabkan oleh kontaminasi langsung pada luka, misalnya pada infeksi luka pascabedah oleh staphylococcus atau infeksi setelah trauma (osteomielitis kronis setelah fraktur terbuka, menigitis setelah fraktur tengkorak)
Bila S.aureus menyebar dan terjadi bakteremia, dapat terjadi endokarditis, osteomielitis akut hematogen, meningitis, atau infeksi paru-paru. Gambaran klinisnya mirip dengan gambaran klinis yang terlihat pada infeksi lain yang melalui aliran darah.

Bakteremia, endokarditis, pneumonia, dan infeksi hebat lain yang disebabkan oleh S.aureus memerlukan terapi intravena yang lama dengan penicilin yang resisten terhadap β-laktamase. Vankomisin sering dicadangkan untuk staphylococcus yang resisten terhadap nafsilin. Jika infeksi disebabkan oleh S.aureus yang tidak menghasilkan β-laktamase, penicilin G merupakan obat pilihan, tetapi hanya sedikit strain S.aureus yang peka terhadap penicilin G.
Beberapa jenis Staph telah menjadi kebal terhadap antibiotika methicillin dan lainnya yang dulu dipakai untuk mengobati infeksi. Infeksi yang disebabkan Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus ‘MRSA’ yang kebal methicillin ini sulit diobati, sebab kebanyakan antibiotika tak dapat membunuh bakteri tersebut.
MRSA bisa menyebabkan:
• infeksi kulit seperti bisul dan
• infeksi di bawah kulit (cellulitis),
• infeksi yang lebih parah pada tulang, darah, paru-paru dan bagian tubuh
lainnya.
MRSA dapat tersebar dengan :
• menyentuh dan memijit kulit yang terkena misalnya pada bisul atau luka,
• memakai handuk, pakaian atau seprai kotor yang telah dipakai oleh orang
yang terkena infeksi MRSA,
• menggunakan alat rias yang telah dipakai oleh orang yang terkena infeksi
MRSA,
• tidak teliti dalam mencuci tangan.
Karakteristik umum
S. aureus merupakan bakteri berbentuk bulat (coccus), yang bila diamati di bawah mikroskop tampak berpasangan, membentuk rantai pendek, atau membentuk kelompok yang tampak seperti tandan buah anggur. Organisme ini Gram-positif. Beberapa strain dapat menghasilkan racun protein yang sangat tahan panas, yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.
Staphylococci ada di udara, debu, air buangan, air, susu, dan makanan atau pada peralatan makan, permukaan-permukaan di lingkungan, manusia, dan hewan. Manusia dan hewan merupakan sumber utama infeksi. Staphylococci ada pada saluran hidung dan tenggorokan dan pada rambut dan kulit dari 50% atau lebih individu yang sehat. Tingkat keberadaan bakteri ini bahkan lebih tinggi pada mereka yang berhubungan dengan individu yang sakit dan lingkungan rumah sakit. Walaupun pengolah makanan merupakan sumber utama kontaminasi dalam kasus-kasus keracunan makanan, peralatan dan permukaan lingkungan dapat juga menjadi sumber kontaminasi oleh S. aureus. Keracunan pada manusia disebabkan oleh konsumsi enterotoxin yang dihasilkan oleh beberapa strain S. aureus di dalam makanan , biasanya karena makanan tersebut tidak disimpan pada suhu yang cukup tinggi (60°C, atau lebih) atau cukup dingin (7.2°C, atau kurang).

Masalah Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama di Indonesia

Beberapa Masalah Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama di Indonesia
Terdapat empat masalah tentang kerukunan hidup umat beragama yang berkaitan dengan integrasi nasional, yaitu :
1. Masalah mempersatukan aneka warna suku bangsa.
2. Masalah kerukunan antar umat beragama.
3. Masalah hubungan minoritas dan mayoritas
4. Masalah integrasi kebudayaan-kebudayaan di Irian Jaya dan Timor Timur dengan kebudayaan Indonesia. Adapun fokus dari kajian ini adalah berkaitan dengan masalah kerukunan, sehingga dapat dilepaskan dari masalah ketidakrukunan atau konflik. Konsep kerukunan hidup umat beragama mengacu pada kerukunan yang terwujud diantara umat beragama, dan bukan kerukunan agama.

Kajian mengenai kerukunan umat beragama terwujud dalam interaksi antar umat beragama. Interaksi adalah hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih yang masing-masing mempunyai identitas. Jika dalam interaksi yang terwujud antar umat beragama yang berlainan saling menonjolkan identitas agama masing-masing, maka yang terjadi adalah ketidakrukunan. Dan sebaliknya jika dalam interaksi antar umat beragama tersebut masing-masing pihak tidak mengaktifkan atau menyimpan identitasnya, maka terjadilah kerukunan antar umat beragama.

Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya masalah kerukunan antara lain:
1. Sikap prasangka stereotipe etnik dan dijiwai oleh suasana persaingan yang tajam.
2. Penyiaran agama yang ditujukan kepada kelompok yang sudah menganut agama.
3. Pendirian rumah ibadah. Pendirian rumah ibadah kelompok minoritas di tengah kelompok mayoritas juga dapat mengganggu hubungan antar umat beragama. Keyakinan yang bersifat mutlak ini menimbulkan penolakan yang bersifat mutlak pula terhadap �kebenaran agama lain� yang diyakini oleh pemiliknya sebagai kebenaran mutlak. (Retno)

Sumber : (Nuhrison M. Nuh, Drs. H, 1996, 0 halaman)

Bahan Pencemaran Lingkungan Udara

Sejak tahun 1970-an, kebijakan pencemaran udara AS cenderung berpusat pada pengendalian beberapa jenis polutan perkotaan yang serius: partikulat zat yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan timah.

Karbon monoksida. WHO telah membuktikan bahwa karbon monoksida yang secara rutin mencapai tingkat tak sehat di banyak kota dapat mengakibatkan kecilnya berat badan janin, meningkatnya kematian bayi dan kerusakan otak, bergantung pada lamanya seorang wanita hamil terpajang, dan bergantung pada kekentalan polutan di udara.

Asap kendaraan merupakan sumber hampir seluruh karbon monoksida yang dikeluarkan di banyak daerah perkotaan. Karena itu strategi penurunan kadar karbon monoksida yang berhasil bergantung terutama pada pengendalian emisi otomatis seperti pengubah kalitis, yang mengubah sebagian besar karbon monoksida menjadi karbon dioksida. Kendali semacam itu secara nyata telah menurunkan emisi dan kadar konsentrasi karbon monoksida yang menyelimuti kota-kota di seluruh dunia industri: di Jepang, tingkat kadar karbon monoksida di udara menurun sampai 50 persen antara tahun 1973 dan 1984, sementara di AS tingkat karbon monoksida turun 28 persen antara tahun 1980 dan 1989, walaupun terdapat kenaikan 39 persen untuk jarak kilometer yang ditempuh. Namun kebanyakan dunia negara berkembang mengalami kenaikan tingkat karbon monoksida, seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan dan kepadatan lalu lintas. Perkiraan kasar dari WHO menunjukkan bahwa konsentrasi karbon monoksida yang tidak sehat mungkin terdapat pada paling tidak separo kota di dunia.

Nitrogen Oksida. Nitrogen oksida yang terjadi ketika panas pembakaran menyebabkan bersatunya oksigen dan nitrogen yang terdapat di udara memberikan berbagai ancaman bahaya. Zat nitrogen oksida ini sendiri menyebabkan kerusakan paru-paru. Setelah bereaksi di atmosfer, zat ini membentuk partikel-partikel nitrat amat halus yang menembus bagian terdalam paru-paru. Partikel-partikel nitrat ini pula, jika bergabung dengan air baik air di paru-paru atau uap air di awan akan membentuk asam. Akhirnya zat-zat oksida ini bereaksi dengan asap bensin yang tidak terbakar dan zat-zat hidrokarbon lain di sinar matahari dan membentuk ozon rendah atau "smog" kabut berwarna coklat kemerahan yang menyelimuti sebagian besar kota di dunia.

Sulfur Dioksida. Emisi sulfur dioksida terutama timbul dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur terutama batubara yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik atau pemanasan rumah tangga. Sistem pemantauan lingkungan global yang disponsori PBB memperkirakan bahwa pada 1987 dua pertiga penduduk kota hidup di kota-kota yang konsentrasi sulfur dioksida di udara sekitarnya di atas atau tepat pada ambang batas yang ditetapkan WHO. Gas yang berbau tajam tapi tak bewarna ini dapat menimbulkan serangan asma dan, karena gas ini menetap di udara, bereaksi dan membentuk partikel-partikel halus dan zat asam.

Benda Partikulat. Zat ini sering disebut sebagai asap atau jelaga; benda-benda partikulat ini sering merupakan pencemar udara yang paling kentara, dan biasanya juga paling berbahaya. Sistem Pemantauan Lingkungan global yang disponsori PBB memperkirakan pada 1987 bahwa 70 persen penduduk kota di dunia hidup di kota-kota dengan partikel yang mengambang di udara melebihi ambang batas yang ditetapkan WHO.

Sebagian benda partikulat keluar dari cerobong pabrik sebagai asap hitam tebal, tetapi yang paling berbahaya adalah "partikel-partikel halus" butiran-butiran yang begitu kecil sehingga dapat menembus bagian terdalam paru-paru. Sebagian besar partikel halus ini terbentuk dengan polutan lain, terutama sulfur dioksida dan oksida nitrogen, dan secara kimiawi berubah dan membentuk zat-zat nitrat dan sulfat. Di beberapa kota, sampai separo jumlah benda partikulat yang disebabkan ulah manusia terbentuk dari perubahan sulfur dioksida menjadi partikel sulfat di atmosfer. Di kota-kota lain, zat-zat nitrat yang terbentuk dari proses yang sama dari oksida-oksida nitrogen dapat membentuk sepertiga atau lebih be

EKONOMIKA SDA PERIKANAN DEMERSIAL

Sumberdaya ikan merupakan salah satu sumberdaya kelautan dan perikanan yang tergolong dalam sumberdaya yang dapat diperbaharui (renewable resources), artinya jika sumberdaya ini dimanfaatkan sebagian, sisa ikan yang tertinggal mempunyai kemampuan untuk memperbaharui dirinya dengan berkembang baik.

Tinggi rendahnya kemampuan berkembang biak ini akan mempengaruhi ketersediaan atau stok sumberdaya ikan. Hal ini memberikan pedoman bahwa stok atau populasi sumberdaya ikan tidak boleh dimanfaatkan secara sembarangan tanpa memperhatikan struktur umur dan rasio kelamin dari populasi ikan yang tersedia. Apabila pemanfaatan secara sembarangan dilakukan, berakibat pada umur dan struktur populasi ikan yang tersisa mempunyai kemampuan memulihkan diri sangat rendah atau lambat, berarti sumberdaya ikan tersebut berada pada kondisi hampir punah.
Lebih lanjut Nikijuluw (2002), menyatakan bahwa ikan tetap bergerak dari suatu tempat ke tempat lain.


Jenis-jenis ikan tertentu dapat berenang, berpindah, atau berimigrasi dari suatu perairan ke perairan lainnya, bahkan hingga melintasi samudera. Ikan-ikan lainnya, hanya bergerak di perairan tertentu secara cepat atau lambat. Namun dengan sifat ikan yang bergerak ini, upaya menduga atau memperkirakan jumlah ikan atau ukuran stok ikan menjadi pekerjaan yang relatif sulit. Implikasinya adalah, pengelolaan sumberdaya ikan menjadi tidak mudah untuk dilakukan. Pemanfaatan sumberdaya ikan yang dilakukan tidak sesuai ketentuan (illegal fishing), seperti penggunaan bahan beracun, bom, pukat harimau, dan lain-lain serta tidak sesuai antara penggunaan peralatan penangkapan dengan wilayah penangkapan (fishing ground), dan lain-lain, selain akan merusak wilayah pemijahan dan sumber makanan dari sumberdaya ikan juga akan merusak ekosistem wilayah dimaksud.

PENGERTIAN
Menurut definisi Food and Agriculture Organization (FAO), ikan tidak hanya terbatas pada pengertian ikan yang selama ini dipahami orang awam, yaitu ikan (finfish) yang bersirip dan bersisik dan dapat berenang dengan bebas di air. Definisi FAO mengenai ikan adalah organisme laut yag terdiri dari ikan (finfish), binatang berkulit keras (krustasea) seperti udang dan kepiting, moluska seperti cumi dan gurita, binatang air lainnya seperti penyu dan paus, rumput laut, serta lamun laut. Definisi ini telah diadopsi sebagai definisi ikan dalam konteks perikanan di Indonesia (Nikijuluw, 2002).

Ikan Demersal adalah ikan yang umumnya hidup di daerah dekat dasar perairan, ikan demersal umumnya berenang tidak berkelompok (soliter). Sumberdaya ikan demersal terbagi dua berdasarkan ukuran yaitu Ikan Demersal Besar seperti kelompok kerapu (Grouper) dan kakap (Snaper). Ikan demersal ekonomis penting yang paling umum antara lain adalah kakap merah, bawal putih, manyung, kuniran, gulamah, layur dan peperek. Secara ekologis udang merupakan sumber daya demersal. Karena posisinya sebagai komoditas ekspor perikanan yang penting upaya pengkajian stoknya biasanya dilakukan secara terpisah.

Berbagai jenis ikan demersal biasanya ditangkap dengan alat tangkap yang dioperasikan di dasar perairan seperti ; trawl, rawai dasar, jaring insang dasar, jarring klitik/trammel dan bubu. Pengelompokkan jenis ikan sebenarnya lebih bersifat subyektif karena pemisahan jenis secara tajam sangat sulit dilakukan. Sebagai patokan umum yang lebih bersifat implikatif tentang kelompok ikan bisa dilihat dari alat tangkapnya.

EKONOMIKA SDA PERIKANAN DEMERSIAL

Sumberdaya ikan merupakan salah satu sumberdaya kelautan dan perikanan yang tergolong dalam sumberdaya yang dapat diperbaharui (renewable resources), artinya jika sumberdaya ini dimanfaatkan sebagian, sisa ikan yang tertinggal mempunyai kemampuan untuk memperbaharui dirinya dengan berkembang baik.

Tinggi rendahnya kemampuan berkembang biak ini akan mempengaruhi ketersediaan atau stok sumberdaya ikan. Hal ini memberikan pedoman bahwa stok atau populasi sumberdaya ikan tidak boleh dimanfaatkan secara sembarangan tanpa memperhatikan struktur umur dan rasio kelamin dari populasi ikan yang tersedia. Apabila pemanfaatan secara sembarangan dilakukan, berakibat pada umur dan struktur populasi ikan yang tersisa mempunyai kemampuan memulihkan diri sangat rendah atau lambat, berarti sumberdaya ikan tersebut berada pada kondisi hampir punah.
Lebih lanjut Nikijuluw (2002), menyatakan bahwa ikan tetap bergerak dari suatu tempat ke tempat lain.


Jenis-jenis ikan tertentu dapat berenang, berpindah, atau berimigrasi dari suatu perairan ke perairan lainnya, bahkan hingga melintasi samudera. Ikan-ikan lainnya, hanya bergerak di perairan tertentu secara cepat atau lambat. Namun dengan sifat ikan yang bergerak ini, upaya menduga atau memperkirakan jumlah ikan atau ukuran stok ikan menjadi pekerjaan yang relatif sulit. Implikasinya adalah, pengelolaan sumberdaya ikan menjadi tidak mudah untuk dilakukan. Pemanfaatan sumberdaya ikan yang dilakukan tidak sesuai ketentuan (illegal fishing), seperti penggunaan bahan beracun, bom, pukat harimau, dan lain-lain serta tidak sesuai antara penggunaan peralatan penangkapan dengan wilayah penangkapan (fishing ground), dan lain-lain, selain akan merusak wilayah pemijahan dan sumber makanan dari sumberdaya ikan juga akan merusak ekosistem wilayah dimaksud.

PENGERTIAN
Menurut definisi Food and Agriculture Organization (FAO), ikan tidak hanya terbatas pada pengertian ikan yang selama ini dipahami orang awam, yaitu ikan (finfish) yang bersirip dan bersisik dan dapat berenang dengan bebas di air. Definisi FAO mengenai ikan adalah organisme laut yag terdiri dari ikan (finfish), binatang berkulit keras (krustasea) seperti udang dan kepiting, moluska seperti cumi dan gurita, binatang air lainnya seperti penyu dan paus, rumput laut, serta lamun laut. Definisi ini telah diadopsi sebagai definisi ikan dalam konteks perikanan di Indonesia (Nikijuluw, 2002).

Ikan Demersal adalah ikan yang umumnya hidup di daerah dekat dasar perairan, ikan demersal umumnya berenang tidak berkelompok (soliter). Sumberdaya ikan demersal terbagi dua berdasarkan ukuran yaitu Ikan Demersal Besar seperti kelompok kerapu (Grouper) dan kakap (Snaper). Ikan demersal ekonomis penting yang paling umum antara lain adalah kakap merah, bawal putih, manyung, kuniran, gulamah, layur dan peperek. Secara ekologis udang merupakan sumber daya demersal. Karena posisinya sebagai komoditas ekspor perikanan yang penting upaya pengkajian stoknya biasanya dilakukan secara terpisah.

Berbagai jenis ikan demersal biasanya ditangkap dengan alat tangkap yang dioperasikan di dasar perairan seperti ; trawl, rawai dasar, jaring insang dasar, jarring klitik/trammel dan bubu. Pengelompokkan jenis ikan sebenarnya lebih bersifat subyektif karena pemisahan jenis secara tajam sangat sulit dilakukan. Sebagai patokan umum yang lebih bersifat implikatif tentang kelompok ikan bisa dilihat dari alat tangkapnya.

Thursday, July 30, 2009

Spektrofotometri Infra Red atau Infra Merah

Spektrofotometri Infra Red atau Infra Merah merupakan suatu metode yang mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang 0,75 – 1.000 µm atau pada Bilangan Gelombang 13.000 – 10 cm-1. Radiasi elektromagnetik dikemukakan pertama kali oleh James Clark Maxwell, yang menyatakan bahwa cahaya secara fisis merupakan gelombang elektromagnetik, artinya mempunyai vektor listrik dan vektor magnetik yang keduanya saling tegak lurus dengan arah rambatan.

Saat ini telah dikenal berbagai macam gelombang elektromagnetik dengan rentang panjang gelombang tertentu. Spektrum elektromagnetik merupakan kumpulan spektrum dari berbagai panjang gelombang, sinar infra merah dibagi atas tiga daerah, yaitu: Daerah Infra Merah dekat, Daerah Infra Merah pertengahan, Daerah infra merah jauh.
Dibandingkan dengan panjang gelombang sinar ultraviolet dan tampak, panjang gelombang infra merah lebih panjang dan dengan demikian energinya lebih rendah.

Energi sinar inframerah akan berkaitan dengan energi vibrasi molekul. Molekul akan dieksitasi sesuai dengan panjang gelombang yang diserapnya. Vibrasi ulur dan tekuk adalah cara vibrasi yang dapat diekstitasi oleh sinar dengan bilangan gelombang (jumlah gelombang per satuan panjang) dalam rentang 1200-4000 cm-1. Hampir semua gugus fungsi organik memiliki bilangan gelombang serapan khas di daerah yang tertentu. Jadi daerah ini disebut daerah gugus fungsi dan absorpsinya disebut absorpsi khas. Bilangan gelombang vibrasi ulur karbonil agak berbeda untuk aldehida, keton dan asam karboksilat, yang menunjukkan bahwa analisis bilangan gelombang karakteristik dengan teliti dapat memberikan informasi bagian struktur molekulnya. Dalam hal ini, spektroskopi IR memang bersifat kualitatif, berbeda dengan spektrokopi UV-VIS dan NMR.



Wednesday, July 29, 2009

PENGARUH FILEM BARAT DALAM MEMBENTUK TINGKAH LAKU REMAJA MASA KINI

Di zaman millenium yang serba canggih kini, manusia sering terdedah dengan elemen-elemen hiburan yang di bawa oleh arus kecanggihan dunia digital yang pelbagai. Media elektronik adalah merupakan salah satu sumber maklumat yang popular dan amat penting selain berperanan sebagai saluran untuk menyampaikan mesej sama ada melalui televisyen, radio, telefon bimbit dan juga filem.

Kecanggihan teknologi ini telah mengubah dunia kepada satu paradigma yang lebih efisyen, cepat dan mudah. Bukan sahaja mampu mengubah dunia malah manusia sebagai pengguna sekaligus. Filem adalah salah satu contoh daripada media fotografi dan merupakan sumber komunikasi melalui ekspresi cereka yang di salurkan kepada penonton sebagai penerima mesej. Pelbagai genre filem di persembahkan seperti komedi, romantic, seram dan thriller.


Di Malaysia, para penggiat filem lebih gemar menghasilkan filem berunsur ketimuran, romantik komedi, patriotic dan kadang kadang berintipatikan isu-isu semasa. Lembaga Penapisan Filem (LPF) telah menggariskan beberapa perkara yang tidak di benarkan terkandung dalam filem yang bakal di siarkan. Ini adalah salah satu usaha untuk mengekalkan budaya ketimuran Malaysia. Sudah pastinya bukan filem ‘orang kita’ sahaja yang menjadi sajian penonton untuk mencari hiburan selain mendapat maklumat. Lihat saja di panggung-panggung wayang dan jualan-jualan vcd dan dvd di beberapa pusat membeli-belah, filem-filem dari negara luar turut mendapat perhatian masyarakat kita. Filem budak sihir ‘Harry Potter’ sebagai contohnya telah menggegarkan industri perfileman di seluruh dunia kerana telah berjaya mencapai jualan berjuta-juta unit biarpun jalan cerita tersebut penuh khayalan dan imaginasi. Filem alam magik karya JK Rowling ini mampu mempengaruhi jutaan penonton seluruh dunia malah seorang kanak-kanak kecil mampu menghabiskan masa membaca buku tebal kisah budak sihir dan rakan-rakannya. Sememangnya tabiat membaca satu habit yang berfaedah tetapi sekiranya tidak terkawal boleh mengkhayalkan minda kanak-kanak hingga boleh mencipta dunia imaginasi tersendiri.

Filem-filem barat sudah pastinya membawa unsur kebaratan sebagaimana penggiat filem kita mempraktikan budaya ketimuran dalam produk filem mereka. Tidak dinafikan penonjolan budaya yang di tampilkan dalam filem barat banyak terselit adegan ganas, perang, pengambilan dadah dan arak, pembunuhan, lucah, tidak bersopan, hasad dengki, mementingkan diri dan terlalu kebendaan. Selain itu penggunaan bahasa ‘asing’ atau bahasa rojak yang adakalanya membawa maksud yang kasar serta lucah sering menjadi ikutan remaja. Unsur-unsur negatif sebegini tidak sepatutnya menjadi sumber hiburan yang ditonjolkan dalam filem. Sudah pasti ianya mampu menarik minat dan mempengaruhi minda malah perilaku audien khususnya golongan remaja.

Remaja adalah satu peringkat usia di mana golongan ini mudah terpengaruh serta gemar mencuba sesuatu yang baru. Remaja begitu proaktif bagi mengaplikasikan diri dengan penggunaan alat-alat teknologi seiring dengan era teknologi canggih kini,. Salah satu sebabnya adalah untuk mencari hiburan. Remaja begitu sinonim dengan filem, buktinya panggung-panggung wayang kebanyakannya adalah dari pengunjung golongan remaja. Sama ada secara berkumpulan bersama rakan-rakan atau keluarga malah ada juga yang berpasangan bagi mengisi masa terluang.

Kemajuan zaman teknologi kini lebih memudahkan lagi bagi golongan remaja mendapat dan menonton cerita-cerita dari filem yang tidak sewajarnya. Sesuai dengan perasaan ingin tahu, remaja pastinya gemar menonton corak jalan cerita yang pelbagai seperti keganasan dan imaginasi yang sering ditonjolkan oleh filem-filem barat. Tidak salah sekiranya mempunyai perasaan ingin mengetahui sesuatu tetapi remaja sendiri perlu menimbang sama ada sesuatu isi kandungan cerita itu boleh memberi manfaat yang sewajarnya ataupun tidak. Sekiranya pendedahan terhadap filem berunsurkan negatif ini dibiarkan berterusan tidak mustahil akan timbul perasaan ingin mencuba di kalangan remaja. Tidak hairanlah terjadinya kes-kes jenayah, pembunuhan, pergaulan bebas serta pengambilan dadah dan arak di kalangan remaja. Tidak mustahil diantara sebab-sebab remaja melakukan kes-kes begini adalah daripada apa yang mereka tonton melalui media fotografi ini.

Golongan remaja yang sepatutnya menghabiskan peringkat usia mereka dengan memperolehi ilmu dan didikan yang sewajarnya untuk bekalan di masa hadapan bukannya terus bergelumang dengan melibatkan diri dengan masalah-masalah yang merugikan di sendiri.

Prof. Madya Dr. Naim Hj Ahmad menjelaskan sebab yang mudah mempengaruhi golongan remaja kita sekarang adalah melalui filem. Tidak di nafikan filem barat sudah banyak memasuki pasaran industri perfileman Malaysia. Tidak bermakna keseluruhan filem-filem barat ynag di bawa masuk itu mempunyai unsur-unsur negatif seperti ynag di nyatakan. Ada juga filem-filem barat yang mendorong kepada nilai-nilai murni, pengajaran dan pendidikan.
Pengaruh dan perubahan tingkahlaku golongan remaja itu adalah daripada sikap ambil mudah tanpa berfikir dengan akal yang bijak. Sememangnya remaja gemar mencari hiburan sesuai dengan peningkatan usia mereka.

“ Pengaruh memang ada di mana-mana sahaja. Golongan remaja khususnya mudah menerima sesuatu yang baru sebagai satu keseronokan dan hiburan dalam hidup mereka. Apa yang dapat di lihat sekarang, pengaruh barat semakin terus menjalar dalam kehidupan kita terutama sekali remaja. Terdapat empat aspek utama cara mereka cuba mempengaruhi kita iaitu melalui 4F (FOOD, FUN, FILM, FASHION). “ Melalui empat perkara ini mudah sahaja kita di pengaruhi kerana ianya terselit sebagai satu hiburan dan juga sebagai trend terkini. Lihat sahaja perubahan anak-anak remaja sekarang yang jauh berbeza sebagai anak timur dari segi pemakaian, pertuturan, gaya hidup dan keperibadian. Sekiranya tidak dicegah lebih awal lagi, tidak mustahil hilanglah warisan adat ketimuran yang kita pelihara selama ini.

Oleh itu, didikan agama dan pengawalan untuk seseorang remaja itu dari kecil lagi perlu di titikberatkan agar mereka tidak mudah terjerat dengan kehidupan bebas terutama zaman teknologi yang penuh mencabar kini,”ujarnya lagi.
Persoalan kenapa golongan remaja memilih filem dari barat adalah mungkin berdasarkan minat dan sesuai dengan peningkatan usia mereka. Disebabkan minat tersebut boleh menimbulkan pengaruh ynag buruk sekiranya di biarkan berterusan.“ Di negara kita masih kekurangan filem untuk di pasarkan. Walaupun begitu tidak bermakna kita menyokong dan menerima seratus peratus sesuatu filem itu”, tambah Naim lagi.Sebagai orang yang berpengalaman dalam bidang filem, Naim Ahmad menjelaskan lagi pemilihan sesuatu filem itu bergantung pada seseorang individu.

Bagi golongan remaja tidak salah menonton filem untuk hiburan tapi biarlah hiburan yang di ambil adalah bertempat.Justeru, filem barat bolehlah kalau disifatkan seperti serbuk dadah, walaupun mengandungi kebaikan tetapi kesan dan mudaratnya adalah lebih banyak. Sekiranya tidak dicegah serta tanpa pengawalan yang rapi keadaan ini akan menambah masalah dari segi keperibadian seseorang individu terutama remaja sebagai pendukung masa depan negara.

Dalam segala hal ini, pelbagai cara boleh diambil sebagai satu jalan penyelesaian yang menjurus kepada kerjasama semua pihak. Seperti yang sudah termaktub dalam garis panduan yang diatur oleh Lembaga Penapisan Filem (LPF) antaranya adalah; menjaga keselamatan Negara dan keharmonian kaum serta melindungi kepentingan Negara dan rakyat daripada pengaruh buruk dan unsure-unsur negatif yang mungkin dipaparkan dalam sesetengah filem, sejajar dengan tuntutan prinsip-prinsip Rukun Negara. Kemasukan filem barat bukanlah diharamkan sama sekali tetapi adalah sesuai jika kandungan filem tersebut bertepatan dan boleh diterima oleh semua pihak sebagai tontonan umum terutama golongan remaja.

Selain daripada itu, pengawalan daripada ibu bapa adalah amatlah penting bagi memastikan sumber hiburan terutamanya filem yang ditonton oleh anak-anak adalah bersesuaian dengan peringkat usia mereka. Didikan sedari kecil juga berperanan membentuk keperibadian anak-anak dari melakukan perkara-perkara yang tidak berfaedah dan tahu membezakan yang mana boleh di anggap positif dan negatif. Ibu bapa juga berperanan menjelaskan dengan sebaik mungkin kepada anak-anak bahawa tidak semua cerita dari alat media fotografi itu adalah reality.
Pendidikan dari sekolah juga penting supaya remaja dapat mengaplikasikan pengajaran yang baik dan berguna dalam kehidupan mereka.Apa yang lebih membimbangkan juga adalah penjualan vcd atau dvd yang berleluasa memudahkan golongan remaja mendapatkan cerita-cerita dari filem barat yang adakalanya tanpa tapisan dan saringan. Remaja juga sanggup membeli sebuah vcd atau dvd fiilem yang diminati dengan harga yang original. Kegiatan penjualan vcd atau dvd tanpa tapisan oleh sesetengah pihak ini perlulah di ambil perhatian dan setiap aktiviti mereka perlulah dipantau untuk memastikan keadaan ini terkawal.
Walaubagaimanapun, penghasilan dan penghayatan yang menarik dari filem Malaysia adalah titik tolak penerimaan penonton khususnya remaja agar mereka lebih tertarik dengan budaya filem ditempat sendiri. Berkemungkinan filem barat menggunakan unsure-unsur sebegitu untuk menarik perhatian dan mempengaruhi minda remaja secara halus.
Oleh yang demikian satu cara yang dinamik dan inovatif juga perlu di praktikan dalam filem kita diselit dengan unsure pengajaran dan pendidikan bagi menarik minat remaja menonton filem yang lebih memberi mnafaat. Sebagai contoh, filem KL MENJERIT arahan Badaruddin Azmi berjaya menarik perhatian remaja kerana berkisar mengenai kehidupan mat rempit, satu fenomena remaja masa kini yang mana kesudahnnya membawa pengajaran dan keinsafaan. Ini merupakan salah satu contoh filem yang menarik perhatian remaja tapi dalam masa yang sama menyedarkan mereka.Tidak dinafikan pengaruh media amat kuat sekiranya tidak diaplikasikan dengan baik. Begitu juga dengan filem. Perubahan filem juga mengikut peredaran zaman hinggalah terhasilnya filem moden di era globalisasi ini. Segalanya berubah wajah dari segi pakaian, pertuturan, tingkahlaku dan cara pergaulan. Golongan remaja tidak hanya terpengaruh tingkahlaku tetapi cara pemakaian, gaya hidup dan segalanya sudah berubah sesuai dengan peredaran masa.

Adalah amat merugikan sekiranya identiti dan budaya kita hilang apabila remaja yang dianggap pewaris dibayangi imej barat. Akhirnya apabila sering mengadaptasikan apa yang ditonton dalam filem barat remaja seolah lupa imej identiti bangsa sendiri yang sebenarnya. Tanpa memikirkan apa yang diterima itu bertentangan dengan adat dan agama. Sehinggakan akan timbul satu persepsi sesiapa yang tidak mengikuti budaya dan gaya moden Barat dianggap kolot dan kuno. Keadaan ini bakal menimbulkan kekeliruan identiti dikalangan anak remaja. Justeru, filem bolehlah dianggap sebagai ejen mempromosikan bangsa dan adat sesebuah negara disamping menampilkan nilai-nilai murni dan pengajaran. Filem barat yang melampau perlulah dikikis dari minda remaja agar warna bangsa dan adat negara tidak akan luntur!

Sumber : Udin Syamsudin


Teori-teori Dasar Komunikasi Massa

Marshall McLuhan mengatakan bahwa kita sebenarnya hidup dalam suatu ‘desa global’. Pernyataan McLuhan ini mengacu pada perkembangan media komunikasi modern yang telah memungkinkan jutaan orang di seluruh dunia untuk dapat berhubungan dengan hampir setiap sudut dunia. Kehadiran media secara serempak di berbagai tempat telah menghadirkan tantangan baru bagi para ilmuwa dari berbagai disiplin ilmu. Pentingnya komunikasi massa dalam kehidupan manusia modern dewasa ini, terutama kemampuannya untuk menciptakan public, menentukan issue, memberikan kesamaan kerangka berpikir, dan menyusun perhatian public, pada gilirannya telah mengundang berbagai sumbangan teoritis terhadap kajian tentang komunikasi massa.


Konsep komunikasi massa itu sendiri pada satu sisi mengandung pengertian suatu proses dimana organisasi media memproduksi dan menyebarkan pesan kepada public secara luas dan pada sisi lain merupakan proses dimana pesan tersebut dicari, digunakan, dan dikonsumsi oleh audience. Pusat dari studi mengenai komunikasi massa adalah media. Media merupakan organisasi yang menebarkan informasi yang berupa produk budaya atau pesan yang mempengaruhinya dan mencerminkan budaya dalam masyarakat. Oleh karenanya, sebagaimana dengan politik atau ekonomi, media merupakan suatu sistem tersendiri yang merupakan bagian dari sistem kemasyarakatan yang lebih luas.

Analisis media mengenai adanya dua dimensi komunikasi massa, yaitu:
1. Dimensi makro, yaitu dimensi yang memandang dari sisi media kepada masyarakat luas beserta institusi-institusinya. Pandangan ini menggambarkan keterkaitan antara media dengan berbagai institusi lain seperti politik, ekonomi, pendidikan, agama, dan sebagainya. Teori-teori yang menjelaskan keterkaitan tersebut, mengkaji posisi atau kedudukan media dalam masyarakat dan terjadinya saling mempengaruhi antara berbagai struktur kemasyarakatan dengan media.
2. Dimensi mikro, yaitu melihat kepada hubungan antara media dengan audience, baik secara kelompok maupun individual. Teori-teri mengenai hubungan antara media audience, terutama menekan pada efek-efek individu dan kelompok sebagai hasil interaksi dengan media.

Teori-teori awal mengenai komunikasi massa lahir melalui berbagai penelitian yang didorong oleh perhaian terhadap pengaruh politik terhadpap media suratkabar. Penelitian sejenis yang banyak dilakukan pada awal abad ini, dan kemudian juga penelitian mengenai dampak social dan moral dari radio dan film, terus berkembang hingga akhir PD II. Penelitian tersebut umumnya berangkat dari tujuan untuk menguji efisiensi dan efektivitas dalam bidang propaganda, telekomunikasi, advertensi, public relations, dan human relations. Diawali dengan aspek-aspek praktis, penelitian komunikasi massa selanjutnya didukung oleh pendekatan sosiologis dan psikologis yang sedang berkembangg pada saat itu, di samping kemajuan-kemajuan yang sedang terjadi dalam bidang metodologi. Khususnya dalam hal penggunaan metode eskperimen, survey dan statistic.

Pembahasan berikut akan menguraikan sejumlah teori dasar yang cukup berpengaruh dan telah memberi inspirasi bagi perkembangan teori dan penelitian komunikasi massa berikutnya. Antara lain adalah:
Formula Lasswell
Seorang ahli ilmu politik Amerika Serikat pada tahun 1948 mengemukakan suatu ungkapan yang sangat terkenal dalam teori dan penelitian komunikasi massa. Ungkapan yang merupakan cara sederhana untuk memahami proses komunikasi massa adalah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut:
• Siapa (Who)
• Berkata apa (Says what)
• Melalui saluran apa (in which Channel)
• Kepada siapa (to Whom)
• Dengan efek apa (with what Effect)

Ungkapan dalam bentuk pertanyaan yang dikenal sebagai Formula Lasswell ini, meskipun sangat sederhana atau terlalu menyederhanakan suatu fenomena komunikasi massa, telah membantu mengorganisasikan dan memberikan struktur pada kajian terhadap komunikasi massa. Selain dapat menggambarkan komponen-komponen dalam proses komunikasi massa, Lasswell sendiri menggunakan formula ini untuk membedakan berbagai jenis penelitian komunikasi.


Pengendalian Hayati Ulat Api Menggunakan Entomopatogenik

Pengendalian hayati ulat api Setothosea asigna pada kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme entomopatogenik, yaitu virus ß Nudaurelia, multi plenucleo-polyhedrovirus (MNPV), dan jamur Cordyceps aff. militaris.

Mikroorganisme entomopatogenik tersebut merupakan sarana pengendalian hayati yang efektif, efisien, dan aman terhadap lingkungan. Virus ß Nudaurelia dan MNPV efektif mengendalikan ulat, sedangkan jamur Cordyceps aff. militaris efektif untuk kepompong hama tersebut.

Pemanfaatan mikroorganisme entomopatogenik dapat mengurangi atau bahkan menggantikan insektisida kimia sintetis (semua jenis insektisida golongan piretroid sintetis, misalnya Decis 2,5 DC dan Matador 25 EC)dalam pengendalian ulat api di perkebunan kelapa sawit. Penggunaan insektisida kimia sintetis selama ini justru seringkali menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan, sehingga permasalahan hama menjadi lebih rumit, seperti munculnya resistensi dan resurgensi hama.

Pengendalian ulat api menggunakan bahan alami terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan insektisida kimia sintetis, dengan biaya pengendalian hanya 7% dari biaya pengendalian secara kimiawi.


JENIS-JENIS MIKROSKOP

MIKROSKOP CAHAYA
• Kegunaan:
o Mengamati obyek hidup, macam-macam preparat jadi atau obyek yg telah diwarnai dan menghitung mikroorganisme.
• Prinsip kerja:
o Mudah digunakan
o Menggunakan cahaya tampak sbg sumber penerangan
o Tampilan obyek berwarna-warni dgn background terang

MIKROSKOP LATAR GELAP

Darkfield Microscope
• Kegunaan:
o Dipakai untuk mengamati mik.org. yg tdk tampak pd mikroskop Cahaya, tdk dapat diwarnai, biasanya dipakai utk mendeteksi Treponema pallidum (penyakit sifilis)

• Prinsip kerja:
o Menggunakan kondensor khusus dgn cakram gelap utk menghalangi cahaya masuk. Cahaya tdk dpt langsung menerangi obyek, cahaya yg dipakai berasal dari lensa obyektif yg dipantulkan spesimen. Obyek tampak bersinar dgn background gelap.


MIKROSKOP LATAR GELAP

Darkfield Microscope
• Tampilan obyek:
o Tepi sel tampak bersinar keemasan sehingga bentuk obyek terlihat dgn jelas. Struktur internal sel berkilauan berlawanan dengan background yang gelap.


MIKROSKOP FASE KONTRAS

• Kegunaan:
• Dipakai utk mengamati dgn detil/teliti struktur internal spesimen hidup tanpa pewarnaan.
• Prinsip kerja:
• Menggunakan kondensor khusus dan lempeng pemecah cahaya. Efek yg ditimbulkan adalah derajat terang yg berbeda.
• Sorotan cahaya dipisahkan dan menerangi obyek melalui jalur yang berbeda. Cahaya yang terpecah biasanya berwarna keemasan sedang cahaya yang tidak terpisah berwarna merah.


MIKROSKOP FASE KONTRAS

• Tampilan obyek:
• Menunjukkan perbedaan struktur internal dgn sangat jelas. Demikian pula tepi selnya. Keunikan dari fase kontras adalah munculnya pita cahaya mengelilingi sel yang dikenal dengan sebutan halo fase.

Differential Interference Contrast

(DIC) Microscope
• Kegunaan:
• Digunakan utk tampilan 3 dimensi obyek tanpa pewarnaan. Obyek yang diamati adalah mikroorganisme hidup.
• Prinsip kerja:

• Mirip dgn fase kontras, DIC menggunakan derajat terang yang berbeda. Menggunakan prisma sbg index pemecah cahaya. Akibat efek prisma chy terpecah menjadi dua, tampilan obyek tampak berwarna-warni.

Fluorescence Microscope

• Kegunaan:
o Untuk melihat spesimen yg sukar diamati karena ukurannya kecil. Spesimen akan menghasilkan cahaya berpendar. Mikroskop ini digunakan dalam prosedur diagnostik yg disebut fluoroscent antibody tecnique. Melalui FM mikroorganisme yang menyerang jaringan dapat segera dideteksi.

Fluorescence Microscope
• Prinsip kerja:
o Langkah pertama yg dilakukan adalah memberi warna flurochrome auramine o.
o Utk menghasilkan pencahayaan digunakan sinar UV atau sinar yg panjang gelombangnya mendekati sinar UV. Hasilnya spesimen akan mengeluarkan cahaya (berpendar).
Fluorescence Microscope
• Contoh spesimen yang ukurannya kecil adalah Mycobacterium tubercolosis. Agar dapat diamati diberi warna flurochrome auramine o. Obyek yang berukuran kecil dapat terlihat karena berpendar.

NB : Baca juga artikel tentang Stop Dreaming Start Action

Peran Strategi Sistem Informasi

Dibandingkan dengan pandangan tradisional, dalam hal ini terdapat perbedaan dengan peran strategi sistem informasi, khususnya dalam aspek-aspek sebagai berikut : pengaruh eksternal investasi ; derajat perubahan bisnis yang terkait ; serta kebutuhan yang menyebabkan perubahan peran tugas dan struktur organisasi. Dalam kaitan ini, sistem informasi hendaknya diterapkan untuk memperbaiki kegiatan bisnis, bukan untuk menyesuaikan struktur organisasi tempat kegiatan itu dilakukan. Atau dengan kata lain, organisasi hendaknya dirancang di sekitar sumber daya informasi, dan pada saat yang bersamaan proses bisnis dirancang kembali di sekitar arus informasi yang berhubungan dengan proses bisnis tersebut.
Sistem dan Teknologi Informasi Sebagai Penyebab Perubahan Bisnis

Sementara kekuatan komputer memungkinkan tugas-tugas yang didasari informasi dijalankan lebih produktif, perkembangan teknologi komunikasi yang lebih modern memungkinkan terjadinya proses bisnis ulang (business re-engineering). Dalam kaitan ini, Venkatraman mengemukakan model tingkat lima yang dapat menghasilkan keuntungan dari investasi dalam bidang sistem atau teknologi informasi.

MEDIA FERMENTASI ANTIBIOTIK



Komposisi media dan kondisi lingkungan merupakan faktor yang sangat penting bagi keberhasilan proses fermentasi. Faktor tersebut akan bervariasi tergantung dari organisme yang digunakan dan tujuan fermentasi. Media harus mengandung nutrien untuk pertumbuhan, sumber energi, penyusun substansi sel dan biosintesis produk fermentasi. Komponen media yang paling penting yaitu sumber karbon dan nitrogen, karena sel mikroBa dan produk fermentasi sebagian besar tersusun dari komponen ini. Komposisi media dapat sangat sederhana dan kompleks tergantung pada jenis mikroba yang digunakan dan tujuan fermentasi. Mikroorganisme autotrofik misalnya hanya memerlukan media organik yang sangat sederhana untuk mensintesis semua senyawa organik kompleks yang diperlukan menopang kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel serta kebutuhan energinya. Sebaliknya mikroorganisme tertentu memerlukan media yang tersusun dari komponen sangat sederhana sampai komplek.

Di laboratorium, fermentasi antibiotik dapat dilakukan dengan media padat atau cair. Pada waktu skrining mikroba penghasil antibiotik biasanya memerlukan media selektif dalam bentuk padat. Agen pemadat yang lazim digunakan adalah agar yaitu polisakarida yang tidak mudah didegradasi oleh kebanyakan mikroba. Konsentrasi yang digunakan pada umumnya antara.l,5 � 2,0%; setelah dipanaskan sampai mendidih, maka akan menjadi padat sesudah dingin. Media padat sangat berguna untuk menseleksi dan menguji aktivitas produksi antibiotik. Pada tahap selanjutnya media cair diperlukan untuk pertumbuhan biakan submerged.

Media fermentasi antibiotik dapat dikelompokkan ke dalam media sintetik, semi-sintetik dan crude. Media sintetik yaitu semua unsumya merupakan senyawa yang relatif murni sehingga komposisi dan kuantitas bahanpenyusunnya dapat diketahui dengan jelas. Sedangkan media semi sintetik hanya sedikit saja komponen yang tidak diketahui. Kedua media ini sangat berguna pada percobhan awal untuk mengetahui kemampuan organisme memproduksi antibiotik terutama untuk mengetahui komponen-komponen yang berperanan bagi pertumbuhan organisme dan untuk mengetahui komponen yang dapat memacu pembentukan produk yang dikehendaki. Media ini lebih disukai untuk mempelajari faktor-faktor tersebut karena selain mudah dikontrol juga mudah dihilangkan atau ditambahkan. Media crude yaitu media yang komponen spesifknya tidak diketahui misalnya mollase. protein digest, corn steep liquor, yeast extract dan sebagainya. Pada tahap akhir suatu skrining, bahan ini mungkin sangat berharga karena dapat meningkatkan pertumbuhan dan/atau pembentukan produk dan mungkin akan lebih ekonomis dalam skla lebih besar. Selain mengandung bahan-bahan faktor pertumbuhan dan pembentuk produk yang tak diketahui, media ini juga dapat mengandung zat-zat yang mempunyai efek penghambat. Faktor lain yang merugikan yaitu tingginya kandungan protein dapat menyebabkan buih terutama pada media cair.

Aerasi dan agitasi ,media cair selama berlangsungnya fermentasi dapat menyebabkan buih, terutama pada media dengan kandungan protein atau peptida tinggi. Sebaliknya media yang banyak mengandung komponen anorganik dan gula relatif kurang menghasilkan buih. Kontaminasi bakteri proteolitik dapat menyebabkan degradasi protein menjadi peptida dan gilirannya menyebabkan buih. Untuk mengatasi buih yang terjadi selama berlangsungnya fermentasi dapat ditambahkan antifoam ke media fermentasi. Ada berbagai macam antifoam yang biasa digunakan antara lain lard oil, corn oil, soy bean oil, oktadekanol, silikon dan sebagainya.

Keberhasilan biosintesis produk selama fermentasi berlangsung, kadang-kadang memerlukan prekursor, yang harus ditambahkan ke dalam media. Misalnya untuk mensintesis pensilin G, memerlukan prekursor asam fenilasetat atau untuk mensintesis vitamin B-12 perlu ditambahkan prekursor kobalt anorganik, dan sebagainya. Prekursor merupakan substansi yang dapat meningkatkan hasil dan kualitas produk; prekursor dapat ditambahkan ke media sebelum fermentasi berlangsung atau secara simultan.

Untuk fermentasi antibiotik pada umumnya media inokulum berbeda dengan media fermentasi walaupun untuk beberapa fermentasi mempunyai komposisi media sama. Perbedaan ini disebabkan fungsi kedua media juga berbeda, media inokulum menyediakan nutrien supaya sel mikroba tumbuh dengan cepat, sedangkan media fermentasi terutama untuk menghasilkan produk yang dikehendaki. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan komponen media untuk biosintesis produk adalah faktor adaptasi mikroba. Pemindahan dari media inokulum ke media fermentasi jangan sampai menyebabkan deadaptasi. Peranan media inokulum tidak kalah pentingnya dibanding media fermentasi, sehingga perlu diperhatikan komposisinya. Selain itu jumlah inokulum juga sangat. mempengaruhi biosintesis produk dalam media fermentasi. Jumlah inokulum yang dimasukkan ke media fermentasi biasanya berkisar antara 0,5 � 5%, tetapi untuk fermentasi tertentu jumlah inokulum mencapai 20% atau lebih. Untuk mendapatkan komposisi media inokulum dan jumlah yang tepat tentu diperlukan serangkaian percobaan yang memakan waktu dan tenaga.

Keberhasilan teknologi fermentasi tergantung pada penggunaan metode yang menjamin sterilitas media dan hardware sebelum memasukkan organisme ke dalam medium dan memelihara kondisi biakan tetap aseptik. Kadang-kadang kondisi aseptik juga diperlukan selama pemisahan sel dan produk, sesudah fermentasi berakhir. Mikroba yang tak dikehendaki harus dicegah memasuki fermentor bersama gas, suspensi media, inokulum atau larutan lain yang ditambahkan selama pertumbuhan sel dan sintesis produk berlangsung, karena mikroba kontaminan dapat mengubah sifat kimia nutrien, pH, menimbulkan buih dan menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan biosintesis produk fermentasi.

Tuesday, July 28, 2009

MEMELIHARA MIKROSKOP

Jika telah selesai menggunakan mikroskop, bersihkan badan mikroskop dgn kain flanel utk menghindari debu.

1. Jika telah selesai menggunakan mikroskop, bersihkan badan mikroskop dgn kain flanel utk menghindari debu.

2. Bersihkan bagian lensa dgn kertas lensa.Bila memakai minyak emersi bersihkan dgn xylol.

3. Untuk pemakaian biasa, tanpa minyak emersi, bersihkan lensa dengan campuran eter + alkohol dengan perbandingan eter 7: alkohol 3 = 7 : 3. Xylol dapat merusak lapisan anti jamur pada lensa. bukan kontras yang jelas tidak tercapai.

MEMELIHARA MIKROSKOP


1. Masukkan mikroskop ke dalam kotaknya. Kotak mikroskop harus dilengkapi lampu utk menghindari kelembaban (suhu 30 – 40oC). Kelembaban tinggi RH 80 – 90% memicu jamur. RH optimal ≤ 60%.

2. Sewaktu-waktu kotak mikroskop harus diberi silica gel utk menyerap udara yang mengandung uap air.

3. Bila tdk dijaga dari kelembaban lensa bisa terkena jamur, shg tidak dapat dipakai utk melihat obyek.

4. Untuk menghindari jamur, produsen mikroskop ttt memasang tablet anti jamur dalam tubus mikroskop. 1 – 1,5 tahun, tablet dapat diganti.

MUSUH UTAMA MIKROSKOP


• Jamur: menyerang lensa sehingga gambar menjadi tidak baik, korosi pada metal.
• Debu: menyerang permukaan lensa, masuk dalam lensa. Tampak kotoran dalam obyek pengamatan.
• Minyak: Menyerang lensa terutama pada perbesaran 40x dan 100x. Bila mengering (kerak) menyebabkan kontras yang jelas tidak tercapai.

Metabolisme Karbohidrat

Metabolisme Karbohidrat

Karbohidrat adalah derivate aldehid atau keton dari alkohol polihidris atau senyawa lain yang menghasilkan derivat tersebut pada hidrolisinya. Karbohidrat dikelompokkan menjadi:
1. Monosakarida, tidak dapat dihidrolisis menjadi senyawa karbohidrat yang lain tanpa kehilangan sifat-sifat sebagai karbohidrat. Misalnya: gliserol, ribose, galaktosa, dan fruktosa.
2. Disakarida, jika dihidrolisis menjadi 2 molekul monosakarida. Misalnya: maltose, skrosa, laktosa dan trehalosa.
3. Olisakarida, jika dihidrolis menghasilkan sampai 10 molekul monosakarida. Misalnya: raffinosa.
4. Polisakarida, jika dihidrolisis menghasilkan lebih dari 10 molekul monosakarida. Misalnya: amilum, dekstran, dekstrin, glikogen, selulosa, galaktan, dll.

Pencernan karbohidrat kompleks dimulai dalam mulut dengan amilase saliva yang menghidrolisis pati (amylase, amilo pectin, glikogen) menjadu unit-unit yang lebih kecil dan sebagian menjadi disakarida. Dari sana, sudah sangat sedikit pemecahan karbohidrat kompleks sampai mencapai usus kecil bagian atas, dimana banyak terjadi pencernaan karbohidrat. Enzim pancreas dan intestine, terutama amlas pancreas, mereduksi kompleks karbohidrat menjadi unit-unit dimerik maltose (glukosa-glukosa). Sintesis amylase penkreas diatur oleh insulin dan proses ini akan terganggu pada saat menderita diabetes. Kemudian enzim-enzim disakarida (sukrosa dan laktosa) menjadi heksosa-heksosa penyusunnya. Unit heksosa tersebut diserap ke dalam mukosa intestine seperti proses pemecahan disakarida dan diangkat dari tempat pemecahan tersebut ke hati melalui peredaran darah portal.

Penyerapan beberapa monosakarida (glukosa, fruktosa, dan galaktosa) terjadi dalam proses yang membutuhkan energimelibatkan inklinasi kimiawi Na+ ekstraselular melintasi brush border, pompo Na+. Antara gukosa dan galaktosa berkompetisi untuk system pengangkutan yang sama. Disakarida, sucrose diserap secara bersama atau lebih cepat sebagai glukosa dan fruktosa pada saat dipecah dalam brush border sel mukosa intestine.

Oleh karena kebiasaan mukosa intestine mengambil mono dan disakarida maka konsumsi gula-gula ini dan banyak karbohidrat lain akan meningkatkan kadar glukosa, fruktosa, dan galaktosa plasma dengan cepat dan secara nyata. Hal ini akan menghasilkan suatu seri aktivitas adaptasi guna mempertahankan homeostasis plasma. Memakan beberapa bahan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks (polimerik) yang dapat dicerna tidak akan mengubah konsentrasi gukosa darah scara cepat, hal ini kemungkinan di sebabkan oleh pencernan pati yang lebih lamban oleh amylase saliva dan pancreas. Akibatnya aktivitas adaptasi yan gkurang drastic (trmasuk sekersi insulin) mungkin diperlukan kalau karohidrat yang dimakan dalam bentuk pati dengan gula.

Masuknya glukosa ke dalam darah, meningkatkan kadar glukosa darah, yang menyebabkan tersekresinya insulin dari pancreas dan menurunkan sekresi glucagon. Selanjutnya menyebabkan peningkatan pengambilan glukosa oleh hati, urat daging dan jaringan lemak. Juga merangsang sintesis glikogen dalam hati dan urat daging dengan jalan mengurangi produksi cyclic Adenin Monofosfat (cAMP) dan proses fosforilasi atau sintesis glukogen terbatas secara fisik, oleh karena sifat molekul glikogen yang sangat voluminous (terhidrasi) dan diperkirakan bahwa tidak lebih dari 10-15 jam setara energy glukosa dapat disimpan dalam hati (sekitra 100 g). dalam kondisi pengambilan atau konsumsi glukosa maksimal ada kemungkinan lebih banyak lagi glikogen (sekitar 0,5 kg) yang diencerkan dalam massa jaring yang lebih besar, disimpan dalam urat daging.
Kelebihan glukosa akan dikonversi menjadi asam-asam lemak dan tigliserida terutama oleh hati dan jaringan lemak. Trigliserida yang terbentuk dalam hati dibebaskan ke plasma sebagai Veri Low Density Lipoprotein (VLDL) yang akan diambil oleh jaringan lemak untuk disimpan.

Setiap substrat yang akan masuk ke dalam siklus krebs harus berupa asam karboksilat (senyawa gula). Oleh karena itu substrat respirasi yang berasal dari karbohidrat dan lemak serta protein harus mengalami proses penguraian menjadi substrat respirasi yang sederhana.

Contoh dari penyakit yang disebabkan karena kelebihan karbohidrat dan adalah obesitas yaitu suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih. Obesitas terjadi karena karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) telah diakui sebagai metoda yang paling praktis dalam menentukan tingkat overweight dan obesitas pada orang dewasa di bawah umur 70 tahun.

METABOLISME LEMAK



Lemak merupakan kelompok senyawa heterogen yang berkaitan dengan asam lemak, baik secara aktual maupun potensial. Sifat umum lemak yaitu relative tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut non polar seperti eter, kloroform, alcohol dan benzena. Lipid diklasifikasikan menjadi:
1. Lipid sederhana adalah ester asam lemak dengan berbagai alkohol. Misalnya: lilin dan minyak.
2. Lipid majemuk adalah ester asam lemak yang mengandung gugus lain selain alkohol dan asam lemak yang terikatpada alkoholnya. Misalnya: fosfolipid, glikolipid, solfolipid, amino lipid dan lipoprotein.
3. Derivate lipid, misalnya: alkohol, asam lemak, gliserol,steroid, lemak-lemak aldehid dan vitamin A, D, E, dan K.
Fungsi dari lemak adalah sebagai energy cadangan, pembentukan membrane sel, bahan bakar tubuh, bersama protein sebagai alat angkut, penggerak hormone, agen pengemulsi, isolator panas memelihara organ tubuh, melindungi organ tubuh dll.


Pemecahan lemak menjadi asam lemak, monogliserida, kolin dan sebagainya, terjadi hampi semuanyasecara eksklusif dalam duodenum dan jejunum, melalui kerja sama antara gara-garam empedu dan lipase pancreas, dalam lingkungan pH yang lebih tinggi yang disebabkan oleh sekresi bikarbonat.

Asam-asam lemak, monogliserida, fosfat, kolesterol bebas dan bahan penyusun lain dari lemak yang terbenuk olah proses pencernaan, diserapke dalam sel mukosa intestine. Penyerapan terjadi dengan jalan difusi pasif, terutama dalam setengah bagian atas usus kecil. Garam-garam empedu yang disekresi untuk menolong pencernaan dan penyerapan akan diserap kembali dalam saluran pencernaan bagian bawah.


Setelah masuk ke dalam mukosa intestin, trigliserida, fosfolipid dan ester kolesterol disintesis kembali, di bungkus dengan sedikit protein kemudian disekresikan ke dalam kilomikron ke dalam ruang ekstraselular, memasuki lacteal system limfe.


Bagian terbesar dari lemak makanan yang telah memasuki system limfe secara perlahan memasuki aliran darah (sebagai kiomikron) melalui ductus turachicus jadi mencegah perubahan besar kadar lemak darah permukaan. Masuknya darah ke dalam darah dari limfe terus selama berjam-jam setelah makan banyak lemak. Kilomikron dan VLDL terutama diproses oleh sel-sel adipose dan urat daging. Apoprotein di permukaan mengaktifkan lipase lipoprotein (LPL) yang terikat pada permukaan pembuluh darah kecil dan kapiler dalam jaringan-jaringan tersebut. Ini menyebabkan pembebasan secara local asam lemak bebas yang secara cepat diserap an digunakan untuk energy atau diinkoporasikan kembali menjadi trigliserida untuk digunakan kemudian. Kelebihan fosfolipid permukaan dan beberapa kolesterol dan protein dipindahkan ke HDL. Sisa trigliserida yang terdeplesi dalam kilomikron, dengan ester kolesterol memasuki hati melalui reseptor khusus.

Di dalam hati, ester kolesterol akan mendapat proses esterifikasi dan bersama asam-asam lemak memasuki pool hati yang ada. Kolesterol diekskresikan ke dalam empedu atau diesterifikasi dan diinkoporasikan ke dalam VLDL untuk nanti diangkut lebih lanjut. Asam-asam lemak terbentuk terutama dari kelebihan karbohidrat yang tidak dibutuhkan secara local untuk enegi atau membrane sel diinkorporasikan kembali ke dalam trigliserida. Dan bersama fosfolipid, koleserol dan protein dikemas dalambentuk VLDL hati memasuki aliran darah dan melalui lintasan yang sama dengan VLDL-intestin.yaitu khilangan komponen trigliserida sampai lipase lipoprotein. Tetapi umumnya, lebih lama dalam plasma daripada kilomikron.
Hampir semua asam lemak memasuki jaringan lemak atau urat daging untuk disimpan dalam bentuk trigliserida. Lipoprotein yang tinggal itu menjadi LDL atas pertolongan HDL dan Lechithin-Cholsterol Acyl Transferase (LCAT) yang mengesterifikasi kolesterol dengan asam lemak poli tidak jenuh dari posisi 2 pada lesitin. LDL yang pada prinsipnya terdiri dari inti ester kolesterol, protein dan fosfolipid permukaan kemudian diambil oleh hampir semua jaringan permukaan. Pengambilan LDL secara normal juga tergantung ikatannya pada reseptor terutama pada membrane sel. Reseptor-reseptor tesebut bisa tidak mempunyai atau mengandung secara tidak sempurna salah satu atau lebih bentuk-bentuk hiperkolesterolemia yang sehubungan. Kalau LDL plasma meningkat, peningkata katabolisme terjadi atas pertolongan makrofag-makrofag retikuloendotelial atau peningkatan pengambilan yang tidak spesifik.
Jaringan lemak melepas asam lemak bebas dan gliserol ke dalam darah, dimana asam lemak tersebut diangkut dengan albumin ke hamper semua organ. Di lain pihak, gliserol berjalan terutama ke dalam hati dan sedikit ke dalam ginjal, hanya jaringan-jaringan ini tempatnya dapat digunakan. Langkah pertama memerlukan proses fosforilasi oleh asam alfa gliserol kinasne, yang tidak didapatkan dalam jaringan lain. Tidak adanya enzim ini dalam jaringan lemak mungkin dapat menolong mencegah agar sikus pembentukan dan pemecahan trigliserida dalam tubuh tidak sia-sia, karena pembentukan alfa gliserol fosfat dalam jaringan lemak akan menyebabkan tersintesisnya kembali trigliserida. Sintesis trigliserida dalam jaringan lemak tergantung pada pembentukan alfa gliserol fosfat dari glukose dan dalam kondisi dimana lemak dibutuhkan untuk energy dengan glucose tidak tersedia untuk proses ini.

Pengertian Standar Kompetensi Guru

Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Arti lain dari kompetensi adalah spesifikasi dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki seseorang serta penerapannya di dalam pekerjaan, sesuai dengan standar kinerja yang dibutuhkan oleh lapangan.
Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan maupun sikap profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru.


Berdasarkan pengertian tersebut, Standar Kompetensi Guru adalah suatu pernyataan tentang kriteria yang dipersyaratkan, ditetapkan dan disepakati bersama dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap bagi seorang tenaga kependidikan sehingga layak disebut kompeten.

MAHKOTA DEWA TANAMAN OBAT

Tanaman mahkota dewa atau Gynura divaricata DC dikenal juga sebagai beluntas cina atau daun dewa di Sumatera, atau tegel kio di jawa. Tanaman ini merupakan tanaman obat yang sedang popular karena daun dan buahnya dianggap mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Misalnya penyakit darah tinggi, lever, kanker, sakit jantung, kencing manis, asam urat, reumatik, sakit ginjal. Kasus ketergantungan obat (narkoba) dilaporkan pernah disembuhkan dengan penggunaan tanaman mahkota dewa. Khasiat tanaman mahkota dewa dan pengobatannya sudah dikenal puluhan tahun lalu khususnya di negara China, yang penduduk sana menyebutnya dengan nama shian tao. Dalam bentuk ramuan obat gajin, daun mahkota dewa berkhasiat sebagai obat anti radang, penurun panas, penghilang rasa sakit, pembersih darah dan mampu menghambat pembekuan darah.

Morfologi
Tanaman mahkota dewa merupakan tanaman perdu dengan tinggi tanaman 150 - 250 cm.Masa produksi 10 - 20 tahun. Buah mahkota dewa berbentuk bulat, dengan ukuran bervariasi mulai sebesar bola pingpong sampai buah apel. Bagian tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan obat adalah daun dan buahnya. Tanaman mahkota dewa biasa tumbuh di ketinggian 10 - 1.200 m dpl (di atas permukaan laut) dengan lokasi optimal 10 - 1.000 m dpl.
Perbanyakan tanaman menggunakan biji dari buah yang sudah matang. Cara penyemaian biji bisa dilakukan menggunakan media tanam berupa sekam bakar yang dicampur dengan pupuk kandang (kompos). Selama proses pesemaian dilakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari. Sekitar 10 - 14 hari setelah penyemaian, mulai terlihat pertumbuhan daun. Bibit dipindahkan ke media penanaman pada umur 2 bulan atau dimana tanaman telah mencapai ketinggian 10 - 15 cm. Media penanaman bias menggunakan pot atau ditanam di tanah pekarangan. Pot berukuran diameter 30 cm dan tinggi 40 cm, bisa terbuat dari tanah, plastik, kayu atau kaleng. Media tanam dalam pot sebaiknya campuran tanah, kompos, pasir/sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Tanaman ini membutuhkan banyak air selama hidupnya.
Tanaman berbunga pertama kali pada umur 10 bulan yang menjadi buah. Buah akan matang dan siap dipanen dalam waktu 2 bulan. Buah yang matang akan berwarna merah. Cara perbanyakan tanaman yang lebih cepat adalah dengan teknik okulasi.

Sumber : Suara Merdeka, 02/11/02, Nugroho & Moch Achid

Pengecatan Gram Pada Bakteri


Pengecatan Gram Pada Bakteri

Kebanyakan sel bakteri tidak berwarna, sehingga jika dilarutkan dalam air dan diperlihatkan di bawah mikroskop tidak memperlihatkan warna kontras dengan medium disekelilingnya. Beberapa zat yang digunakan untuk mengamati struktur bagian dalam sel. Dalam pewarnaan mikroba, dapat digunakan satu jenis warna, cara ini disebut pewarnaan sederhana. Zat-zat warna yang biasa digunakan untuk pewarnaan bekteri dapat dibedakan atas beberapa golongan yaitu: pewarnaan sederhana, pewarnaan diferensial, pewarnaan strukturan dan pewarnaan untuk menguji adanya komponentertentu di dalam sel (Anonim, 2007)

Karakteristik taksonomi penting bakteri adalah reaksi mereka terhadap pewarnaan gram. Pewarnaan gram menjadi penting karena reaksi gram berhubungan dengan sifat morfologi lain dalam bentuk hubungan filogenik. Organisme yang berpotensi gram positif mungkin hanya dapat dilihat dengan pewarnaan gram pada kondisi lingkungan yang sesuai dan pada biakan muda. 
Prosedur pewarnaan gram dimulai dengan pemberian pewarna basa, kristal violet. Larutann iodine kemudian ditambahkan; semua bakteri akan diwarnai biru pada fase ini. Sel kemudian diberi alkohol. Sel gram positif akantetap mengikat senyawa kristal violet-iodine, tetap berwarna biru; sel gram negatif warnanya hilang oleh alkohol. Sebagai langkah terakhir, counterstain (misalnya Safranin pewarna merah) ditambahkan, sehingga sel gram negatif yang tidak berwarna, akan mengambil warna kontras; sedangkan sel gram positif terlihat dalam warna biru (Jawetz, etc. 2001).



MACAM-MACAM MIKROSKOP

1. Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop memeiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.Lensa okuler pada mikroskop bias membentuk bayangan tunggal (monokuler) atau ganda (binikuler). Paada ujung bawah mikroskop terdapat dudukan lensa obektif yang bias dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa mikroskop yang laiN
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar matahari yang dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin in akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapai lampu sebagai pengganti cahaya matahari.

Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan menentukan daya pisah specimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.Lensa okuler, merupakan lensa likrskop yang terdpat dibagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfugsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4-25 kali.Lensa kondensor berfungsi untukk mendukung terciptanya pencahayaan padda objek yang akan difokus, sehinga pengaturrnnya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal, dua benda menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfatjika daya pisah mikroskop kurang baik. (Mikroskop wikipeda 27/09/2007)

2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hamper sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandinhkan denan mikroskop cahaya ssehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebbbbbbbal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran objek total minimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lenda objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengaturan focus objek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur fokos. (Mikroskop wikipeda 27/09/2007)

3. Mikroskop Elektron

Adalah sebuah mikroskop yang mampu melakuakan peambesaran obyek sampai duajuta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan p[embesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Macam –macam mikroskop elektron:
1) Mikroskop transmisi elektron (TEM)
2) Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
3) Mikroskop pemindai elektron
4) Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM)
5) Mikroskop refleksi elektron (REM) (Mikroskop wikipeda 27/09/2007)
4. Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena cahaaya ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya yang dapat dilihat, penggunaan cahaya ultra violet untuk pecahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop biasa. Batas daya pisah lalu menjadium. Karena cahaya ultra violet tak dapat di;lihat oleh nata manusia, bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya9photografi Plate). Mikroskop ini menggunakan lensa kuasa, dan mikroskop ini terlalu rumit serta mahal untuk dalam pekerjaan sehari-hari. (Volk, Wheeler, 1988, mikrobiologidasar, Jakarta. Erlangga)

5. Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope)
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknk ini protein anttibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen itu besifat khas, maka peristiwa pendar akanan terjadi apabila antigen yang dimaksut ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar. (Volt, Wheeler, 1988. mikrobiologi dasas, Jakarta. Erlangga)

6. Mikroskop medan-gelap
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk. Mikroskop medan-Gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat. Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat. (Volk, Wheeler, 1988. Mikrobiologi Dasar.,.Jakarta. Erlangga)

7. Mikroskop Fase kontras
Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya : tidak diberi warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma bend hidup yang mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) ttembus chaya sehingga pada masing-masing tincram tak akan teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fasekontras. Prinsip alat ini sangat rumit.. apabila mikroskop biasa digunakan nuklus sel hidup yang tidak diwwarnai dan tidak dapat dilihat, walaupun begitu karena nucleus dalam sel, nucleus ini mengubah sedikit hubungan cahaya yang melalui meteri sekitar inti. Hubungan ini tidak dapaat ditangkap oleh mata manusia disebut fase. Namun suatu susunan filter dan diafragma pada mikroskop fase kontras akan mengubah perbedaan fase ini menjadi perbedaan dalam terang yaitu daerah-daerah terang dan bayangan yang dapat ditangkap oleh mata dngan demikian nucleus (dan unsure lain0 yang sejauh ini tak dapap dilihat menjadi dpat dilihat (Volk, Wheeler, 1988, Mikrobiologi dasar, Jakarta. Erlangga).
◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot