Saturday, November 14, 2009

Bentuk-Bentuk Pohon


BENTUK-BENTUK  POHON

Pohon adalah bentuk hidup yang utama pada hutan hujan. Bahkan tumbuhan bawah sebagian besar terdiri dari tambuhan berkayu bergentuk pohon berhutan; semak belukar yang terlihat jarang, meskipun demikian lapisan  D  sering dengan bebas disebut “lapisan semak belukar”

A.TAJUK

Rimbawan tertarik akan kenaikan volume kayu per ha, dan karakteristik pohon monopodial yang bertumbuh dengan cabang-cabang yang terbatas sangat diminati dibanding pohon-pohon sympodial dengan cabang yang banyak dan tajuk yang lebar. Hal ini yang menyebabkan pohon daun jarum seperti Pinus banyak dikembangkan untuk mencapai produksi dan kualitas kayu yang maksimal.  Untuk pohon sympodial diusahakan untuk mendapatakan batang bebas cabang yang tinggi, sehingga tidak menimbulkan cacat-cacat pada bekas-bekas percabangan.

Arsitektur Pohon tidak berhubungan dengan taksonomi, beberapa famili sangat beragam bentuk, sebagai contoh, Euphorbiaceae dan yang lain sederhana saja, sebagai contoh, Myristicaceae. Banyaknya cabang bervariasi dari yang tidak ada, menyerupai palma dan pakis pohon, beberapa Pandanus dan Sararanga, Dracaena, Sterculiaceae, Araliaceae, Annonaceae Dan Myristicaceae,

Penggunaan suatu model teoritis efisiensi photosintesis dari  bentuk tajuk yang berbeda,   meramalkan yang akan paling berhasil dalam situasi berbeda. Tajuk dengan lapisan daun-daun tunggal (monolayer) akan mendominasi bagian hutan yang ternaungi dan tajuk multilayered berada pada bagian atas kanopi yang terang. Perubahan dari tajuk monopodial ke sympodial dengan bertambah tingginya pohon hutan hujan tropis.
 

B.BATANG POHON
Untuk mengamati bentuk batang pohon di atas lantai hutan selalu lebih kurang seperti tiang, sedikitnya sampai bagian yang paling rendah, dan ia merasakan seolah-olah di dalam suatu katedral beratap hijau. Sesungguhnya ada beberapa yang pada umumnya dapat dibandingkan dengan lilin yang kecil, dapat dilihat pada pohon yang di tebang dan kelebihannya harus dibuat ketika membuat tabel volume untuk tujuan kehutanan.
 

C.BANIR
Tinggi Banir, menyebar, bentuk permukaan dan ketebalan biasanya tetap di dalam suatu jenis dan oleh karena itu, seperti bentuk tajuk penunjang adalah penuntun untuk identifikasi hutan. Ada sedikit bukti yang ganjil untuk menilai kebenaran atau jika tidak menyangkut penyamarataan yang umum bahwa pohon dengan akar ketukan dalam tidak membentuk  penunjang, dan sebaliknya.
 
D.Kulit Batang

Sesuatu kekeliruan umum bahwa semua atau sebagian pohon hutan memiliki kulit batang yang pucat, tipis dan licin. Ini jauh dari kenyataan, hutan hujan kaya dengan warna dan bayangan dari hitam (Dyospiros) sampai putih (Tristania), sampai warna coklat terang (Eugenia). Kecuali batang-batang pohon yang mengarah keluar iklim mikro hutan, seperti pohon yang dalam proses terisolasi dan pada pinggiran hutan, memiliki warna yang seragam yaitu abu-abu pucat. Sapihan dan tiang yang kecil memiliki kulit batang yang tipis dan lembut. Batang pohon dengan diameter di atas 0.9 m  memperlihatkan suatu keaneka ragaman bentuk permukaan, secara kasar seperti bercelah, bersisik, atau “dippled”, dan beberapa licin. Setelah daun, karakteristik permukaan kulit batang dan penampilannya menjadi bantuan yang paling utama ke pengenalan jenis hutan dan mungkin punya arti untuk taksonomi. Beberapa famili homogen kulit batangnya dan yang lain menunjukkan pola gambut.
 
F.Bunga
Biasanya bunga berkembang berhubungan dengan batang (Cauliflory) atau cabang (ramiflory) bervariasi antara formasi hutan hujan tropis  yang berbeda. Cauliflory adalah paling umum di hutan hujan tropis dataran rendah yang selalu hijau dan berkurang sehubungan dengan pertambahan tinggi tempat.
 

G.Akar
Kebanyakan akar pohon hutan hujan ditemukan sampai pada 0.3 m atau kira-kira pada tanah.  Banyak pohon yang sistem perakarannya dangkal dengan tidak menembus terlalu dalam semuanya. Akar pohon mempunyai fungsi sebagai penyerap unsur hara, tempat menyimpan cadangan makanan dan juga sebagai jangkar untuk mencenkram tanah agar pohon dapat berdiri kokoh. Mikorisa berasosiasi dengan beberapa jenis akar tanaman hutan untuk membantu penyerapan unsur hara. Beberapa akar tanaman juga mempunyai nodul-nodul akar yang memuat bakteri fiksasi nitrogen contohnya Casuarina dan Leguminosae. Sistem Akar sekitar 80 persen dari berat tajuk untuk Formasi hutan pantai yang sama.
 

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot