Wednesday, June 24, 2009

GAMBAR SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI VISUAL




GAMBAR SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI VISUAL


Sajian visual adalah representasi informasi melalui ekspresi visual. Informasi yang biasanya berupa citra kata dan karakternya diwujudkan secara konkrit melalui obyek dan rupa (shape). Suasana, atmosfer, dan skala suatu konsep atau ide yang sulit dikomunikasikan dalam bentuk kata akan lebih jelas jika dipaparkan dalam bentuk gambar. Bentuk komunikasi dan penyajian semacam ini dapat menghilangkan celah
terjadinya miskomunikasi.

Sejarah telah membuktikan bahwa penglihatan mempunyai dampak yang besar pada pikiran manusia. Sejak manusia tinggal di gua-gua, gambar merupakan kristalisasi peristiwa dan gagasan diluar diri manusia (Laseau 1980). Melalui media gambar dunia batin, mitos, angan-angan dapat direalisasikan. Gambar sebagai ungkapan pikiran telah menjadi bagian penting dari kehidupan umat manusia. Manusia yang ‘melihat’ burung terbang di angkasa, menginginkan untuk dapat terbang pula. Konsep terbang pun diwujudkan dalam sketsa-sketsa. Gambar itu kemudian dicoba, direalisasikan sesuai dengan kemampuan manusia agar dapat menjelajahi angkasa. Penglihatan merupakan indera yang memberi informasi yang cepat dan lengkap,
Paul Laseau (1980) memperkirakan bahwa 70%-80% dari pengetahuan manusia diperoleh lewat indera mata.

Selain memanfaatkan mata sebagai sarana utama untuk memahami dunia, manusia menterjemahkan informasi yang diterima oleh indera lain ke dalam kesan penglihatan. Dengan demikian dalam berbagai hal indera penglihatan berfungsi juga sebagai terjemahan indera yang lain.
Gambar adalah bagian yang penting dalam suatu proses desain. Bahasa
perancangan adalah bahasa gambar. Kemampuan berkomunikasi secara grafis merupakankompetensi utama seorang perancang. Untuk itu menurut Laseau (1980) seorang perancang harus 1) memahami unsur-unsur dasar komunikasi (komunikator, penerima,
pengantara, dan tautan) dan peranannya bagi ke-efektif-an komunikasi; 2) mampumengembangkan bahasa gambar agar dapat membuat sketsa yang paling efektif untuk tujuan-tujuan komunikasi tertentu.

Komunikasi secara grafis adalah komunikasi dengan menggunakan tanda-tanda,lambang-lambang, dan simbol-simbol (Cullen, pada Arifin 1988). Di dalam komunikasi tersebut terjadi transformasi informasi yang berawal dari ide seseorang dan berakhir pada pikiran orang lain (Toda, pada Arifin 1988). Proses transformasi informasi ini pada
gilirannya menciptakan ‘kebersamaan arti’ pada orang-orang yang terlibat di dalamnya (Gode, pada Arifin 1988).

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot