Friday, June 5, 2009

PENGERTIAN PENDEKATAN CBSA DALAM PEMBELAJARAN

Setiap proses pembelajaran pasti menampakan keaktifan orang yang belajar atau siwa. Pernyataan ini tidak dapat kita bantah atau kita tolak kebenarannya. Adanya kenyataan ini, menyebabkan sulitnya mendefinisikan pengertian pendekatan CBSA, secara tepat. Kepastian adanya keaktifan siswa dalam setiap proses pembelajaran, memberikan kepastian kepada kita bahwa pendekatan CBSA bukanlah sesuatu yang dikotomis. Hal ini berarti, setiap peristiwa pembelajaran yang diselengarakan oleh guru dapat dipastikan adanya penerapan pendekatan CBSA dan tidak mungkin tidak terjadi penerapan pendekatan CBSA dalam peristiwa pembelajaran.

Keaktifan siwa dalam peristiwa pembelajaran mengambil beraneka bentuk kegiatan, dari kegiatan fisik yang mudah diamati sampai kegiatan psikis yang sulit diamati. Kegiatan fisik yang dapat diamati diantaranya dalam bentuk kegiatan membaca,mendengar, menulis, meragakan dan mengukur. Sedangkan contoh-contoh psikis seperti mengingat kembali isi pelajaran pertemuan sebelumnya, menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, menyimpulkan hasil eksperimen, membandingkan suatu konsep kekonsep yang lain, dan kegiatan psikis lainnya.

Namun demikian, kegiatan tersebut harus dipulangkan kepada suatu karakteristik, yaitu keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan tersebut terjadi pada waktu kegiatan kognitif dalam pencapaian atau perolehan pengetahuan, pada saat siswa mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan , dan sewaktu siswa menghayati dan menginternalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilai. Dengan kata lain , keaktifan dalam kegiatan CBSA menunjukan pada keaktifan mental, baik intelektual maupun emosional, meskipun untuk merealisasikan dalam banyak hal dipersyaratkan atau dibutuhkan keterlibatan langsung dalam berbagai bentuk keaktifan fisik.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan CBSA dapat diartikan sebagai anutan pembelajaran yang mengarah kepada pengoptimalisian perlibatan intelektual-emosional siswa dalam proses pembelajaran, dengan perlibatkan fisik siswa bila diperlukan. Pelibatan intelektual – emosianal /fisik siswa serta optimalisasi dalam pembelajaran memperoleh dalam meproses perolehan belajarnya tentang pengetahuan , keterampilan , sikap dan nilai.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Saran dan masukannya jika tidak keberatan, diharapkan. terimakasih.

Sumber : Belajar dan Pembelajaran karangan Dr. DIMYATI dan Drs MUDJIONO.

1 comments:

  1. banyak pendekatan-pendekatan pengajaran yang ada di luar sana..
    seiring dengan majunya dunia informasi..

    CBSA mungkin bagus..
    tapi "pembentukan budaya" atas apapun pilihan "pendekatan pengajaran" yang Indonesia pilih..
    jelas lebih esensi..

    ReplyDelete

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot