Monday, October 26, 2009

Serangga Insekta

Serangga Insekta.

Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor pendek. Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen (disebut stridulasi), atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang. Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat. Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.


Ordo Orthoptera (serangga bersayap lurus)  
Ciri-ciri ordo Orthoptera:  
Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan besar.  

Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.  

Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur.  
-
Tipe mulutnya menggigit.      
Contoh:   - Belalang (Dissostura sp)
- Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum)
- Belalang sembah (Stagmomantis sp)
- Kecoak (Blatta orientalis)
- Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
- Jangkrik (Gryllus sp)      


Ordo Hemiptera (bersayap setengah)   Ciri-ciri Hemiptera :   - Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput.   - Tipe mulut menusuk dan mengisap   - Metamorfosis tidak sempurna.   Contohnya :
- Walang sangit (Leptocorixa acuta)
- Kumbang coklat (Podops vermiculata)
- Kutu busuk (Eimex lectularius)
- Kepinding air (Lethoverus sp)      




Ordo Orthoptera
Orthoptera berasal dari bahasa Latin orthop = lurus, pteron = sayap yang berarti Insekta bersayap lurus.

Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo orthoptera adalah :
a).Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan dan sayap belakang. Sayap bagian depan lurus, lebih tebal, dan kaku (perkamen), sedangkan sayap belakang tipis seperti selaput.
b).Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
c).Tipe mulut menggigit.
d).Kaki paling belakang (kaki ketiga membesar).
Contoh :
Kecoa (Periplaneta americana)
Jangkrik (Grillus sp.).
Belalang sembah (Tenodora sp.)

Ordo Hemiptera
Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo hemiptera adalah :
a).Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan satu pasang seperti berkulit dan sayap belakang transparan.
b).Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
c).Tipe mulut menusuk dan menghisap.
d).Contoh : Kutu busuk (Cymex rotundus).
Walang sangit (Leptocorisa acuta).

Perkembangan Insekta
Perkembangan dimulai setelah telur insekta menetas. Telur dihasilkan dari hasil fertilisasi, fertilisasi umumnya terjadi secara internal, Setelah terjadi fertilisasi,maka insekta betina akan meletakan telurnya pada sumber makanan yang tepat.Setelah menetas dapat mulai makan.Kebanyakan insekta mengalami perkawinan sekali dalam seumur hidupnya. Dalam perkembangan hidupnya sebagian besar insekta mengalami metamorfosis,hanya sebagian kecil saja yang tidak mengalami metamorfosis (ametabola) yaitu perkembangan insekta muda menjadi insekta dewasa dengan pertambahan ukuran tubuh tidak mengalami perubahan bentuk,contoh kutu buku.

Sedangkan Metamorfosis adalah perubahan insekta dari telur menetas sampai menjadi insekta dewasa yang sempurna dengan mengalami perubahan bentuk morfologi,anatomi bahkan fisiologis.

Metamorfosis pada insekta dibedakan menjadi dua yaitu :
1).Metamorfosis tidak sempurna (Hemimetabola)
Metamorfosis tidak sempurna, melalui tahap telur yang menetas menjadi nimfa,kemudian tumbuh dan berkembang menjadi imago (hewan dewasa).

Nimfa adalah hewan muda yang mirip dengan hewan dewasa tetapi berukuran lebih kecil dengan perbandingan tubuh yang berbeda. Nimfa akan mengalami molting (pergantian kulit),setiap kali setelah molting hewan itu kelihatan lebih mirip dengan hewan dewasa. Contoh insekta yang mengalami metamorfosis tidak sempurna Misalnya : Jangkrik, Belalang, Kecoa

2).Metamorfosis sempurna (Homometabola)
Metamorfosis sempurna adalah perkembangan insekta melului tahap telur–larva–pupa–imago (dewasa). Telur yang menetas menjadi larva dan larva akan menjadi kepompong kemudian berubah menjadi imago.

Larva adalah ulat yang tumbuh dan khusus untuk makan serta mengalami molting beberapa kali, kemudian larva membungkus dirinya sendiri dalam kepompong dan menjadi pupa.tahapan larva sangat berbeda sekali dengan tahapan dewasa.

Pupa merupakan tahap dimana jaringan larva mengalami pembelahan dan deferensiasi sel-sel yang sebelumnya tidak aktif pada tahap larva menjadi organ tubuh seperti kaki, sayap, antena, organ reproduksi dan organ lain dari insekata. Akhirnya imago (hewan dewasa) keluar dari kepompong. Contoh insekta yang mengalami metamorfosis sempurna misalnya: kupu-kupu, Nyamuk, lebah madu.

Peranan Insekta
Insekta merupakan hewan yang jumlahnya sangat banyak, beraneka ragam jenisnya, dan meluas keberadaannya, sehungga akan mempengaruhi kehidupan manusia. Dari hal tersebut peran insekta dalam kehidupan manusia ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan.


Peran insekta yang menguntungkan adalah :

a).kupu-kupu atau lalat dapat membantu mempercepat proses penyerbukan pada tanaman berbuah
b).Penghasil madu, yaitu lebah (Apis indica)
c).Penghasil bahan kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori).


Peran Insekta yang merugikan manusia adalah :
a).Vektor beberapa penyakit pada manusia, misalnya Plasmodium, penyebab penyakit demam berdarah.
b).Menimbulkan gangguan pada manusia, misalnya kutu kepala (Pediculus capitis)
c).Sebagai hama tanaman pangan, misalnya wereng coklat (Nilaparvata lugens),walang sangit (Leptocorisa acuta)
d).Perusak gabah, oleh kutu gabah (Rhyzoperta doninica).
e).Perusak produk berbahan baku alam, misalnya rayap (Helanithermis sp.),dapat menghancurkan kayu-kayu karena didalam ususnya terdapat Protozoa yang bersimbiosis yaitu Trichonympha yang menghasilkan enzim pengurai selulosa, dan kutu buku Lepisma sacharina).
f).Kayu dimakan rayap
g).Tanaman padi diserang wereng


Hama di Fase Pembibitan

1.Belalang (Valanga nigri Cornis)
Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor pendek. Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang menyerang tanaman muda dengan cara memakan kulit yang masih hijau dan daun yang masih lunak pada payung atas mulai dari pinggir hingga menuju ke tengah-tengah terutama pada musim kering. Pemberantasan belalang dilakukan dengan penyemprotan insektisida  jenis Dicrotaphos (Bidrin 24% EC) atau Methomyl (Lannate 90% WP) di kebun yang terserang.

Yang dimaksud hama adalah seluruh makhluk hidup yang dapat mengganggu perkembangan tumbuhan. Dari sekian banyak hama, kelas insekta merupakan hama yang paling banyak di bumi ini. Berikut ini adalah ordo yang termasuk hama dari kelas insekta :



1) Ordo Orthoptera
Patanga japonica

ciri-ciri:
Pada saat istirahat sayap belakang dilipat lurus di bawah sayap depan
metamorfosa : paurometabola
tipe alat mulut : penggigit-pengunyah.
sayap depan panjang dan menyempit (keras), sayap belakang lebar dan membraneus.
beberapa jenis jantan mempunyai alat penghasil suara, sedangkan betina memiliki ovipositor.
contoh : lipas, jangkrik, belalang pedang.


2) Ordo Hemiptera
Acanthosoma haemorrhoidale
Ciri-ciri:
a).Sayap depan mengalami modifikasi sebagai hemelitron (setengah bagian di daerah pangkal menebal, sedang sisanya berstruktur selaput).
b).sayap belakang seperti selaput tipis (membran)
c).metamorfosa : paurometabola
d).tipe alat mulut : penusuk - senghisap
e).beberapa jenis jantan mempunyai alat penghasil suara, sedangkan betina memiliki ovipositor.
f).contoh : kepik buah lada (Dasynus piperis)

Sayap depan agak keras dan lurus yang disebut tegmen; sayap belakang berbentuk seperti selaput (membran)
Alat mulut menggigit mengunyah dengan posisi hypognatus
Tipe metamorfosis paurometabola (telur nimfaimago)
Fitofag (pemakan tumbuhan): belalang, jangkrik, orong-orong
Contoh: Belalang Pemakan Daun
(orthos = lurus, pteron = sayap; serangga bersayap lurus)
Beberapa contoh hama penting dari ordo Orthoptera

Valanga
Nigricornis(Burm.) Famili Acrididae
Disebut juga sebagai belalang kayu atau belalang jati. Belalang ini bersifat polifag


0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot