Wednesday, September 2, 2009

Batu Gamping

 Batu Gamping

Dalam beberapa hal, bahan galian batu gamping dapat langsung dipergunakan sebagai bahan dasar misalnya untuk keperluan industri pabrik semen. Selain itu pengolahan batu gamping dimaksudkan untuk menghasilkan kapur tohor (CaO), Kalsium hidroksida ( Ca(OH)2 ) atau gas CO2.

Secara umum pengolahan batu gamping adalah sebagai berikut :

A. Pembuatan Kapur Tohor

1. Batu Gamping dilakukan proses kalsinasi pada suhu 900* C sampai 1000* C dengan tujuan batu gamping akan teruai menjadi CaO dan CO2.
2. CO2 diambil kemudian dibersihkan dan selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki.
3. Dari hasil proses kalsinasi akan dapat terbentuk kapur tohor (CaO) atau quickline setelah CaO tersebut dibasahi air.

B. Pembuatan Bahan Rafractori

1. Bahan baku terdiri dari lime yang merupakan produk pengolahan batu gamping sebagai hasil kalsinasi yang terdiri dari jenis :
a. High Balcium lime yaitu jenis lime yang dibuat dari batu gamping (CaCO3) yang mempunyai komposisi 95 % kalsit dan 5 % dolomit.
b. High Magnesium lime yaitu jensi lime yang dibuat dari batu gamping dolomitan Ca Mg (CO3)2) yang mempunyai komposisi 50 - 90 % kalsit dan 10 - 5- % dolomit.

2. Bahan tambahan berupa tanah liat, air dan Samot.

3. Proses pembuatan lime terdiri dari :
a. Proses Kalsinasi yaitu proses yang berlangsung pada vertikal kiln sampai temperatur 898* C untuk batu gamping dan temperatur 725* C untuk batu gamping dolomitan dengan tekanan 1 atm. Produk yang dihasilkan adalah kapur tohor (Quick Lime) berbentuk gumpalan.
Reaksi kimia yang terjadi adalah :
CaCo3 ------> CaO + CO2 ........ untuk batu gamping
CaMg(CO3) ------> Ca O MgO + 2 CO2 ...... untuk batu gamping dolomitan
b. Proses pemberian air yaitu dengan tujuan pembuatan lime menjadi lebih stabil dan merupakan menjadi hidratlime atau kapur padam.
Reaksi kimia yang terjadi adalah :
CaO + H2O ------> Ca(OH)2 ...... untuk batu gamping
Cao MgO + H2O ------> Ca (OH)2 MgO ...... untuk batu gamping dolomitan.
c. Proses pengeringnya yaitu proses yang dilakukan untuk tujuan mengurangi kadar air yang menggunakan rotary drying. Temperatur yang dipakai antara 110* C sampai 150* C.

4. Proses berikutnya adalah pembuatan refractory dengan mencampurkan bahan baku lime bersama tanah liat (ball clay) dan bahan tambahan air dan samot. Campuran ini disebut dengan Mase. Selanjutnya diaduk hingga merata atau homogen. Langkah berikutnya adalah melakukan proses pencetakan sesuai ukuran yang telah ditentukan. Untuk pengeringan batu bata cetakan (refractory) tersebut bisa melalui pengeringan sinar matahari ataupun pemanasan melalui oven dengan temperatur 1200* C.

5. Pembuatan refractory telah dicetak dan langkah selanjutnya adalah penyimpanan pada tempat-tempat yang telah ditentukan.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot