Tuesday, June 9, 2009

usaha Budidaya Laut di Propinsi Lampung

Penyebaran dan luas daerah usaha Budidaya Laut di Propinsi Lampung

Budidaya laut di daerah Propinsi Lampung merupakan usaha baru yang belum berkembang, hal ini disebabkan karena pengetahuan nelayan dan ketrampilannya yang sangat terbatas. Di Propinsi lainnya yang telah maju seperti Riau sudah mulai berkembang dalam usaha budidaya ikan, dan Sulawesi Tengah, Bali dengan rumput lautnya. Dinas Perikanan Propinsi Lampung telah mengadakan percobaan pemeliharaan kerang hijau, namun hasilnya masih diperlukan penelitian yang lebih lanjut.
Daerah perairan pantai timur Lampung terutama Penet (Labuhan Maringgai) dan Teladas yang termasuk Kecamatan Menggala Kabupaten Lampung Utara masing-masing mempunyai potensi pengembangan jenis kerang hijau dan kakap. Atas dasar tersebut di atas maka pada tahun 1982/1983 telah dilakukan percobaan pemeliharaan kerang hijau dengan sistem pancang yang hasilnya selama masa pemeliharaan 6 bulan diperoleh hasil pada setiap bambu sekitar 15–30 kg dengan ukuran panjang kurang lebih 5 cm. Disamping itu di pantai barat Lampung terdapat rumput laut. Di tempat ini pada tahun 1982 telah ada usaha pengambilan/pengumpulan rumput laut oleh nelayan, dimana hasil yang diperoleh sekitar 24 ton basah jenis rumput laut Gracilaria sp dan Gelidium sp.
Survai yang telah dilakukan oleh team Ditjen. Perikanan pada tahun 1980 memperoleh hasil kepadatan rumput laut sebesar 650 gr/m2 dengan perkiraan potensi sebesar 17, 1 ton kering/tahun.
Padang Cermin merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan yang mempunyai kemungkinan pengembangan budidaya laut seperti mutiara, ikan, dan rumput laut. Di daerah Pidada pada tahun 1982 melalui investasi swasta asing (PMA) telah diusahakan pemeliharaan kerang mutiara yang menurut informasi perkembangannya cukup baik. Sedangkan jenis-jenis rumput laut yang terdapat di Padang Cermin adalah Eucheuma spinosum.
.
Daerah tersebut di atas telah ditetapkan sebagai usaha pengembangan budidaya laut melalui SK. Gubernur Kepala Daerah Tk. I Lampung. Dengan demikian perairan Propinsi Lampung mempunyai kemungkinan pengembangan usaha budidaya laut. Walaupun potensi tersebut cukup tetapi penyebarannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat. Menyadari pentingnya usaha budidaya di dalam menunjang peningkatan produksi perikanan dan perlindungan sumber, maka pada Pelita IV telah diambil langkah-langkah yang mendorong partisipasi aktif dari perusahaan swasta, nasional maupun PMA. Oleh karenanya budidaya laut telah dimasukkan dalam prioritas penanaman modal dibidang perikanan. Melalui keikutsertaan pihak swasta ini diharapkan akan mendorong tumbuhnya usaha budidaya laut oleh nelayan.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot