Friday, June 5, 2009

BELAJAR, PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN

Belajar, perkembangan dan pendidikan merupakan hal yang menarik dipelajari. Ketiga gejala tersebut terkait dengan pembelajaran. Belajar dilakukan oleh siswa secara individu. Perkembangan dialami dan dihayati juga oleh individu siswa. Sedangkan kegiatan pendidikan merupakan kegiatan interaksi. Dalam kegiatan interaksi tersebut, pendidik atau guru bertindak mendidik si peserta didik atau siswa. Tindakan mendidik tersebut tertuju pada perkembangan siswa menjadi mandiri. Untuk dapat berkembang secara mandiri, siswa harus belajar.

Bila siswa belajar, maka akan terjadi perubahan mental pada diri siwa. Sebagai ilustrasi siswa yang pada semester satu SMP belum dapat berbahasa inggris dengan baik, setelah belajar bahasa inggris selama enam semester , maka siswa tersebut telah dapat berbahasa inggris secara baik dan benar pada taraf sederhana. Di samping itu , semula tinggi badan siswa pada semester satu tersebut tercatat 152 cm. Pada semester enam tinggi badan siswa tersebut tercatat 158 cm. Pada siswa tersebut ditemukan adanya pertumbuhan jasmani , disamping perkembangan mental siswa tersebut berkat pemeliharaan dan pendidikan yang dilakukan oleh orang tua dan guru.

Belajar, perkembangan dan pendidikan merupakan suatu peristiwa dan tindakan sehari-hari. Dari sisi siswa sebagai pelaku belajar dan dari sisi guru sebagai pembelajar, dapat ditemukan adanya perbedaan dan persamaan . Hubungan guru dengan siswa adalah hubungan fungsional, dalam arti pelaku pendidik dan pelaku terdidik. Dari segi tujuan yang akan dicapai baik guru maupun siswa sama-sama mempunyai tujuan tersendiri. Meskipun demikian, tujuan guru dan siswa tersebut dapat dipersatukan dalam tujuan intruksional. Dari segi lama waktu tindakan, tindakan guru mendidik dan mengajar terbatas. Sebaliknya, tindakan siswa belajar adalah sepanjang hayat atau sekurang-kurangnya ia terus belajar walupun sudah lulus sekolah.

Dari segi proses, belajar dan perkembangan merupakan proses internal siswa . Pada belajar dan perkembangan, siswa sendirilah yang mengalami, melakukan dan menghayati. Sebaliknya pendidikan merupakan proses interaksi yang bertujuan. Interaksi terjadi antara guru dengan siswa, yang bertujuan meningkatkan perkembangan mental sehingga menjadi mandiri dan utuh. Secara umum dapat dikatan bahwa pendidikan merupakan satuan tindakan yang memungkinkan terjadinya belajar. Dengan adanya belajar terjadilah perkembangan jasmani dan mental siswa. Pendidik merupakan faktor ekstern bagi terjadinya belajar.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua…jangan lupa saran dan masukannya, agar penulis dapat lebih baik lagi untuk menulis.

Sumber : ”Belajar dan Pembelajaran” karangan Dr.DIMYATI dan Drs.MUDJIONO

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post
 

Copyright 2009 - 2012 Media Pembelajaran is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot