Tuesday, October 20, 2009

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Membaca

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Membaca

Chauhan (1978) juga menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi minat:
Perkembangan fisik, merupakan hal yang sangat penting dalam memutuskan perkembangan minat. Seseorang yang secara fisik mengalami kebuataan atau kecacatan pada matanya akan berpengaruh pada ketertarikannya pada aktivitas membaca.
Perbedaan sex (identitas kelamin). Ada perbedaan besar antara minat membaca pada perempuan dan laki-laki. Perbedaan tersebut disebabkan perbedaan fisiologis dan pengaruh budaya, level pendidikan dan kondisi lingkungan.
Lingkungan, menentukan aturan penting dalam memutuskan minat membaca seseorang, misalnya saja linkungan rumah yang kondusif dan memberikan banyak contoh dan stimulus sehingga seseorang akan memiliki kebiasaan membaca.
Status sosial-ekonomi, kondisi keluarga juga menentukan dalam pembentukan minat membaca pada seseorang. Seseorang yang berasal dari keluarga dengan status ekonomi menengah ke atas akan dapat memberikan fasilitas dan stimulus bahan-bahan bacaan yang dapat merangsang minat membaca pada anak

Selain hal-hal diatas, minat yang berkembang pada anak menurut Hurlock (1993), disebabkan karena:

Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan mental. Minat berubah seiring perubahan fisik dan mental yang juga mengalami perubahan. Ketika pertumbuhan mulai berhenti dan level perkembangan dari kematangan tercapai, minat menjadi lebih stabil. Minat membaca pun tumbuh bersamaan dengan perkembangan mental, jenis bahan bacaan yang dibaca seseorang pun akan berubah seiring dengan level perkembangan dan kematangan pribadi.

Minat bergantung pada kesiapan belajar. Anak-anak tidak dapat memperoleh minat sebelum fisik dan mental siap melakukannya. Minat membaca juga bergantung pada kesiapan belajar, minat membaca dapat semakin kuat apabila seorang anak sudah memiliki kemampuan membaca, untuk memiliki kemampuan membaca seorang anak haruslah siap secara fisik (mata yang normal, otak yang sempurna sehingga proses pengenalan dan perangkaian huruf menjadi kata dan kalimat dapat dilakukan) dan kesiapan mental, mampu menangkap makna dan maksud dari rangkaian huruf dan kata.

Minat tergantung pada kesempatan untuk belajar. Kesempatan untuk belajar bergantung pada lingkungan dan minat, baik anak-anak maupun dewasa, yang menjadi bagian dari lingkungan anak. Karena lingkungan anak kecil sebagian besar terbatas pada rumah, minat mereka “tumbuh dari rumah” sehingga kesempatan pertama untuk belajar berasal dari rumah dan lingkungan rumah merupakan reinforcement awal.  Minat membaca salah satu contoh paling relevan, dimana lingkungan rumah merupakan stimulus paling awal dan tempat belajar utama bagi seseorang anak untuk belajar membaca dan mempertahankannya dan kemudian dapat menjadi sebuah kebiasaan.


Ketidakmampuan fisik dan mental serta pengalaman sosial yang terbatas membatasi minat anak. Seseorang yang cacat indra penglihatannya akan membatasi aktivitas seseorang tersebut untuk membaca

Minat diperoleh dari pengaruh budaya. Anak-anak mendapat kesempatan dari orang tua, guru, dan orang dewasa lain untuk belajar mengenai apa saja yang oleh kelompok budaya mereka dianggap minat yang sesuai dan mereka tidak diberi kesempatan untuk menekuni minat yang dianggap tidak sesuai bagi mereka oleh kelompok budaya mereka. Budaya merupakan kebiasaan yang sifatnya permanent, sehingga sangat dimungkinkan dengan adanya budaya membaca akan membuat seseorang secara tidak langsung atau secara langsung terpengaruhui dan kemudian menjadikan minat membaca menjadi tinggi.


Minat dipengaruhi oleh bobot emosi. Ketidaksenangan emosi akan melemahkan minat dan kesenangan emosi yang mendalam akan menguatkan minat. Seseorang yang telah menemukan manfaat dari kegiatan membaca, akan menimbulkan reaksi positif yang akan membuat orang tersebut ingin mengulanginya lagi dan lagi, sehingga kesenagan emosi yang mendalam pada aktivitas membaca akan menguatkan minat membaca.

Minat adalah sifat egosentris dikeseluruhan masa anak-anak, seorang anak yang sangat yakin dengan membaca akan membuatnya memiliki kekayaan wawasan dan kecerdasan dalam menyikapi hidup akan terus menerus melakukan aktivitas membaca sampai dewasa.

Selain yang tersebut diatas Elliot dkk (2000) menjelaskan bahwa minat berperan penting dalam proses belajar mengajar, dan minat harus terus terpelihara, termasuk salah satunya adalah minat membaca. Elliot dkk (2000) juga menjelaskan bahwa untuk dapat memperoleh minat siswa dalam proses pembelajaran diperlukan sebuah stimulus yaitu dengan strategi yang berorientasi curiosity atau teknik mengembangkan dan memfasilitasi curiosity siswa, dengan demikian untuk memperoleh dan menumbuhkan minat membaca pada siswa diperlukan adanya pengembangan dan pemfasilitasan curiosity. Pendapat Elliot dkk diperkuat oleh pendapat Smith & Dechant (1961) bahwa curiosity dan gejala untuk bereksplorasi akan membuat seseorang memperoleh minat, termasuk minat membaca.

Kesimpulannya adalah minat membaca tidaklah dapat ada dengan sendirinya, melainkan didapat dari proses pembelajaran dan perkembangan fisik, perbedaan sex (identitas kelamin), status sosial-ekonomi, lingkungan, perkembangan mental dan fisik, pengalaman sosial, budaya, bobot emosi, sifat egosentris, kesiapan belajar dan kesempatan untuk belajar serta pengembangan dan pemfasilitasan curiosity.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot