Friday, June 5, 2009

Model Pembelajaran Bermain Peran

Model Pembelajaran Bermain Peran dibuat berdasarkan asumsi bahwa sangatlah mungkin menciptakan analogi otentik ke dalam suatu situasi permasalahan kehidupan nyata. Kedua adalah bahwa bermain peran dapat mendorong siswa mengekspresikan perasaannya dan bahkan lepaskan. Ketiga adalah bahwa proses psikologis melibatkan sikap, nilai dan keyakinan (belief) kita serta mengarahkan pada kesadaran melalui keterlibatan spontan yang disertai analisis. Model int dipelopori oleh George Shaftel.

Dalam kehidupan nyata, setiap orang mempunyai cara yang unik dalam cara berhubungan dengan orang lain. Masing-masing orang dalam kehidupannya memainkan sesuatu yang dinamakan peran. Oleh sebab itu, untuk dapat memahami diri sendiri dan orang lain (masyarakat) sangatlah penting bagi kita untuk menyadari peran dan bagaimana peran tersebut dilakukan. Untuk kebutuhan ini, kita hams mampu menempatkan diri kita dalam posisi atau situasi orang lain dan mengalami/mendalami sebanyak mungkin pikiran dan perasaan orang lain tersebut. Kemampuan ini adalah kunci bagi setiap individu untuk dapat memahami dirinya dan orang lain yang pada akhimya dapat berhubungan dengan orang lain (masyarakat).

Bermain peran sebagai suatu model pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa menemukan makna diri (jati diri) di dalam dunia sosial dan memecahkan dilema dengan bantuan kelompok. Artinya, melalui bermain peran siswa belajar menggunakan konsep peran, menyadari adanya peran-peran yang berbeda dan memikirkan perilaku dirinya dan perilaku orang lain. Proses bermain peran ini dapat memberikan contoh kehidupan perilaku manusia yang berguna sebagai sarana bagi siswa untuk
1. menggali perasaannya,
2. memperoleh inspirasi dan pemahaman yang berpengamh terhadap sikap, nilai dan persepsinya,
3. mengembangkan keterampilan dan sikap dalam memecahkan masalah, dan
4. mendalami mata pelajaran dengan berbagai cara.
Dengan demikian, pada siswa terjun ke masyarakat kelak ia dapat menempatkan diri dalam suatu situasi di mana begitu banyak peran terjadi. Seperti dalam lingkungan keluarga, bertetangga, lingkungan kerja dan lain-lain.

Prosedur Pembelajaran
Keberhasilan model pembelajaran melalui bermain peran tergantung pada kualitas permainan peran (enacment) yang diikuti dengan analisis terhadapnya. Di samping itu, tergantung pada persepsi siswa tentang peran yang dimainkan terhadap situasi nyata (real-life situation).

Prosedur bermain peran terdiri atas sembilan langkah yaitu, (1) pemanasan (warming up), (2) memilih partisipan, (3) menyiapkan pengamat (observer), (4) menata panggung (5) me-mainkan peran (manggung), (6) diskusi dan evaluasi, (7) memainkan peran ulang (manggung ulang), (8) diskusi dan evaluasi kedua, dan (9) berbagai pengalaman dan kesimpulan.

Melalui permainan peran, siswa dapat meningkatkan kemampuan untuk mengenal perasaan dirinya sendiri dan perasaan orang lain, mereka memperoleh cara berperilaku barn untuk mengatasi situasi masalah seperti dalam permainan perannya dan dapat meningkatkan keterampilan memecahkan masalah.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot