Tuesday, October 6, 2009

Teori Belajar Gestalt

Teori  Belajar  Gestalt

Teori Belajar Gestalt dikemukakan oleh Koffka dan Kohler dari jerman, yang sekarang menjadi tenar diseluruh dunia. Hukum yang berlaku pada pengamatan adalah sama dengan hukum dalam belajar yaitu:
a). Gestalt mempunyai sesuatu yang melebihi jumlah unsur-unsurnya.
b). Gestalt timbul lebih dahulu daripada bagian-bagiannya.
Jadi dalam belajar yang penting adalah adanya penyesuaian pertama yaitu memperoleh respon yang tepat untuk memecah problem yang  dihadapi. Belajar yang penting bukan mengulangi hal-hal yang harus dipelajari, tetapi mengerti atau memperoleh insight.

Prinsip Belajar Menurut Teori Gestalt
:

a). Belajar berdasarkan keseluruhan

Orang berusaha menghubungkan suatu pelajaran dengan pelajaran yang lain sebanyak mungkin. Mata pelajaran yang bulat lebih mudah dimengerti dari pada bagian-bagiannya.

b).Belajar adalah suatu proses perkembangan
Anak-anak baru dapat mempelajari  dan merencanakan bila ia telah matang menerima bahan pelajaran itu. Manusia sebagai suatu organisme yang berkembang, kesediaan mempelajari Sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan jiwa batiniah, tetapi juga perkembangan karena lingkungan dan pengalaman.

c).Siswa sebagai organisme keseluruhan.

Siswa belajar tidak hanya inteleknya saja, tetapi juga emosionalnya dan jasmaniahnya. Dalam pengajaran modern, guru disamping mengajar, guru mendidik untuk membentuk pribadi siswa.

d).Terjadinya Transfer

Belajar pada pokoknya yang terpenting pada penyesuaian pertama ialah memperoleh response yang tepat. Mudah atau sukarnya problem itu terutama dalah masalah pengamatan,bila dalam suatu kemampuan telah dikuasai betul-betul, maka dapat dipindahkan untuk kemampuan yang lain.

e).Belajar adalah reorganisasi pengalaman
Pengalaman adalah suatu interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Anak terkena api – kejadian ini menjadi pengalaman bagi anak. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru atau soal baru. Dalam menghadapi itu ia akan menggunakan segala pengalamannya  yang telah dimiliki. Siswa mengadakan analisa reorganisasi pengalamannya.

f).Belajar harus dengan insight
Insight adalah suatu saat dalam proses belajar dimana seseorang melihat pengertian tentang sangkut-paut dan hubungan-hubungan tertentu dalam unsur yang mengandung suatu problem.

g).Belajar lebih berhasil bila berhubungan dengan minat, keinginan dan tujuan siswa.
Hal ini terjadi bila banyak berhubungan dengan apa yang diperlukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Di sekolah progresif, siswa diajak membicarakan tentang proyek /unit agar tahu tujuan yang akan dicapai dan yakin akan manfaatnya.

h). Belajar berlangsung terus menerus
Siswa memperoleh pengetahuan  tak hanya disekolah tapi juga di luar sekolah, dalam pergaulan, memperoleh pengalaman sendiri karena itu sekolah harus bekerja sama dengan orang tua di rumah dan masyarakat, agar semua turut serta dalam membantu perkembangan siswa secara harmonis.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot