Monday, October 5, 2009

Jenis-Jenis Belajar

Jenis-Jenis Belajar

1). Jenis Belajar Bagian (part learning, fractioned learning)
Umumnya belajar bagian dilakukan oleh seseorang bila ia dihadapkan pada materi belajar yang bersifat luas atau ekstensif, misalnya mempelajari sajak ataupun gerakan-gerakan motoris seperti bermain silat. Dalam hal ini individu memecahkan seluruh materi pelajaran menjadi bagian-bagian yang satu sama lain berdiri sendiri. Sebagai lawan dari cara belajar bagian adalah cara belajar keseluruhan atau belajar global.

2). Jenis Belajar Dengan Wawasan (learning by insight)
Konsep belajar wawasan diperkenalkan oleh W.Kohler, salah seorang tokoh psikologi Gestalt pada permulaan tahun 1971. Sebagai suatu konsep, wawasan (insight) ini merupakan pokok utama dalam pembicaraan psikologi belajar dan proses berfikir. Menurut G Stalt teori wawasan merupakan proses mereorganisasikan  pola-pola tingkah laku yang telah terbentuk menjadi suatu tingkah laku yang ada hubungannya dengan penyelesaian suatu persoalan.

3). Jenis Belajar dengan diskriminatif (discriminative learning)

Belajar diskriminatif diartikan sebagai suatu usaha untuk memilih beberapa sifat situasi dan kemudian menjadikannya sebagai pedoman dalam bertingkah laku. Dengan pengertian ini maka dalam eksperimen, subyek diminta untuk berespon secara berbeda-beda terhadap stimulus yang berlainan.

4). Jenis belajar global atau keseluruhan (Global Whole learning)
Disini bahan pelajaran dipelajari secara keseluruhan berulang sampai pelajar menguasainya, lawan dari belajar bagian adalah belajar bagian. Metode belajar keseluruhan sering juga disebut metode Gestalt.

5). Jenis belajar insidental (incidental learning)
Konsep belajar insidental ini bertentangan dengan anggapan bahwa belajar itu selalu berarah – tujuan . Sebab dalam belajar incidental pada individu tidak ada sama sekali kehendak untuk belajar. Atas dasar ini maka untukkepentingan penelitian disusun perumusan operasional sebagai berikut: belajar disebut incidental bila tidak ada instruksi atau petunjuk yang  diberikan pada individu mengenai materi belajar yanang akan diujikan. Dalam kehidupan sehari-hari, belajar incidental ini merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu diantara para ahli belajar incidental ini merupakan bahan pembicaraan yang menarik.

6). Jenis belajar dengan instrumental (instrumental learning)
Pada Jenis belajar instrumental, reaksi-reaksi seorang siswa yang diperlihatkan diikuti oleh tanda-tanda yang mengarah pada apakah siswa tersebut akan mendapat hadiah, hukuman, berhasil atau gagal. Olehkarena itu, cepat atau lambatnya seorang belajar dapat diatur dengan jalan memberikan penguat atas dasar tingkat-tingkat kebutuhan. Dala hal ini maka salah satu bentuk belajar instrumental yang khusus adalah pembentukan tingkah laku.

7). Jenis belajar intensional (intentional learning)

8). Jenis belajar Laten (latent learning)
Dalam belajar laten, perubahan-perubahan tingkah laku tdiak terjadi secara segera dan oleh karena itu disebut laten.

9). Jenis belajar Mental (mental Learning)
Perubahan kemungkinan tingkah laku  yang terjadi disini tidak nyata terlihat, melainkan hanya berupa proses kognitif karena ada bahan yang dipelajari. Ada tidaknya belajar mental ini sangat jelas terlihat pada tugas-tugas yang sifatnya motoris. Sehingga perumusan operasional juga menjadi sangat berbeda. Ada yang mengartikan belajar mental sebagai belajar dengan cara melakukan observasi.

10). Jenis Belajar Verbal (Verbal Learning)
Belajar verbal adalah belajar mengenai materi verbal degan melalui ingatan da latihan. Dasar dari belajar verbal diperlihatkan dalam eksperimen klasik dari ebinghaus.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot